
Kina masih sibuk makan walaupun sebenarnya ia sudah sangat cemas, jelas ia sedang diperhatikan saat ini. Akmal juga lama sekali membelikan es krim untuk kina. Sampai kini ia masih belum juga kembali.
"Mau tambah lagi neng?" Tanya ibu penjual itu saat melihat seluruh makanan Kina sudah habis.
Gadis itu bahkan sampai tidak sadar sudah menghabiskan seluruh makanannya karena tidak memperhatikan dan jalan terus makan sejak tadi.
"Tidak usah buk, sa,,saya sudah kenyang."
"Kenapa sejak tadi neng terlihat sangat tidak tenang? Ada yang neng butuhkan?" Tanya ibu itu dengan wajah khawatirnya.
Kina menggeleng sembari tersenyum kikuk dengan sang ibu "Tidak ada buk, teman saya sangat lama."
Beberapa pria berbaju hitam itu masih ditempat yang sama memandang kina, mereka sudah sangat yakin kalau itu adalah Kina.
"Agar kita tidak salah bagaimana kalau kita potret saja bos? Lalu kita kirim ke tuan Ages!"
Ketua geng itu langsung tersenyum karena mendengar ide brilian dari salah satu anggotanya.
"Tidak sia-sia kau kuberi makan!" Ucap bosnya kemudian mengeluarkan ponsel miliknya.
Cekrek,
"Apa mereka sedang memotret ku?" Batin Kina kemudian berbalik menghadap kearah lain dengan alasan mengambil minuman tambahan.
"Aduh kenapa dia malah mengambil minum bos? Kita jadi kesulitan untuk memperlihatkan wajahnya. Tuan Ages tidak akan semudah itu percaya,"
"Diamlah! Ini saja sudah cukup untuk jadi bukti bahwa kita tidak tidur, gadis itu saja yang sulit untuk ditemukan."
Dengan cepat foto itu sampai kepada Ages yang sedang sibuk mengerjakan berkasnya yang sempat ia buang tadi. Biar bagaimanapun ia adalah seorang CEO jadi ia harus bersikap profesional memisahkan antara masalah pribadi juga dengan masalah kantor.
Ages mengeryit saat melihat foto dimana Kina sedang duduk santai disebuah food truk, ia terlihat sangat menikmati makanan nya. Baju yang ia kenakan juga sangat cocok ditubuhnya.
"Kenapa dia bisa ada disana? Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa gadis itu bisa berpenampilan seperti itu?" Bingung Ages karena melihat Kina yang terlihat menjalani hidup normal setelah kabur darinya.
"Apa yang terjadi dengan nya dalam semalam? Sial gadis ini benar-benar diluar nalar."
Ages langsung menghubungi geng suruhannya itu, benar-benar diluar dugaan Kina berada di kampus saat ini.
"Bagaimana perkembangan nya? Apa kalian sudah mendapatkan nya?" Tanya Ages bersemangat.
"Maaf tuan, kami sedang menyusun siasat untuk menangkap nya. Terlalu banyak orang disini kami takut menjadi pusat perhatian."
__ADS_1
"Ck, secepatnya kabari saya!"
Ages mematikan sambungan itu, ia benar-benar tidak bisa menduga bagaimana bisa kina sudah ada di kampus itu? Gadis itu baru saja kabur kemarin dengan keadaan yang kurang baik dan juga kondisi mentalnya yang terganggu. Kenapa dia terlihat sangat normal disana?.
"Apa itu benar-benar kina? Atau hanya orang yang mirip saja?" Gumam Ages kebingungan.
Suara ketukan tepat di pintu ruangan milik Ages "Masuk!"
Seorang sekretaris masuk dengan berkas di tangannya, kemudian mendekat kearah Ages yang masih saja kepikiran dengan kina itu.
"Mohon maaf pak, berkas ini sangat urgent untuk segera ditandatangani. Dan mengenai rapat nanti sore akan kita laksanakan di gedung CU pak."
Ages dengan cepat mengangguk kemudian mengambil berkas itu. Tidak ada komentar sama sekali, biasanya Ages akan mengkritik setiap menemukan kesalahan dalam berkas itu.
"Untuk rapat nanti kamu saja yang menghadiri nya, saya ada urusan lain."
Sekretaris itu dengan cepat mengangguk lalu berjalan keluar setelah menyelesaikan urusannya didalam ruangan Ages.
