Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 87: Anggukan malu


__ADS_3

    Kina yang sedang marah-marah dan juga kesal karena melihat betapa keras kepalanya Ages dan tidak mau mendengarkan ucapannya sejak tadi, sudah jelas sekali kalau laki-laki itu sedang sakit tapi masih saja tidak mau mendengarkan nya. Ia sibuk merakit produk baru mereka dengan satu tangan nya dan tidak bisa menjaga tangan yang satu lagi hingga ia bahkan melukai nya lagi.


Karena geram kina langsung memindahkan produk itu tidak perduli bahkan jika disebut lancang dan akan mendapatkan amukan dari Ages. Ia sudah terlalu geram karena tangan laki-laki itu bahkan belum juga sembuh sudah ia lukai lagi dan lebih parahnya itu lebih dari satu kali.


Ages sama sekali tidak marah karena sikap Kina, saat gadis itu sedang marah-marah Ages bukannya takut dan juga kesal ia malah salah fokus dengan bibir Kina yang merah dan terlihat sangat lembut itu.


Kina sendiri tidak sadar dengan tatapan Ages yang sejak tadi tidak hentinya melihat kearah bibir ranum dan menggoda miliknya itu.


"Mas udah dulu kerjanya, aku gamau mas terluka lagi nanti. Kalau perlu aku aja mas yang ngerjain tapi mas yang nuntun aku,"ucap Kina dengan wajah khawatirnya.


"Luka mas masih belum sembuh jadi jangan dipaksain dulu, kenapa mas sangat susah untuk diberitahu? Mas tuh banmmpphh..."


Cup


Gadis itu benar-benar bungkam karena bibirnya sudah ditutup paksa oleh bibir Ages, jelas gadis itu tidak bisa berkata-kata lagi karena bibir tebal laki-laki mendominasi bibirnya.


Ages tersenyum karena ia benar-benar berhasil membuat Kina berhenti memarahinya, dan bahkan kini gadis itu hanya bisa kaget dengan mata terbelalak tidak percaya dengan apa yang sedang dilakukan oleh Ages terhadap dirinya.


"Mphhmpph.." kina mencoba untuk menghentikan Ages dan hendak berbicara namun ditahan oleh laki-laki itu.


Kemudian Ages melepaskan ciumannya secara perlahan dan mendekat kearah Kina dengan senyuman smirk andalan nya. Gadis itu jelas sedikit merinding karena seolah tahu apa yang akan terjadi ia benar-benar tidak siap untuk mendapatkan bisikan itu dari Ages.


"Apa boleh?" Tanya Ages dengan tatapan wajah yang sangat menginginkan kina. Belum lagi nada bicara laki-laki terdengar hampir seperti sebuah ******* saja.


Kina tidak tahu Ages meminta izin untuk apa? Apakah ia meminta izin untuk mencium nya atau bahkan lebih dari itu.


Yang jelas saat ini Kina benar-benar memerah pipinya dan ia sedikit malu juga canggung secara bersamaan. Karena Ages terlihat sangat aneh menanyakan hal itu kepada nya. Bukankah Ages adalah tipe orang yang impulsif dan bertindak semaunya?.


"Ken,, kenapa tiba-tiba mas bertanya? Bukankah mas seringkali melakukan hal itu tanpa meminta izin dariku?" Tanya Kina dengan nada yang hampir seperti sebuah gumaman.


Ages yang mendengar itu benar-benar semakin tidak bisa menahan dirinya lagi, Kina benar-benar terlihat sangat imut juga menggoda nya secara bersamaan. Siapapun akan merasakan hal yang sama jika melihat ekspresi wajah Kina ditambah lagi di dalam ruangan itu hanya ada mereka berdua saja.


"Mas ingin mendengar dan melihat izin darimu langsung sayang, bagaimana hmmm? Apa mas boleh melakukan nya?" Tanya Ages lagi dengan nada yang sedikit seksi.


Geli, itu adalah kata yang tepat saat Kina merasakan suara Ages yang mencoba untuk membisikkan kata-kata nya kearah Kina.


