
Akmal dan Afri benar-benar merasa kelelahan karena seharian harus menyambut beberapa tamu yang terus saja berdatangan. Hingga akhir acara kini masih ada beberapa tamu yang masih datang untuk memberikan bela sungkawa kepada mereka berdua.
Karena melihat Afri yang terlihat sangat lelah dan juga kewalahan itu Ages merasa kasihan dan tidak enak membiarkan nya untuk tetap berada disana.
"Kamu terlihat sangat lelah sayang, bagaimana kalau kita istirahat ke kamar saja sayang? Kamu benar-benar terlihat sangat kelelahan."
Afri langsung menggeleng karena ia merasa tidak enak jika meminta untuk beristirahat lebih dahulu saat para tamu masih saja sibuk berdatangan padahal sudah malam hari.
Bagaimana pun ini adalah hari pernikahan nya dengan Akmal, ia harus tetap sabar dan mencoba untuk tidak bersikap egois, bagaimana bisa ia pergi meninggalkan acara saat para tamu juga sudah mencoba meluangkan waktunya untuk datang kesana . Tentu saja Afri harus bisa menempatkan diri diposisi mereka.
"Kalau begitu sayang, tunggu saja disini sayang."
Akmal bangkit dan berjalan menuju tempat mamah juga mertuanya yang juga sedang sibuk menyambut beberapa tamu yang tak kunjung berhenti datang ke acara itu.
Afri duduk di pelaminan itu dengan wajah kebingungan menatap kepergian Akmal yang entah untuk apa ia berjalan menuju mamah juga mertuanya nya.
"Kemana mas Akmal hendak pergi?"
Afri memperhatikan langkah laki-laki itu dan ternyata ia menghampiri mamah dan berbicara tentang sesuatu disana.
"Kenapa mas Akmal kesana? Apa ada hal yang ingin a bahas dengan mamah mertua?" Tanya Afri seorang diri bergumam karena merasa kebingungan dengan Akmal.
Sementara Akmal sendiri datang kearah mamah untuk meminta mamah menghandle para tamu karena Afri benar-benar terlihat sangat kelelahan dengan wajah pucat ia sangat tidak sehat.
Akmal tau Afri pasti merasa tidak enak untuk pergi meninggalkan acara sehingga ia menolak untuk kembali ke kamar lebih dahulu.
"Mah, bisa kan mamah dengan mamah mertua menyambut para tamu?. Afri sudah sangat kelelahan dan wajahnya semakin pucat saja, aku khawatir istri ku akan jatuh sakit karena terlalu memaksakan diri."
Akmal benar-benar sudah memperhatikan itu sejak tadi, karena Afri yang begitu senang ia membiarkan nya namun saat ini Afri sudah hampir tidak bisa menyembunyikan rasa lelah nya hingga Akmal tidak bisa diam saja.
Mamah dan mamah mertua melihat kearah Afri yang bahkan dari kejauhan saja masih terlihat sangat kelelahan. Afri yang ditatap pun memasang wajah tidak mengerti dari sana namun ia mencoba untuk tersenyum kearah mereka.
"Wajahnya terlihat sangat kelelahan, kalau begitu lebih baik kalian duluan ke kamar saja. Biar mamah sama mamah mertua kamu saja yang menyambut para tamu dan mengatakan alasannya kepada mereka, seharian kalian tidak berhenti tersenyum dan menyambut para tamu. Tentu saja Afri akan sangat kelelahan karena itu,"ucap mamah dengan cemas melihat kearah menantunya itu.
Akmal benar-benar merasa kasihan kepada Afri karena ia terlihat sangat senang namun tubuhnya berkata lain dan tidak sanggup untuk melanjutkan nya.
"Belum lagi tadi ia tidak berselera makan, nanti sampai dikamar kamu harus kasih makan istri mu dulu jangan langsung di apa-apain. Kasian belum ada tenaga,"ucap mamah mertua dengan wajah menggoda menantunya.
Akmal yang mendengar ucapan mertuanya benar-benar malu dan merona pipinya.
