
Bahkan setelah Kina menyudahi permainan Ages itu mereka masih saja menghabiskan banyak sekali waktu diruangan itu. Seperti halnya tadi hari masih sangat terang Kini sudah berganti menjadi malam dan adzan Maghrib sudah berkumandang terdengar jelas ditelinga.
"Wah secepat ini yah sayang waktu berlalu,sudah malam saja."
Ages mengambil beberapa paper bag yang berisi beberapa pakaian yang mereka beli tadi. Seperti biasa kebiasaan boros Ages benar-benar belum bisa ia hilangkan. Karena saat ini mereka tidak hanya membeli sepasang baju couple saja akan tetapi Ages masih saja menambahkan beberapa pasang lagi padahal ia sudah berjanji akan membeli sepasang saja.
"Yakin mas mau beli segitu banyak? Bukankah acara pernikahan Akmal hanya berlangsung sehari mas?" Tanya Kina kembali memastikan nya.
Dan ini adalah ke empat kalinya Kina bertanya tentang jumlah perbelanjaan itu, berkali-kali pun ia coba pikirkan juga renungkan tetap saja ia merasa membeli banyak baju pesta seperti itu benar-benar sangat tidak berguna. Lebih baik disimpan saja uangnya karena mereka tidak sesering itu kepesta hingga harus memiliki banyak baju pesta.
"Tidak apa sayang, sebenarnya mas masih ingin menambah beberapa pasang lagi tapi kamu melarang mas hehehe."
Benar-benar tidak bisa dinasehati, kina menggeleng pasrah karena berkali-kali pun ia katakan Ages benar-benar sulit untuk mengubah kebiasaan boros nya itu.
"Masuklah sayang, pelan-pelan hmmm."
Ages membuka pintu mobil secara perlahan dan membantu Kina untuk masuk dengan lembut ia takut Kina akan merasa sakit atau semacamnya.
"Aku bisa sendiri kok mas, mas terlalu memanjakan ku sebenarnya."
Ages yang baru saja masuk tersenyum mendengar ucapan istrinya itu, padahal sebenarnya bagi Ages sikap dan perhatian nya itu masih sangat sederhana dan belum masuk ke dalam tahap yang memanjakan.
"Padahal mas belum melakukan apapun sayang, kenapa kamu malah berpikir mas terlalu memanjakan mu?" Tanya Ages menyibakkan rambut Kina yang sedikit mengenai pipi nya.
"Segala perhatian mas adalah bentuk memanjakan aku, mulai dari mandi disiapkan air, berjalan saja aku hampir tidak pernah karena mas menggendong tubuh beratku ini. Makan disuapi dan masih banyak lagi perhatian mas yang aku terima, bagaimana caraku membalas mas kalau mas selalu memanjakan ku?" Tanya Kina dengan wajah yang sedikit tidak enakan.
Ages tersenyum dan mengecup pipi istrinya itu hingga Kina sedikit kaget dan pipinya benar-benar memerah sempurna.
"Nanti saat kita sampai dirumah giliran kamu yang manjain aku sayang, mas tunggu yah!" Ages mengatakan hal tersebut dengan nada yang sangat menggairahkan hingga Kina menelan ludah membayangkan apa yang akan terjadi nanti.
Seketika Kina terdiam memikirkan bagaimana ia nantinya, Ages sepertinya benar-benar akan menagih janji yang ia buat diruangan pribadi tadi. Padahal sebenarnya Kina hanya berjanji dengan asal agar Ages menghentikan permainan nya disana.
Bahkan sampai mobil berhenti di depan rumah Kina masih saja terdiam melamun seorang diri. Ia sama sekali tidak sadar saat Ages turun dan kini sudah membukakan pintu mobil untuk nya.
"Sayang, kita sudah sampai." Ages memanggil Kina untuk membantu istrinya turun dari mobil tapi Kina masih saja melamun tidak menyadari hal itu.
Tiba-tiba saja gadis itu merasa tubuhnya berada di atas dan melayang hingga lamunan nya buyar dan kini ia sudah ada di gendongan Ages yang tersenyum kearahnya.
