
Usia kandungan Kina sudah masuk pada trimester ketiga dan sudah sangat dekat dengan waktu persalinan. Gadis itu benar-benar sudah berjalan jauh ke depan melewati beberapa bulan terakhir ini dengan penuh kebahagiaan bersama Ages.
Gadis itu terlihat sangat lelap dalam tidurnya hingga tidak sadar sejak tadi Ages tidak hentinya memandangi istrinya saya sedang tidur itu. Kina memang sangat sulit untuk bangun pagi akhir-akhir ini.
"Istri ku benar-benar tidur dengan nyenyak! Kamu juga lagi tidur disana yah sayang?" Tanya Ages sembari melihat kearah Perut Kina yang sudah buncit itu. Bisa dikatakan sangat buncit karena itu sudah menonjol dibalik selimut yang dikenakan oleh Kina.
Ages mendekat kerja Kina dan mencoba untuk menyibakkan rambut yang berada di dekat mata Kina. Gadis itu bahkan tidak sadar akan hal itu, sepertinya ia juga masih sangat menikmati tidur nyenyak nya.
"Lebih baik aku siapkan sarapan untuk istri dan anakku saja, ketika dia bangun langsung sarapan."
Ages bangkit dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan menyikat giginya setelah itu ia melihat kearah kaca untuk memperbaiki penampilan nya. Katakan saja Ages terlihat berbeda dengan para suami di luar sana, ia sama sekali tidak pernah membiarkan Kina melihat sisi buruk dari penampilan nya.
"Seperti biasa, pesona seorang Ages benar-benar tidak pernah luntur bahkan ketika belum mandi," ucapnya dengan bangga saat melihat kearah cermin.
Mohon maaf tingkat kepedean Ages benar-benar berada diatas rata-rata dan sulit untuk mengubah hal yang satu itu. Padahal sifatnya yang lain benar-benar sudah mulai berubah saat ini, ia benar-benar sangat perhatian juga menyayangi Kina. Tidak ingin gadis itu lelah dan banyak bergerak karena takut akan membahayakan kandungan nya, setiap pagi Ages akan menyiapkan sarapan dan ia juga bahkan mengikuti kursus masak premium hanya demi menyajikan makanan lezat untuk istrinya.
Ages turun ke bawah sembari mengeluarkan beberapa bahan dari dalam kulkas, ia mengeluarkan dua butir telur dan juga ikan salmon yang sudah ia bersihkan kemarin.
Telur itu akan Ages campur dengan beberapa jenis sayuran termasuk kentang dan juga wortel untuk ia jadikan sebagai telur lapis. Kina sangat menyukai telur lapis dan Ages lebih bersyukur nya karena saat mereka melakukan check up ke dokter kandungan mereka disarankan untuk lebih memperbanyak mengkonsumsi telur,ikan Salmon,susu dan juga beberapa jenis makanan lainnya.
Kenapa demikian? Karena saat ini Kina sudah masuk ke masa trimester ketiga dalam usia kandungan nya. Kina membutuhkan asam lemak omega 3, DHA, dan kolin agar bayi lebih sehat serta sang ibu juga lebih kuat. Pada tahap ini sang ibu seringkali rentan lelah dan merasa tubuh tidak fit, Ages tidak ingin kina drop atau semacamnya.
Setelah itu Ages menggoreng dengan minyak secukupnya baik itu telur maupun ikan salmon yang sudah ia siapkan sejak tadi.
"Apa lagi yah? Sepertinya telur dan Kikan salmon saja tidak akan cukup untuk nya."
Yah! Kina memang memiliki nafsu makan yang tinggi akhir-akhir ini. Ia lebih mudah lelah dan juga merasa lapar secara tiba-tiba, oleh karena itu Ages benar-benar faham betul porsi yang dibutuhkan oleh Kina untuk sarapan.
"Aaah lebih baik aku memasak salad buah saja untuk Kina, karena istriku sangat kesulitan untuk memakan buah tanpa olahan lebih baik aku mengolahnya jadi salah saja."
