
Benar-benar yah, dimana-mana laki-laki itu sama saja dan tidak bisa dipercaya sama sekali. Sepertinya halnya dengan Ages yang sudah berjanji tidak akan modus kepada kina dengan beralasan hanya ingin membantu istrinya untuk memakai baju saja. Tapi apa? Ia jelas tidak akan sebodoh itu untuk membiarkan kesempatan emas itu untuk pergi begitu saja.
Awalnya Ages benar-benar mencoba untuk menahan dirinya dengan mengalihkan pandangannya dari punggung mulus kina terpampang begitu nyata dihadapan nya. Menelan ludah berkali-kali sudah ia lakukan untuk menahan diri namun tetap saja hasratnya sungguh sangat sulit untuk ia bendung.
"Bagaimana mas? Sudah belum?" Tanya Kina mencoba untuk meraih punggung nya sendiri namun terasa sangat sulit.
"Sebentar sayang, mas sedikit kesulitan untuk menurunkan nya."
"Apa tersangkut mas?" Tanya Kina dengan polosnya.
Padahal Sud terbuka sejak tadi namun gadis itu tidak menyadari itu, Ages sendiri berbohong hanya untuk melihat punggung Putih serta mulus milik istrinya itu.
Ages menggeleng dan mencoba untuk mengalihkan isi pikiran kotornya itu, benar-benar sulit untuk berpikiran jernih saat ia bersama dengan Kina. Hasratnya kian memuncak apalagi melihat keadaan Kina yang seperti saat ini.
"Sudah sayang, apa kamu bisa membukanya?" Tanya Ages dengan perhatian.
Kina sebenarnya was-was dan mewanti-wanti apakah Ages benar-benar tidak akan modus namun kali ini Ages benar-benar berhasil menahan dirinya karena takut Kina merasa tidak nyaman dengan sikapnya.
"Aku bisa sendiri mas, mas berbalik lah aku akan membuka bajuku dan mencoba ini."
"Apa mas harus berbalik lagi? Mas janji tidak akan macam-macam kok sayang, mas hanya akan diam saja. Masa udah Medang gak boleh ngeliat juga gak boleh sih, pelit banget sih kamu sayang."
"Bukannya pelit mas, aku gak mau nanti gara-gara ngeliat mas malah pengen megang-megang gak jelas. Mas kan genitnya gak kira-kira."
"Mas janji cuma ngeliat doang kok sayang,"ucap Ages dengan wajah memelasnya
Kina sungguh tidak bisa berkata-kata lagi, lebih baik secepatnya ia mencoba baju itu karena tidak ingin membuang waktu lama disini.
"Terserah mas saja deh, pokoknya mas gak boleh Modus,cuma boleh liat doang."
Ages mengangguk dengan cepat dan langsung berdiri dihadapan Kina yang sedikit kesulitan bahkan untuk membuka bajunya sendiri.
"Apa kamu butuh bantuan sayang? Sepertinya kamu terlihat kesulitan membukanya."
Kina melirik kearah Ages karena terdengar sekali suara modus laki-laki itu, dan memang Kina kesulitan untuk bergerak bahkan untuk membuka bajunya sendiri.
"Baiklah mas aku benar-benar sangat kesulitan saat ini, mas bisa bantuin aku kan?" Tanya Kina pasrah.
"Dengan senang hati sayangkuu, kenapa tidak sejak tadi saja kamu minta tolong sayang.. itulah gunanya suamimu ini hehehe."
Ages menghampiri Kina dengan senang hati karena sepertinya ia benar-benar memiliki kesempatan saat ini, perlahan Ages menggerakkan tangan nya membuka baju Kina dengan lembut dan mengeluarkan tangan istrinya itu secara perlahan. Kina benar-benar mengakui kalau Ages adalah suami idaman dengan lihai ia begitu lembut memperlakukan Kina.
