
Pintu ruangan kina terbuka memperlihatkan sosok Ages yang baru saja selesai membagikan banyak sekali makanan diberbagai ruangan pasien lainnya. Benar-benar kewalahan bagi Ages karena membagi begitu banyak jenis makanan.
"Sayang mas kelamaan yah? Maafin ma,,,loh? Kamu kenapa sayang?"
Ages benar-benar kaget saat melihat Kina menangis begitu hebat diatas ranjang nya. Padahal seingatnya ia meninggalkan gadis itu dengan keadaan baik-baik saja tadi.
"Kenapa hmmm? Apa ada yang sakit? Perutmu sakit atau demam mu naik?"
Ages sangat khawatir dan memeriksa keadaan Kina,ia sama sekali tidak demam lagi.
"Apa perutmu kram lagi? Kumohon jangan menangis." Pinta Ages dengan wajah khawatirnya.
Kina masih saja menangis, hatinya hancur saat tahu Akmal jatuh sakit dan Afri juga sedang kesulitan saat ini. Ia benar-benar merasa bersalah kepada gadis itu, ia hadir dalam hidup Akmal sebagai beban dan juga benalu dalam hubungan mereka.
"Kumohon berhenti menangis, hatiku hancur melihat nya."
Ages mencoba untuk memeluk Kina namun gadis itu dengan cepat menolak sembari melihat kearah Ages dengan kesal.
"Berhenti bersikap seolah perhatian kepada ku mas! Mas membuatku semakin bingung," kesal Kina menepis tangan Ages yang berusaha untuk memeluk nya.
Ages benar-benar kaget karena mendengar itu dari Kina, gadis itu terlihat sedang dalam suasana hati yang buruk. Tepat sekali Ages bisa memahami itu karena baginya itu adalah efek dari kehamilan nya.
Namun, saat ia mencoba mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Kina tiba-tiba saja bibirnya mulai terbit sebuah senyuman hingga kini gantian Kina yang dibuat kebingungan.
"Kenapa mas malah tersenyum? Kenapa mas membuat ku bingung? Hiks,,,"
Tangisan gadis itu semakin kencang saja namun Ages malah tersenyum lalu memeluk Kina namun kali ini gadis itu tidak menolaknya.
"Kalau kamu mulai kebingungan dengan sikapku berarti kamu sudah mulai memikirkan ku, bagaimana yah? Aku sepertinya tidak akan bisa menuruti ucapan mu sayang?"
Kina mengeryit dan mencoba melepaskan pelukan Ages namun ditahan lembut oleh laki-laki itu. Ia tidak mengerti dengan ucapan Ages.
"Aku akan terus membuat mu kebingungan dan memberikan banyak perhatian juga kasih sayang untuk mu sampai kamu tidak tahan dengan nya,"ucap Ages dengan senyuman bangga lalu mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Kina benar-benar tidak habis pikir dengan Ages, bukankah seharusnya ia marah karena Kina mengatakan hal seperti itu kepada nya? Semua orang juga tahu bahkan para pembaca bahwa akhir-akhir ini Ages sudah sangat jauh berubah. Ia berusaha sebisanya untuk membuat Kina nyaman dengan segala kebaikan juga kasih sayangnya, kina juga sadar akan hal itu tapi gadis itu memilih untuk berpura-pura tidak tahu dan terus saja berusaha memberontak menunjukkan ketidaksukaan terhadap Ages.
Jujur saja jantung Kina berkali-kali berdebar dan berdetak tidak karuan setiap kali Ages memberikan pelayanan juga perhatian kepada nya. Ia hampir saja tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri namun kina berusaha biasa saja.
Pelukan Ages terlepas dan kini ia beralih menatap gadis itu dengan tangannya yang memegang bahu Kina, kina memilih melihat kearah lain karena tak akan sanggup bersitatap mata dengan Ages.
"Oleh karena itu, persiapkan dirimu sayang. Aku takut kamu tidak akan sanggup mengabaikan persona ku nantinya,"ucap Ages dengan bangga kemudian dengan pelan ia mengusap bekas air mata di wajah Kina.
"Mas silahkan pergi aku ingin istirahat,"ucap Kina dengan cepat menepis tangan Ages.
Laki-laki itu tetap tidak marah dan memilih untuk tetap tersenyum, baginya apapun yang sedang dilakukan oleh Kina adalah bentuk pertahanan diri gadis itu dan jelas saja Ages harus memahami nya. Akan sangat tidak masuk akal jika kina dengan mudah memaafkan nya setelah segala perbuatannya yang begitu keji juga bejat itu.
Ages membantu Kina untuk berbaring namun lagi dan lagi ditepis oleh gadis itu dengan wajah dingin nya "Aku bisa sendiri mas," ucap Kina.
