Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 104:Hari bahagia Akmal


__ADS_3

Kina berkali-kali melihat dirinya dipantulan kaca di kamar, sedangkan Ages sedang duduk ditepi ranjang memperhatikan Kina sembari menunggu istrinya selesai berdandan.


Sebenarnya Kina juga sudah selesai sejak tadi, namun istrinya itu sungguh masih belum yakin dengan penampilan nya.


"Kamu sudah sangat cantik sayang, kenapa kamu terlihat sangat ragu dengan penampilan mu?" Tanya Ages mendekat kearah Kina.


Gadis itu masih saja berdiri di depan kaca, jujur saja hal ini seringkali terjadi dalam dirinya. Kina seringkali merasa kalau ia merindukan tubuhnya yang indah dan juga rampung sebelum ia mengandung. Apalagi saat-saat ia hendak menghadiri suatu acara atau hendak ke kantor maka ia akan sedikit merasa sedih dengan kondisi tubuhnya saat ini.


Ia tahu hal itu sangatlah tidak baik untuk ia lakukan, karena biar bagaimanapun ia adalah seorang ibu yang sangat senang dengan anugerah mengandung namun kadang sesekali ia masih merasa kalau ia benar-benar kecewa dengan tubuhnya yang semakin bulat dan terlihat sangat tidak cantik saat mengenakan baju apapun.


"Euhhgg gapapa kok mas heheh,"ucap Kina dengan cepat sembari menggeleng.


Dengan cepat Kina menghilangkan seluruh isi pikiran nya yang tidak baik itu, sebagai seorang wanita yang akan menjadi seorang ibu maka seharusnya Kina bisa mengendalikan perasaannya dan tidak boleh menyesalinya karena hal itu bisa saja menyakiti hati janin dalam kandungan nya.


"Kenapa hemm? Apa ada yang menganggu pikiran mu sayang?" Tanya Ages lagi karena ia jelas bisa melihat kalau istrinya terlihat sangat tidak tenang dan juga ia terlihat sangat uring-uringan.


Kina menunduk merasa bersalah, ia kecewa dengan isi pikirannya sendiri. Ia juga malu kepada Ages karena sempat bersikap kekanak-kanakan seperti itu.


Ages bisa melihat keadaan Kina yang terlihat sangat terpuruk itu, gadisnya benar-benar terlihat sangat sedih dan ia bisa melihat bahu istrinya bergetar.


"Heyy kenapa sayang? Kenapa hemm? Apa ada yang menganggu pikiran mu? Atau mas ada salah kepada mu?" Tanya Ages panik.


Kina dengan cepat menggeleng karena Ages jelas sama sekali tidak bersalah karena hanya Kina yang bersalah disini. Kina yang salah karena sudah bersikap tidak dewasa seperti itu.


"Tidak apa mas, aku hanya merasa kecewa dengan diriku sendiri hiks,, maafkan aku mas. Maafkan mamah sayang hiks,,"


Kina mengelus pelan perut nya yang sudah sangat buncit itu. Ages semakin merasa khawatir karena Kina menangis sembari meminta maaf dan mengelus pelan perutnya.


"Kenapa sayang? Apa ada yang sakit hemm? Perut mu sakit yah sayang?"tanya Ages memeriksa Kina namun gadis itu juga menggeleng hingga Ages semakin tidak mengerti.


"Maafkan aku mas, maafkan aku sempat berpikir yang bukan-bukan dengan kecewa karena melihat ukuran tubuhku yang tidak seperti dulu. Aku,,aku jahat karena merindukan tubuhku yang dulu hiks,,aku pasti terlihat sangat kekanak-kanakan dan membuat anak kita sakit hati. Aku bukannya tidak bersyukur dengan anak kita mas tapi aku hiks,,aku udah jahat karena tidak menyukai bentuk tubuh ku saat ini." Kina menangis dengan hebat karena merasa bersalah.


Ages yang mendengar itu langsung lega dan tersenyum kearah Kina, ia benar-benar khawatir terjadi sesuatu dengan kandungan Kina atau istrinya sedang kesakitan karena ia menangis dengan tiba-tiba. Namun mendengar alasan istrinya menangis membuat ia lega dan tersenyum merasa istrinya sungguh sangat lucu.


