Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 82: Aku jatuh cinta?


__ADS_3

Bilasan sinar mentari menyapa pagi hari, sepertinya hari itu akan sangat terik karena masih sangat pagi sekali sinar mentari sudah sibuk mencoba masuk melalui celah tirai berwarna coklat halus itu. Hingga mata kina terbuka perlahan seolah dibangunkan paksa oleh sinar mentari yang begitu halus mengenai mata gadis itu.


Hal pertama yang ia lihat saat membuka mata adalah wajah Ages yang sedang tertidur begitu pulas itu, matanya terlihat sangat tenang dan juga bibir yang begitu menggoda terlihat sangat jelas dia hadapan Kina.


Benar-benar sangat menggangu pikiran kina, masih pagi ia harus di ingatkan dengan ciuman ciuman yang sudah ia lakukan dengan Ages. Ia sendiri bingung kenapa harus mengingat hal seperti itu sekarang?.


"Mikir apa kamu kina?" Kina menggeleng dengan cepat mencoba untuk menghilangkan pikiran itu.


Dan pandangan dia kembali teralihkan kearah tangan Ages yang berada jauh darinya, tangan laki-laki itu jelas terlihat sekali masih terasa sakit karena bekas ketumpahan air panas tadi malam.


Wajah Ages yang begitu bersungguh-sungguh dalam mencoba memasak untuk Kina masih terlihat sangat jelas, ia bisa merasakan bagaimana perubahan sikap Ages dan juga beberapa usaha yang ia lakukan untuk mencoba menunjukkan kepada Kina bahwa sudah sangat berubah dan akan selalu berusaha menjadi suami yang baik bagi Kina.


Mulai dari nada bicaranya yang kian lembut, apapun yang dilakukan oleh kina bahkan saat gadis itu melawan Ages tidak pernah emosi sekalipun. Dan kemarin malam ia bahkan pergi berbelanja sendiri ke swalayan tanpa Kina.


"Pasti sakit sekali,"gumam Kina melihat kearah tangan Ages. Ia tidak bisa meraihnya karena takut mengganggu tidur nyenyak laki-laki itu.


"Sedang apa aku? Sudah sangat terlambat ini. Aku seharusnya bangkit dan bekerja menyiapkan sarapan juga air untuk mandi mas Ages. Sepertinya mas Ages masuk kantor hari ini."


Kina mencoba untuk bangkit namun ditahan oleh Ages hingga gadis itu kaget apalagi dengan satu tangan Ages berhasil menarik nya kembali jatuh kedalam dekapan nya.


"Humpp." Kaget Kina benar-benar tidak menduga menabrak dada Ages karena ulah laki-laki itu.


"Mau kemana sayang? Kenapa berhenti menatapi ku? " Tanya Ages dengan lembut.


"Mas ihhh, ngapain juga aku natapin mas?" Tanya Kina berpura-pura kesal padanya sebenarnya ia sangat gugup kini.


"Hmmm padahal dari tadi mas liat kamu gak berenti natapin aku kok, kenapa? Mas terlalu ganteng yah?" Goda Ages menatap kearah Kina yang begitu dekat dengan nya.


Gadis itu membuang muka karena malu, wajahnya sudah memerah. Sialnya Ages benar-benar sudah membuat ia salah tingkah dipagi buta begini.


"Apaan sih mas? Berarti dari tadi mas udah bangun? Pura-pura tidur gitu buat apa coba? Ngeselin banget jadi orang."


"Bagaimana bisa mas tidur saat kamu memandangiku sejak tadi?" Tanya Ages dengan wajah menggoda kina.


"Mas ihh ngeselin banget,"ucap Kina dengan kesal.


Gadis itu bangkit dan ditahan oleh Ages lagi hingga kini gadis itu terjatuh hampir saja bibir mereka bertemu dan bertabrakan untung saja Kina bisa dengan cepat menahan tubuhnya.


