Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 60: Pelukan gemas


__ADS_3

      Kina yang masih sibuk mengantri di barisan orang-orang yang sedang menunggu giliran untuk membeli es krim, matanya bergerak kesana-kemari karena tidak sabar. Bahkan ia sampai menelan ludah saat melihat beberapa pelanggan yang sudah mendapatkan es krim mereka, melihat krim kocok yang sangat penuh diatas cup itu benar-benar membuat Kina tidak sabar hingga ia melompat tidak jelas.


"Kapan yah giliran ku? Akhh aku sangat tidak sabar," gumam kina masih saja bergerak menghilangkan kebosanan menunggu.


Sudah beberapa menit ia menunggu namun ia masih harus mengantri lagi, wajahnya tetap tersenyum karena menunggu es krim akan sebanding dengan rasa es krim yang akan ia cicipi nanti.


"Satu, dua, tiga , empat..aha ada lima orang lagi." Kina sedikit semangat karena sebentar lagi akan jadi giliran nya.


Namun tiba-tiba ia disapa oleh seorang laki-laki muda, dengan wajah manisnya ia tersenyum kearah kina yang awalnya tidak mengopeninya namun karena laki-laki itu membahas jenis es krim kina jadi ikut terbawa topik pembicaraan.


"Sudah berapa lama kamu antri disini?" Tanya laki-laki itu dengan pelan.


"Sejak tadi," ucap kina pelan.


"Baru pertama kali yah antri disini? Seharusnya kamu tahu taktik yang jelas agar lebih cepat mendapatkan pesananmu."


Kina hanya diam saja tidak menanggapi nya, hingga laki-laki itu terlihat berpikir untuk menarik perhatian kina kembali.


"Rasa mint benar-benar sangat enak, rasa mint disini berbeda dengan es krim di tempat lain."


"Benarkah?" Tanya Kina dengan wajah penasaran.


Laki-laki itu tersenyum karena melihat wajah penasaran dari kina, jelas itu adalah pertanda bahwa gadis itu sudah mulai masuk ke dalam perbincangan mereka.


"Rasa taro juga gak kalah enak,"ucapnya dengan pelan pula.


"Wahh jadi pengen cobain semuanya,"ucap kina dengan wajah tidak sabar.


Mereka terus saja berbincang dibarisan antrian itu, sesekali mereka tertawa karena ada topik yang lucu hingga tidak sadar kini hanya dua orang lagi di hadapan kina.


"Ayo kita pulang," ucap seseorang yang ternyata itu adalah Ages yang tiba-tiba saja menarik tangan Kina dengan erat.


Kina kaget bukan main karena Ages yang datang dan tiba-tiba menarik tangan nya meninggalkan barisan pengantri es krim itu. Tolong! Ages tidak buta kan? Bagaimana bisa dia menarik Kina disaat sudah hampir giliran nya untuk memesan. Kalau pun ia tidak sabar untuk pulang seharusnya ia bersabar sedikit lagi demi menghargai Kina.


"Mas, sebentar lagi giliranku."


Kina mencoba untuk berontak dan melepaskan tangannya dari genggaman Ages, benar-benar tidak bisa ia relakan karena sudah sejak tadi ia menunggu disana kalau mereka pulang sekarang maka ia tidak akan membawa hasil setelah menunggu sejak tadi.


Ages sama sekali tidak mendengarkan kina dan masih sibuk menarik gadis itu untuk kembali ke mobil mereka yang disana sudah ada bapak itu yang menunggu.


"Mas kumohon, sebentar lagi giliranku untuk memesan. Sejak tadi aku sudah menunggu disana, bukankah akan sangat disayangkan jika aku pulang begitu saja?" Pinta Kina dengan wajah memelas nya.


"Kubilang pulang!" Suara Ages sedikit kesal dan meninggi hingga Kina terdiam pasrah lalu menurut ikut Ages berjalan kearah mobil tanpa pemberontak seperti tadi.


Ages langsung menarik kina menuju mobil yang jaraknya sedikit jauh dari tempat mereka berada.


"Masuklah."


Kina dengan wajah kesal juga cemberut masuk kedalam mobil tanpa sepatah katapun, ia diam dan melihat kearah lain.