"Mas juga bisa membantu mu sayang, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan begitu juga dengan mas. Kita lihat saja nanti siapa yang akan menang,"ucap Ages dengan senyuman dibibir nya.
"Berhenti tersenyum, mas jelek kalau tersenyum!"
Kina memutar bola mata kesal lalu memilih untuk menghadap kearah lain, berdebat dengan Ages tidak akan ada habisnya lebih baik ia mengakhiri nya sebelum ia benar-benar akan kalah dibuat oleh laki-laki itu.
Ages tersenyum "Baiklah kalau begitu, mas pamit sebentar yah mau ngurus kantor karena baru saja ada telepon dari sekretaris mas bahwasanya akan ada pertemuan penting dengan klien dari Dubai."
"Siapa juga yang minta penjelasan, gak usah dijelaskan juga aku tidak perduli."
Kina bergumam pelan dan tidak bisa di dengar oleh Ages namun laki-laki itu tersenyum melihat kelakuan Kina.
"Kamu gapapa kan mas tinggal bentar sayang? Kalau ada apa-apa segera hubungi mas,"ucap Ages.
"Yaudah sihh mas pergi a,,,"
Cup
Kina tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi karena Ages yang tiba-tiba saja mencium pipinya.
__ADS_1
"Siapa tahu kamu akan merindukan mas jadi mas tinggalin kenang-kenangan heheeh."
Sebelum kina marah Ages sudah lebih dahulu pergi sembari Melambaikan tangan kearah nya. Yahh walaupun sebenarnya kina tidak bisa marah.
"Kenapa dia sangat sering bersikap lancang kepada ku? Kenapa dia sangat sering mencium ku sembarangan?" Kesal kina namun tiba-tiba saja ia sedikit tersenyum dan memegangi pipinya yang baru saja dikecup oleh Ages tadi.
"Dasar laki-laki buaya! Jelas sekali dia terlihat sangat profesional, pasti sudah banyak sekali gadis yang ia pacari dahulu."
Kina mencoba menggeleng dan mengabaikan Ages walaupun sebenarnya perhatian nya terus saja teralihkan oleh laki-laki itu. Ia sendiri tidak tahu sejak kapan Ages berhasil membuat ia terus saja memikirkan nya.
Sementara kini Afri baru saja masuk ke ruangan Akmal dirawat. Ia begitu sakit melihat Akmal yang begitu rapuh juga saat ini sedang di infus itu. Kalau saja ia adalah gadis yang diinginkan oleh Akmal maka laki-laki itu tidak akan jatuh sakit begini.
"Maafkan aku, ini semua salahku!"
Afri duduk di kursi dan memegang tangan Akmal yang terasa dingin itu, gadis itu menangis lagi padahal dahulu dia adalah gadis yang sangat kuat dan sulit untuk menangis kenapa ia begitu rapuh saat ini?.
"Aku sudah mencari kina dan bertemu dengan nya, aku berusaha untuk membujuk nya agar kembali untuk mu tapi hiks,,tapi dia menolak mal. Bagaimana lagi aku akan membahagiakan mu? Aku tidak tahu lagi karena Kina juga tidak bisa kembali kepada mu hiks," ucap Afri dengan isakan.
"Kenapa kamu sama sekali tidak pernah bisa melihat ku? Kenapa kamu berpura-pura tidak peka dengan perasaan ku. Setidaknya cintai aku walaupun itu sebuah kebohongan mal."
Afri benar-benar sangat frustasi dengan kehidupan cintanya yang begitu rumit itu, ia sama sekali tidak pernah membenci atau menyalahkan Kina atas semuanya karena sejak awal ia tahu bahwa Akmal sudah lebih dahulu mencintai Kina dan Afri adalah orang baru dalam hidup Akmal. Laki-laki itu sejak awal sudah menetapkan Kina sebagai gadis yang ia cintai.
"Aku yang salah dan mungkin inilah yang harus ku tanggung, apakah akan ada saatnya kamu mencintaiku mal?" Tanya Afri melihat kearah Akmal yang masih saja menutup mata itu.
Air mata gadis itu terus saja mengalir dan ia memilih keluar, tidak baik menangis disana. Bagaimana nanti Akmal bangun dan melihat ia menangis begitu menyedikan? Walaupun Afri tahu sendiri bahwa Akmal tidak akan peduli sesakit apapun hatinya dan sehebat apapun ia menangis.
...🌼To be continued 🌼...
Agess kamu ternyata bisa sweet juga yah, Kina hampir klepek tuh ges makanya Pepet terus biar Kina semakin tidak sanggup menahan pesona mu. Tapi disisi lain aku kasian banget sam Afri gadis itu baik namun mendapatkan nasib yang begitu buruk.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1