Mata mereka bertemu, jantung Kina berdebar sangat kencang. Saling menatap satu sama lain benar-benar membuat kina tidak bisa membendung perasaan nya lagi, gadis itu sudah mencoba untuk mengabaikan perasaan itu dan menganggap nya sebagai angin lalu namun semakin ia mencoba untuk mengabaikan nya malah ia semakin jatuh ke pesona Ages.


Ages sendiri tersenyum melihat kearah Kina yang benar-benar kaget itu, posisi mereka masih sama dan gadis itu juga baru kali ini berani menatap nya lama. Karena selama ini saat Ages menatap nya maka ia akan dengan cepat membuang pandangannya kearah lain karena gugup.


Seketika senyuman Ages luntur dan berganti dengan ekspresi kaget saat merasakan bibir nya sudah dibungkam oleh Kina dengan bibirnya. Tentu saja Ages kaget bukan main karena baru kali ini gadis itu yang berinisiatif untuk mencium nya.


Bibir kina begitu lembut saat bertemu dengan bibir Ages, Ages mengubah ekspresi kagetnya dan melihat kearah kina yang seketika sadar dan melepaskan ciuman itu.


"Ke,,kenapa aku mencium bibir mas?" Kaget Kina buru-buru bangkit dari tempat tidur dan berdiri canggung.


Ages sendiri benar-benar tidak tahan dengan sikap kina itu, bagaimana bisa ia begitu lucu dihadapan Ages? Sepertinya ia tidak sadar mencium Ages dan langsung kebingungan sendiri.


"A,,aaku harus ke kamar mandi menyiapkan air untuk mas mandi."


Kina berjalan dengan cepat menuju kamar mandi, gadis itu benar-benar sangat tidak bisa lagi menahan malu dan ingin segera menjauh dari Ages.


Ages sendiri bangkit dari tempat tidur sembari tertawa melihat kina yang begitu terburu-buru masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Sepertinya dia benar-benar kaget dan malu, hahaha tumben sekali dia yang lebih dahulu mencium ku? Apa dia benar-benar sudah mulai menerima ku?" Batin Ages.


Ia tahu Kina memang sudah mulai terbuka juga luluh dengan nya, namun ia akan membiarkan gadis itu perlahan-lahan bisa menerima nya tanpa adanya paksaan.


"Istri ku benar-benar lucu,"gumam Ages bangkit dari ranjang namun ia merasakan sedikit perih di bagian pergelangan tangan nya.


Kina sendiri sudah merasa malu dan gila sendiri didalam kamar mandi, gadis itu sangat syok dengan apa yang ia lakukan tadi.


"Apa kamu sudah gila Kina? Apa yang sedang kamu lakukan tadi? Kenapa kamu mencium bibir nya?" Kesal kina karena ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang ia pikirkan sejak tadi.


"Apa otakmu keluar dari kepala mu atau kamu sudah kehabisan akal? Akhh benar-benar membuat ku frustasi. Apa yang harus ku katakan dan bagaimana lagi aku menghadapi mas Ages setelah ini?"


Kina sudah selesai menyiapkan air untuk Ages namun ia benar-benar tidak siap untuk keluar karena malu untuk sekedar berjumpa dengan Ages.


"Kenapa kamu malah takut kina? Bukankah mas Ages juga sering melakukan hal itu kepada mu? Bahkan berkali-kali. Kamu harus bersikap biasa saja dan jangan terlihat terintimidasi,"gumam Kina mencoba untuk kuat dan juga sok cool.


Ia perlahan membuka pintu kamar mandi dengan wajah seolah tidak terjadi apa-apa namun saat pintu terbuka ia melihat Ages duduk di tepi ranjang sembari melihat kearah nya. Seketika mental itu ciut dengan jantung yang berdetak sangat kencang dan juga rasa gugup yang semakin menjadi-jadi.


"Ke,, kenapa mas melihat ku seperti itu?" Tanya Kina tidak terima.


