Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 89: Suamiku hebat.


__ADS_3

Kina mengikuti Ages juga asisten pribadinya untuk keluar dari ruangan dan menuju sebuah ruangan juga. Ruangan itu terlihat sangat simpel dan hanya diisi dengan beberapa barang-barang elektronik saja.


"Kalian tunggu disini saja, biar saya yang menyelesaikan ini. Semoga saja mereka bisa menerima alasan dari masalah pengiriman ini."


Asisten pribadi Ages mengangguk dengan cepat ia sama sekali tidak lega karena ia merasa itu adalah kesalahannya padahal sebenarnya itu bukanlah kesalahan nya.


"Kamu gapapa kan sayang nunggu sebentar? Mas mau ngurus sesuatu di dalam dahulu."


Kina dengan cepat mengangguk karena ia sama sekali tidak keberatan dengan hal itu, ia malah takut mengganggu urusan pekerjaan Ages karena sepertinya mereka terlihat sedang dilanda masalah saat ini.


Ages kemudian masuk namun sebelum itu ia mengelus pelan surai hitam istrinya hingga Kina sedikit malu di hadapan asisten pribadi Ages padahal tadi saja ia sendiri yang mencium pipi Ages untuk mematahkan keras kepala Ages.


Ages sudah masuk dan terlihat sedang menyambungkan panggilan langsung dari layar dihadapannya. Sepertinya memang ruangan itu adalah ruangan khusus pertemuan virtual Ages dengan beberapa kolega atau kliennya.


Kina melihat dari kaca yang ada di pintu dan tersenyum. Ia benar-benar semakin jatuh cinta kepada Ages, apalagi saat melihat Ages dengan mode serius seperti ini benar-benar sangat berbeda.


"Apa benar aku adalah istrinya?" Batin Kina tidak percaya karena orang sehebat Ages ternyata menjadi suaminya. Bukan karena apa kina dan semua orang juga tahu kalau Kina dan Ages sama sekali tidak sebanding jika dilihat dari kasta dan juga keadaan.


"Kenapa aku malah berpikir seperti ini? Bukankah seharusnya aku bersyukur?" Batin Kina dengan cepat menggeleng.


Kina melirik kearah asisten pribadi Ages dan gadis itu juga melihat kearah nya. Mereka tersenyum canggung satu sama lain, kina sebenarnya masih sangat malu jika ia mengingat bahwa gadis itu telah melihat kelakuan mereka berdua tadi.


Kina mendekat kearah gadis itu dan duduk di sampingnya juga, mereka duduk berdekatan satu sama lain namun keduanya saling mendiamkan.


Biasanya jika dua orang gadis ataupun lebih bertemu tidak akan pernah Secanggang ini bukan? Pasti tidak butuh lama untuk mereka segera akrab. Namun kasus ini berbeda karena Kina sudah lebih dahulu malu terhadap asisten pribadi Ages.


"Khem,,"


Kina berdehem canggung dan sangat ingin memulai percakapan, sedangkan asisten pribadi Ages sebenarnya juga ingin berbicara dengan Kina namun ia kebingungan harus mulai dari mana.


"Apa aku mengganggu pekerjaan kalian?" Tanya Kina dengan pelan sembari memasang wajah sedihnya bersalah.


Dengan cepat gadis disampingnya menggeleng karena ia sama sekali tidak merasa bahwa Kina itu mengganggu.


"Ti,,tidak sa sekali buk."


Kina sedikit cemberut saat gadis itu memanggilnya dengan sebutan ibu, padahal mereka hampir seumuran dan kina sangat ingin dekat dengan nya.


"Jangan memanggilku ibu dong,panggil Kina aja." Pinta Kina dengan sedikit senyuman.


"Sa,,saya tidak enak buk kalau sampai bapak mendengar saya menyebutkan nama itu hanya dengan nama saja."


"Tidak apa, aku hanya ingin dekat dengan mu. Apa kamu mau berteman dengan ku?" Tanya Kina dengan pelan.


Gadis itu tersenyum mengangguk dan baru kali ini juga ada seorang yang meminta berteman dengan nya. Ia terlihat sangat lugu juga pendiam sepertinya.