"I,,iya mah heheh." Malu Ages dengan wajah tidak karuan.
"Lihatlah dia sudah bisa malu-malu rupanya, kalau saja mamah yang ngomong gitu pasti udah di semprot sama Akmal. Jangan dilama-lamain lagi cepat bawa istri kamu ke kamar dan istirahat."
"Iya mah, kalau begitu Akmal sama Afri duluan keatas mas. Mohon maaf juga karena lari dari tanggungjawab heheh."
Akmal benar-benar merasa bersalah karena tidak bisa disana melanjutkan jalan nya acara. Namun karena melihat Afri yang juga sangat butuh istirahat ia sungguh tidak bisa membiarkan nya begitu saja.
Akmal pergi meninggalkan mamah dan mamah mertuanya dan berjalan kearah Afri yang menatap tidak mengerti dengan Akmal. Ia penasaran dengan apa yang diceritakan oleh Akmal juga mamah disana bahkan sampai melihat kearah nya.
"Kenapa mas? Apa ada masalah sampai mas begitu semangat berbicara dengan mamah disana."
__ADS_1
Akmal menggeleng karena memang tidak ada masalah, Afri melihat kearah mamah lagi dan mereka masih saja sibuk menyambut para tamu dan melihat kearah mereka.
"Gak ada Sayang, mas cuma minta izin sama mamah dan mamah mertua biar kita duluan keatas istirahat. Mas udah gak tega liat kamu pucat banget terus kelelahan gitu,"ucap Akmal dengan wajah khawatirnya memegang dahi Kina dan ia bernafas lega kalau istri nya tidak sedang demam saat ini.
"Aku baik-baik saja mas, aku hanya tidak enak dengan para tamu sudah berusaha meluangkan waktu untuk datang eh malah kita gak ada buat nyambut. Namanya juga lagi acara mas sudah sewajarnya kita merasa kelelahan dan semacamnya."
"Tapi kamu udah pucat banget sayang, aku gamau kamu sampai jatuh sakit karena terlalu memikirkan perasaan lara tamu. Kamu gak usah mikirin tamu karena udah ada mamah sama mamah mertua disana buat nyambut mereka, sekarang kita keatas buat istirahat yah."
Afri jelas tidak akan setuju karena ia benar-benar tidak bisa pergi karena ia akan merasa bersalah kepada para tamu.
"Aku baik-baik saja mas, mas tidak usah khawatir dengan ku yah. Sepertinya acara ini juga akan selesai sebentar lagi. Gak enak juga sama mamah dan mamah mertua kita lari dari tanggungjawab gini."
"Mas sudah meminta izin sayang, mamah juga ikut khawatir dengan mu, dari kejauhan saja kamu terlihat sangat kelelahan. Jadi kita istirahat saja yah!"
Lagi dan lagi istrinya itu menggeleng karena ia jelas tidak ingin pergi karena merasa tidak enak kepada mamah dan para tamu yang ada disana dan bagi tamu yang baru saja berdatangan.
"Aku gak mau mas, aku masih tahan kok heheh, mas jangan khawatir yah."
"Mas gak akan bisa berhenti khawatir saat kamu menolak begitu sayang, kamu jelas sangat kelelahan dan masih saja berpura-pura tidak lelah. Kamu tidak bisa membohongi ku sayang,"ucap Akmal dengan cepat menggendong Afri ala bridal style.
Seluruh mata yang ada di ruangan itu benar-benar kaget karena tiba-tiba saja akmal menggendong Afri yang masih saja bersikap kuat dan bersikeras untuk tetap disana menyambut para tamu saat ia sudah sangat lelah dan pucat pasi terlihat dari wajahnya.
Akmal tidak bisa membujuk Afri karena gadis itu terlalu lembut hati hingga terus saja merasa tidak enak dengan ucapan Akmal yang meminta ia untuk beristirahat lebih dahulu.
Mamah dan mamah mertua yang sedang sibuk menyambut para tamu langsung ikut kaget dan tersenyum licik saat melihat kedua sejoli yang baru saja sah menjadi suami istri itu.
