Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 92: Terjadi juga


__ADS_3

    Kina keluar dari kamar mandi lengkap dengan piyama tidur yang sempat menganggur di depan lemari karena mereka sempat bercumbu walaupun akhirnya terhenti dan gantung karena suara cacing kina yang berdemo minta diberi makan.


Ages tersenyum kearah Kina menghilangkan wajah kecewa juga perasaan sedih dalam dirinya. Biar bagaimanapun juga ia tidak boleh egois hanya karena keinginan nya tidak terpenuhi maka ia harus marah dan merajuk kepada Kina.


Walaupun sebenarnya ia sudah sangat lama menantikan hal itu, saat ia hendak berhasil mendapatkan nya tiba-tiba saja masih ada halangan yang akhirnya menghentikan tercapainya keinginan Ages.


"Sudah selesai sayang? Lebih baik kita kebawah dulu untuk makan."


Ages bangkit dari tepi ranjang dan Kina juga mendekat kearah Ages, ia melihat kearah Ages dengan seksama. Sedikitpun tidak ada raut wajah kekesalan disana, membuat kina semakin merasa bersalah saja. Sepertinya Ages sudah hampir tidak bisa mengendalikan perasaannya juga hasrat dalam dirinya tadi, tapi karena kina mau tidak mau ia harus merelakan dan menahannya.


"Kenapa sayang?" Tanya Ages berjalan disamping Kina.


Ia jelas menyadari kalau sejak tadi Kina tidak hentinya memandang kearahnya bahkan dengan tatapan penuh rasa bersalah.


"Eumbb,,g,gak kok mas. A,,aku benar-benar sangat kelaparan sekarang."


Kina malu untuk mengakui bahwa ia juga sebenarnya merasa tidak enak karena kegiatan yang hampir saja memanas itu seketika terhenti karena ia tiba-tiba saja merasa lapar.


"Kalau begitu kita ke bawah saja sekarang, tidak baik jika membiarkan mu kelaparan sayang,"gumam Ages.


Mereka berdua menuruni tangga dengan perlahan karena Ages tidak ingin kina kenapa-napa kalau mereka turun dengan tergesa. Kina sendiri juga sadar kewajiban nya sebagai seorang ibu harus menjaga janin di dalam perutnya sebaik mungkin.


"Mas panaskan dulu yah sayang, akan lebih enak jika kamu memakan nya dengan keadaan hangat. Tidak akan lama kok hehehe,"ucap Ages dengan semangatnya.


Kina buru-buru menghampiri Ages dan menggeleng, bagaimana bisa ia membiarkan Ages melakukan hal itu saat tangan laki-laki sedang tidak baik-baik saja sekarang ini. Memang tidak perlu banyak tenaga dan hanya memanaskan makanan yang memang sudah siap saji karena sudah dipesan sejak sore tadi.


"Hati-hati sayang, jangan lari-lari begitu heyy!" Kaget Ages karena Kina yang hampir saja berlari kearahnya sembari menggeleng.


"Mas tidak usah memanaskan nya, biar aku saja mas. Tangan Amas sedang terluka saat ini,"ucap Kina dengan pelan.


"Untuk mengerjakan ini mas masih bisa sayang, kamu duduk saja menunggu makanan akan segera mas sajikan."


Kina hendak protes lagi tapi seketika terhenti karena mendengar ucapan Ages yang membuat ia merasa tidak enak untuk menolak lagi.


"Biarkan mas melayani mu sayang, mas juga ingin memberikan perhatian kepada mu dengan buah hati kita."


Kina akhirnya menurut dan duduk didekat Ages yang sedang sibuk menghidupkan kompor dan memanaskan makanan itu. Ia terlihat sedikit kesulitan melakukan semuanya dengan satu tangan dan sesekali ia juga menggunakan tangan kanan nya hingga membuat Kina sedikit khawatir jika sewaktu-waktu tangannya akan sakit lagi.


"Mas hati-hati, bagaimana jika tangan mas akan terasa perih lagi."


"Mas baik-baik saja sayang, kamu pindah ke meja makan saja yah. Sebentar lagi mas akan datang membawa makanan nya sayang."


