
Diana pamit pulang kepada Tuan dan Nyonya Pradipta, lalu mereka mengantar Diana ke depan pintu. Di luar tidak terlihat Alex, padahal jelas jelas tadi Alex sudah mengatakan akan menunggunya di mobil. Nyonya Pradipta dengan wajah sedikit kesal menanyakan keberadaan Alex kepada supir. Supir hanya menjawab bahwa Alex ada urusan pekerjaan dan harus cepat datang ke perusahaan.
"Baiklah, Alex memang selalu sibuk masalah pekerjaan. Cepatlah pulang dan beristirahat. " Ucap Nyonya Pradipta penuh perhatian pada Diana
_ _ _
Di perjalanan, ponsel Diana berdering. Itu pesan dari teman kuliahnya Ghani. Ia menanyakan keadaan Diana yang sudah lama absen dari kampus. Lalu Ghani mengajaknya untuk bertemu di sebuah Cafe di dekat Universitas mereka. Diana menyanggupi, dan mengatakan pada supir untuk mengantarnya ke Cafe dulu sebelum pulang.
(Photo by Pinterest)
Ghani adalah teman Diana sejak kecil Usianya sama dengan Nameera. Ghani adalah senior Diana di kampus, Ia adalah lelaki yang baik dan sangat pengertian. Wajahnya yang tampan membuat satu kampus iri kepada Diana karena memiliki teman seperti Ghani. Tidak sedikit dari mereka yang selalu mendekati Diana hanya untuk memintanya mendekatkan mereka kepada Ghani. Ia belum mengetahui bahwa Diana sudah menikah.
******
CAFE
Terlihat Ghani sedang duduk sambil memainkan ponselnya, Diana tersenyum dan langsung mendekatinya. Ghani terlihat senang Diana sudah mau datang menemuinya. Ia lalu memesankan Diana minuman kesukaanya.
"Kenapa kamu tidak pernah datang ke kampus lagi? Semenjak kakakmu menikah kamu menghilang tanpa kabar. Dan tidak pernah menghubungiku lagi. " Tanyanya sambil menatap Diana
DEG
Menikah? kakak? akulah yang telah menikah.
Diana melamun memikirkan pertanyaan dari Ghani, Ia tidak tau harus berbohong atau jujur pada sahabatnya itu.
Ghani melambaikan tanganya ke depan wajah Diana yang tampak melamun sedari tadi. Diana terperanjak.
"Iya Ghan, A...aku aku ada urusan keluarga. " Diana gugup dan salah tingkah
Diana dan Ghani sudah berteman sejak mereka kecil, merahasiakan sesuatu bukan hal yang mudah untuk mereka. Ghani selalu tahu jika Diana sedang berbohong, begitu pula Diana. Namun kali ini sikap Diana sangat aneh,Ghani berpikir mungkin Diana mempunyai alasan sendiri untuk tidak memberi tahu Ghani. Ghani pun memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaanya.
__ADS_1
Ghani di kejutkan oleh seseorang yang menepuk punggungnya.
"Nameera. "
Itu Nameera, Ia juga berada di dalam Cafe yang sama dengan Ghani dan Diana. Diana terkejut melihat Nameera datang bersama Alex. Tiba tiba mereka berdua duduk di satu meja yang sama, ingin rasanya Diana pergi atau bersembunyi saja. Walaupun Diana tidak mencintai Alex tapi tetap saja tidak enak untuk di lihat. Ketika melihat mereka bersama, Diana merasa bahwa dirinya itu adalah seorang gadis yang tidak punya malu karena telah berada di antara mereka.
"Pembohong. " Umpatnya dengan suara pelan dan wajah sedikit kesal
"Kau mengatakan sesuatu, Diana?" tanya Ghani
Diana hanya diam saja dan mengalihkan pandanganya. Alex mengerutkan kening, Ia tahu ucapan Diana tadi itu tertuju padanya. Nameera menatap Diana dan Alex secara bergantian, Ia berpikir kenapa Diana tampak kesal. Apa sudah terjadi sesuatu di antara mereka, sehingga Diana merasa kesal saat melihat Alex bersamanya. Nameera menatap Alex dengan sinis lalu menggenggam tanganya, Alex hanya menggelengkan kepalanya menjawab tatapan dari Nameera. Ghani yang melihat tingkah mereka tampak kebingungan.
"Setelah menikah, apa yang kalian rencanakan? " Ghani memulai percakapan dan bertanya pada Nameera dan Alex, Diana melotot mendengarnya
"Kami akan segera berbulan madu. " Jawab Nameera dengan antusias dan lenganya menggandeng lengan Alex, Diana semakin dalam menatap mereka berdua.
