
Pintu kamar terbuka dengan lebar setelah Akmal meletakkan lock card itu kearah pintu, Afri sendiri hanya diam saja dalam gendongan Akmal karena ia tidak ingin mengeluarkan lebih banyak kata yang akan membuat mereka tidak hentinya berbicara dan ujung-ujungnya ia sendiri yang harus menahan diri karena terus saja salah tingkah di hadapan Akmal. Suaminya itu ternyata sudah sangat jauh berubah dari Akmal yang ia kenal dahulu.
Akamal adalah laki-laki lemah lembut dan penuh kasih sayang, pendiam dan sangat irit bicara saat dengan nya. Namun Akmal sebenarnya sangat ramah dan luwes apalagi saat dengan gadis ataupun dihadapan gadis yang ia cintai. Seperti saat ia sedang bersama kina waktu itu saat kina masih menjadi gadis yang ia cintai maka dihadapan gadis itu ia sangat banyak bicara dan bahkan bisa mengeluarkan kata-kata manis untuk menggombal serta menggodanya.
Berbeda dengan Afri yang baru saja tahu kalau Akmal memiliki sisi ini dalam dirinya, karena Akmal terlalu memberikan batasan dan menjauh dari Afri ia sama sekali tidak pernah memperlihatkan nya dihadapan Afri hingga gadis itu masih sangat kaget dan belum terbiasa dengan sikap Akmal ini.
Biasanya Afri yang bersikap blak-blakan dan langsung menyosor Akmal namun kali ini gadis itu malah yang berubah menjadi pendiam saat Akmal menyatakan cinta kepadanya ia menjadi sangat terkendali dan hanya bisa menurut, ia terlihat semakin mudah luluh dan bahkan semakin pemalu.
Akmal jelas bisa melihat perubahan dari diri Afri bahkan sebelum mereka menikah, sejak Akmal mengatakan akan berusaha untuk mencintai nya Afri benar-benar menjaga sikapnya takut Akmal akan menyesali nya dan malah kembali meninggalkan nya.
"Kenapa kamu diam saja sayang? Apa kamu benar-benar se lelah itu?" Tanya Akmal saat Afri hanya diam saja memeluk leher nya karena Akmal menggendong nya ala bridal style jadi Afri harus memeluk leher milik Akmal sebagai pegangan nya.
Afri menggeleng dengan lembut saat Akmal menurunkan nya ditepi ranjang dan mendudukkan gadis itu dengan lembut pula hingga Afri tidak bisa berhenti berdebar dengan sikap dan perhatian Akmal yang sangat tidak biasa ia terima itu.
Gadis itu masih saja jatuh ke dalam pesona Akmal, semakin hari ia semakin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak terlalu mencintai Akmal karena laki-laki itu benar-benar sangat mustahil selama ini ia dapat. Namun sejak hari dimana ia meminta kesempatan kedua Afri benar-benar merasa ada secercah harapan untuk nya.
"Aku baik-baik saja mas, " ucap Afri tersenyum dan duduk di tepi ranjang begitu juga dengan Akmal yang ikut duduk.
"Wajahmu sangat pucat sayang, sepertinya kamu benar-benar sangat kelelahan yah!"
Akmal mengusap pelan wajah Afri yang memang terlihat sedikit pucat itu, padahal sebenarnya Afri merasa biasa saja walaupun ada rasa sedikit kelelahan tapi segala rasa lelah itu benar-benar tidak bisa ia rasakan karena melihat wajah Akmal suaminya itu.
"Aku benar-benar tidak merasa lelah mas, apalagi saat melihat wajah suamiku ini aku benar-benar merasa segar kembali."
Afri mengatakan yang sebenarnya dan tidak ada kata yang dibuat-buat disana, ia memang merasa lelah namun karena Ages ia benar-benar melupakan rasa lelah itu.