"Husshh,, tidak apa sayang tidak apa, kamu tidak usah menangis. Semua wanita yang sedang mengandung pasti pernah merasakan hal itu. Kamu sama sekali tidak membuat mas kecewa atau pun anak kita, jangan menangis lagi yah. Seandainya anak kita bisa berbicara di dalam sana ia akan berteriak keras bahwa ia sangat bahagia dan beruntung memiliki seorang ibu hebat seperti mu sayang."


Ages bisa memahami istrinya dengan sangat baik, ia tahu dan juga sudah banyak membaca artikel tentang kehamilan. Pasca melahirkan dan juga disaat seperti ini memang seringkali seorang ibu merasa terombang-ambing dan bahkan sampai merasa depresi. Ages harus bisa memahami dan juga membantu Kina untuk yakin bahwa segalanya akan baik-baik saja dan tidak perlu ada yang di khawatirkan.


Ages memeluk istrinya yang masih menangis karena menyesal itu, lembut dan perlahan ia mengelus punggung istrinya mencoba untuk menenangkan Kina.


"Kamu sama sekali tidak bersalah sayang, mas bisa mengerti begitu juga dengan anak kita. Kamu benar-benar wanita kuat dan lembut hati dan kami bangga memiliki mu sayang." Bisik Ages masih berusaha menenangkan Kina.


Kina masih menangis dalam pelukan Ages tentu saja hal itu membuat Ages khawatir dan berusaha untuk membuat Kina merasa lebih baik dan lebih tenang lagi.


"Dan kamu tidak perlu khawatir dengan ukuran tubuh mu sayang, kamu adalah wanita tercantik yang ada di Dunia ini bagaimana pun keadaan mu dan juga bagaimana bentuk mu tetap saja kamu adalah wanita yang akan membuat jantung ku berdebar dan membuat ku selalu jatuh cinta berkali-kali."


Ages melepaskan pelukannya dan melihat kearah kina dengan wajah yang sangat penuh cinta membuat Kina merasa sedikit gugup dan ditambah lagi tatapan mata Ages sangat lekat seolah sedang mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja dan kina tidak seharusnya bersedih dengan hal itu.


"Udah yah sayang nangisnya, nanti cantik nya luntur loh kita juga kan mau ke pesta pernikahan Akmal. Masa belum kesana aja kamu udah nangis gini hemm?" Ucap Ages mencoba untuk membujuk Kina.


Gadis itu mengangguk dengan cepat dan mengusap air matanya. Ages merasa lega karena Kina dengan mudah ia tenangkan.


"Sekarang kita turun yah sayang, "ucap Ages menuntun Kina untuk berjalan menuju pintu.


Kina menggenggam erat tangan Ages dan melihat kearah Ages yang benar-benar tidak pernah bisa membuat Kina berhenti bersyukur dan senang memiliki Ages sebagai pendamping hidupnya.


"Mas aku bisa jalan sendiri sebenarnya,"ucap Kina hendak menahan Ages yang menggendong nya.


"Tidak apa sayang biar mas saja, kamu terlihat sangat lesu hari ini jadi mas khawatir kamu akan kenapa-napa nantinya."


Kina mengalah dan memilih untuk diam saja dalam gendongan Ages, laki-laki itu juga kini fokus menggendong Kina menuruni tangga berhati-hati takut mereka sampai terjatuh.


Saat memasuki mobil juga ia berhati-hati takut Kina akan merasa sakit atau semacamnya.

__ADS_1


"Gapapa kan sayang? Apa ada yang sakit?" Tanya Ages lagi.


"Aku baik-baik saja mas, mas yang sepertinya terlihat sangat lelah karena menggendong ku dan menyiapkan banyak hal untuk ku sejak pagi tadi."


Ages menggeleng dengan cepat dan mengelus pelan surai hitam istrinya "Mas baik-baik saja sayang, tidak usah mengkhawatirkan mas."


Mobil kemudian melaju meninggalkan pekarangan rumah setelah mereka berbincang sedikit tadi.


Suara riuh dan juga ramai terdengar sepanjang aula yang sudah dihiasi dengan berbagai bunga yang beragam warnanya. Jalan sebelum menuju aula juga sudah dihiasi dengan berbagai jenis hiasan baik itu berbagai ikon yang berbentuk aesthetic dan juga indah rupanya.


Saat memasuki gerbang aula mata kita bisa dimanjakan dengan berbagai bentuk hiasan bernuansa silver dan mengkilap hingga menyilaukan mata.


