Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 108: Tidak mungkin!


__ADS_3

Kina masih sibuk memandangi seisi taman yang begitu memukau dan mengalihkan seluruh pandangan dan perhatian Kina. Ages sendiri sampai tidak faham kenapa Kina begitu senang berada disana. Janjinya mereka hanya sebentar disana namun mereka masih di taman saat ini karena Kina masih saja sibuk dengan taman dan terlihat enggan untuk kembali.


Ages yang melihat Kina begitu senan berada disana membuat Ages merasa tidak enak untuk menganggu kebahagiaan istrinya itu oleh karena itu Ages diam saja menunggu Kina yang mengajak nya untuk kembali pulang.


"Mas,"ucap Kina tiba-tiba hingga Ages yang sempat melamun itu langsung mendekat dan melihat kearah Kina.


"A,ada apa sayang?" Tanya Ages pelan karena mengira Kina akan mengajaknya untuk pulang kerumah.


Kina kaget karena agar terhubung terdengar sangat bersemangat saat mendengar panggilan dan juga ucapan Kina.


"Kenapa mas begitu bersemangat? Apa ada sesuatu yang ingin mas katakan?" Tanya Kina sedikit curiga.


Ages menggeleng karena Kina tidak mengungkit untuk pulang Ages memilih untuk tidak mengatakan itu juga, ia takut Kina akan tersinggung seolah Ages juga akan menghilangkan kebahagiaan dan mengganggu nya.


"Tidak ada sayang, mas kaget saja karena tiba-tiba kamu panggil hehehe. ada apa sayang?" Tanya ages pelan kepada Kina.


"Yakin nih gak ada mas? Kalau ada yang perlu tinggal bilang aja, sejak tadi mas terlihat sangat pendiam dan seolah memikirkan sesuatu."


Ages hanya kepikiran dengan keadaan kina karena hari sudah sangat sore jadi Ages khawatir Kina akan kelelahan bila sampai dirumah nanti nya karena Kina sudah sangat banyak sekali beraktivitas hari ini. Ia tak bisa mengatakan kalau Kina seharusnya pulang dan beristirahat disaat Kina terlihat begitu berseri karena suasana taman yang begitu indah.


"Gak ada kok sayang, mas baik-baik aja. Jadi ada apa nih kamu manggil mas?" Tanya Ages dengan wajah penasaran seolah sedang menelisik apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh Kina kepada nya.


"Kalau saja nih yah mas, anak kita lahir dan aku ternyata tidak bisa melihatnya. Mas mau kan Janji sama aku kalau mas harus tetap kuat dan menjaga anak kita, aku tidak akan keberatan jika mas ingin menikah karena tidak bisa mengurus anak kita seorang diri. Aku hanya ingin mengatakan agar mas mencari calon istri yang bisa menerima kenyataan dan menerima serta menyayangi buah hati kita dengan penuh kasih sayang."


Deg


Aneh!


Kenapa kina tiba-tiba berkata tentang sesuatu yang sangat tidak disangka seperti itu? Apa sebenarnya yang ia sembunyikan sampai mengatakan hal itu.


"Sayang kamu ngomong apa sih?" Takut Ages mendekat kearah Kina.


Kina hanya tersenyum dan menggenggam erat tangan suaminya itu, ia sebenarnya sedikit takut menghadapi hari melahirkan yang sebentar lagi akan ia hadapi karena diagnosis dokter ia akan segera melahirkan.


Banyak berita ia lihat dan artikel yang ia baca , banyak ibu muda yang meninggal karena terlalu dini saat mengandung. Ia sama sekali tidak takut akan kematian itu karena biar bagaimanapun ia akan tetap menghadapi nya suatu hari nanti. Ia hanya takut buah hatinya lahir tanpa kasih sayang dari seorang ibu.


"Sayang jangan ngomong gitu ah! Kamu bikin mas takut dan kaget. Jangan ngomong yang aneh-aneh yah sayang, kamu akan baik-baik saja dan begitu juga dengan keadaan buah hati kita. Aku gak suka ah kamu ngomong hal-hal gak keduga kayak gini,"ucap Ages memegang tangan Kina mencoba untuk menenangkan hatinya.