Ages benar-benar bekerja keras dipagi buta begini, tidak hanya di kantor saja ia berperan aktif tapi kini dirumah ia benar-benar sangat memiliki banyak kegiatan yang tiada habisnya.
Dahinya sedikit mengeryit karena merasa masakan nya semakin membaik setiap kali ia mencoba memasak lagi.
"Wahhh benar-benar tidak bisa ku percaya, kenapa bisa seenak ini?" Bingung Ages karena merasakan masakan nya benar-benar luar biasa.
"Semoga istri ku senang dan menyukai nya."
Ages menyiapkan makanan itu di meja makan tentu saja nasi yang ia sediakan diatas piring bahkan ia bentuk menjadi hati. Sepertinya laki-laki itu benar-benar sudah keluar dari sisi kepribadian nya yang dulu.
"Sempurna! Saat keatas untuk melihat apakah dia sudah bangun,"gumam Ages menutup seluruh makanan diatas meja.
Ia tersenyum dan bersemangat saat menaiki tangga untuk memeriksa apakah Kina sudah bangun atau belum.
Pintu terbuka dan memperlihatkan Kina yang sudah duduk diatas ranjang sembari menggeliat menggemaskan. Ia menoleh kearah Ages yang baru saja masuk itu. Gadis itu tersenyum manja dan merentangkan tangannya kearah Ages.
Ages tersenyum lebar melihat hal itu dan langsung naik keatas ranjang sembari memeluk Kina dengan merentangkan tangannya juga kearah gadis itu. Mereka berpelukan sedikit lama dengan Ages yang mengelus pelan punggung istrinya dan Kina juga menyeruakkan kepalanya diceruk leher Ages.
"Udah lama bangun sayang?" Tanya Ages setelah melepaskan pelukannya lalu membantu Kina untuk mengikat rambutnya.
Gadis itu menggeleng pelan dan memberikan ikat rambut kearah Ages "Aku baru saja bangun mas, aku kaget karena mas lagi lagi tidak ada diranjang. Aku benar-benar kesulitan untuk bangun cepat dipagi hari akhir-akhir ini mas."
"Tidak apa sayang, bukankah lebih baik saat kamu beristirahat dengan cukup?"
Kina tersenyum mengangguk dan bersyukur karena Ages benar-benar sangat faham dengan posisi nya.
"Bagaimana sayang? Apa ada yang janggal di area perut mu?"tanya Ages dengan penuh perhatian sembari menyibakkan selimut yang ada di tubuh istrinya.
"Tidak mas, aku benar-benar baik-baik saja saat ini. Hanya saja sedikit sakit saat dedek bergerak di dalam heheh, aku benar-benar bisa merasakan pergerakan nya dengan jelas mas."
Ages tersenyum lalu meletakkan Selimuti yang sudah ia lipat itu "Apa sakit banget sayang?" Tanya Ages dengan wajah khawatirnya.
__ADS_1
Kina tersenyum mendekat kearah Ages dan menggeleng"Sama sekali tidak mas. Aku malah senang seolah kami sedang berinteraksi satu sama lain."
Ages tersenyum lalu mencium pucuk kepala istrinya itu "Yahh mas jadi cemburu hahah. Mas juga sangat ingin berinteraksi dengan dedek sayang, semoga secepatnya dedek bisa hadir dihadapan kita dan mas bisa memeluknya secara langsung."
Kina mengangguk lalu mendekat kearah Ages sembari mengecup pipi suaminya"papah yang sabar yah. Bentar lagi dedek bakal temuin papah kok."
Ages tersenyum mendengar itu lalu mendekat kearah Kina sembari memegang pinggang Kina yang jelas sudah tidak seramping dahulu lagi. Kini tubuh nya benar-benar sudah padat berisi hingga membuat ia terlihat lebih seksi Dimata Ages.
"Mas mau ngapain?" Curiga Kina karena melihat tatapan Ages yang sedikit licik itu. Sepertinya jiwa mesumnya kambuh lagi pagi ini.
Jujur saja, Kina sedikit kewalahan menghadapi sikap Ages yang benar-benar semakin mesum itu. Apalagi saat melihat tubuh Kina yang begitu padat dan montok akhir-akhir ini ia kesulitan untuk menahan dirinya.