Deg
Saat Ages berusaha menguatkan imannya dan hampir saja berhasil maka godaan yang datang akan semakin besar lagi, Ages hampir saja berhasil namun langsung runtuh dan goyah karena kini baju Kina sudah terlepas dan hanya menyisakan bra juga ********** saja. Mata Ages sama sekali tidak bisa berkedip karena melihat Kina yang benar-benar semakin seksi dihadapan nya.
"Sayang apa ini semakin membesar? Kenapa mas merasakan ukuran nya berbeda dengan yang tadi pagi."
Benar-benar laki-laki tidak bisa dipercaya, baru saja tadi ia diperingatkan oleh Kina sekarang malah kembali modus lagi. Ages dengan perlahan mendekat kearah Kina dan mengelus dua gundukan istrinya itu.
"Mas ngapain ihh? Kan tadi udah janji gak bakal modus dan cuma mau liat doang." Kina mencoba untuk menyadarkan suaminya itu.
Ages sebenarnya sadar tapi tetap saja terlalu sayang jika ia tidak menyentuh nya, apalagi melihat dia gundukan itu begitu pasrah dihadapan nya seolah meminta untuk dimanjakan.
"Sebentar saja yah sayang, mas benar-benar sudah tidak tahan untuk tidak bermain. Sejak tadi mas sudah sangat menahan diri tapi kamu benar-benar sangat menggoda sampai mas tidak bisa untuk bertahan lagi.
Kina menggeleng karena Ages dikasih hati benar-benar meminta usus, seperti tadi ia sudah dikasih kesempatan untuk melihat saja malah minta lebih untuk mengelus nya dan sekarang ia meminta untuk bermain sebentar? Jelas sekali itu adalah awal dari modusnya.. bagaimana mungkin Kina bisa percaya itu akan sebentar karena Ages tidak akan pernah merasa puas dengan nya.
__ADS_1
Kina hendak menolak permintaan Ages namun melihat wajah memelas suaminya benar-benar membuat ia tidak tega untuk menolak nya.
"Boleh yah sayang, sebentar saja hemmm. Kamu sih sayang kenapa begitu menggoda begini? Jangan salahkan mas sampai tidak tahan karena kamu begitu seksi dan juga menggiurkan." Ages benar-benar jujur karena saat melihat Kina ia sungguh kesulitan untuk mengendalikan dirinya.
"Mas ada-ada saja padahal aku sama sekali tidak melakukan apapun, aku hanya ingin mengganti baju. Mas saja yang mungkin pikiran nya mesum Mulu,"ucap Kina membela diri.
"Jadi gimana sayang? Boleh yah? Hanya sebentar saja sayang."
"Mas janji yah hanya sebentar? Aku benar-benar ragu dengan mas! Selalu saja berjanji tapi selalu kebablasan."
"Namanya juga manusia sayang, apalagi kamu sangat indah sampai mas sama sekali tidak ingin berhenti."
"Mas janji dulu kalau ini gak bakal lama, aku gamau kita terlalu lama di tempat ini dan menimbulkan kecurigaan bagi banyak orang."
Ages benar-benar tidak mengerti dengan Kina, siapa juga yang akan curiga saat mereka memakai ruangan pribadi milik mereka sendiri. Dan memang alasan Ages menyewa ini yah ini salah satunya. Benar-benar laki-laki hidung belang sampai memikirkan hal sejauh ini.
"Sayang mas sudah tidak tahan nih, masa kamu gantung mulu dari tadi."
Kina sungguh tidak tahu harus bagaimana sekarang suaminya itu, tidak bisa menolak nya namun Ages benar-benar harus di disiplinkan karena terkadang suka lupa daratan saat ia sedang naik birahi. Seperti saat ini mereka sedang tidur dirumah dan Ages menginginkan untuk bermain? Untung saja mereka memiliki ruangan pribadi sehingga tidak akan menganggu orang lain.
"Mas benar-benar sudah tidak tahan melihat tubuhmu sayang, menggoda mas sejak tadi."
Ages mendekat kearah Kina dan menarik pinggang gadis itu namun ditahan oleh Kina lagi hingga Ages benar-benar begitu frustasi karena istrinya itu.