Gadis itu mengangguk dengan malu, entah kenapa ia benar-benar tidak tahu tiba-tiba saja ia mengangguk tanpa tahu apa yang sebenarnya ia anggukan. Ia tidak menolak sama sekali dan jujur saja ia sebenarnya menginginkan hal yang sama dengan Ages.


"Bagaimana? Apa boleh sayang?" Tanya Ages lagi dan lagi.


Jelas ia sedang menggoda istrinya itu, Kina sudah menganggukkan kepalanya dengan malu dan Ages jelas melihat hal itu. Namun ia masih saja bertanya hal yang sama. Bukankah itu adalah suatu sikap menggoda Kina?.


Ages tersenyum karena melihat reaksi kina yang benar-benar semakin malu itu, ia jelas sudah mengangguk tadi. Seharusnya Ages langsung mengerti dan berhenti bertanya tentang hal seperti itu kepada nya.

__ADS_1


"Bagaimana hmmm, apa bolmphhh.."


Cup


Kina memejamkan matanya ragu dan langsung mencium bibir Ages, hanya sebuah kecupan saja. Ia sama sekali tidak melakukan hal lain selain dari kecupan itu saja.


Ages yang hendak menggoda Kina lebih lama lagi langsung bungkam karena baru kali ini seorang Kina lebih dahulu mencium nya, ia benar-benar kaget karena hal itu jelas diluar dugaannya.


Ages tersenyum dan ia sedikit kecewa karena Kina dengan cepat melepaskan kecupannya itu, padahal sebenarnya ia sangat berharap Kina akan melakukan hal yang lebih dari itu. Seperti sebuah lumataann dan juga hisapan disana, akhh Ages benar-benar tidak bisa membayangkan kalau seorang Kina melakukan hal seperti itu terhadap dirinya.


"Hmmm kamu mulai nakal yah sayang?" Tanya Ages sedikit menggoda Kina.


Tolong katakan kepada Ages untuk berhenti menggoda istrinya itu, karena Kina benar-benar akan menggila karena nya.


"Ma,,mas nyebelin. Kenapa malah bertanya saat mas sendiri selalu saja melakukan hal itu tanpa bertanya, mas pasti sengaja menggoda ku kan?"


Kesal Kina dan wajahnya benar-benar merah padam karena terlalu lama menahan malu. Ages tidak hentinya menggoda dirinya sejak tadi, gadis itu sudah tidak sanggup dan akhirnya memilih membungkam bibir Ages.


Namun, bukannya malah bungkam Ages malah semakin senang menggoda nya hingga Kina kewalahan sendiri.


"Bukankah kecupan tadi terlalu singkat sayang? Yahh padahal mas udah ngarep lebih dari itu loh. Ciuman tadi kurang basah sayang hehehe,"goda Ages dengan wajah tidak tahu dirinya itu.


Kina langsung menatap horor kearah Ages, ia benar-benar sedang malu saat ini. Seharusnya Ages sadar dan menghentikan hal itu.


"Mas ngeselin, aku gamau disini lagi!" Kesal Kina hendak bangkit namun buru-buru ditarik oleh Ages.


"Ma,mas mau ngapain? Lepasin aku! Aku benci sama mas!"


Kina melihat kearah lain karena merasa kesal dengan Ages yang sejak tadi selalu saja menggoda dirinya bahkan saat ia mengatakan untuk Ages menghentikan hal itu.


Ages tersenyum pelan dan memutar wajah Kina hingga kini mereka saling berhadapan satu sama lain.


"Maafin mas hmm, mas gak maksud buat kamu kesal sayang. Gatau kenapa kamu tuh ngegemesin tau kalau lagi kesal..jadi mas gak bisa berhenti buat goda kamu sayangkuu,"ucap Ages dengan lembut.


Kina benar-benar masih kesal namun seketika rasa kesal itu luluh saat Ages yang kini tersenyum pelan kearahnya sembari mengelus pelan perut Kina.


