Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 27: kamu rapuh.


__ADS_3

Kina benar-benar berhasil menghabiskan bubur juga susu yang disiapkan oleh Akmal tadi, memang ia tidak makan seharian dan sudah kehabisan tenaga saat sedang mencoba melarikan diri dari rumah sakit.


"Bagaimana? Apa kamu masih ingin tambah?" Tanya Akmal dengan lembut.


Kina dengan cepat menggeleng karena ia sudah merasa kenyang karena bubur di mangkuk tadi tidaklah sedikit ditambah lagi dengan susu yang dituangkan digelas berukuran sedang.


"A,,aku sudah kenyang mal!" Kina berbicara dengan lembut sembari meletakkan gelas itu keatas nampan.


"Baiklah sekarang kita harus membersihkan dirimu dulu setelah itu kamu beristirahat," ucap Akmal dengan sigap menggendong Kina yang tiba-tiba di angkat itu.


Jelas Kina kaget karena Akmal yang tiba-tiba menggendong kembali tubuh gadis itu ala bridal style menuju kamar. Kina sedikit khawatir dan gemetar namun saat melihat wajah Akmal ia kembali merasa teduh akan hal itu.


"A,,aku bisa berjalan sendiri!"


"Sudahlah, tidak apa! Malam ini kamu belum boleh banyak bergerak."


Akmal mendudukkan Kina diatas ranjang kemudian keluar dari kamar mencari beberapa barang yang sangat ia butuhkan.


Kina hanya diam saja diatas ranjang sembari melihat ke banyak arah. Baik itu jendela, gambar-gambar dan beberapa koleksi buku Akmal di kamar itu.


"Sepertinya Akmal benar-benar sukses besar, aku ikut bersyukur untuk nya."


Walaupun sebenarnya ada rasa pilu di ulu hati Kina saat melihat kesuksesan Akmal. Sebab ia malah tertinggal jauh dibelakang Akmal.


"Kamarnya sangat luas dan juga terkesan sangat damai," gumam Kina pelan.


Akmal datang dari arah luar membawa sebuah ember berisi air dan beberapa handuk kecil juga sebuah handuk besar.


Kina memasang wajah seolah tidak mengerti dengan apa yang hendak dilakukan oleh Ages untuk nya.


"Ahh kamu tidak akan bisa beristirahat dengan penampilan seperti itu bukan? Baju mu sudah kotor dan dipenuhi bekas keringat. Akan lebih baik kamu beristirahat dengan keadaan yang sangat bersih.


Kina masih tidak mengerti kenapa Akmal begitu perhatian, baik dan juga peduli bahkan sampai kepada hal sekecil itu.


Akmal berjongkok dihadapan kina dan mulai membersihkan kaki gadis itu . Kina jelas tidak akan membiarkan hal itu.

__ADS_1


"A,,aku saja, kamu,,kamu tidak perlu melakukan hal ini."


Kina dengan cepat mencoba meraih handuk kecil yang sudah dibasahi oleh Akmal dan laki-laki itu hendak mengusap kakinya yang sangat kotor itu. Karena sejak tadi kina berjalan tanpa alas kakinya.


Akmal menolak dengan lembut dan menjauhkan handuk basah itu dari arah Kina, gadis itu baru saja mengisi energinya dan seharusnya ia tidak boleh bergerak lebih banyak lagi.


Tangan kina terlihat diperban besar, jelas itu adalah luka yang tidak ringan. Akmal sebenarnya memiliki banyak sekali pertanyaan yang seharusnya ia tanyakan kepada Kina. Baik itu alasan kina memakai baju pasien dengan luka di pergelangan tangan. Wajah pucat seolah tak makan seharian dan berkeliaran mal hari tanpa alas kaki. Bukankah hal-hal yang disebutkan tadi sangat pantas untuk dipertanyakan?.


Namun, Akmal sangat tahu akan situasi. Kina masih sangat lelah dan juga lemah jelas saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk bertanya mengenai semua hal itu.


Kina benar-benar sangat merasa tidak enak karena Akmal yang begitu perhatian kepada nya. Laki-laki itu benar-benar kini meraih kakinya untuk ia usap dan membersihkan nya.


"Akhh,,,"


Kina sedikit meringis saat merasakan rasa perih dalam usapan Akmal dikaki kirinya. Akmal kaget dan segera melihat kearah Kina dengan khawatir.


