
Ages mencoba untuk tetap fokus dalam mengerjakan pekerjaan nya di kantor. Walaupun sebenarnya pikiran juga fokus nya benar-benar teralihkan karena Kina. Entah alasan apa gadis itu terus saja memenuhi isi pikiran Ages.
Mulai dari sikap gadis itu yang selalu saja diam dan terlihat acuh tak acuh, pasrah dan bahkan ia terlihat kesal juga ingin melawan Ages namun ia tak kuasa.
Ia ingat kembali kenangan lalu saat hubungan nya dengan Kina masih sangat baik dan juga serasi. Gadis itu datang ke rumah nya dengan wajah lugu serta polos. Ia sangat penakut juga pendiam dan selalu saja bergantung kepada kakaknya.
Lena adalah kakak yang didatangi oleh Kina ke kota ini, dan kebetulan sekali Ages adalah kakak iparnya. Mereka terlihat sangat damai kala itu sebelum kejadian mengenaskan menimpa Lena.
Ages ingat betul bagaimana ia sangat kesulitan dalam mendapatkan Lena dan saat berhasil mendapatkan nya ia harus mendapatkan fakta kehilangan gadis itu saat menyelematkan Kina yang hampir saja ditabrak oleh seseorang yang tidak diketahui siapa dalangnya. Ia lari setelah menabrak Lena yang menyelamatkan Kina.
Sampai sekarang Ages masih sibuk dalam pencarian orang tersebut, karena belum juga mendapatkan nya Ages melimpah seluruh kesalahan kepada Kina untuk sekedar menghibur rasa duka juga rasa bersalah tidak bisa menjaga Lena.
"Aku sangat merindukanmu sayang, kenapa kamu sangat cepat pergi meninggalkan ku disini. Aku hampa dan juga seolah tidak ada artinya hidup tanpa mu," ucap Ages dengan tatapan nanar melirik kearah foto Lena yang ada diatas meja kerja nya.
"Ku pikir saat aku mencoba untuk menghukum Kina dan menyalahkan nya atas segalanya aku akan merasa lebih baik. Nyatanya tidak sama sekali, aku malah semakin merasa hampa dan aku merasa terluka sendiri di dalam hatiku. Aku merindukan mu sungguh dan setiap melihat wajahnya aku semakin dilanda banyak sekali perasaan yang membingungkan ku."
Ages benar-benar tidak mengerti dengan perasaan nya, ia benar-benar sangat ingin menyalahkan kina atas segalanya. Mencoba untuk melupakan fakta bahwa kina adalah adiknya Lena dan sudah sepenuhnya harus bertanggungjawab atas kepergian Lena. Namun, akhir-akhir ini hatinya seolah berkhianat.
Sejak melihat sisi kina yang lemah dan juga terpuruk entah kenapa Ages merasa seolah ia telah melakukan kesalahan besar terhadap gadis itu. Kina benar-benar hancur dan Ages melihat dengan mata kepala nya sendiri gadis itu hampir saja menghilangkan nyawa nya sendiri.
Untung saja Ages dengan cepat bertindak membawa nya ke rumah sakit. Kalau saja ia tidak sadar maka kina akan benar-benar akan kehilangan nyawanya.
"Kenapa semakin hari aku semakin tidak bisa membenci gadis itu? Dia seolah menghipnotis ku hingga tidak bisa marah kepada nya."
Ages memikirkan kembali bagaimana cara untuk mengontrol perasaan nya . Kalau ia masih seperti ini maka ia akan gagal dalam membalasnya dendam nya. Entahlah apakah hal itu pantas untuk disebut sebagai balas dendam?.
"Aku harus tegas dengan perasaan ku sendiri, Kina tetaplah gadis yang harus aku buat sengsara hidupnya. Kenapa kamu goyah hanya karena beberapa akting singkat nya?" Ages mencoba untuk membangun kembali niat awalnya.
__ADS_1
Ages menguatkan hatinya dan kembali mengingat niat awalnya. Kina bukanlah gadis yang seharusnya ia berikan sikap lunak. Karena gadis itu adalah gadis yang sudah menghancurkan kebahagiaan untuk nya.