"Sayang, mamah kesal tuh sama papah! Bantuin papah dong buat bujuk mamah hmmm," ucap Ages berbicara dengan perut rata milik istrinya.


Kina benar-benar merasa hangat dengan momen ia tu, ia tidak bisa memungkiri bahwa Ages benar-benar sudah seperti suami sungguhan Dimatanya.


"Apa sayang? Mamah gak bakal ngambek kalau papah cium?" Tanya Ages seolah ia benar-benar sedang berbincang dengan janin didalam kandungan Kina.


Kina hampir saja tertawa karena mendengar dan melihat hal itu, seorang Ages ternyata bisa bersikap sekonyol itu.

__ADS_1


Ages bisa melihat Kina yang tersenyum itu dan kini pandangan mereka bertemu satu sama lain, Ages bisa melihat tatapan mereka semakin intens satu sama lain karena Kina juga tidak memalingkan wajahnya dari arah Ages.


Entah siapa yang lebih dahulu mendekat kini bibir mereka sudah menyatu dengan sempurna. Kina masih terlihat kaku dan begitu juga dengan Ages.


Bibir itu menyatu dan terdiam sejenak, setelah mendiamkan sebentar Ages mulai mendekatkan Kina kearahnya dengan menarik pinggang gadis itu hingga begitu rapat dengan tubuhnya yang bersandar di sofa.


Perlahan ia menggerakkan bibirnya dengan mengulum bibir bagian atas milik Kina, gadis itu awalnya kaget dan kaku saat Ages melumaat bibir nya dengan nafsu yang sudah mulai memuncak itu.


Tidak hanya sampai disana, Ages bahkan mulai menghisap bibir atas dan bawah milik Kina Seca bergantian hingga gadis itu sedikit melenguh dengan tindakan Ages itu.


"Balas ciuman ku sayanghhh,,"


Suara Ages meminta dan nada yang begitu seksi sekali, bahkan seolah itu adalah sebuah erangan pelan.


Kina ragu karena tidak tahu harus membalas seperti apa maksud Ages, karena Ages juga sadar bahwa istrinya benar-benar tidak tahu tentang hal seperti ini. Dengan pelan ia menuntun bibir Kina untuk mengikuti setiap gerakan bibirnya dan gadis itu pun menurut walaupun terkesan kaku namun Ages benar-benar merasakan nikmatnya kecupan dan lumataann kaku dari istrinya.


"Akhh,,"


Sedikit ******* lolos dari bibir Kina saat Ages beralih turun kerea lehernya dan menghisap nya disana. Ditambah lagi tangan laki-laki itu perlahan mengelus paha Kina yang begitu mulus itu.


Jujur saja Kina merasakan sensasi yang sangat aneh dalam dirinya, ia benar-benar ketagihan dan sangat ingin Ages melakukan hal yang lebih lagi.


Ages tersenyum saat mendengar ******* istrinya yang lolos itu, ditambah lagi wajahnya sudah mulai terangsang.


"Akhh,,"


Kina dengan cepat menutup mulutnya karena malu, ia benar-benar malu karena mengeluarkan suara itu saat ini.


Ages tersenyum dan hendak mencium leher jenjang milik istrinya lagi namun seketika terhenti karena pintu rumah terbuka secara tiba-tiba.


"Maa,,maaf pak!"


Asisten pribadi Ages langsung buru-buru keluar dari ruangan itu karena tidak sengaja melihat hal itu, belum lagi posisi Kina yang berada diatas pangkuan Ages benar-benar membuat mereka terlihat sangat intim.


"Akhh memalukan!"


Kina buru-buru membenamkan wajahnya didada milik Ages karena malu tertangkap basah oleh asisten pribadi Ages.


Ages hanya tersenyum karena melihat Kina yang seperti benar-benar sedang menahan malu tadi.


...🌼To be continued 🌼...


Uhuyyyuh si bapak hampir aja tuh keenakan wkwkw. Makanya jangan di kantor elahh kan bisa dirumah. Jadi gantung kannnn.

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2