
Kina benar-benar malu dan kaget secara bersamaan karena saat ia hampir saja kehilangan akal dan juga kesadaran nya karena terbuat dengan ciuman yang diberikan oleh Ages diarea lehernya tiba-tiba saja pintu terbuka dan memperlihatkan sosok asisten pribadi Ages yang juga kaget karena melihat apa yang sedang dilakukan oleh dia sejoli itu.
Posisi mereka benar-benar sangat intim karena Kina ada diatas tubuh Ages dengan kaki yang terbuka sembari laki-laki itu memegang sebelah pinggang Kina. Ditambah lagi baju gadis itu yang sudah tersingkap keatas hingga paha mulusnya benar-benar terekspos.
Ages juga sedang menikmati mencumbu leher jenjang Kina hingga gadis itu sesekali mendesahh dan mengerang hebat akibat cumbuan Ages yang terus saja berlanjut ditambah tangan laki-laki itu yang mulai nakal mengelus paha Kina.
Karena kaget dengan keadaan itu asisten pribadi Ages awalnya kaget dan berdiri mematung disana hingga akhirnya ia langsung sadar dan buru-buru keluar dari ruangan itu menuju luar dan menutup nya dengan rapat.
Kina yang telanjur malu karena disaksikan oleh asisten pribadi Ages langsung membenamkan wajahnya di dada bidang miliknya suaminya.
"Akhh memalukannn."
Kina bergumam dengan malu sambil memukul-muku sofa hingga Ages tersenyum dan hampir saja tertawa.
"Kenapa sayang? Kenapa kamu seperti ini?"tanya Ages dengan wajah gemasnya.
Kina melirik kearah Ages dan langsung menatap malu lagi kemudian ia kembali membenamkan wajahnya didada bidang Ages.
"Akhh aku sangat malu mas, bagaimana bisa kau melihat wajah asisten mas kalau dia sampai melihat kita tadi?" Kina benar-benar tidak bercanda saat ini, ia malu karena mereka sesama perempuan.
"Kenapa kamu harus malu sayang? Kan kamu istri aku buat apa kamu malu? Kita tidak melakukan hal yang salah bukan?" Tanya Ages dengan pelan.
"Yah jelas salah mas, kan ini bukan dirumah kita lagi di kantor tempat mas kerja, aku gak seharusnya gangguin mas kerja aduhhh."
Ages tersenyum lagi karena mendengar itu dari istrinya, jelas ia sama sekali tidak mengganggu Ages saat sedang bekerja, ia malah membuat Ages lebih bersemangat.
"Kamu sama sekali tidak menggangu sayang, mas malah senang kamu disini. Mas jadi lebih bersemangat,"bisik Ages dengan suara sedikit menggoda kina.
"Mas ihh aku lagi serius tau, aku gamau ah ganggu mas kerja lagi."
"Kamu sama sekali gak ganggu sayang, jangan bilang gitu ihh."
"Jelas aku ganggu dong mas, tadi aja asisten mas pasti mau nyampein hal yang penting. Gara-gara ngeliat kita kayak tadi jadi dia pergi gitu aja mas, akhh mengingat hal tadi aku semakin malu saja."
"Memang nya kita tadi ngapain sayang, mas kurang tau hehehe."
Kina melirik Ages yang sejak tadi sepertinya tidak serius dengan pembicaraan mereka. Ia jelas merasa malu dan merasa telah menganggu pekerjaan Ages tapi laki-laki itu malah sibuk bercanda.
"Mas aku serius ini."
"Iya sayang mas juga serius ini, kita lanjutin yang tadi yah sayang. Tanggung banget tau, mas kita udahan aja padahal belum apa-apa,"ucap Ages dengan wajah memelas dan memohon.
Kina menggeleng dengan cepat "Gak ah mas, kayaknya tadi ada yang perlu banget itu asisten mas sampai datang. Lebih baik mas lanjut kerja aja udah."
"Gak mau ah, aku gamau kerja kalau sayang gak mau ngelanjutin yang tadi. Jahat banget ini aku digantung."
Kina benar-benar tidak habis pikir Ages malah bersikap seperti ini, seharusnya ia tidak mengatakan hal seperti itu kepada Kina karena gadis itu adalah gadis yang suka gak enakan sama orang.
"Mas jangan gitu dong, masa seorang CEO kayak gitu. Jangan sangkut pautkan pekerjaan dengan urusan pribadi mas,"ucap kina menasehati.
"Pokoknya aku gamau, aku ngambek kalau kamu gak mau ngelanjutin yang tadi. Mas masih kurang belum juga apa-apa huh!"
"Kita lagi dikantor nih mas, kita gak lagi dirumah, masa mas minta gitu dksiniy. Nanti kejadian kayak yang tadi benar-benar memalukan,"ucap kina mencoba untuk mengelak.
"Yaudah kamu janji dulu sama mas kalau sampai dirumah kita lanjutin yah sayang?" Tanya Ages dengan tangan nya yang ia arahkan kearah kina menunjukkan kelingking nya sebagai bukti untuk perjanjian.
