
Kina hendak membuka pintu mobil namun tiba-tiba saja terhenti saat melihat Ages yang buru-buru turun dari mobil kemudian berlari menuju pintu disebelah Kina. Effort laki-laki itu bukanlah main-main lagi, ia sama sekali tidak perduli jika ia jatuh karena terburu-buru atau apapun itu. Ia hanya tidak ingin Kina bekerja atau melakukan sesuatu yang berat.
"Biar mas saja yang buka sayang,"ucap Ages setelah membuka pintu mobil dan membantu Kina untuk turun.
Gadis itu tersenyum kearah Ages "Padahal aku bisa sendiri kok mas, kenapa begitu terburu-buru?" Tanya Kina dengan wajah datar.
"Kan mas sudah bilang kalau mas akan melayani kamu sayang,"ucap Ages dengan senyuman lembut nya.
Gadis itu hanya bisa diam dan mengangguk, Ages sepertinya benar-benar sungguh-sungguh dengan ucapannya. Walaupun sebenarnya Kina senang diperlukan begitu hangat dan istimewa bagaikan seorang ratu. Namun, jelas masih ada rasa tidak enak karena terus saja merepotkan suaminya.
Ages menautkan jari-jari mereka dan menggandeng tangan Kina begitu mesra, mereka memasuki kantor secara perlahan karena Kina tidak bisa berjalan dengan terburu-buru dengan keadaan hamil besar itu.
Saat mereka masuk ke kantor banyak sekali karyawan yang sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing namun karena melihat Ages dan Kina yang baru saja masuk mereka kemudian menyapa juga menunduk kearah mereka.
Seluruh orang di kantor itu sudah tahu dengan pernikahan mereka dan mereka bahkan sangat senang melihat pasangan itu karena begitu cocok.
"Mas ada rapat gak?" Tanya Kina dengan pelan saat mereka masuk ke dalam lift.
"Hmm tadi Niken kirim jadwal rapat akan segera dimulai sayang, nanti kamu bareng Niken dulu yah! Mas takut kamu bosen kalau ikut ke dalam."
Kina tersenyum mengangguk dan memegang pergelangan tangan Ages sembari bersandar dibahu laki-laki itu, saat berada dibeberapa lantai para karyawan hendak masuk namun karena melihat Kina juga Ages yang sudah ada di dalam lift dengan posisi Kina bersandar kepada Ages dengan tangan mereka yang bertautan itu.
Jelas siapapun yang melihat itu akan merasa tidak enak untuk masuk. Ages kebingungan karena mereka malah berdiam diri saat pintu lift hampir tertutup. Dengan cepat Ages menahannya untuk mereka.
"Kenapa diam saja? Bukankah kalian ingin masuk?" Tany Ages dengan pelan sedangkan Kina hanya diam saja disamping suaminya itu.
"Ti,, tidak jadi pak. Sepertinya ada yang tertinggal hehehe."
Mereka kemudian pergi secara berbondong-bondong meninggalkan Ages juga Kina yang menatap tidak mengerti kearah para karyawan itu.
"Kenapa dengan mereka mas? Tidak mungkin kan mereka semua meninggalkan sesuatu secara bersamaan."
Ages tersenyum karena ia faham, sepertinya para pegawainya sedang berusaha untuk memberikan ruang kepada mereka berdua.
"Biarkan saja sayang,"gumam Ages kembali memegang tangan Kina dan pintu lift pun terbuka.
"Apa kamu tidak lelah berjalan sejak tadi hmm?" Tanya Ages saat mereka keluar dari lift.
Kina menggeleng sembari tersenyum "Aku baik-baik saja mas. Mas tidak usah khawatir begitu,"ucap kina berjalan mendahului Ages dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan Ages.
"Bagaimana kalau mas gendong kamu saja sayang? Mas benar-benar khawatir kamu merasa lelah nantinya."
Kina jelas tidak akan setuju karena jarak dari lift ke ruangan Ages tidak sejauh itu untuk ia harus digendong belum lagi banyak orang disana yang sedang sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan mereka. Bagaimana jika ia kembali menjadi pusat perhatian disana?.
