
Seorang suster masuk ke dalam ruangan Kina, gadis itu sedang terdiam merenung sejak tadi. Hari sudah sangat malam dan Ages belum juga kembali, ahh kina bukan menunggu Ages hanya saja laki-laki itu tidak kunjung terlihat batang hidungnya.
"Sekarang kita harus keruang pemeriksaan mbak, suami mbak berpesan untuk melaksanakan pemeriksaan sekali lagi."
"Saya baik-baik saja kok sus, sepertinya tidak usah melakukan pemeriksaan lagi."
Kina tahu niat baik Ages dan juga kekhawatiran laki-laki itu, namun jika ia melakukan pemeriksaan lagi maka itu akan membuat Kina semakin merasa bersalah dengan mengeluarkan banyak uang Ages untuk dirinya sendiri.
"Kamu hanya melakukan perintah mbak, mohon kerja samanya."
Kina tidak bisa lagi membantah karena kalau ia membantah maka ia akan mempersulit pekerjaan orang lain, benar-benar sulit membuat pilihan disituasi seperti itu.
Kina perlahan berjalan menuju kursi roda dibantu oleh suster itu meninggalkan ruangan nya. Sebenarnya ia sudah tidak merasakan selemas sebelumnya tapi tetap saja ia harus menurut dan menaiki kursi roda itu.
Akmal sendiri kini sudah terbangun sejak tadi, ia kebingungan melihat dirinya sudah ada didalam sebuah ruangan yang ia sendiri tahu betul itu adalah rumah sakit. Kenapa ia bisa berakhir disana?.
Mata Berger melihat sekeliling namun tidak ada seorang pun disana, namun ia tahu pasti Afri lah yang membawanya ke rumah sakit karena orang terakhir yang ia lihat adalah gadis itu.
"Kemana dia pergi?" Bingung Akmal mencoba untuk bangkit.
"Akh,,"
Ia sedikit merasa ngilu saat bergerak dan tali infus nya ikut tersentak. Sepertinya ia sempat tidak sadarkan diri hingga di infus begitu.
Akmal mencoba untuk bangkit dari ranjang dengan membawa tiang infusnya sendiri. Tentu saja ia keluar dari ruangan itu untuk mencari Afri.
"Kemana dia? Apa dia meninggalkan ku sendiri dirumah sakit?" Bingung Akmal mencari keberadaan gadis itu.
Namun pandangan nya langsung terhenti pada suatu sosok di hadapannya yang baru saja keluar dari ruangan pemeriksaan itu. Langkah nya terhenti dan matanya bahkan tidak bisa berkedip lagi karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Ki,,kina?"
Gadis itu sedang duduk diatas kursi roda dengan wajah sedikit pucat, Akmal jelas tahu itu adalah Kina dan kini pandangan mereka bertemu satu sama lain.
"Akmal?"
Kina juga langsung menyuruh suster itu berhenti mendorong kursi rodanya, mereka saling menatap satu sama lain sejenak. Kina benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Akmal padahal ia sudah berniat untuk mengajak Ages pergi dari rumah sakit sebelum ia bertemu dengan laki-laki itu.
Ia melihat dengan jelas laki-laki itu semakin kurus saja dan sekarang ia sedang di infus. Hati kina jelas pilu melihat itu, apakah itu benar-benar karena dirinya?.
__ADS_1
Akmal berjalan mencoba untuk mendekat namun Kina menyuruh suster itu untuk lanjut jalan.
"Kina, kumohon kita perlu bicara sebentar."
"Aku tidak punya apapun untuk dikatakan dengan mu!"
Akmal langsung mengejar Kina namun ia meringis karena menarik tali infusnya terlalu kuat.
"Akhhh."
Kina langsung menghentikan kursi rodanya dan memberitahu suster itu untuk pergi, ia akan berbicara dengan Akmal dan kembali ke ruangannya sendiri nanti.
Sebenarnya awalnya suster itu mengatakan untuk menemani Kina karena ia sudah diamanahkan oleh Ages namun karena gadis itu bersikeras maka Suster itu hanya bisa menurut saja.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Kina pelan namun dengan cepat ia merutuki kebodohan nya. Bukankah seharusnya ia tidak perlu perhatian terhadap laki-laki itu.
"Kita perlu bicara berdua kina, banyak hal yang ingin kukatakan kepadamu."
"Aku hanya memberimu waktu sebentar, suamiku akan segera pulang.".
Deg,
"S,,suami?"
"Bukankah kamu sudah tahu aku sudah menikah mal, kenapa masih berpura-pura kaget begitu?" Tanya Kina dengan ekspresi yang dingin.
Kini mereka duduk disebuah kursi tunggu rumah sakit tepatnya berada di dekat ruangan kina. Kina berkata ia hanya memberikan Akmal waktu sebentar saja, kalian boleh berkata kina adalah gadis jahat dan tidak tahu terima kasih karena bersikap begitu kasar juga sombong kepada Akmal yang sudah sangat berjasa dalam hidupnya. Namun kina memilih menjadi orang jahat agar Afri dan Akmal bisa bersatu.
"Kenapa kamu pergi dari rumah? Kenapa kamu pergi begitu saja meninggalkan ku?" Tanya Akmal dengan pelan melihat kearah Kina.
Jelas Kina tidak akan melihat kearah Akmal, ia takut luluh jika melihat wajah sendu itu. Ia sudah bertekad untuk mengakhiri segala perasaan nya kepada Akmal.
"Sudah berlalu kenapa kamu masih menanyakan hal itu? Kalau kamu hanya ingin membahas itu dengan ku maka kita sudahi saja. Aku benar-benar tidak ada waktu untuk membahas hal itu lagi,"ucap Kina dengan sekuat hati menahan ras bersalah dalam dirinya.