Kina benar-benar tidak tahu lagi harus menjawab apa karena permintaan Ages benar-benar sudah membuat ia tidak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
"Bagaimana sayang? Kalau kamu gak mau janji aku juga gak mau kerja ah. Mending aku malas-malasan disini."
Benar-benar sangat membingungkan Kina, Ages seperti sudah merencanakan ini semua. Kina benar-benar sudah kalah telak kini.
"Ayolah sayang masa cuma itu aja kamu musti mikir gitu? Mas kan cuma minta itu doang masa kamu gamau."
Akhh kina benar-benar tidak tahu lagi, lebih baik ia secepatnya menyetujui itu karena Ages sepertinya tidak akan membiarkan ia lolos lagi.
"Yaudah iya deh mas. Pokoknya mas harus kerja jangan malas-malasan gitu,"ucap Kina dengan cepat menautkan jari-jari mereka.
Seketika Ages tersenyum lebar dan merasa sudah memenangkan hati kina, gadis itu sepertinya sudah tidak memiliki pilihan lain selain menyetujui nya.
"Assa! Sepertinya nanti malam akan sangat menyenangkan heheh. Aku akan membuat mu tidak bisa tidur sayang,"batin Ages dengan wajah kemenangan.
"Kenapa mas malah tersenyum seperti itu? Mas gak mikir aneh-aneh kan?" Tanya Kina dengan wajah curiga nya.
"Gak kok sayang, mas cuma senang aja bisa megang tangan kamu heheh."
"Apasih! Mas ihh aneh banget,"ucap kina dengan cepat menarik tangan nya.
Ages tertawa setelah melihat ekspresi Kina dan wajah gadis itu benar-benar memerah hanya karena mendengar ucapan Ages.
"Mas tanya gih apa yang ingin disampaikan oleh asisten mas tadi, kayaknya perlu banget."
"Iya sayangkuu."
Tiba-tiba saja Ages menekan nomor ponsel di hp nya sedangkan kina hanya duduk saja memperhatikan nya.
"Masuklah!"
Ages langsung memutuskan sambungan setelah mengatakan sepatah kata itu hingga kina sedikit mengeryit. Suaminya benar-benar sangat cuek kepada orang lain dan begitu cerewet saat bersama dengan Kina.
"Mas cuma boleh ramah sama kamu sayang. Emang kamu gak cemburu kalau mas Deket dan ramah sama orang?" Tanya Ages dengan wajah menggoda kina.
"Apaan sih mas aneh banget gak nyambung juga."
Kina menggeleng dan melihat kesal kearah Ages karena laki-laki itu selalu saja memiliki cara untuk menggoda dirinya.
Tiba-tiba saja asisten pribadi Ages masuk setelah mendapatkan perintah dari Ages hingga kina langsung melihat kearah lain karena merasa malu.
Ages menyadari itu dan melihat tingkah kina yang sengaja menghindari pandangan nya dari arah asisten pribadi Ages. Dan memang asistennya juga terlihat masih sangat canggung untuk melihat kearah Kina juga Ages.
"Kenapa tiba-tiba kamu masuk tadi?" Tanya Ages dengan pelan.
Kina semakin malu saja karena Ages malah mengungkit hal itu dan bukannya malah bertanya tentang pekerjaan.
"Ma, maafkan saya pak! Saya benar-benar lancang dan saya berhak mendapatkan hukuman,"ucap asisten pribadi Ages dengan wajah khawatirnya dan ia terlihat sangat takut.
"Bukankah saya sudah katakan untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk? Se sibuk apapun dan segenting apapun itu bukankah kamu harus memperhatikan sikapmu kepada atasan?" Tanya Ages dengan wajah nya yang serius dan ia terlihat sedang mendisiplinkan asisten nya.
"Ma,, maafkan saya pak! Saya terlalu gegabah dan buru-buru ingin menyampaikan berita tentang produk kita yang tiba-tiba mendapatkan masalah dalam pengiriman pak. Klien kita tidak ingin mendengar penjelasan dari kami kecuali langsung dari bapak."
"Apakah hal itu tetap memberikan kamu izin untuk masuk sembarangan kesini?" Kesal Ages.
Benar-benar membuat ia kesal karena sudah sangat lama ia menunggu momen berduaan dengan Kina dan gadis itu juga baru kali ini sepasrah itu saat Ages mulai mencumbui nya.
Katakan saja Ages sangat egois karena tidak bisa membedakan pekerjaan dengan urusan pribadinya. Tapi tetap saja kembali kita ingat bahwa Ages jarang sekali mendapatkan kesempatan berlian ini.
__ADS_1
"Ma,, maafkan saya pak. Saya akan memperbaiki sikap saya dan hak seperti itu tidak akan terjadi lagi,"ucapnya dengan wajah bersalah dan juga penuh ketakutan.