"Istri ku ini kenapa ikut-ikutan mengatakan kata-kata manis seperti itu? Apa tidak berat sayang?" Tanya Akmal saat melihat hiasan di rambut istrinya masih setia bertengger di kepala Afri.
Dengan pelan Akmal mencoba melepaskan nya hingga kini rambut Afri terurai sempurna dihadapan nya. Suasana menjadi sangat canggung karena tiba-tiba saja jarak mereka sangat dekat sekali saat ini.
"Terima kasih mas,"ucap Afri singkat menerima hiasan itu dari Akmal dan meletakkan nya di nakas tepat di dekat nya.
"Sepertinya bajumu juga terlalu banyak lapisan nya, apa tidak panas sayang? Kamu terlihat tidak nyaman."
Akmal semakin mendekat kearah Afri untuk mencoba membantu istrinya melepaskan beberapa lapis dari gaun milik Afri. Memang konsep gaun Afri adalah gaun yang sangat mewah dengan beberapa lapis pakaian yang dirancang khusus untuk nya.
Karena Akmal yang tiba-tiba saja mendekat kearah nya Afri benar-benar gugup dan langsung mundur hingga kini Akmal yang ikut kaget.
"Ma,,mas!"
Akmal ikut gugup karena melihat Afri yang gugup itu, mereka bukan kali pertama dekat seperti ini tapi kenapa mengingat kata malam pertama mereka merasa sangat gugup dan salah tingkah.
Suasana menjadi sangat canggung disana, Afri tidak tahu harus berbuat apa dan Akmal juga merasakan hal yang sama.
"Mas hanya ingin membantu mu melepaskan lapisan gaun mu sayang, kamu terlihat sangat kesulitan mengenakannya."
"Ah iya mas, a,,aku saja yang melepaskan nya heheh."
Akmal juga ikut cengengesan karena merasa canggung, saat melirik Afri yang mencoba untuk melepaskan lapisan bajunya Akmal menelan ludah dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kenapa dengan mu Akmal? Bukankah saat ini kalian sudah sah menjadi suami istri tapi kenapa kamu malah bersikap seperti pengecut begini?" Gugup Akmal karena mengingat kata malam pertama sejak tadi.
Tiba-tiba suara pintu yang dibunyikan bel nya memecahkan keheningan dan rasa canggung yang ada disana. Akmal langsung bangkit dan berjalan menuju pintu ternyata itu adalah petugas yang Akmal minta untuk mengantarkan makanan ke kamar mereka.
"Terima kasih banyak pak, selamat malam."
Akmal menerima pesanan nya dan menutup pintu depan rapat. Kina sudah melepaskan lapisan gaunnya dan hanya tersisa satu lagi.
"Apa itu mas?" Tanya Afri saat Ages datang kearah nya membawa paper bag.
"Ini adalah makanan sayang,""ucap Akmal duduk dihadapan Afri.
"Mas lapar?"
__ADS_1
"Kamu sayang."
"Aku?" Kaget Afri tidak mengerti.
"Kamu sejak siang tadi belum makan apapun, aku khawatir kamu akan jatuh sakit nantinya. Jadi pesankan makanan untuk kita sayang," ucap Akmal lembut sembari membuka paper bag dan mengeluarkan isinya.
"Aku makan siang kok mas, kita kan sama-sama makan tadi siang. Masa mas lupa?" Bingung Afri karena Akmal berkata ia tidak makan sejak siang tadi padahal Emre sama-sama makan siang saat isoma tadi.
"Kamu hanya makan beberapa sendok saja, karena terlalu banyak tamu kamu merasa tidak fokus makan dan jadi tidak berselera. Mas tahu itu jadi mas sengaja siapin ini untuk istri ku."
Afri tersenyum senang dengan jantung yang semakin berdebar sangat kencang karena sikap Akmal memang sangat romantis karena ia bahkan memperhatikan hal-hal kecil sekalipun tentang istrinya itu. Kina jelas semakin sulit untuk mengendalikan hatinya karena Akmal.