"Hanya bermain sebentar sayang, tadi malam mas kurang karena kamu tiba-tiba saja mengantuk."
"Yahh inikan masih pagi mas,"ucap kina mencoba untuk mencari alasan namun tidak ada alasan yang logis untuk menghentikan Ages.
"Justru karena pagi sayang, mas ingin bermain sebentar saja kok hehehe."
"Tapi masmhpppp.."
Terlambat! Karena lisan Kina sudah dikatup rapat oleh bibir tebal milik Ages, gadis itu memang tidak pernah berhasil menghentikan Ages karena laki-laki itu juga tidak akan mudah menyerah apalagi untuk hal-hal seperti ini.
Kina langsung membalas ciuman Ages bukan karena terpaksa namun jujur saja ia juga menikmati permainan bibir Ages yang semakin liar dan juga pro itu. Ages benar-benar seorang kisser yang yang sangat ahli dan profesional. Kina tidak pernah bosan dengan gaya ciuman Ages yang selalu saja memberikan sensasi yang sangat luar biasa.
Tangan Kina bergerak ia kalungkan dileher Ages hingga laki-laki itu semakin memperdalam ciuman nya dengan lembut ia mencoba lebih membuai Kina hingga gadis itu bahkan tidak bisa membuka matanya karena terlalu menikmati nya.
Tangan Ages perlahan turun kebawah dan mengelus paha istrinya yang begitu mulus itu dan kebetulan saat ini kina hanya mengenakan sebuah daster diatas lutut saja. Ia dengan mudah menjamah paha kina karena daster istri nya itu sudah tersingkap sampai keatas.
Ciuman liar itu masih berlanjut sampai Kini dan tangan Ages yang perlahan masuk kedalam daster Kina sembari mengelus paha gadis itu hingga Kini ia hampir saja sampai ke pangkal paha Kina.
"Kenapa sayang?" Tanya Ages karena saat ia hendak sampai di lembah favorit nya itu Kina malam menahan tangan nya.
Kina sebenarnya belum terbiasa dengan itu tapi dokter menyarankan saya ia berada dirumah untuk tidak terlalu sering memakai dalaman, karena saat memasuki trimester ketiga segala hal akan mempengaruhi emosi ibu hamil. Terkadang dalaman yang terlalu ketat atau longgar bisa menyebabkan perubahan mood sang ibu.
Ages tersenyum saat mendengar itu dari Kina, walaupun ia tahu kalau istrinya sangat malu sekarang. Ages tidak menyadari itu namun kini benar-benar yakin akan hal itu karena melihat dua gundukan itu terlihat begitu pasrah tanpa bra dibalik daster Kina.
"Mas bahkan lebih menyukai itu sayang hahaha."
Ages kembali mencium bibir Kina dengan lembut mencoba untuk mengalihkan rasa malu dalam diri Kina. Saat masih berciuman Ages kembali melanjutkan aksinya yang Sempat tertunda dibawah sana.
Ia tersenyum disela ciuman itu karena ia sudah berhasil sampai dilembah milik Kina, ia elus area itu dengan pelan dan mengusap bulu-bulu halus yang ada disana.
"Akhh,,,mashhh,,"
Kina melepaskan ciumannya dan menggigit bibirnya karena merasa malu karena mengeluarkan suara-suara aneh itu dihadapan Ages.
Ages tahu kalau Kina tidak ingin mendesahh dihadapan nya hingga ia benar-benar sangat ingin menggoda istrinya lebih lama lagi.
Ia usap lagi area itu dengan perlahan sambil mengelus berkali-kali area itu hingga Kina merem melek karena ulahnya. Gadis itu menggigit bibirnya mencoba menahan desahannya karena ulah Ages.
"Akhh,,mashhh,,akhhh,,,uhhh."
Kina dengan cepat menutup bibirnya karena malu. Ages hampir saja tertawa karena melihat itu.
"Tidak usah ditahan sayang, mas benar-benar menyukai desahann mu sayang."
Kina menggeleng dengan wajah memerah, ia benar-benar malu karena mendesahh dihadapan Ages secara langsung.