Suasana rumah sakit benar-benar terlihat ramai sekali. Apalagi sudah mulai malam hari, Ages baru kembali dari kantor menuju rumah sakit. Benar-benar melelahkan baginya karena banyak sekali pekerjaan nya yang terbengkalai dikantor karena kemarin ia tidak masuk kantor.
Pintu ruangan itu dibuka dengan pelan oleh Ages namun ia dibuat kaget karena tiba-tiba saja ibu-ibu itu berlari kearahnya dengan wajah yang sangat khawatir.
"Is,, istrimu..."
Ages mengeryit pelan dan kebingungan karena saat ia baru saja datang sudah langsung dihadang oleh ibu-ibu itu.
"Ada apa dengan Kina buk?" Tanya Ages dengan pelan.
"Istrimu tidak ada diranjang nya."
"Mungkin sedang ke kamar mandi buk?"
"Sejak tadi ia tak kunjung kembali ke sini, kami sudah mencari nya disekitar bangsal namun tidak menemukan nya."
Ages langsung berjalan kearah ranjang Kina, ia melihat ranjang kosong dan sudah dingin pertanda kina sudah lama tidak menempati nya. Ia melihat paket makanan yang ia kirimkan juga sama sekali tidak disentuh oleh gadis itu.
"Dia belum makan?" Tanya Ages dengan wajah khawatir. Entahlah ia juga tidak mengerti apakah ia benar-benar sedang khawatir saat ini atau bagaimana.
"Kami sudah memaksa nya untuk makan namun ia menolak, mungkin saat kami sedang sibuk mengurus keluarga kami dia keluar tanpa pamit."
"Bukankah aku sudah meminta bantuan untuk memperhatikan nya? Kemana dia malam-malam begini? Belum makan sama sekali."
Ages langsung keluar dari ruangan itu mencari keberadaan Kina yang ia sendiri tidak tahu akan kemana perginya gadis itu.
__ADS_1
Ages menyusuri rumah sakit mulai dari beberapa bangsal, seluruh kamar mandi dan bahkan ia juga sudah sampai di taman yang luas itu untuk mencari keberadaan gadis itu.
Namun hasilnya nihil, ia sama sekali tidak menemukan keberadaan kina. Gadis itu benar-benar menghilang seolah ia benar-benar sudah berencana untuk kabur.
"Kondisi nya masih belum stabil, kemana dia malam begini? Bagaimana kalau dia kenapa-napa?" Gumam Ages berjalan pelan melihat sekeliling nya.
Sosok kina benar-benar sama sekali tidak terlihat, begitu banyak manusia yang ada disana namun satupun tidak ada yang seperti kina. Ages kewalahan mencari nya namun tak kunjung ketemu.
Sedikitpun tidak ada dalam benak Ages kalau kina akan senekat ini untuk melarikan diri bahkan dari rumah sakit dengan keadaan tangan yang sedang terluka parah dan juga Ages bisa mengingat dengan jelas kalau gadis itu sedang kesulitan untuk berjalan bahkan untuk bergerak saja ia kesulitan karena seluruh tubuhnya kesakitan akibat perbuatannya.
"Kenapa dia begitu nekat? Aku sudah memperingatkan nya untuk tidak memancing ku. Gadis itu benar-benar sangat keras kepala!"
Ages kembali berjalan menyusuri rumah sakit. Kini ia beralih melihat beberapa tangga juga ruangan persediaan dan gudang tentu saja dibantu oleh pihak rumah sakit. Namun tetap saja hasilnya benar-benar nihil, kina tidak ditemukan keberadaan nya.
"Kemana dia pergi? Tidak ada satupun tempat yang bisa dia tuju di kota ini."
Ages kini beralih mencari keberadaan Kina, ia menaiki mobilnya mencoba mencari disepanjang jalan yang menurut nya kina akan melewati nya saat sedang keluar dari pekarangan rumah sakit.
Matanya mencari sepanjang jalan, berhenti sejenak untuk memastikan apakah itu Kina dan kembali berjalan saat melihat hasilnya ternyata bukan kina.
...🌼To be continued 🌼...
Giliran Kina dah pergi baru aja khawatir hadeuhh dasar Ages. Cari aja sampai ketemu dan semoga gak ketemu hahaha.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1