"Baiklah sekarang kita makan yah sayang, kamu seperti sudah sangat lapar."
Afri mengangguk dan menerima sepotong ayam dari Akmal dan bahkan mereka saling menyuapi satu sama lain dengan tawa yang sangat gelak dan luas.
"Heyy kenapa malah mengambil ayam yang ada di tangan mas?" Tanya Akmal karena tiba-tiba saja Afri merebut ayam yang ada di tangan nya.
"Hanya ingin saja mas,"ucap Afri tertawa karena menurut nya itu lucu.
"Pada masih banyak ayam disitu kenapa harus punya mas hmmm?" Goda akmal karena istrinya benar-benar sedikit aneh malam ini.
Afri tertawa karena ia juga tidak mengerti dengan dirinya.
"Aku mengambil ayam yang ditangan mas karena mas sudah memakan nya lebih dahulu, kalau aku menggigit bagian yang sudah mas gigit maka kita Seca tidak langsung sedang berciuman hehehe."
Deg
Afri langsung sadar setelah apa yang ia katakan sebelumnya ternyata keluar begitu saja dari bibirnya hingga ia tidak tahu kalau itu adalah kata-kata yang sangat memalukan untuk dikatakan dihadapan Akmal.
"Bodoh! Bicara apa kamu Afri? Apa mas Akmal akan mengira kamu itu gadis nakal, mesum atau genit? Akhh memalukan."
Afri menunduk karena malu dengan apa yang ia katakan sebelumnya, ia berpura-pura mencari ayam yang hendak ia makan.
"Wahh paha ayamnya sudah habis yah? Kalau begitu lebih baik makan ini saja heheh." Afri berbicara sendiri sembari mengambil sepotong ayam untuk ia makan.
Ia tahu kalau saat ini Akmal masih menatap kearahnya hingga ia semakin tidak bisa melihat kearah laki-laki itu.
"A,,ada apa mas? Kenapa melihat ku seperti itu?" Tanya Afri gugup dan hampir tidak bisa mengunyah ayam yang ada di mulut nya.
Jelas sekali kalau ia sedang tidak karuan saat ini, ia malu dan gugup Seca bersamaan.
"Benarkah?"
"Ha?"
Bingung Afri karena tiba-tiba saja Akmal bertanya sesuatu yang ia sendiri tidak tahu apa yang ditanyakan oleh Akmal.
"Benarkah kalau kamu memakan ayam bekas gigitan ku kita akan berciuman secara tidak langsung?" Tanya Akmal dengan nada yang menggoda istrinya.
"A,,apa maksud mas? Aku baru kali ini mendengar hal itu. Heheh seperti nya mas kembali mengatakan hal-hal yang tidak biasa."
Afri sangat ingin menghilang saat ini, kenapa aura yang ada disana semakin terasa sesak dan panas belum lagi Akmal tidak ada hentinya menatap kearah Afri.
"Benar-benar berantakan, kamu sudah menghancurkan segala Afri. Memalukan bukan main,"batin Afri menahan malu.
"Se,, seperti nya aku akan membersihkan diri untuk segera tidur hehe. Aku sudah kenyang mas lebih baik kita beristirahat saja heheh."
Afri meletakkan ayam sisi itu diatas nakas lagi namun tiba-tiba ia merasakan tubuhnya terhuyung saat Akmal menarik nya hingga jatuh ke atas pangkuan Akmal yang masih saja memandangi nya.
"Ma,,mas?" Kaget Afri mencoba untuk bangkit namun ditahan oleh Akmal dan laki-laki itu malah memperbaiki posisi duduk mereka dan jarak mereka semakin tipis hingga Afri seperti akan gila saat ini.
"Kenapa harus berciuman secara tidak langsung?"
__ADS_1
"Ha?" Bingung Afri.
"Kalau bisa langsung kenapa harus dengan cara yang tidak langsung?"