"Mas ihh udah akhh,,udah dong aku malu tau akhh." Kina lagi-lagi menutup mulutnya karena berbicara saja ia tak becus akibat ulah Ages.
Ages semakin menggoda Kina memainkan area itu berkali-kali "Yakin sudah sayang? Sepertinya kamu juga menyukai nya bukan? Kamu sudah basah dibawah sayang."
__ADS_1
"Mas ihhh, memalukan!"
Kina menutup wajahnya dengan kedua tangan nya, Ages sengaja membuat ia malu karena sejak tadi laki-laki itu tidak hentinya berhenti menggodanya.
"Kenapa malu sayang? Mas benar-benar menyukainya."
"Itukan maunya mas aja. Akhh,,,"
Ages tersenyum karena melihat ekspresi Kina yang begitu terangsang itu, gadis itu menutup wajahnya karena malu lagi.
"Mashhh udahh dong akhh,,a,,aku benar-benar malu tau."
Ages kemudian beralih mencium leher Kina yang sudah banyak sekali tanda kemerahan disana.. seorang Ages tidak akan puas jika tidak menambahkan tanda kepemilikan nya disana.
"Akhh,,mashhh."
"Wahh sudah penuh yah sayang, dimana lagi yah mas akan meninggal kan tanda kepemilikan mas?" Tanya Ages berpikir dengan keras.
Kina benar-benar tidak habis pikir dengan Ages, laki-laki itu benar-benar semakin naik level tingkat kemesuman nya.
"Ahh mas buat di dada kamu aja sayang,"ucap Ages dengan senang hati.
Dengan perlahan laki-laki itu membuka kancing daster Kina hingga gadis itu benar-benar tidak bisa lagi untuk protes karena kalau Ages sudah berkata ingin sesuatu maka ia akan mendapatkan itu semua segala cara. lebih baik kina pasrah saja dengan permainan Ages walaupun sejujurnya Kina menikmati setiap sentuhan dari suaminya itu.
Mata Ages terbelalak saat melihat kedua gundukan Kina dibalik dasternya. Dan memang Kina sama sekali tidak memakai bra hingga Ages dengan puas bisa melihat langsung tanpa penghalang.
"Apa mas saja yang melihatnya sayang?"tanya Ages dengan wajah yang berbinar.
"Maksud mas?" Bingung kina.
"Apa cuma mas yang sadar kalau punya mu semakin besar dan padat saja sayang?" Senyuman Ages dengan mudahnya mengatakan hal itu kepada Kina.
"Mas ihhh mesum banget dehh. Aku malu mas."
Kina memukul bahu Ages dan menutup wajahnya menahan rasa malu hingga Ages tersenyum melihat tingkah imut istrinya itu.
"Kenapa harus malu sayang? Padahal mas kan menyukai nya heheh."
Dengan Pelan Ages memasukkan tangannya kedalam daster Kina dan mencoba untuk menggenggam dua gundukan itu.
"Wahh mas bahkan hampir tidak bisa untuk menggenggam nya lagi sayang,"ucap Ages dengan wajah takjub.
"Mas ihhh. Aku ngambek nih yah kalau mas gitu. Malu tauu,"ucap kina karena tidak ingin Ages membahas ukuran dadanya.
"Heheh iya sayang iya. Mas cuma seneng aja sampai tidak bisa untuk diam hehe."
Ages langsung mengeluarkan sebelah gundukan itu hingga kina kaget dengan ulah suaminya itu.
"Mashhh."
Ages dengan cepat mengecup pelan gunung lembut itu, mengulumm pucuknya dan juga bahkan meninggalkan banyak sekali tanda disana.
Benar-benar gila, pagi-pagi buta begini Kina dibuat kewalahan oleh Ages karena harus menuruti nafsu suaminya yang benar-benar sulit untuk ia kendalikan akhir-akhir ini. Walaupun sejujurnya bagi kina itu adalah kenikmatan hehehe.
...🌼To be continued 🌼...
Hilihhh seneng kan lu ges? Udah seneng belum karena Udah banyak kesempatan buat mesumin kina? Gak berubah hadeuhhh.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1