Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 46: kenapa kesini?


__ADS_3

      Kina sudah selesai menyusun meja makan baik itu piring, sendok,gelas dan juga minuman serta pencuci mulut berupa beberapa jenis buah-buahan disana. Ia benar-benar merasa canggung karena sejak tadi Akmal dan Afri juga saling mendiamkan ahh walaupun sebenarnya Afri sudah mencoba untuk mengajak Akmal berbincang tetap saja respon laki-laki itu  terlihat acuh tak acuh.


"Akhh," Akmal kaget karena tiba-tiba saja Afri meringis disampingnya.


Gadis itu ternyata tidak sengaja mengenai tangan nya saat ia sedang memotong beberapa mentimun didekat Akmal yang kaget karena sedang sibuk memperhatikan Kina.


"Ck,, makanya kalau tidak biasa mengerjakan nya maka jangan terlalu ikut campur. Sudah bagus tadi Kina yang ikut memasak kenapa kamu malah bersikap seolah bisa mengerjakan nya?" Kesal Akmal kepada Afri karena gadis itu benar-benar sangat keras kepala.


Afri mencoba tersenyum kearah Akmal seolah ia baik-baik saja, luka itu jelas tidak sakit tapi diulu hatinya benar-benar perih. Karena dimanapun itu dan siapapun itu biasanya mereka akan lebih dahulu meraih tangan gadis yang luka dari pada harus memarahinya.


Kina saja sampai terheran-heran melihat Akmal, biasanya laki-laki itu akan sangat perduli dengan seorang gadis yang terluka. Namun kenapa kepada Afri ia sangat ketus juga dingin?.


"Aku baik-baik saja mal, kamu tidak perlu khawatir."


"Aku tidak khawatir, kamu hanya mengganggu dan menyebalkan! Cepat obati lukamu itu," kesal Akmal lalu kembali menyiapkan beberapa masakan nya itu.


"Aku baik-baik saja tidak perlu diobati, ini hanya luka kecil aku bahkan bisa bertahan dengan luka yang lebih sakit dibandingkan ini."


"CK, keras kepala!" Akmal dengan cepat meraih tangan Afri lalu membawa gadis itu menuju ruang tengah.


Afri hanya diam saja mengikuti Akmal gadis itu berdebar kencang hanya karena ditarik paksa oleh Akmal. Ia tahu kalau Akmal sedang kesal kepada nya tapi entah kenapa ia hanya bisa melihat sisi perhatian dari laki-laki itu.


"Kalau tidak bisa kamu tidak usah ikut memasak, duduk saja lalu tunggu makanan dihidangkan. Tanganmu jadi luka begini, apa yang akan dikatakan oleh Tante saat melihat tangan mu luka begini? ck,,bandel sekali diberitahu!"


Afri hanya tersenyum melihat itu, ia tahu Akmal sedang kesal karena ia sangat susah untuk diingatkan. Namun baginya itu tidak lain adalah bentuk perhatian dari Akmal.


Kina melihat itu dan mendengarkan semua nya, ia tidak bisa memungkiri bahwa Akmal ternyata masih sangat perduli dengan Afri. Laki-laki itu bersikap keras hanya untuk memberikan batasan kepada gadis itu. Sepertinya kehadiran Kina benar-benar akan membuat Afri kesulitan untuk mendapatkan Akmal.


Afri terlihat sangat bahagia juga tersenyum kearah Akmal padahal tangan nya sedang luka dan Akmal juga membentak nya tadi.


"Malah senyam senyum gajelas, udah ahh kina udah nunggu dimeja makan. Cepet beresin semuanya terus datang ke meja makan."


Seketika senyuman Afri luntur dan melihat kearah Akmal yang berjalan kearah Kina sembari tersenyum lebar. Jelas ia tahu perbedaan bagaimana tatapan Akmal terhadap dirinya dibandingkan dengan Kina.


"Udah siap semua na?" Tanya Akmal meraih sendok dari tangan kina.

__ADS_1


"I,,iya mal. Kenapa dengan Afri mal?" Tanya Kina pura-pura tidak tahu.


"Aku gapapa kok na, cuma luka dikit heheh udah diobati kok sama Akmal," ucap Afri dengan pelan datang dengan wajah ramah nya.


"Syukurlah kalau begitu fri," ucap Kina kemudian duduk begitu juga dengan Akmal dan Kina.


Afri mencoba berbagai cara untuk mendapatkan perhatian dari Akmal, ia kini berinisiatif untuk menyiapkan makanan ke piring Akmal namun laki-laki itu malah mengarahkan piring nya kearah Kina seolah meminta gadis itu untuk menyiapkan untuk nya.


"Biar aku aja mal yang nyiapin, kina kan udah masak dan nyiapin meja tadi. Jadi sekarang giliran aku yang nyiapin makanan ke piring."