"Melamun karena apa sayang sampai tidak sadar sejak tadi mas memanggilmu hemm?" Tanya Ages lembut dan menutup pintu mobil dengan kakinya.
"Kenapa mas menggendong ku? Aku bisa berjalan mas." Ucap Kina dengan pelan pula.
"Kamu sudah banyak berjalan di kantor tadi sayang, agar lebih cepat juga lebih baik mas gendong kamu saja. Malam sudah gelap dan kamu bahkan belum mandi sayang,"ucap Ages memasuki rumah.
Kina memilih pasrah dan diam saja dalam gendongan Ages, tidak ada gunanya memberontak karena Ages tetap akan bersikeras untuk menggendong nya sampai ke kamar.
"Kamu duduk dulu yah sayang tunggu mas siapkan air hangat dulu, hanya mengatur suhu saja tidak akan lama kok."
Kina mengangguk tersenyum dan melihat Ages yang begitu terburu-buru untuk mengatur suhu air untuk ia mandi, Ages takut Kina akan Masuk angin jika mandi air dingin malam-malam begini. Padahal Kina sudah terbiasa dengan hal itu, apa Ages lupa kalau Kina adalah gadis yang berasal dari desa dan terbiasa dengan hidup susah.
"Sudah selesai sayang, bagaimana kalau kita mandi bareng hemm?" Tanya Ages dengan wajah datarnya mencoba untuk memperlihatkan ekspresi sebiasa mungkin agar Kina tidak curiga dengan nya.
"Gak ah nanti mas malah modus lagi, kebiasaan banget ihh suka modus."
Ages tertawa mendengar itu karena ia sudah bisa menebak isi pikiran Kina, padahal kali ini Ages sama sekali tidak berniat apapun karena malam sudah larut ia tidak akan membiarkan Kina berlama-lama di dalam kamar mandi.
"Mas gak akan modus sayangku, percayalah. Malam sudah mulai larut dan mas tidak ingin kamu berlama-lama di kamar mandi, lebih baik kita sama-sama mandi untuk mempercepat proses mandi kita, mas bisa membantu kamu mandi sayang."
Kina memang bisa melihat kejujuran diwajahnya Ages karena setiap kali laki-laki itu hendak modus Kina bisa melihat ekspresi licik diwajah Ages namun kali ini ia tidak bisa melihat hal itu.
__ADS_1
"Baiklah mas, aku memang sedikit kesulitan saat mandi sendiri sebenarnya."
Ages tersenyum dan perlahan ia membuka baju Kina hingga gadis itu sedikit kaget.
"Mas ihh ngagetin aku aja,"ucap Kina pelan.
"Mas bantu buka yah sayang biar mandinya lebih cepat."
Kina kemudian pasrah dengan Ages yang perlahan membuka bajunya hingga kini tersisa bra juga ********** saja. Setelah itu Ages juga membuka bajunya hingga tersisa boxer nya saja.
Pipi Kina memanas karena melihat dada bidang penuh dengan kotak-kotak milik suaminya itu. Ages tidak menyadari hal itu dan kini sibuk mengangkat tubuh Kina menuju kamar mandi.
Ia mendudukkan Kina ke dalam bathtub dan ia juga masuk ke dalam hingga kini mereka berhadapan satu sama lain.
Bohong kalau Ages tidak tergoda sama sekali namun ia mencoba untuk menahan diri, biar bagaimanapun ia akan mendapatkan nya nanti bukankah ia akan terkesan tidak sabaran kalau ia menerkam Kina di dalam kamar mandi yang begitu dingin ini.
"Bagaimana sayang? Apa airnya kurang hangat?" Tanya Ages dengan lembut.
"Sudah cukup hangat mas,"ucap Kina mencoba mengalihkan pandangannya dari arah ages karena dada bidangnya sungguh membuat siapapun yang melihat itu pasti ingin menyentuh nya.
"Baiklah saatnya mandi karena malam sudah sangat larut sekali, mas bantu kamu yah sayang."