"Tu,, tunggu mas, apa tidak masalah kalau kita melakukan hal-hal seperti ini disini? Pasalnya ini bukanlah rumah kita mas dan aku takut mengeluarkan suara-suara yang tidak-tidak dan orang-orang diluar bisa mendengar nya." Khawatir Kina.
Ages tersenyum menggeleng dengan wajah yang sudah sangat terangsang ia benar-benar berusaha sabar meladeni Kina yang begitu hati-hati dan juga penuh keraguan itu.
"Tenanglah sayang, mas jelas tidak akan seceroboh itu untuk meminta mu bermain di tempat yang tidak tenang. Ruangan ini kedap suara jadi tidak usah khawatir dengan orang lain yang akan mendengar nya dari luar."
"Mas juga sih, niat mau beli baju pesta malah minta yang lain-lain. Emang gak bisa dipercaya ah mashppp."
Cup
Kina yang awalnya sangat kaget dengan bibir Ages yang tiba-tiba saja menyambarnya itu seketika terbuai dengan bibir Ages yang perlahan bergerak bermain di bibir tipis istrinya itu.
Tangan Kina ia kalungkan dileher suaminya dengan keadaan yang hampir saja telanjang karena hanya mengenakan bra juga ********** saja Kina benar-benar sudah mulai ikut terbawa dengan suasana yang hampir saja memanas itu.
Bibir Ages benar-benar lihai bermain di area bibir Kina hingga gadis itu sesekali melenguh nikmat karena permainan bibir Ages jelas sangat jauh meningkat. Benar-benar pencium yang handal hingga Kina benar-benar terbawa dan sangat menikmatinya.
"Eugh,,,embb."
Ages mengeluarkan lidahnya menjilati bibir Kina baik itu dari atas hingga ke Awah ditambah lagi dengan sebuah hisapann disana hingga Kina merem melek akibat ulah Ages yang sungguh diluar dugaannya. Laki-laki itu tidak pernah gagal membuat Kina kenikmatan dengan permainan bibirnya.
"Buka mulutmu sayang,"ucap Ages berbisik dengan nada yang sangat seksi.
Kina menurut dan membuka sedikit bibirnya hingga Lidah milik Ages langsung menerobos masuk ke dalam sambil bergerak mengajak lidah Kina yang berdansa.
Terasa geli namun terasa nikmat secara bersamaan membuat Kina tidak bisa menolak permainan bibir juga lidah itu, Ages menghisap lidah Kina dengan mata terpejam begitu juga dengan Kina yang ikut terpejam menikmati suasana itu. Gadis itu sebenarnya sangat menyukai saat dimana Ages ingin bermain namun ia terlalu takut saat mereka melakukan hal seperti ini diluar rumah.
"Akhhh,,mashhh,, embbb."
Kina sungguh dibuat gila karena meladeni hasrat suaminya itu. Belum selesai bermain dibibir Kina Ages sudah bergerak dibawah sana dengan tangan yang perlahan meremas dua gundukan milik Kina secara bergantian. Benar-benar sangat ahli karena Kina merasakan kalau Ages sangat lihai dalam meremas juga menekan nya.
"Akhh,,mashhh."
Kina jelas terus saja mengeluarkan beberapa suara yang tidak pantas itu karena Ages bahkan turun ke lehernya dengan menghisap juga meninggalkan beberapa tanda kemerahan disana.
__ADS_1
Karena melihat posisi mereka yang berdiri Ages takut Kina akan merasa sangat kelelahan hingga dewasa perlahan ia membantu istrinya untuk kembali duduk diatas sofa.
Kina terduduk pasrah diatas sofa dengan wajah yang sebenarnya ikut terangsang juga. Keringat gadis itu juga sudah mulai bercucuran karena meladeni Ages.
Laki-laki itu membuka bajunya saja menyisakan celana nya yang masih lengkap itu. Perlahan tangan kina baik mengelus dada bidang miliknya hingga ia sedikit mendesis apalagi saat Kina meremas perut kotak-kotak miliknya.
"Akhh,,mas suka itu sayang."