Ages melirik kearah Kina dengan pelan ,ia tahu gadis itu sedang berpura-pura dingin kepadanya. Jelas Kina tidak akan berubah secepat ini.
"Aku tahu kamu sebenarnya tidak bermaksud bersikap begini kan? Kina yang ku kenal tidak pernah sedingin ini kepada ku."
"Lagi dan lagi kamu membicarakan hal yang tidak perlu mal, aku pergi saja kalau begitu."
__ADS_1
"Apa kamu benar-benar telah bersama dengan nya? Apa kamu benar-benar sudah bisa menerima nya?"
Kina langsung terdiam, pertanyaan Akmal benar-benar berhasil membuat ia juga bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Apakah ia benar-benar akan bahagia dengan Ages? Apakah ia benar-benar akan melupakan seluruh rasa sakit akibat perbuatan laki-laki itu?.
"Aku masih ingat dengan jelas betapa hancurnya hidupmu saat itu, aku masih ingat jelas air matamu yang begitu banyak tumpah karena laki-laki itu. Kamu hancur dan begitu pilu, apakah kamu benar-benar akan bahagia dengan pilihan mu ini?" Tanya Akmal dengan pelan.
Kina menahan air matanya, ia benar-benar masih mengingat Akmal begitu lembut memperlakukan dirinya. Akmal bahkan menjaga dan juga menyembuhkan lukanya. Tapi melihat kina yang pergi benar-benar membuat ia seperti seorang pengkhianat saja.
Namun kembali lagi, kina merasa bersama dengan Akmal akan membuat laki-laki itu hidup dalam penderitaan. Ages jelas berjanji akan membuat karir Akmal sukses jika ia kembali kepada laki-laki itu, ditambah lagi Kina tidak ingin menghancurkan kebahagiaan Afri sahabat nya.
Kina berbalik dan melihat kearah Akmal, mat mereka bertemu dengan air mata yang sama-sama mengalir. Akmal yang sudah sangat tidak rela dan Kina yang dipenuhi dengan rasa bersalah kepada laki-laki itu.
"Maafkan aku Akmal, aku sudah sangat bahagia sekarang. Aku benar-benar sudah sangat bahagia dengan nya, dia sudah berubah dan memperlakukan ku begitu hangat. Aku bahagia dengan pilihan ku sekarang ini. Dan satu lagi mal, aku sudah mengandung buah hati kami. Maafkan aku karena sudah mengecewakan mu namun aku sangat menghargai segala kebaikan mu selama ini."
Akmal menggeleng dengan cepat dan memegang tangan kina "Aku tidak butuh dihargai kina, aku hanya ingin kamu mencintaiku. Aku akan menunggu mu bagaimana pun itu, aku tidak masalah kalau kamu mengandung anaknya aku akan menjadi ayah yang baik untuk nya juga."
Air mata kina semakin mengalir deras, mendengar penuturan Akmal ia jelas tidak akan ragu akan besarnya cinta Akmal untuk nya. Tapi tetap saja masa depan dengan Akmal sudah ia buang jauh-jauh.
Kina menggeleng dan melepaskan tangannya dari genggaman Akmal hingga air mata laki-laki itu semakin deras.
"Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun untuk mu mal,aku sudah sangat bahagia sekarang. Aku berharap kamu juga segera bahagia dengan Afri, Afri adalah gadis baik yang sangat cocok untuk bersanding dengan laki-laki sebaik kamu juga. Ku mohon berhenti menyakiti hatinya dengan bersikap mengabaikan nya, dia hancur saat melihat mu terpuruk begini. Aku tidak ingin menyakiti perasaannya mal."
Akmal menggeleng dan mencoba untuk memegang tangan kina lagi, gadis itu benar-benar terlihat sudah mencoba untuk menjauh darinya.
"Kamu tahu Kina, aku menunggu mu sejak dahulu. Aku sudah sangat lama bertekad akan mendatangi mu ke kampung saat aku benar-benar sukses. Bertemu kembali dengan mu benar-benar membuat ku sangat bahagia, aku begitu hancur dan kecewa saat tahu apa yang sedang menimpa mu. Kenapa kamu tidak bisa menunggu sebentar lagi, aku pasti akan membebaskan mu dari laki-laki itu hiks,,"
Kina menggeleng dengan cepat lalu memeluk Akmal. Mereka berpelukan sambil menangis keras banyak pasang mata yang melihat mereka berdua, tidak sedikit juga yang ikut menangis karena mereka benar-benar terlihat sangat putus asa.
"Maafkan aku mal, aku benar-benar tidak tahu malu dan tidak tahu terima kasih. Oleh karena itu lupakan aku dan tanamkan dalam hatimu aku adalah gadis jahat yang tidak pantas untuk dicintai oleh orang sebaik kamu, aku adalah gadis jahat yang mengkhianati mu. Dengan begitu kamu akan mudah melupakan ku."
Akmal menggeleng dan memeluk Kina dengan erat, ia sangat tidak bisa membenci Kina. Gadis itu sudah sangat lama bersemayam dalam hatinya. Jujur saja kepergian kina membuat dunianya goncang hingga ia bahkan sampai berniat untuk tidak meneruskan hidup nya.
Terkadang orang yang berpengaruh dalam hidup kita benar-benar sehebat itu, kita kuat saat mereka ada dan kita rapuh saat mereka tak kasat mata.
...🌼To be continued 🌼...
Tolong aku nangis banget ngetiik adegan kina Sam Akmal..sakit banget tau saling cinta tapi keadaan gak mendukung. Semoga ada titik bahagia diantara mereka berdua.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