Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 103: Pasta buatan suami


__ADS_3

      Ages dengan lembut mengangkat Kina dari bathub dan memakaikan istrinya piyama setelah mandi. Kina hanya diam saja menerima semua sikap manis yang diberikan oleh suaminya itu. Ia tidak bisa memungkiri bahwa Ages benar-benar laki-laki yang sangat ia sayangi dan juga bersyukur bisa mendapatkan Suami nya itu.


"Apa tidak berat mas?" Tanya Kina dengan wajah khawatirnya dan juga ia merasakan bersalah karena sudah banyak menyusahkan Ages.


"Mas baik-baik saja sayang, kamu tidak usah khawatir."


Kina menggeleng dengan cepat karena ia benar-benar bisa menduga bahwa Ages pasti kelelahan karena nya. Namun laki-laki itu selalu saja tidak ingin mengatakan yang sebenarnya untuk menjaga perasaan Kina.


"Mas kenapa tidak pernah mau jujur? Aku benar-benar merasa tidak enak karena mas selalu saja menerima setiap sikapku yang menyusahkan mas."


Ages tersenyum dengan ramah lalu mendudukkan Kina diatas ranjang dengan perlahan. Kina benar-benar bisa merasakan betapa Ages begitu tulus terhadap dirinya.


"Mas baik-baik saja sayang, jangan sampai kamu merasa bersalah hanya karena mas melakukan hal-hal kecil seperti ini. Mas bahkan akan berusaha untuk meraih bintang kalau kamu menginginkan nya."


Kina tertawa pelan karena mendengar ucapan suaminya itu, benar-benar laki-laki bermulut manis bisa-bisanya dia berbicara seperti itu sampai Kina tidak bisa menahan tawanya lagi.


"Mas bisa saja, kebiasaan ah suka ngegombal gitu."


"Mas serius loh sayang,mas gak ngegombal sama sekali. Masa mas serius gini kamu bilang ngegombal."


Kina menahan tawa karena mendengar ucapan Ages, jelas sekali Ages tidak akan sanggup mengambil bintang dan menyerahkan nya kepada Kina. Namun kina bisa tahu bahwa cinta dan kasih sayang Ages terhadap dirinya benar-benar tidak bisa ia kira karena begitu besar dan bisa ia bandingkan dengan bintang yang jauh dilangit sana.


"Sayang, kamu liat tuh papah suka banget gombalin mamah. Nanti kalau kamu dah lahir jangan kayak papah yah heheh, jangan suka ngegombal."


Ages mengeryit dan tidak terima dengan ucapan istrinya itu, ia berjongkok dihadapan Kina dan menghadap perut buncit istrinya itu.


"Sayang, kamu percaya kan sama papah. Mamah tuh ngatain papah gombal Mulu padahal kan papah ngomong jujur, nanti kalau kamu lahir gantengnya harus kayak papah dan juga bisa naklukin semua wanita."


"Mas ihh, ngajarin apa sama anak kita? Masih belum juga lahir udah diajarin yang bukan-bukan ihh."


Kina menepuk pelan bahu suaminya karena mendengar ucapan Ages yang terlihat sedikit menyimpang itu.


"Loh? Memangnya mas ngomong apa sayang? Mas kan gak ngomong apa-apa."


"Mas ngajarin anak kita jadi buaya kayak mas?"


"Ihh sayang kok kamu ngomong gitu? Mas kan gak buaya he!"


Kina tersenyum dan mengangguk kepada Ages karena tidak ingin membuat laki-laki itu merasa tidak nyaman jika berkali-kali ia sebut dengan sebutan seperti itu.


"Iya mas iya aku cuma becanda kok heheh."


"Yaudah sekarang istri cantik mas make baju dulu abis itu kita kebawah yah kamu nungguin mas selesai masak dulu,kita sarapan pagi setelah itu siap-siap ke pesta Akmal juga Afri."


Kina mengangguk dengan semangat menunggu Ages mengambil baju kina dari lemari.


"Mas aku bisa pakai sendiri kok,"ucap Kina saat Ages hendak memakaikan baju untuk nya.


Ages menggeleng"Tidak apa sayang biar mas saja, sepertinya kamu sudah sangat kelaparan bukan?"