"Biarkan mas menggendong mu sayang, mas benar-benar tidak bisa tenang kalau kamu berjalan sebanyak dan sejauh ini. Sejak dari rumah sampai sekarang kamu sangat enggan untuk aku gendong."
Kina mengerti dengan ke khawatiran Ages tapi bukankah ia terlalu berlebihan? Kina sama sekali tidak merasa lelah dan malah merasa biasa saja. Kenapa Ages benar-benar se khawatir itu?.
__ADS_1
"Mas kan juga udah denger langsung dari dokter, akan lebih baik jika aku tidak banyak diam. Akan lebih baik jika aku banyak beraktivitas, aku sama sekali tidak kelelahan mas apalagi pagi tadi suamiku ini memasak makanan enak hingga aku mendapatkan banyak energi hehehe."
Ages langsung terdiam dan tidak bisa lagi membantah karena ucapan Kina memang kebenaran nya dan ia saja yang terlalu takut gadis itu dan buah hati mereka akan kenapa-napa.
Mereka terlalu sibuk dengan perbincangan itu hingga tidak sadar bahwa sejak tadi ada seorang pria yang berdiri disana menunggu dan mendengar perbincangan itu.
"Khem,bisa bicara sebentar?" Tanya pria itu tiba-tiba hingga Ages dan Kina berbalik melihat kearah nya.
"Akmal?" Kaget Kina karena tiba-tiba saja laki-laki yang sudah berbulan-bulan tidak bisa ia lihat itu kini ada dihadapannya.
Ages sendiri hanya bereaksi biasa saja, ia sudah sangat sering melihat Akmal karena mereka berada di perusahaan yang sama meskipun Akmal masih terlalu sering menghindari nya tetap saja ada beberapa saat mereka bertemu tanpa sengaja.
Akmal melihat kearah Ages untuk melihat reaksi laki-laki itu, karena melihat Ages masih berdiri tenang berarti tidak akan ada masalah jika ia berbicara sebentar dengan Kina.
"Akmal kamu gimana kabarnya? Udah lama banget yah hehehe."
Akmal tersenyum hangat kearah Kina seperti biasa laki-laki itu memang memiliki tatapan yang hangat. Ia sudah melupakan perasaan nya kepada Kina dan begitu juga dengan gadis dihadapannya itu. Kini sudah tidak ada lagi sisa cinta diantara mereka.
Ages jelas tahu itu hingga ia bisa setenang ini membicarakan mereka saling berhadapan dan berbicara. Kalau diingat-ingat Ages pasti akan sangat heboh jika melihat Kina bersama dengan Akmal.
Hal yang paling membuat Ages begitu tenang adalah rasa percaya kepada Kina, ia sangat sangat percaya dengan Kina dan Kina sendiri juga sudah membuktikan bahwa ia aama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepada Akmal.
"Aku baik-baik saja na, bagaimana dengan mu? Sepertinya kamu akan segera menjadi seorang ibu yah!"
Akmal ikut senang mengetahui fakta itu, rasa cinta memang sudah hilang namun bukan berarti digantikan oleh rasa benci. Akmal masih sama yaitu merasa senang dengan kebahagiaan Kina.
"Iya mal! Siap-siap yah kamu bakal jadi omnya hehehe."
"Aku ikut senang mendengar nya, semoga kebahagiaan selalu menghampiri mu na. Dan memang saat ini kamu sudah sangat bahagia, segala nya terlihat dari wajahmu."
Kina mengangguk perlahan dan tersenyum kearah Akmal"Begitu juga dengan mu mal!"
"Oh iya bukankah tadi kamu ingin mengatakan sesuatu? Apa itu?"
Akmal baru teringat dengan tujuan utamanya, padahal tadi sudah ia niatkan untuk mengatakannya kepada Kina namun karena terlalu sibuk bernostalgia ia sampai lupa akan hal itu.
"Ah sampai lupa na, aku kesini mau ngasih ini!"
Akmal menyodorkan sebuah undangan kearah Kina dan Ages mendekat kearah mereka, sepertinya Ages sudah menduga hal itu karena ia juga sudah tahu dengan hubungan Akmal dengan Afri sebab kekasih Akmal itu sudah beberapa kali datang dan tidak sengaja dilihat oleh Ages.