Jadi, kak Alex akan menggunakan tiket berbulan madu itu untuk pergi bersama kak Nameera. Lebih baik seperti itu kan.
"Diana akan ikut." Ucap Alex singkat
Bagaimana bisa seseorang yang akan pergi berbulan madu, mengajak adiknya di tengah tengah mereka. Apa mereka sudah tidak waras. Setahu Ghani hubungan Diana dan Nameera tidak sedekat itu sampai Nameera bersedia mengajak Diana pergi denganya. Ghani merasa ada yang aneh dengan mereka, Ia takut bahwa itu akan merugikan Diana.
"Baiklah, aku akan ikut bersama kalian. "
"Apaaa...? " Diana dan Nameera sontak terkejut, dan Alex hanya terdiam melihat tingkah laku ketiga orang itu.
"Diana akan ikut, kenapa aku tidak? Aku akan menemaninya di sana. Oke." Ucapnya enteng
Itu di luar dugaan. Diana sudah memperkirakanya. Alex pasti akan mengajak Nameera pergi. Tapi Ghani, malah berniat mengikutinya. dan Alex hanya terdiam seperti Ia menyetujui permintaan Ghani untuk ikut pergi bersamanya, Diana tidak bisa menolak atau nanti Ghani akan curiga.
____________________________________________
Diana berjalan dengan cepat masuk ke dalam rumah, Ia sengaja menyusul langkah Alex yang sedikit lamban. Alex mengerutkan keningnya melihat tingkah Diana, itu tidak seperti biasanya. Biasanya Diana akan berjalan di belakang Alex meskipun Alex berjalan cepat atau pelan.
__ADS_1
"Hei, kau berkata apa tadi di cafe. " Ucap Alex sembari menarik lengan Diana kasar dan menatapnya tajam.
"Tidak, kak Alex. " Elaknya menggelengkan kepala dengan cepat,
"Jelas jelas kau." Suara Alex mengeras karena kesal
"Mana mungkin aku berani kak Alex, sumpah aku tidak melakukanya. " ucap Diana meyakinkan,
Dia bertingkah seenaknya sekarang. Batin Alex
"Pergilah, kemasi barangmu. Besok kita akan berangkat. " Ia melonggarkan cengkramannya pada lengan Diana, dan meminta Diana untuk menyiapkan semua keperluannya untuk pergi berlibur.
"Bolehkah aku tidak pergi, Kak Alex? "ucapnya memelas, Ia tidak ingin berada di tengah-tengah antara Alex dan Nameera. Diana sudah membayangkan, akan semengerikan apa liburanya kali ini jika Ia ikut.
"Tidak! Jangan mencoba tawar menawar denganku! Cepat pergi kemasi barangmu! " tegasnya
"Baiklah, kak Alex. " Diana pasrah, tentu Ia tidak bisa menolak. Siapa dirinya dan siapa Alex, itu sudah jelas. Diana akan selalu berada di bawah tekanannya.
Alex pergi ke ruang baca untuk mengurus pekerjaannya, Ia juga menghubungi sekretarisnya untuk memundurkan beberapa jadwal pekerjaannya selama Ia berlibur.
_ _ _
Diana mengemasi barangnya untuk Ia bawa berlibur, Ya menurut Diana ini adalah acara pergi berlibur bersama saudara dan temanya sama sekali tidak seperti pergi bulan madu. Mereka akan pergi berlibur ke Bali kali ini, walaupun orang tua Alex memberikan tiket penerbangan ke Perancis tapi Itu tidak terpakai, karena Diana dan Alex sepakat untuk tidak pergi ke sana karena itu cukup memakan waktu.
"Kemasi barang barangku juga. " Alex yang tiba tiba datang, Diana langsung menoleh ke arahnya. Menatap Alex yang tengah bersender di antara pinggiran pintu.
"Aku tidak tahu, kak Alex yang mana saja yang akan di bawa kak Alex untuk berlibur. " Ucap Diana berbelit
Lalu Alex menunjuk satu persatu barang yang akan Ia bawa untuk berlibur, Diana hanya mengangguk menuruti perintah dari Alex. Diana memasukanya ke dalam koper dengan rapi, Alex merasa puas untuk itu.
"Hei, Kau terus memasukan baju ke dalam koper. Masukan celana dalam ku juga." Tegas Alex
Diana melirik celana dalam Alex yang masih di dalam lemari,tadi Alex menyuruhnya namun Diana mengabaikanya. Diana terus menatap itu dengan kerutan di dahinya. Alex keterlaluan, andai saja Diana bisa menolaknya, tapi itu mustahil untuk di lakukan.
__ADS_1
Bersambung..