Ages dengan cepat memakaikan baju kepada Kina tentunya dengan penuh kehati-hatian pula, setelah itu ia mengangkat tubuh Kina menuruni anak tangga menuju dapur.


Ages mendudukkan Kina di depan meja makan dan hendak pergi menuju dapur untuk mulai memasak tapi Kina menahan tangan nya.


"Tunggu mas!"


"Ada apa sayang? Apa kamu memerlukan sesuatu?" Tanya Ages perlahan dan mendekat kearah Kina.


"Aku pasti akan merasa bosan disini, bagaimana kalau aku duduk di dekat mas saat memasak saja? Aku Janji tidak akan menganggu mas."


Ages tersenyum dan mengerti dengan ucapan Kina karena sepertinya gadis itu akan merasa bosan menunggu nya disana.


"Baiklah sayang tidak apa, mas tidak tahu itu sama sekali. Syukurlah kamu mengatakan nya."


Ages perlahan mengangkat sebuah kursi tepat di samping ia memasak nanti nya dan saat ia hendak kembali untuk menjemput Kina gadis itu sudah berjalan lebih dahulu.

__ADS_1


"Hati-hati sayang biar mas bantu,"ucap Ages hendak membantu kina untuk berjalan kearah kursi.


"Aku baik-baik saja mas, biar aku saja."


Kina sedikit lagi sampai ke kursi dan Ages langsung melepaskan tangannya membiarkan istrinya untuk berjalan sendiri ke kursi.


"Mas lanjut saja memasak tidak usah menghiraukan ku disini, aku akan diam dan tidak akan menggangu mas bekerja heheh."


"Tidak apa sayang, ajak saja mas mengobrol kalau kamu diam saja maka mas akan merasa sepi disini."


Ages perlahan mendekati kulkas untuk mengeluarkan beberapa bahan makanan yang akan ia masak dan Kina memerhatikan itu secara seksama kemana Ages melangkah maka mata Kina akan mengikuti kemana arahnya.


"Sayang apa kamu tidak lelah bolak balik hanya karena memperhatikan ku?" Tanya Ages dengan pelan karena sejak tadi Kina benar-benar memperhatikan Ages kemana laki-laki itu pergi maka Kina berbalik hanya untuk melihatnya.


Kina menggeleng dengan tersenyum kearah Ages karena ia sama sekali tidak lelah dan malah menurut nya itu sangat menyenangkan. Ages terlihat sangat berkarisma saat sedang sibuk memasak, bayangkan saja Ages adalah pria tampan yang sangat sangatlah tampan dan ketampanan itu semakin paripurna karena Ages benar-benar pandai memasak dan semakin terlihat tampan saat sedang serius.


"Mas tidak sadar kalau mas semakin terlihat sangat tampan saat sedang memasak begini? Akhh aku benar-benar menyukainya saat mas mode serius. Terkesan sangat seksi hehehe."


Ages yang sibuk memanaskan air panas melirik kearah Kina setelah mendengar tuturan istrinya itu, benar-benar sangat pintar memuji yah sekarang.


"Sayang jangan menggodaku yah, kamu kan tahu kalau aku itu sama sektor sangat sulit mengendalikan diriku. Dengan kamu berkata begitu aku benar-benar bisa gila saat mendengarnya,"ucap Ages mengambil sebuah gelas dan memasukkan bubuk ke dalamnya.


Kina tersenyum saat mendengar itu dan terbesit ide untuk semakin menggoda Ages, sepertinya akan sangat lucu jika ia sedikit menggoda suaminya.


"Benarkah mas? Bukankah mas juga sadar itu? Mas benar-benar terlihat sangat seksi otot-otot mas juga terlihat dibalik baju kaos mas yang kebesaran itu. Akhh benar-benar sangat seksi,"ucap kina dengan nada yang sangat manja dan juga sedikit seksi.


Jelas sekali Ages yang mendengar itu hampir saja tertawa karena sadar kalau Kina sedang berusaha menggodanya.


"Kalau saja mas tidak sedang memasak, sudah habis kamu mas terkam."


"Memangnya mas binatang buas apa main terkam-terkam?" Tanya Kina tersenyum dan hampir saja tertawa.