__ADS_1


Bapak itu ikut bingung dengan mereka berdua, wajah kina benar-benar sangat kesal Dan Ages juga demikian. Padahal tadi ia ingat betul mereka sangat semangat hendak berangkat ketaman itu.


Mobil dijalankan oleh bapak itu dengan ragu, Ages melirik kesal kearah Kina yang melihat kearah lain sembari cemberut kesal.


"Dasar egois, apa yang kuharapkan dari laki-laki egois seperti mas Ages? Jahat!" Gumam Kina dengan pelan. Jelas Ages sangat egois baginya sebab ia sudah lama antri disana dan dengan mudahnya Ages menggagalkan ia hendak makan es krim itu.


"Kenapa dia malah cemberut saat aku yang seharusnya cemberut disini? Dia kepergok sedang selingkuh begitu malah bersikap seperti korban." Batin Ages sendiri dengan kesal.


Mereka saling bergumam dan berdumal satu sama lain, bapak itu hanya bisa diam tanpa berniat ikut campur.


"Kenapa kamu kesal begitu? Bukankah seharusnya aku yang kesal?"tanya Ages dengan wajah kesal mencoba untuk memulai pembicaraan.


Kina berbalik  dan menatap tidak mengerti kearah Ages, maksudnya apa? Kenapa juga harus dia yang kesal? Padahal kina yang sudah di dzolimi disini.


"Kenapa juga mas yang harus kesal? Jelas aku dong yang harus kesal."


"Kenapa kamu berduaan dengan laki-laki lain disana? Kamu pikir aku tidak melihat itu? Kalian berbicara berdua disana seolah dunia milik berdua saja?" Kesal Ages dengan wajah tidak mau kalah.


Kina benar-benar tidak mengerti dengan ucapan yang baru saja diucapkan oleh Ages, berdua? Dengan siapa kina berduaan disana? Kina mencoba memikirkan lagi dimana letak kesalahannya. Apa karena ia berbicara dengan laki-laki tadi? Bukankah mereka tidak hanya berdua disana ada banyak orang yang sedang antri.


"Maksud mas apa? Siapa juga yang berdua? Pasti mas nyari alasan sendiri biar gak disalahin." Kesal Kina dengan wajah sangat kesal.


Ages tidak setuju dengan argumen Kina tersebut,ia ingat dengan betul kalau Kina sangat asyik berbincang dengan laki-laki tadi.


"Apa sebenarnya yang kalian bahas? Kamu terlihat sangat menikmati perbincangan kalian. Kamu benar-benar sangat suka membuat ku kesal," ucap Ages masih saja mencoba memancing kekesalan kina.


Sudah sangat lama ia menginginkan es krim, Ages benar-benar tidak pengertian dan sangat egois. Kina kesal dan benar-benar sangat kesal kepada Ages.


"Kenapa kamu diam saja? Lihat kesini!" Ucap Ages memerintah gadis itu namun kina tidak mau menurut.


Ia akan mengabaikan Ages kali ini, kekesalan nya sudah menghilangkan rasa takutnya kepada Ages hingga ia dengan berani mengabaikan nya.


"Jawab aku! Kenapa kamu hanya diam saja?"


Ages masih saja berusaha mengajak Kina untuk berdebat, gadis itu sudah terlanjur kecewa.. kesempatan makan es krim nya benar-benar sudah dihancurkan oleh Ages tanpa perasaan.


Bapak itu hanya diam saja sembari fokus menyetir, namun ia memetik sebuah kesimpulan sepertinya ada kesalahpahaman disini.


Karena merasa diabaikan Ages benar-benar emosi kepada Kina, walaupun sebenarnya ia sudah mulai berusaha mengontrol emosinya tetap saja terkadang ia kurang bisa mengendalikan nya.


"Bukankah sudah kukatakan kalau aku sangat tidak suka diabaikan?" Tanya Ages dengan sedikit penekanan lalu memutar bahu gadis itu agar menghadap kearahnya dan tidak melihat kearah luar.


Seketika amarah Ages yang sudah mulai memuncak tadi luluh karena melihat mata kina yang memerah dan setitik air mata jatuh disana. Sejak kapan hati Ages berubah menjadi hello Kitty yang dengan mudah luluh hanya karena melihat wajah sedih Kina? Bukankah dahulu kesedihan gadis itu adalah kesenangan baginya?.


