
Ages terus saja menyusuri jalanan sekitar rumah sakit, ia sama sekali tidak menemukan sosok Kina yang sedang berjalan atau berdiam disana. Gadis itu benar-benar menghilang seolah telah ditelan bumi atau sengaja menghilang dari hadapan Ages.
"Kemana dia? Malam sudah semakin larut."
Ages turun dari mobil kemudian berjalan menghampiri beberapa penjual disekitar tempat ia turun.
"Apa bapak melihat seorang gadis lewat dengan memakai baju pasien? Tubuhnya pendek dan berambut hitam sebahu," Ages bertanya kepada seorang penjual bakso disana.
Karena mendapatkan jawaban yang mengecewakan Ages kembali berpindah kepada penjual lainnya yang berada disana.
Sudah beberapa penjual juga orang yang berlalu lalang disana yang sudah ditanyakan oleh Ages apakah Emre melihat sosok Kina namun satupun tidak ada yang melihat nya.
Ages terlambat, kina sudah lewat dari sana sejak sore tadi. Bagaimana mungkin mereka melihat Kina sementara para penjual disana mulai buka menjelang Maghrib tadi.
"Dimana kamu Kina? Bagaimana mungkin satupun tidak ada yang melihat mu?"
Ages benar-benar kewalahan mencari kina, gadis itu sungguh menyusahkan namun Ages sendiri sangat tidak bisa membiarkan nya pergi begitu saja. Banyak hal yang tiba-tiba timbul dalam pikiran Ages. Salah satunya rasa khawatir yang tiba-tiba datang menyapa itu. Ages sendiri tidak mengerti dengan dirinya yang seolah perduli dengan Kina hingga ia khawatir dengan keadaan gadis itu.
Langkah-langkah demi langkah tertatih perlahan, Kina berjalan dengan kaki tanpa alas menyusuri jalanan panjang itu. Ia benar-benar sudah berjalan lama sejak sore tadi.
Letih dan juga lesu kini sudah menguasai Kina, ditambah lagi seluruh tubuh gadis itu masih sangat kesakitan karena bekas perlakuan Ages yang begitu tiada hati. Gadis itu pantang menyerah berjalan dengan pakaian pasien dengan tangan diperban tanpa alas kaki.
"Kemana aku harus pergi? Aku tidak memiliki tujuan dan tempat kembali dikota ini."
Kenyataan yang semakin membuat Kina merasa hancur, ia sama sekali tidak memiliki siapapun lagi di kota ini ahhh bahkan di dunia ini karena ia kini adalah sebatang kara.
"Berjalan saja sampai di titik kamu tidak sanggup lagi Kina, mencari tempat untuk beristirahat adalah jalan keluar."
Kina berjalan dengan kaki yang semakin lemah belum lagi ia terkena beberapa bebatuan runcing dijalanan. Begitu juga dengan perut yang kian berbunyi minta diisi. Sejak pagi tadi ternyata kina belum juga makan apapun itu, salahnya karena terlalu nekat namun ia tidak menyesal karena ia lebih memilih kelaparan daripada harus bertemu dengan Ages.
"Sendirian aja nih maniss?" Tanya laki-laki yang duduk ditepi jalan bersama dengan geng nya.
Kina melirik sekilas dan ia langsung diliputi rasa takut saat melihat mereka yang terlihat seperti laki-laki nakal. Dengan baju hitam pekat serta beberapa aksesoris besi yang menghiasi jaket hitam itu.
Kina mencoba untuk tetap tenang dengan tubuh yang gemetar ia berjalan dengan sedikit cepat, ia sangat takut kalau mereka akan mengikuti nya. Jujur saja, tadi kina sempat bersyukur karena berhasil kabur dari Ages namun ia malah merutuki kebodohan nya karena lupa bahwa suasana kota saat malam hari sangat lah mengerikan.
__ADS_1
Bagaimana jika ia mendapatkan perlakuan yang sama seperti yang ia alami saya sedang bersama Ages? Bagaimana jika ia malah mendapatkan perlakuan yang lebih parah? Kina sungguh tidak akan sanggup lagi jika harus mendapatkan perlakuan seperti itu lagi.
Langkah kecil gadis itu benar-benar semakin cepat, ia sudah tidak perduli dengan kakinya yang merasakan sakit karena berjalan tanpa alas. Yang ia pentingkan saat ini adalah segera menjauh sejauh mungkin dari kalangan preman itu.
Tubuhnya semakin gemetar dan ia semakin berkeringat banyak, untuk berlari ia sudah tidak memiliki tenaga. Gadis itu benar-benar tidak hentinya mendapatkan posisi yang kurang menguntungkan.