Ages mengaduk bubuk yang sudah ia seduh dengan air panas itu sembari ikut tersenyum kearah istrinya, benar-benar pagi yang sangat indah bukan? Ages sama sekali tidak pernah mengira akan menjalani hidup berwarna seperti ini. Setelah dengan Kina ia benar-benar bisa merasakan indahnya hidup dan istrinya sungguh suatu anugerah dalam hidupnya walaupun sebenarnya ia hampir saja menyia-nyiakan kina istrinya.


"Mas kok ganteng banget sih?" Tanya Kina dengan wajah yang ia buat seseksi mungkin.


Mata gadis itu langsung terbelalak karena Ages yang tiba-tiba saja mencium nya dengan hebat. Padahal ia berniat untuk menggoda Ages ternyata laki-laki itu benar-benar tergoda hingga tidak tahan dan mencium Kina dengan cepat.


"Mashhpphmmm,,,"


Kina menepuk pelan bahu Ages namun Ages sama sekali tidak ingin melepaskan ciumannya. Ia ingin menghukum Kina karena nekat menggoda nya.


"Mphmmm,,mashhh."


Senyuman Ages merekah karena berhasil membuat Kina jera, semakin Kina meminta untuk dilepaskan Ages semakin memperdalam ciuman dibibir Kina. Ages tidak hanya mengecup saja namun laki-laki itu bahkan menyesap habis bibir istrinya hingga Kina hampir saja kehabisan nafas.


Karena merasakan kina mulai kehabisan nafas, Ages terpaksa melepaskan ciumannya dan tersenyum kearah kina.


"Mas ihhh,," kesal Kina memukul dada Ages hingga laki-laki itu tertawa tertahan.


"Siapa suruh kamu godain mas hemm? Udah tau mas paling gak tahan sama kamu masih aja nekat godain mas,"ucap Ages mengusap sudut bibir Kina yang masih ada bekas air liur nya.


"Mas kalau cium brutal banget sih, aku sesek tadi huuu." Cemberut Kina.


"Itu hukuman buat kamu sayang, kamu membangunkan singa yang kelaparan."


Ages mengelus pelan rambut Kina yang masih saja memasang wajah kesal itu namun seketika luluh karena sikap Ages yang begitu lembut dan manis.


"Minum dulu susunya sayang, sebelum mas selesai memasak kamu harus minum ini sebagai pengganjal."


Ages memberikan segelas susu kearah kina dan langsung diminum oleh Kina, ia memang memiliki kebiasaan membuat kan susu untuk Kina agar istrinya memiliki energi yang lebih dan tidak mudah rentan.


"Enak gak sayang?" Tanya Ages kearah Kina saat istrinya langsung meminum habis susu buatan nya.


Kina jelas mengangguk dengan cepat karena memang susu buatan Ages adalah susu yang paling enak yang pernah ia coba. Yah walaupun sebenarnya rasa susu dimana saja sama tidak tergantung orang yang membuat nya hihihi.

__ADS_1


"Mas lanjut masak saja tidak usah menghiraukan ku disini,"ucap Kina lagi dan lagi.


Ages tersenyum dan kembali memulai acara masaknya yang sempat terhenti tadi, dengan lihai ia membersihkan beberapa bahan masakan baik itu sayuran hijau dan juga bahan makanan lainnya.


Kina diam saja memperhatikan Ages dan tidak menggoda nya lagi seperti tadi, Ages juga terlalu larut dalam acara memasak nya hingga ia tidak sadar kalau Kina mengabadikan momen itu dengan merekam nya.


Potongan sayuran itu terlihat sangat cantik dan juga rapi, dengan terampil tangan Ages memotong sayuran juga bahan makanan lainnya tanpa melukai tangan nya sendiri. Kina bahkan sampai melongo kaget melihat hal itu.


"Wahh sejak kapan suamiku benar-benar sangat ahli dalam memasak? Aku benar-benar kagum dan tidak bisa mengatakan apapun."


Ages jelas mendengar itu namun ia hanya menanggapi nya dengan senyuman, karena takut Kina akan semakin lapar Ages mempercepat kerjanya agar secepatnya ia bisa menyajikan makanan untuk istrinya itu.