Kina terus saja melakukan hal itu hingga Ages benar-benar kepayang dibuat nya. Namun karena melihat dua gundukan Kina yang begitu pasrah disana Ages kembali teralihkan.
Ia berjongkok dihadapan Kina dan perlahan mendekat dengan tangan bergerak memasukkan tangannya di bra milik istrinya itu, terasa sempit karena ukuran dada Kina yang juga semakin besar dan padat itu.
"Akhhh,,mashhh."
Kina menggigit bibirnya menahan suara desahann nya tidak ingin Ages semakin kehilangan kendali dan permainan itu mungkin akan berlangsung lama kau saja Ages kembali terangsang.
Ages membuka pengait bra milik Kina yang memang berada di depan, Ages juga yang mengusulkan untuk mereka membeli bra model seperti itu agar ia tidak lagi kesulitan untuk mencari pengait bra milik Kina seperti saat dulu.
Ia melepaskan bra milik Kina dan melemparkannya asal hingga Kina sungguh tidak habis pikir kenapa Ages begitu tidak sabar sampai melempar nya.
Cup
Ages mengecup pelan belahan dada milik Kina diantara dua gundukan besar yang sudah sangat pasrah membusung dihadapan nya. Ages bahkan membenamkan wajahnya disana hingga ia merasa sangat nyaman juga empuk.
"Mas haus nih sayang, boleh kan? Siapa tahu akan ada keluar airnya heheh."
Tentu saja saat ini belum ada namun Ages benar-benar sedang bermain-main disana hingga kini ia mengulumm pucuk gundukan itu hingga Kina mereka melek karena ulah Suaminya itu.
"Bagaimana sayang? Apa kamu menyukainya?" Tanya Ages dengan wajah penuh bangga.
Kina mengangguk karena jujur saja ia sangat menyukai hal itu. Ages tidak pernah gagal membuat ia merasa nikmat dan juga terbuai dengan permainan nya.
"Mashh,,sudahh,,,akhhh,,,kita sudah terlalu lama melakukan hal ini."
Ages langsung merasa kecewa karena ia bahkan belum melakukan apapun Kina sudah meminta ia untuk berhenti melakukan nya.
"Sayang kok udah minta berenti saja? Padahal baru sebentar mas saja belum melakukan apapun. Lagi yah sayang?" Pinta Ages membujuk Kina.
"Tuh kan mas emang gak bisa dipercaya banget, katanya cuma bentar doang. Aku benar-benar tidak ingin menganggu pekerjaan orang lain mas, bagaimana kalau sampai Mereka menunggu diluar dan menunggu kejelasan dari kita, apakah kita akan membeli ini atau tidak. Hari juga sudah sangat sore mas,"ucap kina mencoba untuk meyakinkan Ages.
Ages cemberut karena apa yang diucapkan oleh istrinya itu memang benar tapi tetap saja ia kecewa karena permainan mereka benar-benar sangat singkat.
"Nanti malam kita lanjutkan yah mas, mas boleh bermain sepuas mas. Kita sedang tidak dirumah saat ini, nanti malam karena kita dirumah terserah mas mau bermain selama apapun itu " bujuk Kina karena merasa tidak enak dengan Ages yang kecewa itu.
Wajah yang ditekuk juga begitu kecewa tadi benar-benar langsung semangat juga berbinar saat mendengar janji Kina yang mengizinkan ia untuk bermain sepuasnya nanti malam.
"Benarkah sayang?" Tanya Ages dengan senang.
Kina mengangguk karena ia benar-benar berkata jujur, ia sebenarnya menikmati itu juga namun karena mereka sedang berada di butik jelas Kina merasa tidak nyaman.
Ages langsung menurut dan menyudahi permainan itu, mereka langsung mencoba baju yang mereka pilih tadi dan memilih yang menurut mereka sangat cocok.
...🌼To be continued 🌼...
Lihatlah si mesum ini, gak pernah kenal tempat yah pak ges. Dirumah aja kenapa sih? Harus di butik juga hadeuhhh.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