
Kina keluar dari kamar menuruni tangga dengan wajah kesal karena perbuatan Ages yang selalu saja semena-mena dengan nya. Bukankah sangat jelas sekali kalau Ages sedang modus mencuri ciuman dibibir Kina dengan mengatasnamakan ada yang kurang di bubur buatan Kina.
Sementara Ages kini masih duduk diatas ranjang sembari tersenyum sendiri mengingat ciuman singkat nya dibibir Kina tadi. Walaupun durasinya sangat singkat namun sangat berkesan bagi Ages,ia sempat melumaat bibir tipis gadis itu dan merasakan manisnya bekas bubur yang ia makan menyatu dengan manisnya bibir Kina.
"Kenapa aku selalu saja tidak bisa mengalihkan pandangan ku dari bibir Kina? Akhh benar-benar menyiksaku." Ages memegang bubur yang diletakkan oleh Kina tadi.
Ia benar-benar kehabisan energi namun karena mendapatkan ciuman dari kina ia seolah telah mendapatkan stamina yang lebih baru. Bubur itu tidak sebanding dengan ciuman Kina.
"Akhh wajahnya sangat imut ketika kaget mendapatkan ciuman dari ku," gumam Ages tersenyum mengingat Kina.
Kina sendiri sejak tadi merengut juga berdumal sendiri karena kesal dengan sikap Ages. Jelas sekali laki-laki itu membuat ia kesal karena main nyosor aja dibibir Kina.
"Mas Ages kenapa sih? Emangnya ini bibir jemuran apa main comot aja. Akhh kenapa mengingat itu aku semakin kesal saja?"
Kina memasukkan beberapa pakaian ke dalam mesin cuci, ia masih saja memasang wajah tak suka.
Ages benar-benar sangat membingungkan kina, ia datang ke rumah itu setelah dua Minggu kabur namun apa yang ia dapati sikap Ages benar-benar berubah. Bukankah Ages adalah laki-laki yang sangat kasar, dingin juga tidak ramah. Namun laki-laki itu kini terlihat lebih mudah tersenyum, ia juga berbicara sangat lembut ditambah tadi Ages bahkan menangis hebat dalam pelukan Kina.
"Kenapa sih dengan nya? Apa mas Ages kepentok setan gila yah? Tiba-tiba aja nangis padahal kan mas Ages bukan tipe orang yang mudah menangis."
Kina masih saja memikirkan bagaimana bisa seorang Ages berubah total dalam dua Minggu. Kina jadi curiga itu hanya akal-akalan Ages saja sebelum ia benar-benar akan membuat Kina sengsara.
"Kamu harus hati-hati Kina, mungkin saja mas Ages hanya mencoba menyiksamu dengan cara lain. Waspada!"
Kina menunggu cucian itu selesai sembari memikirkan beberapa hal yang harus ia lakukan dalam menghadapi Ages. Laki-laki itu bukanlah laki-laki yang bisa ia anggap sepele. Harus memikirkan matang-matang cara bertahan hidup dengan Ages karena laki-laki tidak segan-segan melakukan apapun yang ia kehendaki.
Brugh.
Tlang.
Kina kaget saat mendengar suara mangkuk dan gelas jatuh dari arah kamar. Segera kina matikan mesin cuci dan beruntung nya cucian sudah selesai tepat waktu.
Ia khawatir terjadi sesuatu di dalam kamar, dan benar saja Ages tengah terbaring diatas lantai dengan mangkuk bubur yang tumpah beserta gelas yang pecah didekat nya.
"Ya ampun mas, kenapa bisa begini? " Kaget Kina datang kearah Ages lalu membantu laki-laki itu bangkit dengan susah payah keatas ranjang.
Kina bisa merasakan kalau tubuh Ages masih sangat lemah, kalau ia tebak pasti Ages hendak bangkit dan tidak sengaja jatuh.
"Mas mau kemana?" Tanya Kina pelan.
Ages sedikit tersenyum namun ia kembali memasang wajah datar. Mendengar nada lembut Kina ia sedikit senang ternyata saat ia sakit gadis itu akan bersikap lembut kepada nya.
__ADS_1
"Aku,,aku hanya ingin meraih susu itu namun malah terjatuh."
Kina benar-benar merasa bersalah karena terlalu kesal dengan Ages ia sampai mengabaikan kalau Ages tengah sakit dan juga tangannya tidak bisa ia gunakan sementara.
"Yasudah mas tunggu yah, aku siapkan dulu minuman yang baru. Mas Jangan kemana-mana dulu soalnya ada beling dilantai nanti kaki mas malah ketusuk."
Ages terpaku menatap kearah Kina yang begitu terlihat ketulusan nya saat merawat Ages, kenapa ia baru sadar bahwa kina sangat lah manis dan juga penuh kasih sayang? Apa karena selama ini ia sangat membenci kina hingga melupakan hal itu.
Ages diam memandang Kina yang keluar dari kamar menuju dapur untuk mempersiapkan minuman untuk menggantikan susu yang sempat ia jatuhkan itu.
"Wahh sepertinya lebih baik aku sakit lebih lama, kina memperhatikan ku saat aku sedang sakit." Senyuman Ages lebar seperti sedang merencanakan sesuatu.