"Kamu mau nikah mal?" Tanya Kina kaget dan menerima undangan itu.
Mungkin ia akan lebih kaget saat melihat nama yang ada disana, karena ia sudah sangat lama tidak berhubungan dengan keduanya sampai tidak tahu kebenaran yang terjadi saat ini.
"Iya na, acaranya dua hari lagi heheh."
Kina diam dan masih sibuk membuka sampul undangan itu dan saat ia berhasil membuka nya mata gadis itu terbelalak dan senyuman lebar terbit dibibir nya.
__ADS_1
"Dengan Afri yah?" Tanya Kina dengan senyuman yang sangat lebar.
Akmal juga tersenyum mengangguk kearah Kina. Siapapun tahu kalau senyuman Akmal itu adalah senyuman yang sangat bahagia karena ia juga berhasil memiliki seseorang yang sangat berarti baginya dan benar-benar mencintai nya juga.
"Wahh selamat yah mal! Aku turut bahagia mendengar dan mengetahui kabar ini, gak sabar mau ketemu Afri juga heheh."
"Selamat atas pernikahan mu dan semoga segala diberikan kelancaran,"ucap Ages tiba-tiba ikut bergabung dengan pembicaraan itu.
Kina kaget sebenarnya, memang sejak tadi ia sempat kebingungan karena Ages hanya diam saja saat mereka berbincang berdua. Bukankah seharusnya seorang Ages itu memiliki kebiasaan marah saat Kina dekat dengan laki-laki lain.
Sejak tadi ia hanya diam saja dan menonton kina juga Akmal berbicara empat mata dan bahkan ia kini ikut-ikutan memberikan selamat kepada Akmal.
"Terima kasih banyak pak! Selamat juga untuk bapak yang akan menjadi seorang ayah,"ucap Akmal kemudian.
Kina tidak bisa menyembunyikan ekspresi kebingungan karena keduanya terlihat sangat akrab juga damai. Kemana perginya Tom and Jerry yang dulu?.
"Kalau begitu saya permisi pak, pamit yah na!"
Ages berlalu sambil melambaikan tangan begitu Juga dengan kina yang melambaikan tangan dengan senyuman nya. Tetap saja ending seperti ini yang kina inginkan, segala rasa bersalah dan juga bertanya-tanya dalam benak Kina kini hilang sudah.
"Kenapa sayang?"tanya Ages karena istrinya masih saja memasang wajah seolah tidak mengerti dengan keadaan saat ini.
"Aku sama sekali tidak mengerti mas!"
"Apa sayang?" Tanya Ages antusias.
"Kenapa mas diam saja sejak tadi? Bukankah seharusnya mas cemburu saat aku dengan Akmal bertemu? Mas bahkan memberikan ucapan selamat kepada nya? Mas sadar kan?"
Ages hampir saja tertawa keras karena mendengar ucapan Kina "Apa kamu sangat ingin melihat mas cemburu hmmm?" Goda Ages.
"Ihh bukan gitu mas, aku hanya tidak bisa mengerti saja. "
"Untuk apa mas cemburu kalau mas tau istri mas adalah orang yang sangat setia, mas tidak bisa merasa takut karena mas sangat mempercayai mu sayang."
Kina tersenyum saat mendengar itu, Ages benar-benar sangat ahli dalam membuat ia hampir copot jantung. Benar-benar laki-laki yang sangat suka mengatakan hal-hal manis.
"Ihhh gombal!"
Kina berjalan menuju ruangan Ages meninggalkan Ages yang malah dibuat heran. Padahal ia sedang mengatakan yang sebenarnya malah dituduh menggombal.
"Sayang percayalah! Mas jujur dan itu bukanlah sebuah gombalan,"ucap Ages dengan wajah memelas.
Kina tersenyum dan berjalan mendahului suaminya.
...🌼To be continued 🌼...
Makanya ges jangan keseringan ngegombal hadeuhh jadi gak ada yang bisa percaya kan? Eh tapi author mau kok hehehe.
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