
Afri benar-benar tidak mengira Akmal akan drop begitu, laki-laki itu benar-benar sangat sulit untuk ia ajak kompromi. Berkali-kali ia meminta Akmal untuk berhenti bersikap kekanak-kanakan dengan mengurung diri di kamar tanpa berniat makan sama sekali.
Laki-laki pengecut itu saat ini sedang diangkat menuju ambulan dan dibawa menuju rumah sakit. Afri hanya diam saja memandangi Akmal yang tergelak tidak sadarkan diri itu. Air mata gadis itu mengalir sangat deras tanpa sepatah kata keluar dari bibirnya.
Wajah Akmal begitu pucat dengan mata tertutup dan hal itu yang membuat Afri semakin menangis dan Kini ia mendekat kearah Akmal.
"Laki-laki jahat! Setidaknya kalau kamu tidak bisa mencintai ku jangan membuat ku khawatir begini hiks,, kamu hanya memperdulikan Kina tanpa peduli perasaan ku hiks,,"
Afri memukul pelan dada Akmal yang masih saja tidak sadarkan diri itu, gadis itu sudah sangat sabar menghadapi Akmal yang selalu saja mengabaikan segala ucapan juga perhatian nya.
"Kamu benar-benar pengecut hiks,, kenapa aku harus mencintai pengecut seperti mu mal?"
Afri lagi dan lagi memukul dada Akmal dan langsung dihentikan oleh petugas kesehatan yang ada disana.
"Tolong tenanglah mbak, jangan membuat keadaan pasien semakin buruk begini."
Afri langsung sadar dan berhenti lalu ia kembali duduk sembari menghapus air matanya kasar.
"Akan aku cari Kina untuk mu, akan aku cari cintamu yang begitu kamu cintai mati-matian sampai rela jatuh sakit begini hiks,,akan aku cari Kina agar kamu tidak melakukan hal gila seperti ini lagi. Dasar laki-laki jahat hiks."
Afri benar-benar memikirkan ini semenjak Akmal memperlihatkan bahwa ia sangat terpuruk dengan kepergian Kina hari itu. Ia tidak bisa membuat Akmal mencintai nya, apalagi saat ini ia melihat laki-laki itu bahkan sama sekali tidak perduli dengan perasaan nya karena dalam hatinya hanya ada kina seorang.
Ages sendiri kini sudah selesai membeli banyak sekali jenis makanan mulai dari buah-buahan yang beragam jenis sampai sop buah pun ia beli, berbagai jenis roti dan juga salad dan beberapa jenis makanan lainnya. Ia sungguh sangat senang membeli seluruh makanan itu sembari membayangkan wajah kina dan calon buah hati mereka sampai tidak sadar sudah memborong habis makanan yang ia lihat.
"Aku tidak akan membiarkan istri dan anakku kekurangan gizi, akan ku pastikan mereka sehat."
Senyuman tidak pernah sirna dari bibirnya walaupun kina belum mengatakan memaafkan nya ia sudah bertekad akan membuat kina bisa memaafkan nya dengan membuktikan bahwa ia bisa berubah menjadi suami yang baik untuk Kina.
Pintu ruangan Kina terbuka ,mata gadis itu terbelalak kaget saat melihat Ages yang datang begitu heboh dan repot dengan beberapa kantong plastik ditangannya bahkan seluruh tangannya dipenuhi dengan kantong plastik.
"Mas lama yah sayang?" Tanya Ages pelan lalu mendekat kearah Kina.
Gadis itu sebenarnya belum terbiasa dan masih sangat kebingungan saat Ages memanggil nya dengan sebutan manis itu. Ia juga tidak tahu kapan laki-laki itu mulai memanggilnya dengan sebutan sayang.
Lupakan masalah sebutan itu kini ada masalah baru lagi, kenapa Ages membawa begitu banyak sekali plastik ditangannya. Jangan bilang ia memborong seluruh makanan dikota ini?.
"Ma,,mas kenapa membawa begitu banyak Pastik?" Tanya Kina dengan wajah bingung nya.
Ages tersenyum lalu menarik kursi mendekat kearah Kina. Kemudian ia mengeluarkan beberapa jenis makanan dari plastik itu.
"Mas hanya berjaga-jaga siapa tahu kamu menginginkan beberapa jenis makanan ini sayang. Kamu mau makan yang mana?" Tanya Ages dengan pelan lalu melihat kearah Kina.