Akmal tersenyum setelah mendapat es krim itu, dia menghampiri kina yang masih saja membelakangi para geng itu.
"Es krimnya sudah siap nih, maaf yah nungguin nya lama banget yah?" Tanya Akmal mendekat kearah Kina yang terlihat tidak tenang.
"Kenapa na?"
"Yaudah kau terima aja dulu es krim ini, kita harus tetap terlihat tidak menyadari kehadiran mereka."
Akmal tidak langsung melirik kesana, ia berpura-pura memberikan es krim itu kepada Kina lalu melirik sekilas. Dan benar saja mereka terlihat sedang mengawasi Kina.
Akmal langsung memikirkan cara untuk kabur dengan Kina dari sana walaupun sebenarnya ia sangat penasaran kenapa sampai ada orang-orang yang mencari kina. Namu, bukan sekarang waktu yang tepat untuk menanyakan hal itu. Dan Kina juga terlihat sedang tidak ingin membicarakan nya.
"Bagaimana ini mal? Maafkan aku sudah membulatkan ku kesulitan untuk kesekian kalinya. Tapi, aku benar-benar sangat tidak ingin tertangkap!"
Kina memegang tangan Akmal dengan wajah khawatirnya, Akmal tahu kalau saat ini Kina sedang diliputi perasaan tidak tenang. Walaupun ia tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi Akmal tetap ingin menolong Kina bagaimana pun itu.
"Kamu tenang saja, ikut aku! Kita akan keluar dari kampus ini secepatnya tanpa tertangkap," ucap Akmal dengan wajah tenang nya mencoba menenangkan Kina.
Akmal bangkit dengan perlahan, ia sejak tadi sudah melihat beberapa dosen yang sedang berkumpul di dekat parkiran. Akmal sengaja menargetkan mereka agar datang kesana.
Kina mengikuti langkah kaki Akmal dengan berjalan sambil bergandengan tangan. Mereka ingin terlihat berjalan normal seperti biasa tanpa menimbulkan kecurigaan sama sekali walaupun sebenarnya tangan kina terasa gemetar dalam genggaman Akmal.
"Kamu rileks saja na, kita tidak akan bisa tertangkap!"
__ADS_1
"Mereka mau kemana tuh bos? Jangan-jangan mereka sadar kalau kita sedang mengawasi mereka."
Tuk,
"Akhh!" Sebuah pukulan mengenai wajah salah satu anggotanya.
"Tidak mungkin mereka sadar, lihat mereka masih terlihat sangat santai. Kamu meragukan kemampuan Intel ku? Benar-benar tidak sopan. Kalau saja mereka sadar sudah dari tadi mereka kabur," ucapnya kesal lalu melirik kesal kearah anggota nya.
"Bo,,bos!" Salah satu anggota yang lain ikut berbicara kearah bosnya.
"Apa lagi? Kamu juga ingin dipukul?" Kesal nya dan hendak memukul yang satu lagi.
Mereka dengan cepat menggeleng kemudian menunjuk motor milik Akmal yang sudah keluar dari pekarangan kampus.
"Bo,,boss!"
"Kemana mereka?" Tanya bos itu dengan wajah heran.
"Mereka kabur boss! Sejak tadi Emre sudah mengetahui keberadaan kita."
"Sial! Tidak mungkin, baru kali ini orang-orang mengalahkan skill Intel ku."
"Apa kita akan diam saja disini bos? Bagaimana kalau sampai kita kehilangan jejak mereka?"
"Yahh cepat kejar bodoh! Kemudian saja disini? Akhh Sialan bagaimana ini? Tuan Ages akan marah besar kalau sampai kita kehilangan gadis itu."
Dengan cepat mereka kocar-kacir menuju parkiran untuk mengikuti Akmal juga Kina.
"Sialan! Kenapa aku malah ditinggalkan?" Teriak ketua geng itu hingga beberapa pasang mata melirik kebingungan kearahnya.
Benar-benar tidak mudah untuk menemukan gadis itu, dan saat menemukan nya ia malah kehilangan jejaknya.
"Bagaimana ini? Bagaimana kalau sampai kami kehilangan jejaknya?"
Benar-benar akan merepotkan jika melaporkan perkembangan pencarian itu sama sekali tidak ada.
...🌼To be continued 🌼...
Hayooo ini gengnya kenapa dah? Gak bos gak Anak buah sama teledor nya. Awokawok.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