"Apa sakit? Kakimu pasti luka."


Akmal dengan cepat memeriksa kaki kina, dan benar saja ternyata ada luka disana. Memang tidak terlalu parah namun terlihat jelas bekas darah kering disana.


Akmal mencoba untuk mengusap area luka itu lebih pelan lagi, kalau luka itu tidak dibersihkan maka akan terjadi infeksi.


" Sebentar, kita harus membersihkan nya dengan alkohol."


Akmal berdiri dan mengambil kotak P3K di dalam lemari tempat ia menyimpan nya. Ia keluarkan sebotol alkohol dan sebuah kapas kemudian membersihkan kaki kina yang ternyata memiliki luka lebih dari satu disana.


"Akhh,,sst."


Perih,kina sudah mencoba untuk menahannya namun saat alkohol itu menyentuh lukanya. Rasa perihnya sangat luar biasa tidak tertahankan.


"Tahan. Sedikit lagi akan selesai," ucap Akmal dengan pelan melanjutkan nya.


Kaki kina sudah dibersihkan keduanya begitu juga dengan luka di kaki gadis itu sudah hadis diobati oleh Akmal. Laki-laki itu sangat ahli dalam memperhatikan juga merawat orang lain seolah ia seorang dokter saja.


"Kakimu sudah bersih, sekarang giliran membersihkan tubuh mu serta mengganti baju itu."

__ADS_1


Akmal bangkit dan berjalan kearah lemari dikamar nya itu. Mencoba menemukan beberapa baju yang bisa dipakai oleh Kina dan menemukan sebuah sweater yang ukurannya lebih kecil dari yang biasa ia kenakan.


setelah itu Akmal keluar kembali dari kamar untuk mengambil ember berisi air yang baru, lalu membasahkan handuk yang baru.


"Ini baju dan juga celana yang akan kamu pakai setelah membersihkan tubuh mu. Aku keluar sebentar dan kamu bisa mengusap pelan tubuhmu dengan handuk itu, pelan saja karena tanganmu bisa sakit jika kamu terburu-buru."


Akmal berjalan menuju pintu dan berhenti sejenak" Kalau sudah selesai mengganti baju kamu panggil saja aku."


Kina dengan pelan mengangguk mengikuti arahan Akmal, gadis itu sudah tidak ingin protes lebih banyak lagi. karena terlalu sering protes ia akan terlihat semakin menyusahkan Akmal.


kina dengan pelan mulai membuka kancing baju pasien yang ia kenakan itu, perlahan seperti arahan Akmal karena memang pergelangan tangan nya sangat sakit jika ia menggerakkan nya.


"akhh,,, bukankah tadi tidak sesakit ini?" gumam Kina mencoba untuk membuka bajunya Seca perlahan.


setelah berhasil membuka bajunya Kina mulai mengusap perlahan tubuhnya, tapi sebelum itu ia turun lebih dahulu dari ranjang takut membuat ranjang kotor juga basah.


"akhh."


kina benar-benar kesulitan dalam mengusap tubuhnya apalagi bagian belakang nya, namun ia harus tetap melakukan nya karena sangat tidak mungkin bukan kalau ia meminta bantuan Akmal untuk melakukan nya untuk nya.


setelah selesai mengusap tubuhnya Kina pun mencoba untuk memakai sweater juga celana yang diberikan oleh Akmal kepada nya itu.


"Apa ini bisa ku kenakan?" gumam Kina dengan penasaran.


kina mencoba untuk mengenakan sweater itu dengan susah payah, dan ternyata sweater itu sangat terkesan kebesaran saat ia pakai. padahal terlihat dari bentuknya tadi sweater itu terkesan kecil.


"Tak apa, daripada tidak memakai baju sama sekali!"


Kina pun menyelesaikan aktivitas mengganti bajunya, setelah itu ia memanggil Akmal.


...🌼To be continued 🌼...


Akmal benar-benar pria sejati yahh. Mau satu dong. Eh btw maaf yah tadi malam aku update nya keburu dan juga diburu rasa ngantuk sampai tulisan aku ngawur gak jelas. pagi ini baru aku revisi. Maaf yah jika ada kekeliruan heheheh maklum author nya masih kentang.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2