Ages keluar dari mobil lebih dahulu dan berlari menuju pintu sebelah Kina untuk membukakan pintu mobil, Kina tersenyum dan menerima uluran tangan Ages.


"Hati-hati sayang."


Kina menggandeng tangan Ages dengan mesra sebelum memasuki aula tempat resepsi dilaksanakan. Kina benar-benar terpukau dengan suasana yang ada disana.


"Wahh benar-benar mewah yah mas, Akmal sepertinya sudah sangat totalitas dalam mempersiapkan ini."


Ages tersenyum kearah Kina dan mengeratkan genggaman tangan nya di tangan istrinya itu.


"Para tamu juga sangat ramai yah sayang, banyak makanan dan juga souvernir yang mereka siapkan."


Kina mengangguk senang karena melihat suasana pesta pernikahan Akmal juga Afri sangat ramai dan meriah.


"Dimana yah mereka? Di pelaminan belum ada tuh."


"Sepertinya masih di ruang ganti sayang, apa kita kesana saja menemui mereka?" Tanya Ages melihat kearah Kina.


Kina dengan cepat mengangguk karena ia sudah tidak sabar untuk melihat Afri. Sejak ia pergi dari rumah Akmal hari itu sejak itu pula ia tidak pernah lagi melihat Afri atau bahkan mendengar kabarnya.


Ages menuntun Kina menuju ruang ganti untuk bertemu dengan Akmal juga Afri. Kina terus saja tersenyum menantikan pertemuan nya dengan mereka.


"Aku benar-benar tidak sabar mas, sepertinya Afri akan sangat cantik dengan balutan gaun pernikahan."


"Bukankah Akmal juga laki-laki yang baik? Mereka sepertinya saling melengkapi satu sama lain."


Ages tersenyum dan melewati beberapa tamu undangan untuk menuju ruang ganti yang kini jaraknya sudah dekat dengan mereka.


"Iya mas mereka pasti saling melengkapi, seperti mas yang melengkapi hidup ku hehehe."


"Hemm makin pinter aja kamu sayang,"ucap Ages.


Pintu ruang ganti terbuka oleh Ages dan mata Kina langsung tertuju pada seorang gadis yang duduk anggun diatas kursi dengan balutan gaun putih yang begitu besar dan juga kembang diatas lantai.


Bukan hanya Kina yang melihat namun gadis itu juga kaget saat melihat sosok Kina yang masuk ke dalam ruangan itu.


"Afri?"


"Kina?"


Mereka sama-sama berteriak kaget karena mata mereka bertemu setelah sekian lama akhirnya pertemuan itu terjadi juga.


Ages yang baru saja masuk setelah menutup pintu langit panik karena melihat istrinya berlari menuju Afri dan Akmal juga demikian. Akmal kaget saat melihat Afri yang baru saja di dandani itu berlari menuju Kina.


"Sayang hati-hati! Kamu bisa terjatuh kalau berlari seperti itu."


Ages langsung ikut berlari menuju Kina karena istrinya benar-benar tidak bisa dikendalikan saat ini. Karena terlalu bahagia bertemu dengan Afri Kina berlari dengan susah payah menuju Afri.


"Sayang hati-hati kamu bisa menginjak gaunmu kalau berlari seperti itu.".


Akmal juga berlari mengejar Afri karena khawatir calon istrinya bisa terjatuh jika menginjak gaun nya sendiri.

__ADS_1


"Aaa kangen banget sama kamu tauuu,"ucap Afri langsung mendekat kearah Kina.


"Aku juga kangen banget sama kamu fri, udah lama banget gak jumpa huuu."


Kina juga langsung mengatakan apa yang ia ingin katakan karena ia sebenarnya merindukan Afri juga. Mereka saling melepas rindu satu sama lain.


Afri dengan hati-hati memeluk kina karena takut akan menggangu kandungan Kina yang sudah sangat besar itu.


"Aaa kangen pake bangettttt na!"


"Sama fri, kamu cantik banget sih! Aku sampai pangling liat kamu dengan balutan gaun pengantin, Akmal beruntung banget bisa dapetin gadis cantik dan baik seperti kamu fri."


Afri yang mendengar itu jelas tersipu malu, seorang Kina mengatakan kalau Akmal beruntung mendapatkan nya? Sepertinya seluruh pembaca tau kalau Afri lah yang setengah mati dan mati-matian mengejar Akmal.


