
Kina berdumal kesal meninggalkan Ages karena merasa laki-laki itu benar-benar sudah kelewatan membodohi juga membohongi nya. Bagaimana bisa ia sama sekali tidak sadar sudah seminggu Ages membiarkan ia terlihat begitu bodoh seperti itu.
"Apa mas Ages pikir aku ini lelucon? Bagaimana bisa dia bersandiwara selama seminggu lamanya? akhh membuat ku semakin kesal saja memikirkan hal itu."
Kina menutup pintu belakang membiarkan Ages disana seorang diri, kina mencoba menjernihkan pikiran nya dengan mandi namun tiba-tiba saja bapak itu datang dari arah luar dengan sebuah kotak di tangan nya.
"Ini neng," ucap bapak itu dengan ramah menyodorkan sebuah kotak berisi es krim beraneka ragam rasa.
"Es krim? Kok banyak banget pak. Makasih banyak pak aduhhh memang bapak paling pengertian deh," ucap kina begitu semangat dan meraih kotak itu.
Bapak itu menggeleng karena sepertinya Kina salah faham, ia pasti mengira bapak itu yang membelikan Kina padahal sebenarnya itu adalah pesanan Ages.
"Bukan begitu neng sa,,"
"Bapak tidak usah menutupi nya lagi, makasih banyak banget loh pak hiks,, terharu banget udah lama aku pengen es krim dan tadi mas Ages menggagalkan ku untuk makan es krim."
"Ini adalah pesanan,,,"
"Iya pak makasih banyak pak, mari kita makan bersama pak."
Bapak itu hendak melanjutkan kembali ucapnya namun tertahan saat melihat Ages yang baru saja datang dari taman belakang sembari memberikan isyarat agar ia tidak usah mengatakan yang sebenarnya.
"Kalau begitu silahkan dinikmati neng, bapak pulang dulu."
"Iya pak makasih banyak yah pak, bapak gak mau ikut makan nih?" Tanya Kina menyodorkan es krim itu.
"Tidak usah neng terimakasih, saya pamit."
Kina mengangguk dan kembali melihat kearah kotak itu dengan mata yang berbinar-binar, ia terlihat sangat terharu dengan apa yang ia dapatkan itu. Memang rezeki tidak akan kemana-mana yah.
"Wahh banyak sekali rasanya, aku makan yang mana dulu nih?" Kina terlihat sangat kebingungan bahkan untuk mencoba memakan nya.
Ages tersenyum memandangi gadis itu dan tentunya Kina tidak sadar bahwa Ages sedang mengamati nya disana.
"Bukankah tadi laki-laki itu mengatakan kalau rasa taro gak kalah enak? Apa aku coba yang taro saja yah?" Gumam Kina memikirkan dan menimbang lagi.
Dahi Ages sedikit mengeryit karena Kina menyebut pria lain , walaupun hanya sebatas mengatakan itu saja Ages benar-benar tidak suka.
"Sudah kubelikan es krim masih saja menyebutkan pria lain, menyebalkan!" Kesal Ages mengepalkan tangannya.
Namun kekesalan nya itu hilang karena melihat sikap Kina yang begitu imut dan lucu, apa memang seluruh wanita seperti itu yah? Kalau mau makan yah tinggal makan kenapa harus berpikir ini itu?.
"Tapi yang coklat juga kelihatan enak banget, apa aku coba yang rasa nanas aja?"
Ages tertawa pelan dan menutup mulutnya Takut kina menyadari nya. Kina benar-benar sangat menggemaskan dan membuat Ages tidak tahan melihatnya.
"Akhh aku coba strawberry saja deh "
__ADS_1
Kina memasukkan tangannya ke kotak itu dan mengeluarkan sebuah es krim rasa taro, benar-benar diluar dugaan hingga Ages menggeleng tidak mengerti. Untuk apa ia berpikir begitu panjang dan menyeleksi segala rasa es krim itu kalau akhirnya ia hanya akan mencoba rasa taro?.
"Benar-benar menggemaskan."
Kina mencoba es krim itu dengan perlahan lalu seketika wajahnya terlihat sangat ceria dan matanya tertutup menikmati es krim itu. Hatinya benar-benar damai karena rasa lembut dan enak itu menyatu di dalam bibirnya.
"Apa dia sesuka itu? Kenapa sampai memejamkan mata? Kucium baru tahu rasa," gumam Ages tidak tahan melihat tingkah Kina.
"Kenapa seenak ini? Akhh aku bisa gila!"
"Benarkah seenak itu?" Tanya Ages mendekat kearah Kina yang sedang sibuk dengan es krim ditangannya.
Kina langsung melirik kearah Ages dengan wajah yang sangat kesal "Tolong yah mas kali ini jangan menganggu ku saat memakan es krim," ucap kina waspada.
Ages tertawa mendengar itu, benar-benar galak hanya karena es krim saja.
"Kamu makan aja semuanya aku tidak akan memintanya, galak banget gara-gara es krim doang!"
"Yakin mas gak mau coba?" Tanya Kina dengan perlahan.
"Emang boleh?" Tanya Ages dengan perlahan.
"Hmm karena bapak itu sudah baik memberikan ku es krim yang banyak itu maka tidak salah aku membaginya dengan mas,"ucap Kina dengan pelan.
Ages tertawa karena kina benar-benar mengira es krim itu adalah pemberian dari bapak itu, baiklah lebih baik berpura-pura tidak tahu saja. Kina juga pasti tidak akan mau kalau Ages jujur es krim itu darinya.