Ia pikir berjalan sejauh mungkin akan membuat ia semakin aman namun naasnya ia merasakan sejak tadi ada seseorang yang mengikuti nya dari belakang. Langkah nya seolah ada yang menyelarasi dari belakang.
"Ba,, bagaimana ini? A,,aku takut.."
Kina bergumam pelan dengan mata memerah karena takut, tubuhnya lemah dan ia sudah mulai kehabisan tenaga untuk berjalan lebih jauh lagi.
Bruk,
Kina tidak sengaja menabrak batu ditepi jalan itu karena tidak fokus diburu rasa takut, tubuhnya yang lemah itu tersungkur hingga menimpa tanah yang keras itu.
Kina tidak langsung pasrah saja disitu, ia benar-benar berusaha untuk melindungi dirinya yang saat ini sedang dalam bahaya.
Mencoba untuk bangkit walaupun sangat sulit baginya untuk berdiri. Rasa perih diujung kuku ibu jarinya bahkan semakin terasa. Gadis itu selalu saja mendapatkan luka dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya.
"Akhh,,"
Kina berteriak dan segera memeluk dirinya, ia kembali diingatkan dengan kilas balik kesengsaraan yang selama ini ia terima. Bagaimana jika ia harus kembali merasakan perlakuan paksa itu. Bagaimana jika pelakunya bahkan lebih buruk dibandingkan Ages?.
"Hei,, ada apa dengan mu? Apa kamu baik-baik saja?"
Kina memeluk dirinya dengan erat karena ketakutan yang semakin menjadi-jadi, mendengar suara itu bahkan semakin membuat ia ketakutan karena jelas sekali itu adalah suara laki-laki.
"Kina,, kenapa kamu bisa ada disini?"
Laki-laki itu adalah Akmal yang kebetulan sedang menunggu seorang teman namun karena temannya tidak jadi datang ia hendak pulang dan tidak sengaja melihat sosok Kina yang memakai baju pasien berjalan seolah sedang ketakutan.
Akmal memanggil nya namun gadis itu sungguh tidak mendengar dan menghiraukan nya. Akmal terpaksa mengikuti dan memanggil Kina, mungkin karena terlalu takut Kina tidak mendengar nya dan malah jatuh tersungkur diatas tanah.
Akmal kaget bukan main karena melihat kina yang memperlihatkan sisi anehnya, gadis itu terlihat sangat tidak fokus dan ketakutan seperti seseorang yang sedang mengalami trauma.
__ADS_1
Akmal mencoba mendekati kina namun gadis itu malah semakin mundur dan mencoba untuk menjauh dari Akmal.
"Kina,, ini aku Akmal! Ada apa dengan mu?"
Kina.sama sekali tidak menyadari itu lagi, baginya saat ini Akmal adalah laki-laki jahat yang akan melecehkannya.
"Hiks,,ku mohon pergi! Jangan hiks,,"
Akmal semakin diburu rasa kebingungan, mendengar dan melihat sikap Kina yang berubah beberapa hari terakhir ini. Kenapa gadis itu begitu berbeda dengan kina yang selama ini ia kenal?.
"Kina sadarlah! Ini aku Akmal," ucap Akmal mendekat namun kina semakin mundur.
Dengan lembut Akmal menarik tangan kina dan memegang bahu gadis itu, menepuk pelan bahunya sembari menatap kina dengan sorotan lembut.
"Kina sadarlah, ini aku Akmal."
Kina yang sejak tadi gemetar dan ketakutan itu seketika terdiam dan melihat kearah Akmal, benar saja ternyata itu adalah Akmal laki-laki yang sangat ia sayangi namun kini sudah tidak pantas untuk ia sayangi.
"Hiks,,,"
Dengan cepat kina memeluk Akmal sangat erat, Akmal sendiri kaget bukan main karena Kina tiba-tiba saja memeluk nya sedemikian erat seolah mengatakan kalau ia sangat butuh tempat untuk mengadu kini.
"Hiks,,, bawa aku Akmal! Hiks,,,"
Akmal kebingungan namun bukan saatnya ia meladeni rasa bingung itu, ia buru-buru menepuk pelan punggung Kina berharap gadis itu akan mendapatkan ketenangan.
"Hiks,,bawa aku Akmal,, aku takut hiks,,"
"Aku disini Kina, aku akan membawa mu. Berhentilah menangis, kamu menyakiti perasaan ku jika kamu menangis begitu."
...🌼To be continued 🌼...
Tolonggg aku dimabuk akmalll, nyari laki yang kayak Akmal dimana bund? Bagi satuuuu.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