"Sa,,saya mau buk. Tapi apakah ibu tidak keberatan berteman dengan say?"


"Loh, kenapa? Kamu udah cantik baik dan sopan juga. Kamu juga cekatan dan pekerja keras, kamu hebat banget tauuu."


Gadis itu tersipu malu karena mendengar pujian dari Kina, ia bisa melihat bahwa Kina adalah seorang yang sangat baik juga mulia hatinya.

__ADS_1


"Apa ibu sedang berbicara tentang ibu sendiri?" Tanya gadis itu dengan sedikit senyuman.


Kina langsung faham dengan ucapan gadis itu lalu tersenyum, mereka kemudian tertawa pelan setelah memuji satu sama lain.


"Oh iya nama kamu siapa? Aduh Udah ngomong panjang lebar belum kenalan juga eheheh."


"Niken buk, salam kenal buk!"


"Kina!"


Mereka selesai berkenalan dan berbicara banyak hal lagi, kina sepertinya benar-benar sangat nyaman berada di dekat Niken. Ia seolah telah berhasil menemukan seorang sahabat saja.


"Maafkan saya yah buk karena sudah lancang masuk tadi, saya pasti membuat ibu kesal karena sudah mengganggu aktivitas ibu juga bapak."


Kina langsung terdiam dan wajah sedikit tersipu malu. Benar-benar memalukan karena harus diingatkan lagi oleh Niken, ia sendiri tidak tahu kenapa begitu terbawa suasana tadi saat Ages begitu liar mencubunya dan ia hanya diam saja menerima semua itu.


"Akhh kamu membuat ku malu saja ken, pake diingatin lagi." Malu Kina menutup wajahnya.


"Saya benar-benar gugup dan terlalu takut sampai lupa untuk mengetuk pintu, saya harap ibu tidak membenci saya."


Kina dengan cepat menggeleng karena ia sama sekali tidak marah karena hal itu, karena hanya Ages sepertinya yang marah karena rencana dan kesempatan nya benar-benar sudah hancur tadi. Ia berharap bisa bercinta dengan Kina namun karena Niken masuk begitu saja segalanya menjadi gagal.


"Hey, kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Untuk apa aku membenci mu? Aku sangat ingin berteman dengan mu dan aku sama sekali tidak merasa terganggu dengan itu. Oh iya bisa kan kamu berhenti memanggilku dengan sebutan ibu? Ayolahh aku sangat ingin berteman dengan mu. Panggil Kina aja,"ucap Kina dengan wajah memelas.


Niken jelas tidak selancang itu untuk memanggilnya dengan sebutan nama saja. Karena biar bagaimanapun Kina berada jauh diatasnya jika dilihat dari kastanya.


"Saya tidak berani buk, bagaimana jika bapak mendengar itu dan beliau akan marah kepada saya."


"Baiklah saya tidak bisa memaksamu, tapi kamu jangan pernah sungkan yah sama saya. Kalau ada perlu apa-apa kalau saya masih bisa bantu akan saya bantu dan kamu adalah teman Saya semoga kamu juga menganggap saya demikian hehe."


"Sebuah kehormatan buk bisa menjadi teman ibu, ibu benar-benar baik dan juga Cantik. Tidak hanya wajah ibu yang cantik tapi hati ibu juga demikian,"ucap Niken hingga Kina sedikit tersipu.


"Bisa aja kamu ken, akhh mujinya jangan keterlaluan dong. Susah tau kalau udah kepedean hehehe."


Mereka tertawa pelan setelah sedikit bergurau satu sama lain. Kina tidak menyangka akan mendapatkan teman baru bahkan itu adalah asisten pribadi milik Ages.


Sepertinya kehidupan nya benar-benar perlahan membaik karena kina merasa segalanya kini seolah berpihak kearah nya.


"Ada pasal apa nih? Kok kelihatan nya seru banget hmmm?" Tanya Ages baru saja keluar dari ruangan itu dan tertarik dengan apa yang membuat istri begitu senang dan Niken juga terlihat sangat terhibur.


Kina dan Niken menoleh kearah Ages dan mereka langsung berdiri mendekat kearah Ages.