Tentu saja orang-orang yang ada disana akan salah faham dengan apa yang mereka lihat, mereka pasti mengira dan membayangkan adegan apa yang akan terjadi setelah ini. Ages menggendong Afri begitu romantis dan itu seperti sebuah sinyal seorang cucu akan segera lahir. Itulah yang saat ini dipikirkan mamah dan juga para tamu yang ada disana.
"Lihatlah jeng, sepertinya kita benar-benar akan dihadirkan seorang cucu dari mereka. Akhh jadi tidak sabar,"ucap mamah Afri dan langsung disambut senang oleh mamah nya Akmal.
Ternyata saat ini ia benar-benar berhasil mendapatkan Akmal dan akan mendapatkan perhatian lebih banyak lagi dari suaminya itu. Karena Akmal Sud resmi jadi miliknya dan bahkan setiap hari ia tidak akan pernah pergi dari sisi Afri.
"Biarkan saja mereka jeng, nanti kalau diledekin mereka akan malu dan cucu kita akan tertunda kehadiran nya."
Mereka tertawa pelan dengan tawa yang tertahan takut mereka menyadari itu dan berhenti naik keatas.
"Kalau cucu kita lahir kamu mau cucu cewek apa cowok jeng?" Tanya mama Akmal kepada mamah nya Afri.
"Aku tidak memilih diantaranya karena laki-laki atau perempuan pun ia tetap saja mereka adalah cucu yang sangat ku nantikan kehadiran nya jeng."
Mamah nya akmal yang mendengar itu tersenyum karena senang dengan jawaban besan nya itu. Ia juga memiliki pendapat yang sama soal cucu karena ia tidak termasuk dengan golongan orang-orang yang memerhatikan gender cucunya. Karena sebagian orang ada yang hanya menguntungkan cucu laki-laki dibandingkan dengan cucu perempuan.
"Mas ihh kenapa malah gendong aku sih? Mana dihadapan semua orang lagi. Aduhh memalukan sekali,"ucap Afri menutup wajahnya karena malu.
Akmal yang berjalan pelan menuju lift langsung tertawa karena melihat reaksi Afri yang tidak pernah gagal membuat ia terhibur.
"Kamu sih sayang bandel banget dibilangin, mas kan SD menyuruh mu untuk ikut mas naik keatas kita harus istirahat tapi kamu malah nolak ajakan mas, yaudah mas mendingan gendong kamu aja hehehe."
Afri yang mendengar itu tidak habis pikir dengan akmal yang begitu pintar dan langsung menggendong nya sampai ia harus menahan malu karena melihat semua pandangan orang lain terhadap dirinya.
"Mas tapi akan banyak banget tuh orang liat kearah kita, akhh benar-benar memalukan sekali. Mas tuh suka banget ihh bikin kejutan dadakan kayak gini, untung aja jantung aku sehat mas kalau gak udah mati gara-gara serangan jantung aku nih karena mas ."
__ADS_1
Akmal yang mendengar itu tersenyum"Mereka liat kita karena mereka punya mata sayangku, kamu jangan kena serangan jantung yah mas gak bisa hidup tanpa kamu."
"Idihh buaya banget dasar. Belajar dari mana sih gombal gitu? Kurang pinter malah sok -soan ngegombal huuu."
Cup
Akmal tiba-tiba mengecup singkat bibir Afri hingga gadis itu kaget dan terdiam dengan pipi memerah.
Akmal bisa melihat dengan jelas perubahan sikap dan ekspresi istri nya yang tiba-tiba berubah karena kecupan dari Akmal. Padahal tadi ia berbicara banyak sekali eh malah langsung diam karena kecupan singkat dari Akmal.
"Benarkah? Apa mas masih belum bisa menggombal hemm? Nanti mas pandai malah kamu yang gak tahan. Soalnya mas kecup singkat doang kamu udah kicep dan tidak bisa berkutik lagi," ucap Akmal dengan senyuman bangga dan tidak lupa dengan wajah yang menggoda Afri.
"A,, apaan sih mas ha, siapa juga yang gak bisa berkutik. Biasa aja kok."