"Aku cuma mau ngasih tau aja mas, karena banyak hal yang membuat ku sangat khawatir. Aku bisa melihat banyak sekali artikel dan tayangan di televisi dan hal itu membuat ku sangat khawatir."


Greb


Dengan cepat Ages mendekap Kina yang terlihat sangat khawatir itu, sepertinya itulah salah satu alasan dimana istrinya sangat ingin keluar dan berjalan-jalan di taman karena ia ingin menghilangkan rasa takut hendak melahirkan itu.


"Semuanya akan baik-baik saja sayang, kenapa kamu harus takut karena kamu adalah gadis hebat dan paling hebat di dunia maka semuanya akan baik-baik saja. Ada aku disamping mu, aku akan memegang tangan ini dan menemanimu disana sampai anak kita lahir sayang. Mas benar-benar tidak akan membiarkan mu berjuang sendirian disana,"ucap Ages meyakinkan Kina untuk berhenti khawatir tentang hal-hal yang seharusnya tidak ia khawatirkan itu.


"Anak panah disana juga mau kan Janji sama papah buat jagain mamah? Dedek gak mau kan mamah sakit dan terluka? Jadi kita jagain mamah bareng-bareng yah sayang. Papah sayang dedek sama mamah sebanyak yang tidak bisa papah ungkapkan."


Ages mengatakan kata-kata manis itu dan mengelus perut Kina hingga Kina benar-benar merasa tenang. Segala rasa khawatir dan juga kecemasan yang sudah ia rasakan beberapa hari terakhir ini sedikit berkurang dan ia mencoba untuk tetap yakin kalau ia akan baik-baik saja.


Ages juga menggenggam erat tangan Kina menciumi tangan istrinya dan beralih mencium pipi kina bergantian yaitu kiri dan kanan begitu juga dengan dahi istrinya yang membuat Kina semakin merasa tenang dengan perlakuan lembut yang diberikan oleh Ages kepada nya.

__ADS_1


Banyak yang mengatakan kalau seorang istri yang hamil begitu dipenuhi dengan berbagai emosi yang sangat dalam dan sulit untuk dikendalikan. Kina benar-benar mengakui itu karena terkadang ia bahkan merasa tertekan tanpa sebab dan bahkan sempat hampir depresi,namun ia benar-benar bisa dengan mudah untuk sembuh karena ada Ages yang menenangkan juga menjaganya hingga ia tidak bisa berlarut dalam kesedihannya.


"Terima kasih mas karena sudah menjadi suami yang sangat baik untuk ku, aku benar-benar bisa menjadi setenang ini karena mas. Padahal sebelumnya aku sangat ragu dan juga takut tanpa alasan, mas selalu saja berhasil membuat ku merasa tenang dan merasa bahagia.


Ages tersenyum dan mengangguk "Mas bahkan berterima kasih kepada mu sayang karena sudah menjadi istri kuat dan mudah untuk ditenangkan. Bukan mas yang hebat namun kamu yang tangguh dan cepat tanggap, mas bangga dengan mu dan seperti anak kita juga akan bangga karena ia lahir dan dilahirkan oleh seorang ibu yang sangat baik, cantik dan juga bijaksana seperti mu sayang."


"Benarkah itu mas? Aku takut anak kita akan malu jika memiliki ibu seperti ku ini mas."


"Kenapa harus malu sayang? Semua orang pasti akan setuju kalau kamu adalah seorang ibu yang sangat baik dan seorang istri yang sangat berbakti. Kita benar-benar dipersatukan dan diberikan kesempatan untuk saling melengkapi satu sama lain.


Kina mengangguk dan setuju dengan ucapan suaminya karena tidak ada yang sempurna yang ada hanya orang yang berusaha menyempurnakan dengan saling menyatukan kelebihan dan meminimalisir kekurangan.


"Mas!"