"Bagaimana mas? Apa masalah nya bisa diatasi?"


"I,,iya pak bagaimana pak? Apakah kita harus ganti rugi atau semacamnya?" Tanya Niken dengan wajah yang sangat antusias.


Ages bisa melihat perubahan wajah Niken dan Kina, bukankah mereka terlihat sangat senang tadi. Kenapa malah berubah jadi gugup begini?.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan tidak ada yang perlu untuk kita ganti kerugian, segalanya sudah terselesaikan dengan sempurna." Senyum Ages dengan bangga.


Kina dan Niken bernafas dengan lega setelah itu mereka saling melihat satu sama lain dan tersenyum senang. Ages jelas bisa melihat itu, sepertinya ia bisa menyadari bahwa kina sudah berteman dengan asisten pribadi nya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita makan siang sayang?" Tanya Ages dengan pelan kearah Kina dan gadis itu mengangguk dengan cepat.


"Mari bergabung dengan kami Ken," ajak kina dengan ramah.


Jelas Niken dengan cepat menolak karena ia sendiri tahu diri untuk tidak lagi menganggu kedua sejoli itu. Bukankah ia akan terlihat tidak tahu malu dan tidak tahu diri jika ikut serta dengan mereka.


"Sa,,saya masih ada urusan buk.. silahkan dilanjutkan buk. Sa,,saya permisi pak buk!" Niken berlalu setelah ia pamit.


"Yahh padahal kan pasti seru kalau Niken ikut," ucap Kina dengywajah sedikit kecewa.


Ages tersenyum karena melihat wajah istri nya yang terlihat sangat imut ketika cemberut seperti itu.


"Sepertinya istriku sudah mendapatkan teman baru nih," ucap Ages dengan wajah tersenyum menggoda kina.


Kina yang awalnya cemberut itu kemudian tersenyum dan mengikuti langkah Ages menuju lift.


"Iya nih mas, aku dan Niken memutuskan untuk berteman hehe."


"Benarkah itu sayang?"tanya Ages tersenyum memastikan sembari mengelus pelan surai hitam Kina.


Gadis itu dengan cepat mengangguk dan tersenyum karena senang bisa mendapatkan teman baru.


"Apa kamu sesenang itu? Kamu tersenyum melulu sejak tadi sayang."


"Jelas aku sangat senang mas, aku sangat ingin punya teman dari dulu dan akhirnya mendapatkan nya juga."


"Aku tidak terlalu suka kalau kamu sesenang itu karena dekat dengan orang lain sayang, aku cemburu!"


Kina melihat kearah Ages setelan mendengar itu, bukankah lebih tidak wajar Ages bahkan cemburu dengan Niken?.


"Mas masa cemburu sama Niken sih?" Bingung Kina.


"Jelas mas cemburu dong, mas kan cuma mau diperhatiin sama kamu seorang saja. Mas gak mau berbagi dengan yang lain baik itu Niken atau siapapun itu."


Kina benar-benar tidak bisa menahan tawa karena melihat sikap aneh Ages.


"Kenapa kamu malah tertawa sayang? Aku benar-benar sedang cemburu loh ini. Aku gak mau kamu memikirkan orang lain termasuk Niken,"ucap Ages dengan wajah sedikit cemberut.


"Mas ada-ada aja hahaha, posisi mas sama Niken tuh jelas berbeda dan berada ditempat yang tidak sama. Kenapa mas malah cemburu begitu?" Tanya Kina dengan pelan.


Ages tersenyum mendengar itu, tanpa ia tanya pun ia tahu apa maksud Kina dan dimana posisinya.


"Akhh benar-benar tidak sabar untuk menerkam mu nanti malam,"batin Ages tersenyum.


Mereka sama-sama diam setelah itu, menunggu pintu lift terbuka untuk mereka makan siang diluar.


...🌼To be continued 🌼...


Hayoo ada yang cemburu nih, masa sama Niken aja kamu cemburu ges? Lebay banget dahh. Nanti Kina balik sama Akmal kayaknya kamu bakal bundir dehh. Dasar bapack alayyy.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2