"Kamu bisa aja na, kamu bahkan lebih cantik setelah mengandung. Aku sampai pangling liat kamu tuh. Kulit kamu bersih dan bening banget."


"Kamu juga glowing banget fri, pokoknya aku seneng banget tau bisa jumpa sama kamu fri. Aku kangen pake bangettttt gak boong."


Lagi dan lagi mereka saling melepaskan kerinduan dan berpelukan setelah habis sesi saling puji memuji.


Ages dan Akmal saling melihat satu sama lain dan memandang tidak mengerti kearah kedua wanita yang mereka cintai itu.


"Wanita benar-benar sangat merepotkan yah!" Gumam keduanya kemudian tersenyum dan tertawa.


"Jadi kamu cuma kangen sama Afri nih? Kesini bukannya mau liat kami berdua yah? Kok cuma peduliin Afri doang jahat banget ah lupa sama sahabat sendiri."


Akmal mendekat kearah mereka dan berpura-pura kesal kearah Kina dengan wajah sedikit manyun.


"Gak usah akting ah gak cocok mal, aku jelas kangen sama kamu juga mal. Sahabat aku yang paling baik dan paling ngertiin aku," ucap Kina tersenyum kearah Akmal begitu juga dengan Ages yang ikut tersenyum.


Tidak ada rasa cemburu lagi, mereka sudah sangat damai dengan hubungan yang mereka bangun saat ini.


Kina meraih tangan Akmal juga Afri secara bersamaan hingga keduanya kaget dan saling menatap tidak mengerti kearah Kina.


"Selamat atas pernikahan kalian kedua sahabatku, terima kasih karena sudah menjadi sahabat ku. Semoga pernikahan kalian benar-benar lancar dan diberikan kebahagiaan, semoga menjadi pasangan yang sakinah mawadah warahmah. Aku seneng banget bisa hadir di hari bahagia ini, kalian adalah sahabat aku yang paling berharga dan akan semakin berharga sampai kapanpun itu."


Akmal dan Afri jelas tersentuh dengan kata-kata Kina, gadis itu hanya mengutarakan apa yang ada dalam benaknya. Kalau ia ingat kembali kehidupan nya saat itu hubungan mereka benar-benar sangat hancur karena perasaan namun mereka benar-benar bisa mengatasi nya hingga kini mereka kembali menjadi sahabat yang dekat.


"Aa kamu jangan bikin aku nangis dong Kina, aku bentar lagi mau jumpa sama para tamu tau. Nanti make up aku luntur gara-gara nangis,"ucap Afri dengan mata berbinar dan hampir saja menangis.


Kina tersenyum mendengar itu dan dengan cepat ia mengusap air matanya. Jelas itu adalah air mata haru karena senang dengan pernikahan keduanya.


"Loh kok kamu yang nangis na? Harusnya itu aku huuu "


"Aku seneng banget Fri liat kamu bisa bahagia dengan Akmal, semoga hanya ada bahagia saja setelah ini."


"Iya selamat atas pernikahan kalian dan semoga hanya ada bahagia saja setelah ini."


Akmal dan Afri tersenyum menerima ucapan selamat dari kedua sahabat mereka. Walaupun Ages sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan dekat bersama mereka tetap saja Ages sudah menganggap mereka adalah sahabat juga keluarga untuk nya.


"Udah ahhh nanti aku malah keburu nangiss gara-gara kalian, pokoknya setelah ini kita harus bahagia dan dedek bayi juga sehat yah disana. Tungguin temen kamu yang otw hadir nyusul kamu heheeh."


Akmal yang mendengar itu benar-benar kaget karena Afri jelas mengarah ke hal itu.


"Sabar dong fri nanti malam bakal ok kok hehehe." Kina menggoda Afri yang langsung bersemu malu setelah mengatakan hal itu.


Akmal juga tersenyum malu karena mendengar penuturan istri nya itu. Akmal memang tipe laki-laki kalem begitu juga dengan Ages. Mereka hanya heboh saat dihadapan orang terkasih saja.


...🌼To be continued 🌼...


Tuh kannnn, kalau gini aku juga mau ah jadi bini kedua Akmal. Gak bisa dapetin Ages gapapa kok beralih ke Akmal aja. Gimana mas Akmal mau kan jadi laki aku?.


"Baru aja nikah Thor udah digodain aja, tobat he!" Akmal

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2