"Ada apa sayang? Mas selalu saja takut saat kamu memanggil mas dengan nada yang begitu rendah. Mas takut kamu akan mengatakan hal-hal yang menakutkan lagi setelah itu.


"Aku ,,,"


Kina sedikit ragu untuk mengatakan nya karena ia juga tahu ia sebenarnya tidak seharusnya mengatakan hal seperti itu kepada Ages karena ia bisa saja disebut sebagai orang yang egois.


"Kenapa hmmm? Bilang aja sama mas. Mas akan coba bantu dan dapetin apapun yang kamu mau,"ucap Ages dengan lembut.


"Aku,,aku.."


Ages menunggu namun Kina terlihat sangat ragu untuk mengatakan nya. Ia ingin mengatakan nya namun masih takut dengan reaksi Ages.


"Ada apa sayangku? Ngomong aja mas pasti dengerin kamu."


Ages yang mendengar itu langsung terdiam da kebingungan ternyata hal yang sangat ingin Kina ucapkan namun ia ragu adalah keinginan nya untuk memakan es krim karena takut ia terlihat egois Kina benar-benar tidak sanggup untuk mengatakan nya.


"Es krim?" Tanya Ages pelan.


"Iya mas! Aku pengen es kirim tiba-tiba gara-gara ngeliat tuh yang jual es krim banyak banget pelanggan nya. Kayaknya enak banget mas."


Ages melihat kearah tangan Kina yang menunjuk sebuah penjual es krim tepat di seberang jalan dan disana banyak sekali pelanggan yang sedang antri untuk membeli nya.


"Es krim matcha?" Tanya Ages setelah membaca banner yang sudah ada disana.


Kina dengan cepat mengangguk tentu saja dengan wajah imutnya hingga Ages yang melihat itu tersenyum tipis.


"Banyak sekali yah pelanggan nya, mas takut kamu akan kelamaan nunggu sayang."


"Emang boleh mas aku makan es krim?" Tanya Kina dengan wajah berharap.


Dokter sama sekali tidak pernah melarang hal itu hanya aja Ages yang sangat menjaga kesehatan Kina juga kandungan nya . Ages selalu saja berusaha untuk menyajikan makanan sehat meskipun harus ia yang memasak. Ia tidak pernah membiarkan Kina makan makanan cepat saji bagaimana pun Sibuk nya dia tetap saja ia akan menyempatkan diri untuk mengurus kina.


"Boleh sayang tapi janji yah gak boleh makan banyak,"ucap Ages karena tidak ingin Kina terlalu banyak mengonsumsi pemanis buatan.


Kina tentu saja langsung setuju dan mengangguk dengan cepat karena ia benar-benar senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mencicipi es krim Matcha yang terlihat seperti makanan yang sedang hits itu.


"Yeyyy pengen banget mas aku sama es krim yang itu, dari tadi aku udah coba buat ngalihin perhatian aku tetap saja pengen banget hehehe."

__ADS_1


Ages tertawa karena mendengar itu dari kina karena ia sepertinya benar-benar sangat menginginkan es krim itu. Kenapa dia diam saja sejak tadi? Seharusnya ia mengatakan yang sebenarnya kepada Ages karena Ages tidak akan sejahat itu menahan keinginan Kina.


"Kenapa tidak bilang saja sayang dari tadi? Mas tidak akan pernah menahan mu untuk memakan keinginan mu kalau saja itu masih dalam kategori sehat. Es krim memang tidak sehat namun kalau hanya sedikit maka mas tidak akan keberatan sayang,"ucap Ages tersenyum mengelus pucuk kepala Kina istrinya yang langsung tersenyum senang saat mendengar itu.


"Aku hanya takut mas mengira aku egois karena menginginkan hal yang sangat ingin aku makan tanpa peduli kesehatan bayi kita disini. Makasih banyak mas karena sudah menjadi suami yang sangat pengertian untuk ku,"ucap Kina dengan wajah senang dan bersyukur.


Ages tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya karena kina menginginkan es krim itu maka Ages harus antri kesana untuk mendapatkan nya kemudian memberikan nya kepada kina.