"Jangan bilang seluruh isi plastik itu adalah makanan mas?" Tanya Kina dengan wajah tidak percaya.
Ages mengangguk tersenyum lalu memperlihatkan deretan gigi putih dan rapi miliknya itu. Bak seorang anak kecil yang sedang ketahuan saja.
"Iya sayang, mas tidak tahu makanan apa yang kamu inginkan jadi mas beli semua makanan yang ada dalam pandangan mas."
__ADS_1
Kina benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar itu "Akhh perutku terasa sakit mendengar mas membuang-buang uang seperti itu. Kenapa membeli begitu banyak mas? Akhh mas sangat boros."
Ages mendekat kearah Kina karena gadis itu memegangi perutnya padahal gadis itu hanya sedang menyindir nya.
"Ke,, kenapa dengan perutmu sayang? Apa sakit? Mas panggil dokter dulu yah!"
"Cukup mas! Aku hanya sedang menyindir mu, mas kembali duduk saja." Ages langsung mundur dan kembali duduk diatas kursinya.
"Mas seharusnya tidak usah memborong sebanyak ini, walaupun mas kaya dan banyak uang tidak baik boros begini."
Ages tersenyum karena Kina terlihat seperti seorang ibu rumahtangga yang sedang mengomeli suaminya karena sudah membuang-buang uang.
"Kenapa mas malah tersenyum, aku serius mas! Sikap boros itu sangat tidak baik, banyak sekali orang diluar sana yang tidak bisa makan dan apanya sedang mas lakukan saat ini?"
"Iya sayang mas minta maaf, mas hanya terlalu takut kamu akan kekurangan makanan sampai tidak sadar sudah membeli banyak sekali makanan. Anak kita juga butuh banyak nutrisi jadi mas tidak bisa berpikir jernih tadi,"ucap Ages pelan.
Kina sempat terlupa dan teralihkan sejenak namun ia kembali mengingat bahwasanya ada janin di dalam perutnya. Ia benar-benar masih belum terbiasa namun ia sudah berjanji akan menjaga dan membahagiakan anaknya bagaimana pun caranya, tentu saja ucapan Ages benar adanya bahwa anak mereka membutuhkan banyak sekali nutrisi.
"Kalau begitu aku mau yang ini dan itu saja mas, selebihnya lebih baik mas bagikan saja kepada beberapa pasien disini. Mereka pasti akan suka mas,"ucap Kina dengan pelan.
Ages tersenyum bangga dengan pemikiran Kina yang bahkan saat ini masih bisa memikirkan orang lain.
"Kenapa kamu begitu bijak sayang, yasudah mas pergi sebentar yah bagiin ini dulu."
Cup.
Gadis itu hanya bisa terdiam memandang Ages yang perlahan keluar. Jujur saja sekilas jantung kina berdebar-debar karena perlakuan Ages yang begitu tiba-tiba itu.
"Ke,, kenapa dia lancang sekali mencium ku?"
Sementara Akmal kini sudah masuk ke dalam ruangan untuk diperiksa. Afri sendiri tidak bisa masuk dan memilih untuk mengurus administrasi perawatan Akmal.
Gadis itu terlihat sangat syok dan juga kebingungan namun ia mencoba untuk tetap tegar. Akmal benar-benar sudah membuat ia terlihat kacau karena mengkhawatirkan nya.
"Aku akan mencari Kina untuk mu, aku akan membuat mu bahagia karena kina lah sumber bahagia untuk mu."
Dengan cepat Afri menghapus air matanya karena setiap mengatakan itu ia benar-benar tidak bisa lagi membendung kesedihan nya.
"Kenapa kamu malah menangis ha? Bukankah kebahagiaan Akmal adalah prioritas mu?"
Afri tidak sengaja melihat sosok yang mirip dengan kina di sebuah ruangan saat seorang suster Barus aja keluar dari sana.
"Ki,,kina?"
Afri buru-buru mendekat dan melihat dari kaca pintu dan benar saja itu adalah Kina. Tanpa menunggu lagi Afri langsung masuk untuk berbicara dengan kina.
"Sudah selesai yah mas?" Tanya Kina yang sedang sibuk memindahkan bungkus makanan itu.