Kina lagi dan lagi menurut dan berpindah ke meja makan, dan tidak lama dari itu Ages datang dengan sebuah piring di tangan nya menuju meja makan yang disana Kina sudah menunggu nya.


"Makanan nya sudah siap sayang, kamu sudah sangat kelaparan yah?" Tanha Ages duduk disamping istrinya sembari memberikan sepiring makanan itu.


Setelah itu ia kembali berjalan menjemput susu yang sudah ia siapkan tadi, susu itu adalah susu khusus untuk ibu hamil agar staminanya tetap terjaga dan tidak kekurangan asam folat juga.


"Wahh mas buatin aku susu juga?" Tanya Kina senang menerima susu itu.


Ages tersenyum karena Kina benar-benar terlihat senang dengan pelayanan nya, gadis itu memaksan satu sendok makanan itu dan Ages tersenyum memperhatikan nya saat sedang makan.


"Bagaimana sayang? Apa enak?" Tanya Ages dengan pelan.


Kina mengangguk dengan cepat "Enak mas, aaa."


Kina menyodorkan satu sendok kearah Ages, laki-laki itu dengan cepat membuka mulutnya menerima suapan dari istrinya itu.


"Bagaimana mas? Enak kan?"


"Benar-benar enak sayang, mas tidak tahu apakah memang makanan nya yang enak atau karena istri ku yang sedang menyuapiku?" Goda Ages dengan gombalan nya yang tiada habisnya.


"Bisa aja buaya!"


Ages dan kina tertawa setelah menggoda satu sama lain, Ages terus saja mendapatkan suapan dari Kina hingga tidak sadar makanan itu sudah habis mereka makan berdua.


"Yahh padahal kan mas masak buat kamu sayang, eh malah mas bantuin kamu makan haduhh."


"Hahaha tidak apa mas, lagian makanan nya terlalu banyak untuk aku sendiri. Lihatlah kita tidak sadar sudah habis karena kita makan berdua."

__ADS_1


"Jangan lupa susunya diminum juga sayang, biar anak kita sehat disana."


Ages perlahan mengelus pelan perut Kina hingga gadis itu kaget namun ia kembali bersikap normal.


"Bagaimana sayang? Apakah kamu masih kelaparan?" Tanya Ages dengan pelan.


Kina menggeleng karena ia benar-benar sudah kenyang, Ages benar-benar sudah sangat jauh berubah. Bukankah dahulu ia adalah seorang laki-laki yang sangat egois? Kini ia benar-benar sangat perhatian dan lebih mementingkan kina dibandingkan dirinya sendiri.


Setelah makan mereka duduk disana sebentar sembari Ages juga membereskan meja makan, Kina mencoba untuk membantu namun Ages tidak mengizinkan itu.


"Kalau begitu kita ke kamar saja sekarang sayang, malam sudah sangat larut. Kamu harus segera istirahat!"


Kina sedikit kebingungan dan melihat kearah Ages, laki-laki itu sepertinya sudah menyerah untuk melanjutkan hal yang tadi. Apa karena ia merasa kecewa atau semacamnya?. Kina mengira setelah makan maka mereka akan melanjutkan nya tapi Ages sepertinya sudah tidak mood lagi untuk melakukan itu.


"Kenapa sayang? Apa kamu masih ingin nambah susunya?" Tanya Ages dengan perhatian.


"Eugh,,w,, enggak kok mas. Yaudah yuk keatas,"ucap Kina berjalan beriringan dengan Ages.


Sampai dikamar Kina masih kepikiran dengan kejadian yang sempat tertunda tadi, Ages juga sudah tidak mengungkit hal itu lagi. Apa karena Kina yang begitu egois karena lebih mementingkan rasa laparnya tadi? Akhh benar-benar membuat kina kebingungan karena sekarang malah ia yang merasa kalau hal tadi tidak seharusnya tertunda.


"Kenapa sih kina? Kenapa kamu malah memikirkan itu?" Gumamnya pelan.


"Sini sayang, kamu harus segera istirahat karena malam sudah mulai larut."