Akmal hanya diam saja lalu meletakkan piring nya dengan wajah datar. Kina hanya diam saja, awalnya ia benar-benar merasa tidak enak karena Akmal bersikap seperti itu. Ia takut Afri akan semakin salah faham kepada nya dan ia takut Afri akan membencinya nanti.


Afri mulai menyendokkan beberapa sendok nasi dan juga lauk-pauk kearah piring Akmal namun laki-laki itu seketika menghentikan Afri.


"Sudahlah, kamu terlalu banyak memasukkan nasi. Aku akan makan sedikit nasi dan akan memakan soto lebih banyak, soto buatan kina emang paling enak."


Afri langsung merasa seolah Akmal sengaja mengatakan itu dihadapan nya untuk membuat gadis itu semakin berhenti mengejar nya. Jelas Kina akan semakin merasa tidak enak melihat suasana itu.


"Sekarang giliran kina heheh."


"Kamu terlalu banyak memasukkan nasi ke piring kina, Kina tidak pernah makan lebih dari dua centong nasi."


Afri sejak tadi mencoba untuk tetap bersabar, ia benar-benar merasa sakit hati dan juga terasa pilu sebab Akmal sangat perhatian kepada kina lebih dari seorang teman. Apa ia harus bersikap seperti itu dihadapan Afri?.


"Maaf yah kina, aku gatau!" Ucap Afri dengan pelan lalu mengurangi isi piring Kina.


"Gapapa kok fri, aku emang lagi pengen makan banyak kok heheh."


Afri sedikit lega dan juga merasa tenang melihat wajah Kina, gadis itu memang tidak bersalah sama sekali. Afri bisa merasakan kalau Kina sama sekali tidak pernah bermaksud untuk menjadi beban dalam hubungan mereka.


"Yaudah sekarang kina aku kasih sambel yah," ucap Afri dengan semangat.


"CK,,sudah cukup Fri! Kina gak bisa makan sambel banyak-banyak, kalau gak tau porsi orang yah gak usah sok bisa."


Akmal langsung menarik piring sambel itu dari arah Afri, Afri bahkan sampai kaget dan sambel itu mengenai baju Afri.

__ADS_1


"Maaf yah Kina, aku gatau kamu gak bisa makan samb banyak-banyak. Kalian lanjut makan saja, aku ke kamar bentar yah ganti baju heheh."


Mata gadis terlihat memerah menahan tangis, Kina saja tidak sanggup melihat perlakuan Akmal terhadap Afri. Ia tahu Akmal hanya ingin membuat kina berhenti mengejarnya lalu kembali kerumahnya namun gadis itu tetap saja tidak tega melihat Afri seperti itu.


"Aku ke kamar dulu yah mal nyusul Afri, kayaknya Afri bakal susah buka lemari."


Kina berjalan kearah kamar dan apa yang ia pikirkan benar terjadi, saat membuka pintu ia melihat Afri sedang menangis dilemari.


Saat melihat kehadiran Kina Afri langsung menghapus air matanya dan berpura-pura melihat lemari seolah sedang memilih bajunya.


"Make baju apa yan heheh."


Kina tahu Afri sedang berpura-pura kuat, gadis itu jelas sedang menangis tadi.


"Kok kamu gak makan bareng Akmal na?   Apa ada yang mau kamu sampein?" Tanya Afri masih membelakangi Kina seolah sedang memilih baju.


Kina berjalan kearah Afri lalu memegang pundak gadis itu, jelas sekali ia sedang mencoba berpura-pura kuat padahal saat ini ia sedang menangis tertahan.


"Gapapa fri, jangan ditahan. Aku tahu kalau saat ini kamu sedang tidak baik-baik saja," ucap Kina dengan pelan.


Afri tertawa pelan " Ihh apaan sih na? Jangan gitu ahhh."


"Aku tahu kamu lagi nangis fri, aku tahu gimana perasaan kamu. Maafin aku yah!"


Kini air mata Afri benar-benar tidak bisa ia tahan lagi,gadis itu sudah mencoba untuk kuat sejak tadi. Saat Akmal berkali-kali membentak juga mengatakan berbagai macam hal kepadanya ia masih mencoba bertahan namun entah kenapa kali ini ia benar-benar sangat ingin menangis.


Kina menarik Afri kedalam pelukannya, gadis itu langsung menangis didalam pelukan Kina.


Afri tidak pernah sesakit ini sebelum nya, sesakit apapun hatinya ia tidak pernah menangis sekeras ini. Kina bahkan sampai merasakan sakitnya perasaan gadis itu.


...🌼To be continued 🌼...


Hayoo Afri nangis tuh gaesss. Akmal kamu kok gitu banget yah? Tapi emang sih seharusnya digituin biar Afri berhenti. Serba salah udahhh.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2