__ADS_1
Namun tidak ada jawaban sama sekali "mas?"
Kina menoleh kearah depan dan kaget bukan Ages yang sedang berdiri disana melainkan Afri. Gadis baik hati yang kina anggap sangat pantas untuk Akmal.
"Af,,ri?"
"Iya ini aku Afri, kenapa kamu bisa disini?" Khawatir Afri mendekat dan memeriksa keadaan Kina.
Kina tersenyum karena gadis itu sama sekali tidak pernah berubah. Ia masih sama hangat dan perhatian nya. Kalau boleh jujur kina bahkan sampai merindukan nya karena kebaikannya.
"Aku,,aku baik-baik saja hanya demam biasa fri, oh iya kenapa kamu bisa disini?" Tanya Kina penasaran. Ia sebenarnya sangat ingin menanyakan keadaan Akmal namun ia sangat tidak pantas untuk bertanya.
"Sebenarnya aku kesini mengantarkan Akmal yang sedang sakit dan memang sudah berniat mencari mu Kina, untung saja kita bisa bertemu disini."
Kina kaget saat mendengar kabar Akmal sedang sakit, ia khawatir namun ia mencoba untuk mengusir rasa khawatir itu. Karena ia tidak seharusnya melakukan hal itu kepada Afri.
Tiba-tiba saja Afri memegang tangan Kina dengan erat sembari memasang ekspresi penuh duka.
"Ku mohon Kina, kembali kepada Akmal! Dia sangat membutuhkan mu ahh dia hanya membutuhkan mu. Aku tidak mau melihat ia begitu terpuruk dan juga aku tidak ingin Akmal lebih parah dibandingkan saat ini, dia jatuh sakit karena terlalu merindukan mu."
Kina sungguh tidak menduga akan mendengar hal seperti itu dari Afri. Ia ingat betul bagaimana wajah Afri saat meminta ia untuk membantu nya mendapatkan Akmal. Afri begitu mencintai Akmal lebih dari siapapun dan kina sungguh merasa permintaan Afri diluar dugaannya.
"Aku tidak mengerti maksudmu Fri, kenapa kamu memintaku melakukan hal yang bisa membuat mu sakit? Aku tahu kamu begitu mencintai Akmal."
Mata gadis itu sudah memerah namun ia berhasil menahan bulir air matanya agar tidak terjatuh. Sedikit senyuman paksa disana hingga kina semakin merasa sakit saat melihat itu.
"A,aku baik-baik saja Kina, aku akan baik-baik saja selama Akmal bahagia dan baik-baik saja.kumohon kembali kepada Akmal. Aku tidak ingin ia semakin nekat dan mengalami lebih parah dari ini."
Kina dengan cepat menggeleng lalu berganti memegang tangan Afri begitu erat.
"Aku tidak bisa atau lebih tepatnya aku tidak mau Fri, untuk apa aku kembali kesana? Aku sama sekali tidak mencintai Akmal. Aku tidak akan kembali kepada Akmal bagaimana pun itu. Aku sudah menikah dan saat Ini sedang mengandung anak kami. Maafkan aku Fri karena tidak bisa menuruti permintaan mu kali ini."
Afri bingung mendengar ucapan kina, ia sama sekali tidak tahu kalau gadis itu ternyata sudah menikah.
"Me,, menikah? Mengandung anak?" Kaget Afri melihat tidak percaya kearah kina.
"Aku sudah sangat bahagia sekarang Fri, kuharap kamu juga akan bahagia dengan Akmal. Aku benar-benar percaya bahwa kalian adalah jodoh yang ditakdirkan. Bersabarlah sedikit lagi mungkin Akmal akan melihat kearah mu Fri, maafkan aku karena sudah menjadi benalu dalam hubungan kalian. Andai saja aku tahu maka sedari dulu aku sudah menghilang dari kehidupan Akmal."
Afri menggeleng dan memeluk kina, mereka berpelukan lama sambil menangis satu sama lain. Jujur saja bagi Afri kina adalah sahabat nya dan begitu juga bagi Kina.
...🌼To be continued 🌼...
Tolong terharu banget ihh liat kina sama Afri, gatau kenapa aku suka banget sosok Afri. Bijak dewasa dan juga baik hati. Akmal kalau kamu lepasin Afri maka kamu benar-benar akan rugi.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1