Setelah melihat kina mengangguk Ages mendekat dan membuka perlahan seluruh kain yang melekat ditubuh Kina hingga kini gadis itu benar-benar polos dihadapan Ages. Dengan cepat Ages mengusap sabun ditubuh Kina dan menelan ludah berkali-kali merasa terangsang dengan keadaan Kina saat ini.
"Euhh,,,"
Kina dengan cepat menutup mulutnya karena tidak sengaja mengeluarkan suara aneh itu saat Ages mengusap bagian bawahnya saat laki-laki itu mencoba membersihkan nya.
"Tidak usah ditahan sayang,"ucap Ages tersenyum.
Mereka saling menatap satu sama lain dan seketika mereka tertawa merasa lucu dengan apa yang sedang mereka kerjakan itu. Kina sendiri benar-benar tidak bermaksud untuk mengeluarkan suara itu dan Ages juga sama sekali tidak berniat modus mengusap area itu ia hanya sedang membersihkan nya saja.
"Tunggu yah sayang sekarang giliran mas untuk mandi, tidak akan lama kok."
Ages bangkit dan membuka boxer nya hingga tersisa dalaman berwarna abu-abu tua itu, kina bisa melihat sesuatu yang sudah sangat menonjol disana. Siapapun tahu kalau itu sudah sangat tegak berdiri hingga membuat Kina semakin memanas pipinya, ia mengalihkan pandangannya dari arah Ages dengan hati yang ia coba kuatkan dan mencoba mengurangi hasrat yang memuncak itu.
Ages tidak sadar dan masih sibuk membersihkan dirinya dengan cepat, setelah selesai ia dengan cepat mengambil piyama dan memakai nya setelah itu membantu Kina untuk memakainya juga.
"Akhirnya mandinya sudah selesai, kamu tidak kedinginan kan sayang?" Tanya Ages dengan wajah khawatirnya.
Cup
Kina tidak menjawab nya dan malah menyosor bibirnya secara tiba-tiba hingga Ages kaget dengan mata yang terbelalak tidak percaya dengan apa yang sedang dilakukan istrinya itu.
"Aku baik-baik saja mas,"ucap Kina tersenyum pelan.
Ages tersenyum juga karena senang dengan ciuman tiba-tiba dari istrinya itu. Ia benar-benar sangat menyukai apapun yang dilakukan oleh kina apalagi saat ia tidak menyuruh dan malah berinisiatif sendiri.
"Mas ambilkan dulu bajumu yah sayang,"ucap Ages hendak berjalan ke lemari namun ditahan oleh Kina. Tarikan gadis itu benar-benar sangat jeras hingga Ages begitu khawatir ia akan terjatuh karena menarik nya.
"Ada apa sayang? Hati-hati."
Ages duduk dihadapan Kina melihat keadaan istrinya apakah ia kenapa-napa karena menarik nya dengan keras tadi.
Kina mendekat dan berbisik kearah Ages hingga mata laki-laki itu kembali terbelalak tidak percaya Kina akan mengatakan hal seperti itu kepada nya.
"Untuk apa mas mengambilkan baju untuk ku saat mas akan membukanya nanti,"ucap Kina berbisik menggoda Ages.
Ages melihat kearah Kina dengan wajah tidak percaya namun ia semakin tidak percaya saat melihat Kina yang memasang wajah seksi dihadapan nya.
__ADS_1
Gadis itu semakin mendekat dan mengecup perlahan bibir Ages, laki-laki itu masih diam dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh kina lagi.
Kina mengalungkan tangannya dileher Ages dan dengan semangat ia menghisap nya melumaat dan juga mengulum bibir Ages dengan penuh gairah.
Ages yang menerima setiap kecupan dari Kina tiba bisa tinggal diam karena ini adalah kesempatan emas baginya. Ia mendekatkan diri kearah Kina dan ikut membalas permainan bibir gadis itu.
Deg
Lagi dan lagi seperti sebuah Dejavu tiba-tiba saja Ages merasakan tangan Kina meraih tangan nya dan menuntun untuk masuk ke dalam piyama nya sendiri.