Ages menepuk ranjang untuk menyuruh kina datang dan berbaring disana, memang kini Kina sudah mulai tidur diranjang dengan Ages.


"I,,iya mas!"


Ages tersenyum kearah Kina dan membantu gadis itu untuk berbaring kemudian membalut tubuh Kina dengan selimut tebal.


"Loh! Mas mau kemana?" Tanya Kina dengan heran.


"Aa,,mas ingin ke kamar mandi sayang, sebentar yah!"


Ages memasuki kamar mandi meninggalkan kina yang terbaring diatas ranjang sembari memikirkan hal yang tadi. Ia masih saja merasa bersalah karena membuat Ages kecewa, dan ia semakin merasa bersalah karena Ages benar-benar tidak menunjukkan kalau ia merasa kesal dan kecewa sama sekali.


"Wahh benar-benar sulit untuk menahan diri, padahal sudah berlangsung lama tapi aku masih sangat kesulitan untuk kembali merasa biasa saja. Bagaimana ini? Aku tidak mungkin mengungkit hal itu lagi kepada Kina, aku takut ia salah faham dan mengira aku hanya menginginkan ia karena nafsu saja."


"Ayo Ages tenanglah! Kamu pasti bisa, anggap saja ini adalah salah satu proses untuk mu menjadi seseorang yang lebih sabar dan bisa mengendalikan dirimu,"gumam Ages menarik nafas dalam-dalam.


"Mas!"


Ages mendengar panggilan dari Kina dari luar kamar mandi, ia memang sudah sedikit lama disana hingga Kina heran.


"I,,iya sayang! Ada apa?" Tanya Ages datang dengan keringat bercucuran dan dengan wajah yang ia tampilkan senormal mungkin.


"Kenapa mas lama sekali disana?" Tanya Kina pelan.


"Ahh mas hanya hendak bercukur saja, kumis mas terlihat semakin tumbuh lagi."


"Tenaga malam begini?" Tanya Kina kebingungan.


"Mas paling tidak suka kalau tumbuh kumis sayang, besok saja mas lanjutkan."


"Kita tidur saja yah sekarang, malam sudah mulai larut."


Ages naik keatas ranjang dan berbaring tepat disamping Kina hingga gadis itu sedikit merasa panas dingin. Padahal Ages tidak melakukan apapun ia malah merasa kalau hawa semakin panas disana.


"Selamat malam sayangkuu,"ucap Ages mengecup pelan pucuk kepala Kina hingga gadis itu merasa gejolak dalam dirinya ditambah lagi sejak tadi ia tidak hentinya memikirkan kegiatan mereka yang sempat tertunda itu.


Ages hendak membenarkan posisi nya dan sedikit menjadi dari Kina namun ia tiba-tiba dikagetkan karena Kina menahan pinggang nya.


"A,ada apa sayang?" Kaget Ages dengan nafas sedikit tertahan.


Jujur saja ia sama sekali belum melupakan keinginan nya, ia hanya sedikit mencoba untuk sabar dan menahan dirinya. Saat kina melakukan hal seperti itu maka ia benar-benar akan bersikap egois dan meminta lebih.


Kina diam saja namun mendekat kearah Ages lalu melihat kearah nya hingga mata mereka bertemu satu sama lain .


"Ada apa hmm? Apa kamu butuh sesuatu sayang?" Tanya Ages mencoba untuk tetap tenang dan bersabar.

__ADS_1


Cup


Kina mengecup pelan bibir Ages hingga laki-laki itu kaget lagi, apa kina sadar dengan perbuatan nya? Situasi benar-benar sangat serius saat ini. Jika ia bermain-main dengan hal yang seperti itu maka Ages benar-benar tidak akan memberikan kelonggaran lagi.


"Sayang ada apa dengan mu? Kenapa tiba-tiba mencium ku?" Kaget Ages.


Cup


Lagi dan lagi Kina mencium Ages namun kali ini ia sedikit membuka bibirnya mengecup lebih dalam bibir Ages terbuka karena masih kaget.