Ages mengeryit tidak mengerti padahal ia hanya diam saja melihat kearah kina. Tatapan nya saja tidak ada maksud lain sama sekali.


Kina sebenarnya mengatakan hal itu hanya untuk menghilangkan rasa nervous itu.


"Padahal mas tidak melakukan apapun sayang, kenapa wajahmu begitu merah? Apa kamu sakit?" Tanya Ages hendak bangkit kearah Kina.


"A,,aku baik-baik saja mas."


"Benarkah? Tapi kenapa wajahmu begitu merah?" Tanya Ages kini sudah berada di hadapan gadis itu.


Kina mencoba untuk menjelaskan nya Kenapa tiba-tiba ia mencium laki-laki itu lebih dahulu. Namun ia tidak tahu harus menjelaskan nya dari mana. Rasanya canggung dan ia tidak tahu harus berkata apa.


Ages mengerti dan melihat dengan jelas kegugupan kina saat ini, wajahnya memerah karena malu dan salah tingkah.


"Sudahlah mas mengerti, kamu tidak bisa menahan tubuh mu tadi karena mas tiba-tiba menarik mu. Tidak usah dipikirkan dan mas minta maaf karena sudah membuat mu merasa tidak nyaman,"ucap Ages dengan lembut sembari mengusap pelan pucuk kepala Kina.


Deg


Lagi dan lagi kina tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya, kenapa akhir-akhir ini Ages benar-benar terlihat sangat berbeda dan membuat ia tidak bisa berpikir dengan jernih.


Apalagi ucapan nya tadi, jelas siapapun tahu kalau kina yang berinisiatif untuk mencium nya. Namun karena menjaga perasaan gadis itu Ages sepertinya sengaja berpura-pura tidak tahu.


"Tidak usah dipikirkan sayang, apa karena hal itu kamu begitu gugup?" Tanya Ages dengan perhatian.


Kina hanya diam saja memikirkan banyak hal dan pikirannya sendiri seolah tidak sejalan dengan hatinya. Ia benar-benar dibuat tidak karuan karena perasaan nya.


Ages hendak berjalan kearah kamar mandi namun ditahan oleh kina dengan pertanyaan nya yang begitu tiba-tiba.


"Bagaimana kalau itu bukanlah kesalahan mas? Aku benar-benar tidak jatuh tadi. Mas sendiri juga pasti tahu kalau aku yang berinisiatif untuk mencium mas tadi."


Ages mundur kembali dan melihat kearah kina, ia sedikit tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang gadis itu coba katakan?.


"Aku tidak tahu dan tidak mengerti mas, aku juga sangat kaget kenapa tiba-tiba aku melakukan hal itu. Aku bingung dengan perasaanku mas, kenapa setiap kali berada di dekat mas aku benar-benar merasa salah tingkah dan canggung?"


Ages tersenyum saat mendengar itu dari Kina, gadis itu terlihat sangat serius dengan wajah sedikit kebingungan.

__ADS_1


"Setiap kali mas bersikap baik dan manis kepada ku jantung ku seperti akan meledak saja, saat mas tersenyum aku ingin melihat senyuman mas lebih lama dan hatiku terasa damai saat melihat nya. Saat mas mencium ku aku benar-benar tidak bisa menolak nya aku menyukainya dan sangat menyukai nya. Aku benar-benar tidak mengerti dengan semuanya mas, kenapa dengan ku dan apa sebenarnya yang terjadi?"


Ages tidak bisa berhenti tersenyum saat mendengar itu dari Kina, entah kenapa ia seolah mendapatkan pengakuan cinta dari gadis itu. Segala pertanyaan dalam dirinya dan juga penantian itu kini sudah terjawab.


Kina benar-benar sudah jatuh cinta dan jatuh ke dalam pesona Ages, dan laki-laki itu ternyata benar-benar sudah berubah dan berhasil membuat Kina merasa nyaman dengan nya.