Kina mengarahkan tangan Ages untuk masuk ke dalam piyamanya agar suaminya bisa menyentuh dua gundukan itu.
Dengan senang hati tentunya, Ages tersenyum dalam sela-sela ciuman mereka menggerakkan tangan nya bermain diarea gunung kembar milik Kina.
Ia remas dua gundukan itu secara bergantian dengan bibir yang masih sibuk bercumbu dengan Kina. Ages tidak bisa mengutarakan bagaimana rasanya saya ini ,ia benar-benar sangat bahagia karena Kina juga menginginkan hal yang sama dengan nya.
Kina melepaskan ciumannya dan Ages terdiam melihat kearah Kina dengan ekspresi yang sangat senang. Perlahan gadis itu membuka tali piyama milik nya dan kini ia membuka nya dengan gerakan sensual membuat sesuatu dibawah sana semakin berdiri tegak.
"Mashh,,,bisa bantu bukain gak?" Tanya Kina dengan mengigit bibirnya secara seksi.
Ages tersenyum mengangguk dan dengan cepat Ages menurunkan piyama milik Kina hingga Kini gadis itu benar-benar sangat polos dihadapan nya.
Tidak sampai disana, Kina mendekat kearah Ages dan membuka tali piyama Ages secara perlahan hingga senyuman Ages benar-benar merekah menunggu apa lagi yang akan dilakukan oleh istrinya itu.
Kini mereka berdua benar-benar sama-sama polos satu sama lain, setelah itu kina terlihat kebingungan hendak melakukan apa setelah ini hingga Ages hampir saja tertawa terbahak namun dengan cepat Kina beraksi setelah tahu apa yang akan ia lakukan.
"Akhh,,"
Ages benar-benar sangat menyukai ini, istrinya sungguh tidak bisa diprediksi karena gadis itu tiba-tiba saja meremas sesuatu dibawah sana hingga Ages merasa kenikmatan yang tiada tara.
"Apa mas menyukai nya?" Tanya Kina dengan senyuman senang pula.
Ages mengangguk karena ia benar-benar sangat menyukainya sampai tidak bisa berhenti mengeluarkan suara-suara desahann nya berkali-kali.
"Mas sangat suka sayang ku,"ucap Ages dengan cepat mencium Kina.
Mereka berciuman sangat lama dan Kina masih bermain-main dibawah saja begitu juga dengan Ages yang berkali-kali meremas dua gundukan milik Kina yang sudah membusung pasrah dihadapan Ages.
Mereka sama-sama saling memuaskan satu sama lain hingga suara-suara desahann terdengar sangat jelas didalam kamar menggema membuat suasana semakin panas satu sama lain.
"Apa mas suka?" Tanya Kina lagi dengan harapan Ages benar-benar akan sangat senang dengan pelayanan yang ia berikan itu.
"Mas suka sayang, terima kasih." Ages mencium lagi bibir Kina dan kembali menggerayangi tubuh polos istrinya yang semakin hari semakin padat dan berisi itu.
Kina sendiri menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Ages dan ikut mengelus dada Ages sembari meremass nya juga. Sudah sejak tadi ia sangat ingin menyentuh dada bidang suaminya itu.
Ages tersenyum kearah kina begitu juga dengan Kina yang tersenyum kearahnya Ages, laki-laki itu menggesekkan sesuatu dibawah sana hingga Kina merem melek dibuatnya.
"Akhh,,,mashhh,,akhhh."
Kina semakin mengeluarkan suara-suara kenikmatan itu hingga Ages semakin bersemangat melakukan nya. Setelah itu Ages menarik selimut untuk menutupi mereka berdua yang melanjutkan aktivitas panas itu.
Malam ini Ages benar-benar memuaskan hasratnya yang berkali-kali tertunda itu.
...🌼 To be continued 🌼...
Ahahahah bagaimana Ages? Udah seneng kan pasti. Dasar bapack mesumm.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan
__ADS_1
See you guys 🧀