Padahal tadi Kina sempat kesal karena Ages menciumnya secara tiba-tiba, namun karena melihat Ages terjatuh ia malah merasa tidak tega membiarkan laki-laki itu.
"Mas Ages benar-benar menyebalkan, namun aku sungguh tidak bisa membiarkan dia begitu saja. Ia saat ini sedang lemah, hitung-hitungan kamu sedang berusaha mencari muka kina. Siapa tahu karena kamu mengurusnya dengan baik maka dia tidak akan menghukum mu lagi," gumam Kina sembari menyiapkan susu untuk Ages.
Ia berjalan dengan pelan menuju kamar dan melihat Ages tengah duduk ditepi ranjang. Laki-laki itu benar-benar kesulitan untuk bergerak saat ini, Kina jadi tidak kuasa untuk mengabaikan nya padahal kan seharusnya ini kesempatan kina untuk balas dendam dengan semua perlakuan nya selama ini.
"Minum dulu mas selagi hangat," ucap Kina memberikan itu kepada Ages namun laki-laki itu menggeleng.
"Sepertinya masih sangat panas, aku takut mulutku terbakar saat meminumnya." Ages dengan nada sedikit manja hingga kina sendiri kebingungan dengan nada bicara laki-laki itu.
"Tidak panas mas, aku sudah mengukur suhunya tadi. Aku sengaja membuat susu untuk mas dengan air hangat,"ucap kina mencoba untuk meyakinkan Ages.
"Untuk apa aku melakukan hal itu mas? Yaudah aku tiup dulu deh biar mas minum."
Dengan segala keterpaksaan Kina meniup susu yang baru saja ia buat itu, padahal ia membuat nya dengan air hangat bukan air panas. Ages memang sangat pandai membuat kina kesal.
Ages memandangi Kina yang sibuk meniup susu digelas itu, mata Ages tidak hentinya menatap lurus kearah bibir Kina yang merah sembari meniup susu itu.
"Kendalikan dirimu Ages, kalau kamu nyosor lagi kina mungkin akan benar-benar marah padamu."
Ages mencoba mengalihkan pandangannya dari kina, bisa-bisa ia benar-benar akan menyambar bibir kina lagi.
"Sudah mas, nanti keburu dingin gak enak lagi."
Kina mencoba menyodorkan susu itu kearah Ages namun laki-laki itu masih saja menggeleng dengan wajah memelas nya. Benar-benar memusingkan melihat tingkah gilanya itu.
"Kenapa lagi mas? Jangan dibiarin gini dong susunya. Mas butuh ini biar punya tenaga,"ucap Kina mencoba membujuk Ages.
"Tanganku tidak bisa memegang gelas itu, bantu aku meminumnya."
__ADS_1
Kina memutar bola matanya malas karena mendengar ucapan Ages. Apa laki-laki itu sedang bersikap manja kepada nya? Kenapa?.
"Masa minum juga harus dibantu mas?"
"Kamu tidak lihat tadi? Saat aku sedang mencoba untuk minum malah terjatuh tadi."
Kina memang mengakui itu, dengan pelan ia mendekat kearah Ages lalu mencoba membantu laki-laki itu untuk meminum susu itu.
Ages tersenyum karena kina membantu nya untuk minum susu itu sampai tidak sadar bahwa sudut bibirnya tertinggal bekas susu itu.
"Mas kalau minum yang bener dong," ucap kina dengan pelan mengusap sudut bibir Ages.
Laki-laki itu langsung terdiam dan menatap Kina, begitu juga dengan Kina yang terdiam mata mereka saling bertemu satu sama lain.
Waktu seolah terhenti, Ages benar-benar tidak bisa memalingkan pandangannya dari arah Kina. Sedangkan Kina juga terdiam mencoba mengalihkan pandangannya.
Ia langsung bangkit dari ranjang dan meletakkan susu itu di nakas dekat tempat tidur.
"Mas kalau mu minum bilang lagi yah, aku bersihin bekas beling ini dulu."
Kina mengambil sapu dan mulai membersihkan bekas pecahan gelas serta mangkuk tempat bubur tadi.
"Hati-hati, awas terkena pecahan beling itu!"
Kina melirik sekilas kearah Ages, sejak kapan laki-laki itu tahu cara perhatian kepada orang lain?. Bukan dirinya yang biasa.
Kina memilih mengabaikan ucapan Ages dan kembali fokus membersihkan lantai itu.
Ages tidak marah karena Kina mengabaikan nya, bukankah biasanya Ages akan naik pitam saat kina mengabaikan nya. Kina saja sampai khawatir tadi, namun ia lega karena Ages sama sekali tidak marah.
Laki-laki itu malah tersenyum kearah Kina, memperhatikan gerak gerik gadis yang sedang sibuk bekerja itu.
"Kenapa dengan nya? Apa otaknya benar-benar sedang bergeser? Kenapa senyum sendiri?"
Kina menggeleng Sembari bergidik ngeri melihat tingkah Ages yang aneh itu.
...🌼To be continued 🌼...
Awokawok,,ages kamu kenapa dah? Gila apa otakmu emang lagi kegeser wkwkw.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