Setelah sayuran itu masak Ages kemudian beralih memasak pasta dengan mie organik yang ia sengaja beli untuk Kina. Istrinya akhir-akhir ini sangat menginginkan pasta, karena Kina sangat tidak dianjurkan untuk memakan mie maka Ages mengambil alternatif lain dengan menggunakan mie bahan organik.


"Mas mau masak apa tuh?" Tanya Kina.


Sebenarnya ia sudah menahan diri untuk tidak menggangu Ages baik itu bertanya atau semacamnya namun karena ia begitu tertarik ia sungguh tidak bisa menahan dirinya lagi.


"Mas masak pasta sayang,"ucap Ages dengan cepat dan masih saja sibuk mengerjakan masakan nya.


"Loh? Kok mas tau aku lagi pengen pasta? Bukankah dokter ngelarang aku buat makan mie mas?" Tanya Kina dengan wajah sedikit kecewa karena takut ia tidak akan jadi makan pasta hari ini.


Ages tersenyum"Mas tau kamu sudah sangat ingin makan pasta bukan? Karena sudah beberapa kali mas menangkap momen kamu sangat sering mengatakan pasta dan bahkan menonton acara mukbang pasta. Dan untuk dokter, mas sudah konsultasi dengan dokter kalau kamu diperbolehkan untuk makan pasta asalkan dengan mie organik sayang."


Wajah kina benar-benar berbinar sebab hari yang ia tunggu benar-benar akan datang, ia akhirnya akan bisa makan pasta setelah menunggu beberapa waktu.


Ia tersenyum kearah Ages dengan tatapan yang sangat bersyukur, Ages benar-benar sangat pintar dan juga perhatian dengan dirinya. Ages mencari segala cara agar ia bisa membahagiakan Kina dan saat ini Kina jelas sangat bahagia karena Ages ia bisa memakan makanan yang sudah sangat lama ia inginkan.


Sudah menunggu beberapa waktu akhirnya Ages sudah menyelesaikan masakannya. Dengan lembut ia membantu Kina untuk berjalan kearah meja makan dan mendudukkan istrinya.


Setelah itu Ages kembali kearah dapur untuk menjemput beberapa masakan yang sudah selesai ia masak.


Kina yang melihat beberapa makanan yang sudah Ages masak berada diatas meja makan langsung bertepuk tangan senang karena ia benar-benar menantikan masakan Ages.


"Aku benar-benar tidak sabar mas, tiba-tiba saja aku langsung merasa lapar saat ini."


Ages menuangkan minuman ke dalam gelas dan duduk disamping Kina. Kina menantikan Ages yang dengan cepat menyiapkan makanan keatas piring untuk nya.


"Mas mau pasta huuu,"ucap Kina dengan manja saat Ages hendak menyendokkan satu sendok nasi dengan lauk kearah nya.


Ages menggeleng dengan cepat "Sebelum makan pasta kamu harus makan nasi dulu sayang, jangan makan mie dulu yah."


Kina langsung menurut dan membuka mulutnya lebar-lebar menunggu Ages yang juga langsung menyuapi nya.


"Gimana sayang?"tanya Ages dengan wajah khawatirnya. Ia takut Kina tidak akan menyukai nya.


"Enak mas, tapi aku sangat tidak sabar ingin makan pasta nya."


Ages tersenyum karena melihat Kina yang sangat menginginkan pasta itu, dan setelah menyuapi beberapa sendok nasi Ages kemudian langsung menyuapi nya pasta.


"Mas huuuu,"ucap Kina melihat kearah Ages dengan mata berbinar.


Ages jelas khawatir karena itu, Kina melihat kearah nya dengan mata berair ia takut istrinya tidak menyukainya.


"Ada apa sayang? Apa yang salah? Apa ada sesuatu yang salah?" Tanya Ages dengan wajah khawatir.


"Kenapa masakan mas bisa seenak ini?a,,aku benar-benar sangat menyukainya. Hiks,,"


Karena terlalu menyukai masakan Ages Kina bahkan sampai menangis, Ages jelas tidak bisa menahan senyumnya. Sejak bangun dipagi hari ia tidak bisa berhenti tersenyum karena tingkah istrinya.


...🌼To be continued 🌼...


Kan kan....bikin aku jadi cemburu he! Ages cepat jadiin aku jadi bini keduamu. Kamu suami idaman banget tolonggg.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2