"Kalau begitu kami tunggu mas disini yah sayang, mas akan berusaha mendapatkan nya dengan cepat biar kamu gak kelamaan nunggu disini. Jangan kemana-mana yah sayang dan kalau ada apa-apa segera hubungi mas,"ucap Ages dengan penuh semangat dan tidak lupa juga selalu meninggalkan pesan untuk nya sebelum ia pergi.


"Iya mas heheh, aku tunggu disini yah mas."


Kina melambaikan tangan kearah Ages karena laki-laki itu juga melakukan hal yang sama. Ages menyebrang jalan dan kina melihat dari kursi.


Jantung nya berdebar karena merasakan Ages benar-benar tidak bisa ia ungkapkan lagi dengan kata. Suaminya itu sangat hebat dan juga pintar dalam mengayomi segala keinginan kina, walaupun ia sangat sangar dahulu ternyata Ages adalah laki-laki yang sangat lembut hatinya juga perhatian.


"Kenapa aku sangat beruntung bisa mendapatkan mas Ages yang hebat itu?" Gumam Kina masih tidak percaya.


Ages sudah sampai di tempat penjual es krim dan ikut antri dengan banyak pelanggan yang ada disana. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan banyaknya pelanggan yang ada disana padahal hari sudah sangat sore. Bagaimana caranya untuk mendapatkan es krim dengan cepat karena ia tidak ingin kina sendirian disana dengan waktu yang cukup lama.


Ia melihat kearah Kina yang masih duduk tersenyum melihat kearah nya, jaraknya sangat jauh namun mereka masih bisa saling memandang satu sama lain.


Ages Melambaikan tangan begitu juga dengan Kina karena mereka benar-benar sangat serasi apapun yang mereka lakukan terus terjadi tanpa sengaja.


"Kenapa begitu banyak antrian? Istri ku akan kewalahan menunggu disana." Gumam Ages pelan dan masih saja mencari cara untuk mendapatkan es krim dengan mudah.


Kina melirik kearah Ages yang sedang berjuang disana, ia sebenarnya merasa bersalah karena sudah membuat suaminya kesulitan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Antrian sangat panjang dan itu jelas akan membuat Ages kesulitan.


" Apa aku terlalu egois yah? Kenapa aku meminta sesuatu yang membuat mas Ages terlihat sangat kesulitan dalam mendapatkan nya. Seharusnya kamu menahan keinginan mu kina karena kamu sama saja sedang menyusahkan mas Ages." Kina bergumam sejak tadi dan melihat kearah Ages.


Ia dikagetkan dengan Ages yang tersenyum menerima es krim dari penjual sembari melewati banyak sekali orang-orang yang antri untuk membeli es krim.


"Lah? Kok? Kenapa tiba-tiba mas Ages sudah mendapatkan es krim?" Kaget Kina ditambah dengan kebingungan juga.


Ages tersenyum dan hendak berjalan ke tepi jalan namun ia melihat seekor kucing sedang menyebrang dan hendak tertabrak. Ia mencoba untuk menyelematkan kucing itu namun karena ia tidak memerhatikan sekitar tiba-tiba saja Ages merasakan tubuhnya melayang dan es krim ditangannya ia genggam erat karena takut terjatuh.


Susah payah ia mendapat es krim itu untuk istrinya jadi Ages harus menggenggam nya dengan erat.


"Mas Ages?" Kaget Kina dengan teriakan yang sangat kencang dan ia benar-benar tidak bisa menahan air matanya yang langsung mengalir deras.


"Tidak mungkin!"


...🌼To be continued 🌼...


Yahh kenapa dah tuh si Ages? Kina juga kenapa nangis segala? Akhh pokoknya jangan sampai Ages kenapa-napa sebelum negelamar aku. Aku gamau pokoknya, Ages kamu harus secepatnya ngelamar aku jadi bini kedua kamu heheeh.


"Author Jang genit sama laki saya yah!"kina.


"Bodo, pokoknya aku mau jadi bini kedua."


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2