"Kenapa sebenarnya dengan ku mas? Aku sangat tidak mengerti."


Dengan pelan Ages berjalan kearah kina dan memeluk tubuh gadis itu dengan tiba-tiba, ia lega karena kini sudah mengetahui kalau Kina benar-benar sudah mulai menerima dirinya setelah Apa yang sudah ia lakukan selama ini terhadap gadis itu.


Kina sendiri hanya diam saja dalam pelukan Ages, seperti yang sudah ia katakan tadi. Yang tersisa saat ini adalah rasa nyaman saat berada di dekat Ages apalagi di dalam dekapan nya.


Setelah memeluk Kina Ages melepaskan pelukannya dan memegang bahu istrinya dengan lembut, mata mereka bertemu dengan tatapan yang sangat dalam mereka saling bertukar pandangan.


"Itu adalah perasaan cinta sayang, kamu sudah mulai mencintai ku."


Air mata Ages benar-benar tidak bisa ia bendung lagi, seperti mimpi mendengar segala pengakuan gadis itu.


"Ci,,cinta?"bingung Kina dan dibaka Ages dengan sebuah anggukan.


"A,,aku mencintaimu mas?" Tanya Kina lagi dengan sedikit keraguan.


Ages mengangguk dengan cepat lalu memeluk kina lagi, gadis itu masih saja tidak mengerti apakah ia benar-benar sudah mencintai Ages?.


Kina mencoba mencari jawaban atas pertanyaan nya dan mencoba merasakan apakah ia benar-benar mencintai Ages. Namun saat melihat wajah Ages ia benar-benar tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya. Ada rasa harus memiliki dilubuk hatinya.


Kina melepaskan pelukan itu dan melihat kearah Ages "Gawat. A,aaku benar-benar sudah jatuh cinta kepada mu mas, ba,, bagaimana ini?" Kaget Kina karena perasaan cinta itu ternyata benar-benar nyata.


Ages sendiri tersenyum merasa lucu dengan ucapan Kina begitu juga dengan ekspresi wajah kagetnya itu.


"Bagaimana kenapa sayang? Bukankah itu adalah suatu hal yang sangat bagus? Mas sudah lama menunggu ini."


Ages memegang bahu Kina dan menatap wajah gadis itu dengan lekat, ia lega karena kini sudah berhasil menaklukkan hati Kina. Walaupun sebenarnya ia sudah melihat tanda-tanda itu namun hari ini dipagi hari yang begitu cerah ia berhasil mendapatkan kejelasan atas perasaan Kina.


Kian hanya diam saja , ia masih kaget dengan dirinya sendiri. Ia sendiri tidak tahu kapan ia mulai merasa kagum dengan sosok Ages?.


Ages sendiri benar-benar sangat senang mendengar apa yang sudah lama ingin ia dengarkan dari Kina.


"Terima kasih sayang, terima kasih sudah memberikan aku kesempatan."


Ages dengan lembut mendekap Kina memeluk gadis itu erat menyalurkan rasa haru karena mendengar secara langsung bahwa Kina mengatakan kalau ia mencintai nya.


Kina hanya diam saja dalam pelukan Ages, ia masih kaget dan tidak mengerti dengan kearah saat ini.


...🌼To be continued 🌼...


Aaaa kiyut banget sih kina, ia bahkan kaget saat tahu kalau ia telah jatuh cinta kepada Ages, ia begitu panik dan tidak tahu harus melakukan apa.


Ages kamu senang banget pasti kan? Kina udah klepek-klepek tuh. Jurus apa sih kok hebat banget bisa dapetin hati kina? Kalau aku jadi kina sih aku gak bakal mau sama kamu ges.


Ehh tapi kalau tiba-tiba ada lowongan buat bini kedua aku siap daftar kok ma Ages? Aku juga gak kalah cantik dari kina kok. Jadi coba pikirkan dulu ges mau gak jadiin aku bini kedua kamu hahahah.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2