Bagaimana ia tidak takut, karir dan kelanjutan pekerjaan nya benar-benar sudah diujung tanduk saat ini. Ia adalah asisten Ages yang kesekian kalinya dan baru kali ini ada seseorang yang betah untuk bekerja sebagai asisten Ages yang begitu dingin dan juga sarkas itu.
Ia sudah bersusah payah untuk bertahan dengan segala sikap Ages baik itu amukan dan juga sikap arogan nya. Apakah ia akan kehilangan pekerjaan nya karena ini?.
Kina benar-benar tidak tega melihat gadis itu, tangan nya sedikit gemetar dan i terlihat sangat takut kalau Ages benar-benar akan memecatnya karena sudah membuat Ages kesal.
"Kamu sepertinya tidak takut dengan saya yah? Apakah kamu merasa bahwa kamu sudah kompeten sampai berani bersikap lancang begitu?" Kesal Ages.
"Ti,, tidak sama sekali pak. Sa,,saya benar-benar tidak bermaksud menganggu bapak juga ibu. Saya hanya gegabah dan takut sampai tidak tahu batasan pak."
"Tidak perlu beralasan begitu, kamu adalah asisten saya yang kesekian kalinya dan saya sudah mendengar beribu alasan selama menjadi seorang CEO. Apakah kamu pikir saya akan berhasil kamu taklukkan hanya karena beberapa alasan klasik seperti itu?"
Gadis itu semakin gemetar dan takut, sepertinya ia memang harus segera mengatakan selamat tinggal untuk posisi nya sebagai asisten pribadi Ages. Padahal untuk sampai di titik itu tidak lah mudah untuk ia raih.
Kina bisa merasakan bagaimana perasaan gadis itu, karena ia lebih dahulu bertemu dengan Ages yang ini saat dahulu. Dan ternyata Ages hanya melunak kepada dirinya saja. Kepada orang lain ia masih sekali dan sekejam itu.
"Kenapa diam saja? Kamu tidak mendengarkan ku?" Tegas Ages berdiri namun ditahan oleh Kina.
"Sudahlah mas, kenapimas begitu keras? ?mas membuat ia ketakutan." Ucap Kina ikut bangkit lalu memegang tangan Ages.
Ages langsung terhenti dan melihat kearah Kina sembari menggeleng "Tidak sayang, kita tidak bisa membiarkan nya begitu saja. Aku adalah boss disini dan aku harus tetap mengeratkan adab di kantor ini."
Kina menggeleng dan mendekat kearah Ages "Sudahlah mas, bukankah dia sudah menjelaskan bahwa ia terburu-buru karena ada hal yang mendesak mas. Harusnya mas bangga karena memiliki asisten yang begitu cekatan dan juga pekerja keras, dibandingkan dengan hukuman dan amukan seharusnya mas mengapresiasi kegigihan nya."
Gadis itu langsung melihat kearah Kina dengan tatapan tidak percaya dan juga tatapan penuh syukur ternyata gadis itu benar-benar sangat mulia hatinya.
"Sayang, mas mengerti dengan maksud kamu tapi kan di.."
Cup
Kina mengecup pelan pipi Ages hingga laki-laki itu langsung mengatup bibirnya kaget karena kecupan dari Kina.
"Sa,, sayang?" Kaget Ages melihat kearah kina.
"Mas sudahi yah memarahinya, lebih baik mas urus saja masalah yang baru saja diberitahu oleh asisten mas. Tidak ada gunanya mas memarahi nya saat ia sangat giat untuk bekerja."
Entah kenapa kecupan dari kina seolah sihir bagi Ages hingga laki-laki itu langsung menurut dan mengangguk. Padahal tadi ia terlihat sangat teguh dan tegas dengan pendirian nya hanya karena kecupan kina di pipinya ia seketika lulus.
"Tentu saja sayang, dia sangat kompeten dan cakap. Untuk apa mas memarahi nya. Kerja bagus, mari kita bicarakan baik-baik dengan klien kita."
Kina tersenyum karena ternyata Ages secinta itu kepada nya sampai apapun yang ia katakan benar-benar dituruti oleh Ages dan bahkan laki-laki itu sangat patuh dengan apapun yang ia katakan.
Asisten pribadi Ages juga sampai kaget karena melihat perubahan sikap bos nya itu. Padahal tadi ia sangat keras dan tidak bisa dibantah sama Sekali.
"Ba,,baik pak. "
Mereka keluar dari ruangan untuk segera menghubungi klien yang dibicarakan oleh asisten pribadi Ages tadi.
Kina tersenyum karena ternyata ia benar-benar sangat dihargai oleh Ages hingga apapun yang ia katakan semudah itu untuk dituruti oleh Ages.
"Apakah aku benar-benar sudah berhak untuk berbahagia sekarang? Apakah aku benar-benar sudah berada di jalan yang benar untuk menuju kebahagiaan?" Gumam kina ikut keluar mengikuti Ages juga asisten nya.
...🌼To be continued 🌼...
Tuh kan...tuh kan... Giliran dicium sama pawangnya langsung nurut dan diam kann? Dasar tukang modusss.
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