"Tapi mas juga harus tau diri yah, masa dikasih malah ngambil banyak. Mas gak boleh ambil banyak yah!" Ucap kina mencoba waspada, ia takut Ages akan mengambil banyak bagiannya.
Ages tertawa lagi karena Kina sungguh diluar dugaannya, bagaimana bisa ia baru menyadari setiap tingkah gadis itu benar-benar luar biasa menggemaskan.
"Baiklah kamu tenang saja, aku hanya akan mencicipi sedikit saja, kamu ambil semuanya karena aku hanya ingin mencicipi ini saja."
Perlahan Ages menarik pinggang Kina hingga gadis itu kaget bukan main, Ages mendekat secara kilat dan bibirnya kini sudah berhasil menempel di bibir Kina.
Mata gadis itu terbuka sangat lebar dengan jantung yang berdetak begitu juga dengan jantung Ages yang tidak kalah kencang detakan nya. Kina sungguh tidak menduga Ages akan mencium nya secara mendadak.
Ages sendiri sejak tadi sudah gagal fokus karena bibir kina, ia terlihat seolah sedang menggoda Ages padahal sebenarnya kina tidak melakukan apapun.
Kina malah semakin kaget karena Ages tidak hanya mengecup nya secara dadakan, namun laki-laki itu bahkan nekat menggerakkan bibirnya disana sembari melumaat lembut bibir tipis Kina yang terlihat sangat habis di bibir tebal milik Ages.
Kina mencoba memberontak namun Ages semakin mengeratkan pelukannya dipinggang gadis itu, ia terus saja mengerakkan bibir nya seolah sedang mencicipi bekas es krim didalam mulut gadis itu.
"Mphhh,,"
"Akhhh sstt,," Ages kaget dan seketika melepaskan ciumannya karena Kina yang sedang keras mengigit bibir bagian bawahnya.
"Kenapa kamu menggigit bibir ku? Apa kamu vampir?" Kaget Ages memegangi bibirnya yang baru saja digigit oleh Kina.
__ADS_1
Kina menatap kesal kearah Ages karena laki-laki itu benar-benar lancang mencium nya.
"Mas yang kenapa tiba-tiba mencium bibirku?" Pegang kina diarea bibir nya lalu kembali beralih menatap kesal kearah Ages.
"Kan aku sudah dapat izin." Bela Ages masih memegangi bibirnya menahan perih.
Kina mengeryit tidak mengerti dengan ucapan Ages, sejak kapan ia memberikan izin kepada Ages untuk mencium bibirnya dan lebih tepatnya laki-laki itu juga tidak pernah meminta izin untuk mencium nya. Selalu saja nyosor tanpa izin. Dasar laki-laki buaya darat.
"Dapat izin? Mas mimpi yah? Sejak kapan aku memberikan mas izin untuk mencium ku? Lagian mas juga gak pernah tuh minta izin, maen nyosor aja huh!"
Ages tersenyum pelan karena melihat Kina sedang marah saja ia tidak sanggup, kina saat sedang marah juga menggemaskan. Mata Ages sepertinya sudah bermasalah karena apapun yang dilakukan gadis itu malah membuat ia gemas.
"Malah senyum, bukannya merasa bersalah juga."
"Untuk apa aku merasa bersalah? Aku emang gak salah kok!"
"Yah mas salah dong udah lancang cium aku tanpa izin," ucap Kina mengulangi nya kembali agar Ages tahu dimana letak kesalahannya.
"Kan aku udah dapat izin sayang," ucap Ages dengan pelan.
Kina semakin kesal karena Ages bahkan menggoda nya dengan panggilan sayang, benar-benar laki-laki buaya. Baru kali ini Kina benar-benar melihat sisi buaya Ages. Selama ini ia terlihat sangat dingin dan juga berkelas ternyata sama saja dengan laki-laki diluar sana.
"Aku gak pernah ngasih mas izin," ucap kina dengan kesal.
"Kan tadi kamu sendiri yang nawarin buat aku ngerasain es krim itu, yaudah aku kan cuma ngerasain doang. Masa gitu aja marah, memang perempuan gak pernah mau ngakuin padahal tadi udah ngasih izin."
Kina membelalak tidak percaya dengan bibir Ages yang julid itu " Mas mencium ku bukan merasakan es krim!".
"Aku merasakan es krim itu dari mulutmu, memang nya salah? Tadi juga kamu bilang jangan banyak yaudah aku cuma mau menghemat aja dari bibir mu aku sudah bisa merasakan nya jadi makan saja sisanya habiskan semua."
Kina benar-benar tidak bisa membantah laki-laki itu, ada aja jawabannya diluar nalar kina. Kenapa mencicipi es krim malah lari ke bibir?.
"Rasanya sangat manis, taro bukan?" Bisik Ages sebelum ia pergi ke kamar meninggalkan Kina yang benar-benar setengah mati kesal.
"Akhhh mas Ages gila!" Kesal kina melihat kepergian Ages seperti tidak ada salah sama sekali.
...🌼To be continued 🌼...
Modus terosss modus terosss, dasar tukang nyosor lu Ages. Bilang aja kecanduan bibir kina kan? Pinter banget nyari cara biar bisa icip bibir kina.
"Fitnah teross, orang cuma mau ngicip es krim doang. Kebetulan melalui bibir kina," Ages.
"Alasan klasik."
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1