"Sa,, sayang kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan ini? Jangan memancing mas..mas benar-benar sedang kesulitan saat ini,"gumam Ages dengan wajah lesu dan mencoba untuk tetap tenang.


Kini kina lebih dekat lagi dan mengalungkan tangannya dileher Ages sembari mencium bibir Ages lebih dalam lagi, Ages tidak tahu apa maksud Kina namun ia tidak bisa membiarkan kesempatan ini lewat begitu saja.. dengan cepat ia membalas ciuman Kina.


Sedikit lebih liar karena Ages berharap bisa mengurangi sedikit hasrat dalam dirinya. Tidak apa walaupun hanya sekedar ciuman saja walaupun sebenarnya Ages sangat mengharapkan lebih dari hal itu.


Kina hampir kehabisan nafas karena ciuman panas itu hingga Ages dengan wajah tidak rela perlahan melepaskan pagutan bibir mereka berdua.


Kina menghirup udara sebanyak-banyaknya dengan wajah sedikit memerah yang membuat Ages benar-benar tidak kuasa karena ia semakin terlihat seksi saat itu.


"Kenapa dengan mu sayang? Tidak seperti biasanya!"


Kina sebenarnya malu untuk mengatakan hal ini namun karena ia juga tidak akan bisa tenang maka mau tidak mau ia harus mengatakan nya.


"A,,apa mas tidak ingin melanjutkan yang tadi?" Tanya Kina dengan wajah malu-malu.


Deg


Benar-benar seolah seperti sebuah Dejavu, Ages tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan emas seperti ini. Seorang kina menawarkan lebih dahulu untuk melakukan hal itu.


"Ma,, maksud kamu apa sayang?" Tanya Ages memastikan nya.


Kina benar-benar malu untuk mengatakan nya secara langsung, tapi Ages sepertinya meminta kejelasan juga.


"Eugh,,,i,,itu loh mas. Masa mas gatau? Bukankah mas sangat menginginkan nya? Aku yang bersalah karena sudah menunda nya."


Senyuman terbit dibibir Ages karena kini jawaban dari kina Susah sangat jelas sekali.


"Kamu tidak boleh menyesal dengan keputusan mu ini sayang, malam ini kita akan bersenang-senang."


Ages langsung mencium bibir Kina bahkan saat gadis itu belum sempat menjawab nya. Kina juga yang sudah mulai tanggap langsung mengalungkan tangannya dileher Ages dan mencoba mengimbangi permainan bibir Ages sebisanya.


Tangan Ages yang tidak sakit itu perlahan masuk ke dalam piyama tidur Kina mengelus pelan perut gadis itu dan juga bibirnya tersenyum saat berhasil mendapatkan pengait bra milik Kina.


Kina awalnya kaget dan hendak bergerak namun Ages mengalihkan perhatian nya dengan mengecup sembari menghisap leher Kina hingga mengeluarkan tanda disana.


"Akhhh,,"


Desahann Kina jelas tidak bisa ia tahan lagi karena Ages yang bersemangat menciumi lehernya ditambah lagi tangannya yang sibuk bermain di gundukan empuk milik Kina itu.


"Akhh,,massshhh."


Kina mengacak rambut Ages karena tidak terbiasa dengan sensasi yang ia rasakan itu. Ages benar-benar gila karena berhasil membuat Kina merem melek dengan permainan nya.


"Panggil aku dengan manis sayangku, kita akan bersenang-senang malam ini dan kamu akan merasakan nikmatnya dunia yang sebenarnya."


Kina benar-benar tidak terkendali begitu juga dengan Ages, entah siapa yang lebih dahulu memulai kini mereka sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.


Mereka benar-benar menyatukan diri berkali-kali ditengah malam yang panjang itu. Ages tidak bisa berhenti untuk tersenyum karena sudah mendapatkan apa yang sudah sangat lama ia inginkan itu.


Cup


"Terima kasih sayangku!"


...🌼To be continued 🌼...


Hayoo acieee yang udah dapat jatah, udah seneng dong yah! Si tukang Modus seneng juga dong pasti karena udah dapetin yang dia mau.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2