Afri berbohong karena saat ini kalau boleh jujur jantung nya sudah tidak bisa ia ajak kompromi lagi karena mendapatkan perlakuan manis Akmal mulai dari mengendong nya dan juga memerhatikan nya ditambah lagi sikapnya yang tiba-tiba nakal itu membuat Afri tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia salah tingkah dengan suaminya dan tidak bisa mengurangi persentase cintanya kepada Akmal.
Ages semakin mendekatkan wajahnya kearah Afri hingga istri nya benar-benar kaget dan jantung nya semakin tinggi terkendali lagi. Apa ia akan mendapatkan diagnosis penyakit jantung karena itu? Ia hendak menahan dirinya untuk tetap tenang namun Akmal sungguh hebat dalam membuat ia salah tingkah.
"A,,apaan sih mas ihh? Nih lift juga kok lama banget biar kebuka."
Afri mencoba untuk mengalihkan pandangannya dari arah Akmal dan berpura-pura menunggu lift segera terbuka padahal sebenarnya ia sangat gugup saat ini. Akmal bisa melihat itu karena mata Afri yang sejak tadi tidak sanggup melihat kearah nya dan malah memilih untuk melihat kearah lain mulai dari lift dan lainnya ia tatap untuk menghindari kontak mata dengan Akmal.
"Kenapa tidak berani menatap mata mas sayang? Apa kamu salah tingkah hemm?"
"E,,enak aja mas , kok pede banget sih? Ngapain aku salah tingkah sama.mas. ada-ada aja dasar," ucap Afri dengan wajah yang sama sekali hampir tidak melihat kearah Akmal karena ia sungguh tidak akan sanggup lagi karena Akmal benar-benar gila ganteng seksi dan juga manis secara bersamaan.
"Aku gak bisa diginiiin tolong, sabar fri sabar, Akmal kayaknya udah gila! Dia lupa kalau Afri tuh cinta mati pake banget sama dia tapi masih aja dibaperin gitu hadeuhh Akmal. Kamu bikin aku gila " batin Afri karena tidak tahan dengan tingkah suaminya itu.
"Hahaha kamu jelas salah tingkah masih aja gak ngaku,"ucap Akmal berhenti menggoda istrinya karena Afri terlihat sangat kelelahan ia tidak ingin menghabiskan energi istrinya yang sudah sangat tipis itu.
Pintu lift terbuka dan Akmal masih setia menggendong Afri menuju kamar yang sudah mereka sewa khusus untuk malam ini saja. Karena apa yang mereka prediksi kan benar-benar terjadi bahwa resepsi akan berlangsung sampai malam, untuk mempersingkat waktu dan mempercepat istirahat mereka menyewa sebuah kamar untuk Akmal dan Afri dibagian atas dan dibagian bawah untuk mamah dan keluarga lainnya.
Sebelum masuk ke kamar Akmal memanggil petugas terlebih dahulu hingga Afri sedikit kebingungan karena sikap Akmal. Untuk apa ia memanggil petugas hotel?.
"Kenapa mas memanggil nya ?" Tanya Afri yang masih saja dalam gendongan Akmal.
Ternyata Akmal memesan untuk segera diantarkan makanan untuk mereka karena sejak tadi Afri terlihat sangat kelaparan.
"Kenapa mas memesan makanan?" Tanya Afri dengan wajah tidak mengerti.
"Mas tahu kamu sudah sangat kelaparan sayang, sekarang kita masuk yah!"
Akmal benar-benar sangat fokus dalam memperhatikan istrinya hingga Afri sangat senang mendengar itu.
"Mas ihh bikin aku gak bisa berkata-kata lagi, jangan bikin aku makin cinta ahhh mas sendiri nanti yang repot." Ucap Afri tersenyum malu.
Akmal yang mendengar itu langsung tersenyum mendengar nya.
...🌼To be continued 🌼...
Hayooo aku lagi sedih tuh gara-gara Ages ehh ini couple Malah bikin iri tolonggg. Kan jadi baper lagi.
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