"A,,aku hanya berkmphhhhhmmh,,"
Cup
Benar-benar pecah, Afri sudah seperti akan melompat kegirangan saat ini karena bahkan sebelum ia menyelesaikan ucapannya Akmal sudah lebih dahulu menyambar bibirnya yang begitu lembut itu.
Awalnya ia sangat gugup namun ia mencoba menghilangkan rasa gugup itu karena ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk menghabiskan malam dengan akmal.
Afri kemudian menutup matanya secara perlahan dan mengalungkan tangannya dileher Akmal serta ikut membala ciuman Akmal.
Senyuman Akmal benar-benar terbit dengan sempurna karena Afri juga ikut berpatisipasi dalam ciuman itu hingga rasanya jelas akan lebih menyenangkan karena kini mereka melakukan nya bersama.
Beberapa saat permainan bibir itu masih saja berlanjut dengan akmal yang terus saja menyesap bibir atas Kina sedang kina melakukan hal yang sama pada bibir bagian bawah milik Akmal.
Tidak hanya sampai disitu, Akmal mencoba menerobos memasukan lidahnya ke dalam rongga mulut Kina dan dengan senang hati diterima oleh gadis itu. Akmal menggerakkan lidahnya dengan lincah diarea mulut Afri seolah tengah mengabsen setiap deretan gigi istrinya itu.
"Mepnhh."
Suara itu lolos dari bibir Afri saat Akmal masih memainkan lidahnya disana hingga Afri tidak bisa lagi menahan gejolak dalam dirinya.
Karena merasa pernafasan Afri sedikit kesulitan untuk menarik udara, gadis itu mencoba untuk melepaskan ciumannya namun Akmal belum sadar dan menikmati ciuman itu.
Afri dengan terpaksa memukul pelan dada Ages hingga laki-laki itu sadar kalau Afri hampir saja kehabisan nafas sehingga ia memukul bahunya.
Ciuman itu terpaksa ia sudah dan melihat kearah Afri yang dengan cepat menghirup udara sebanyak-banyaknya karena ia hampir saja kehabisan nafas tadi.
Akmal tersenyum dan merasa bersalah karena sudah membuat Afri hampir saja kehabisan nafas. Ia terlalu bersemangat sampai lupa diri.
Sedangkan Afri juga ikut tertawa karena ia merasa lucu dengan dirinya yang masih sangat menikmati nya namun karena ia hampir saja kehabisan nafas ia jadi tidak bisa melanjutkan nya.
"Kamu kehabisan nafas sayang?" Goda Akmal sambil tersenyum.
"Mas sih ganas banget sampai aku hampir mati karena kehabisan nafas,"goda Afri tidak mau kalah.
Karena tidak mau kalah Akmal semakin mendekat kearah Afri yang kebingungan dengan ulah suami nya itu.
"Ke,, kenapa mas malah mendekat?" Tanya Afri dengan wajah yang sangat gugup.
"Bukankah sudah seharusnya kita menikmati malam ini sayang? Apa kamu juga menginginkan nya?" Tanya Akmal semakin dekat.
Awalnya Afri terlihat sangat gugup namun siapa sangka dia dengan cepat menarik Akmal ke atas ranjang hingga Akmal benar-benar kaget dengan itu.
"Aku sudah sangat lama menantikan hal ini mas, silahkan lakukan apapun yang ingin mas lakukan."
Afri Sudah pasrah dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh akmal setelah ini.
Akmal yang juga ternyata mendapatkan lampu hijau itu langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
Afri berkali-kali mengeluarkan suara-suara yang sangat aneh dari dalam balik selimut.
"Akh,,mashh,,akhh."
Tentu saja akmal semakin bersemangat setelah mendengar itu dari Afri. Dan malam itu mereka benar-benar menikmati momen spesial karena sama-sama mau mereka melakukan nya berkali-kali sampai mereka merasa lelah.
...🌼To be continued 🌼...
Sorry yah gak detail ehheh. Soalnya lagi kebawa galau perihal Ages huuu.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