"Kenapa dengan mu? Kenapa kamu menangis?" Tanya Ages dengan wajah khawatirnya.


"Mas jahat hiks,,"


Ages mengeryit mendengar ucapan kina yang menyalahgunakan nya. Ia tidak marah hanya saja ia kebingungan dimana letak kesalahannya.

__ADS_1


"Kenapa kamu menangis hmmm, aku minta maaf."


"Mas benar-benar jahat dan egois, aku benci sama mas hikss.."


"Heyy kenapa kamu menangis begini? Aku salah aku minta maaf." Walaupun sebenarnya Ages benar-benar tidak tahu dimana letak kesalahannya lebih baik cari aman dan segera meminta maaf saja. Perempuan benar akan semakin marah jika kita mengaku tidak tahu dimana letak kesalahan kita.


"Aku tidak mau, mas jahat dan egois. Bukankah mas sendiri sudah tahu kalau aku sejak tadi berdiri disana antri menunggu giliran ku untuk membeli es krim? Aku menunggu disana tidaklah sebentar mas. Butuh waktu lama untuk mendapatkan giliran ku dan saat giliran ku hampir tiba mas dengan jahatnya menarik ku untuk pulang hiks,,jahat."


Kina meluapkan kekesalannya kepada Ages, ia sendiri kebingungan kenapa juga ia harus menangis hanya karena es krim?. Namun, dihadapan Ages ia benar-benar sangat tidak suka laki-laki itu bersikap egois.


Senyuman terbit dibibir Ages, saat menangis pun kina benar-benar terlihat sangat imut dan lucu. Ia menangis hanya karena gagal makan es krim? Ya Tuhan! Ages benar-benar tidak tahan dan segala kekesalan Ages benar-benar hilang karena tingkah kina yang diluar dugaan nya.


Sejak kapan kina terlihat sangat imut dan menggemaskan seperti ini? Apapun yang ia lakukan Ages benar-benar semakin jatuh hati saja.


"Kenapa mas malah tersenyum? Benar-benar jahat dan egois. Aku membencinya hiks,,mas jahat karena sudah menggagalkan acara makan es krim ku.. padahal aku sudah sangat lama menginginkan nya hiks,," tangis Kina masih saja berlanjut hingga Ages tidak tahan dan semakin merasa gemas.


"Ingin ku terkam saja, serius!" Batin Ages mencoba menahan dirinya.


Greb,


Dengan lembut Ages menarik Kina ke dalam pelukannya hingga gadis itu kaget kemudian berontak dalam pelukan Ages. Kina memukul Ages dengan kencang seolah tengah Melampiaskan kekesalan nya.


"Maafkan aku yah, aku benar-benar tidak sadar akan hal itu. Aku hanya tidak suka melihat mu berduaan dengan laki-laki tadi sampai tidak sadar kamu sangat menginginkan es krim itu,"ucap Ages dengan lembut.


"Mas jahat!" Kina masih saja memukuli Ages dalam pelukannya.


Bapak itu sejak tadi hanya diam saja seolah tengah menonton kisah cinta ABG. Dan memang kelakuan mereka berdua seolah seperti anak ABG yang sedang kasmaran. Bapak itu hanya tersenyum pelan karena merasa mereka sangat lucu.


"Anak muda zaman sekarang," gumamnya pelan sembari kembali fokus menyetir.


...🌼To be continued 🌼...


Hayo hayoo tolong apa cuma saya yang baper disini? Sejak kapan Ages semanis itu tolong!!!!!


"Khemm, tolong jangan jatuh cinta dengan saya yah! Saya cuma punya Kina seorang, yang bukan Kina tolong mundur sebelum sakit hati." Ages .


"Kalau author ganti nama jadi kina masuk kategori gak yah?"Author.


"Tolong yah author kalau ngetik itu bangun dulu, jangan kebanyakan mimpi." Ages.


"Sekali lagi ngomong gitu pemeran utama aku ganti jadi si Dono!"Author.


"Sayang author banyak-banyak hehehe," Ages.


"Heleh giliran diancam sok manis lu."


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2