
Diana menundukan wajahnya, Ia berusaha menahan tangisnya, Ia tidak mau terlihat menangis di hadapan Alex. Diana tidak ingin terlihat lemah di hadapanya, Diana sudah lelah di tindas.
Alex melirik hp nya, mencoba mengirimkan pesan kepada Zeno untuk mempertanyakan hal yang Ia minta sebelumnya. Beberapa detik Zeno langsung menjawab pesan yang di kirimkan Alex tadi, pesanya berisi bahwa semua yang Alex pinta sudah selesai Ia siapkan.
"Jika kau sudah selesai ayo kita pulang." Ajak Alex, Diana langsung beranjak setelah mendengarnya dan melangkah cepat keluar dari restoran meninggalkan Alex.
Alex melihatnya yang berlalu pergi, hingga bayangan Diana tidak terlihat lagi dari kaca jendela restoran. Tak lama Alex menyusulnya menuju parkiran, tak lupa Ia menyimpan uang dan tips di atas meja untuk membayar makanan yang telah Ia pesan tadi.
Alex melajukan mobilnya membelah jalanan dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan pulang, tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Diana ataupun Alex. Tapi Alex tetap memfocuskan pandanganya pada jalanan, Ia sudah tidak sabar melihat ekspresi Diana saat sampai di rumah nanti. Hadiah besar sedang menunggunya.
Gerbang Mansion di bukakan oleh kedua satpam penjaga, mobil Alex memasuki halaman mansion megahnya. Ia memberhentikan mobilnya dan bergegas turun untuk membukakan pintu mobil untuk Diana, namun sebelum Ia melakukanya, Diana sudah terlebih dahulu turun dari mobil.
Diana tertegun melihat Alex yang tergesa turun dari mobil dan berjalan menuju arah pintu mobil sebelahnya, saat tangan Alex hendak meraih pintu mobil Diana terlebih dahulu membukakannya. Diana meliriknya heran, Alex hanya tersenyum tipis menanggapinya.
__ADS_1
Aneh sekali, wajah dingin itu tersenyum padanya untuk pertama kalinya. Diana berpikir dalam hatinya, Ia heran melihat tingkah Alex hari ini yang jauh berbeda dari sikapnya sebelumnya.
Alex ingin menghangatkan hati gadis itu, ingin melihat senyumnya ingin membuatnya bahagia. Bukan karena Alex mencintainya, tapi rasa bersalahlah yang selalu menyelimuti hatinya. Mungkin, jika melihat Diana bahagia rasa bersalah itu akan sedikit demi sedikit memudar.
Alex tersenyum tipis sembari mempersilahkan Diana masuk ke dalam Mansion terlebih dahulu. Diana menatapnya aneh, tidak biasanya Alex memperlakukanya seperti ini. Biasanya, Alex akan marah jika Diana mendahului langkahnya. Tapi berbeda dengan hari ini.
Suara pintu terbuka menggema di dalam mansion megah ini. Diana berjalan memasuki mansion megahnya bergegas menaiki anak tangga yang menjadi penghubung kamarnya. Alex mengikutinya dari belakang.
Ketika membuka pintu kamar, Diana mengeryitkan dahinya mendapati beberapa kotak berukuran sedang hampir memenuhi seluruh ruangan. Apa ini, apa kotak kotak ini berisi boneka sapi seperti tadi pagi? Diana bingung tapi Ia tidak ingin memikirkanya.
"Apa kau menyukai hadiahku? "
"Hadiah apa? Apa maksudmu dengan semua ini? " Diana menjawab dengan tampak kesal
__ADS_1
"Buka saja, " Alex menatap dan menyeringai ke arahnya
Diana terpaksa membuka kotak itu satu persatu, kotak pertama berisi sebuah tas kecil cantik mewah keluaran terbaru edisi terbatas dari merk tertentu. Kotak berikutnya berisi gaun yang sangat indah dan cantik, dan kotak lainya berisi, baju sepatu dan aksesoris lainya.
"Apa kau menyukainya? " tanya Alex, dengan harapan Diana akan menyukai itu semua
"Apa maksudmu dengan semua ini? " Diana balik bertanya kepada Alex
"Aku hanya ingin membuatmu senang, " Jawab Alex enteng, dengan pengalamanya cara seperti inilah yang paling ampuh menyenangkan hati seorang wanita. Tapi jelas jelas Diana tidak sama seperti mereka.
Diana tertawa masam, Ia mencoba menyingkirkan semua itu dari hadapanya.
"Aku tidak butuh semua ini! " tegasnya
__ADS_1
Bersambung....