Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Episode 64


__ADS_3

“Bisakah kau membawa semua ini ke kamar tamu? Aku akan melihat-lihatnya di sana. ” pinta Diana kepada salah seorang pelayan, tak selang beberapa menit setelah mamah mertuanya pamit pulang. Lalu, Pelayan tersebut langsung menganggukkan kepala, tanda mengiya-kan perintah Nona mudanya dan segera memindahkan beberapa box berisikan baju dan perlengkapan bayi ke dalam kamar tamu, sesuai dengan permintaan Diana.


Beberapa box telah di pindahkan, tersisa satu box terakhir dengan bentuk yang lebih kecil. Diana berpikir, Ia saja yang akan membawanya ke dalam kamar tamu, lagipula ukurannya sedang dan tidak terlalu berat. Diana menyimpan box itu di antara box lainnya, lalu Ia duduk di pinggiran tempat tidur.


Diana membuka box pertama, di dalamnya ada begitu banyak baju baru untuk bayinya dan beberapa kaus tangan dan kaki. Diana tersenyum tipis, Ia tidak tahu bahwa mamah mertuanya seantusias ini menyiapkan semua keperluan untuk calon bayinya. Padahal jelas-jelas, usia kehamilannya baru memasuk 14 minggu, bahkan jenis kelamin calon bayi Diana belum di ketahui.


Kemudian Diana membuka box yang tadi di bawanya masuk ke dalam kamar, tampilan box itu berbeda dengan beberapa box lainya, lebih terlihat seperti box yang sudah lama tersimpan. Diana melihat isi di dalamnya, dan benar saja isinya bukanlah baju bayi baru melainkan beberapa mainan kecil serta beberapa baju dan lembaran foto. Diana meraih beberapa lembar foto itu, tampak seorang bayi pria nan lucu tengah tertidur. Beberapa foto lainya menunjukan pertumbuhan pada anak lelaki tersebut. Dari mulai bisa merangkak, fotonya ketika tersenyum dengan gigi yang baru tumbuh, hingga bisa berjalan. Diana tersenyum geli, Ia tahu bahwa yang berada di dalam foto ini adalah Alex. Tapi sangat di sayangkan, bayi lucu nan menggemaskan itu sekarang tumbuh menjadi pria dewasa yang dingin dan tidak berperasaan.


“Nona, ” panggil seorang pelayan yang langsung masuk ke dalam kamar karena keadaan kamar memang tidak terkunci. “Tuan Alex meminta Nona untuk segera ke ruang tamu. ”


“Alex? ” “Iya, Nona. ” Diana hanya menganggukkan kepalanya pelan, lalu Ia beranjak dari posisinya dan berjalan keluar menuju ruang tamu.


Jarak beberapa langkah dari sofa ke tempatnya berdiri saat ini, Diana melihat Alex yang tengah berbincang dengan seorang pria. Diana berkerut kening menatap ke arah pria yang hanya terlihat bagian punggungnya saja, Ia menebak bahwa pria tersebut masih muda, mungkin seumuran dengan Alex. Namun Diana tidak mengenalnya, semenjak menikah dengan Alex, selain masalah keluarga yang Ia hadapi, tidak ada hal lain lagi. Diana bahkan tidak pernah di perkenalkan kepada teman-teman Alex, mengingat dirinya hanyalah seorang pengantin pengganti.


Diana mengayunkan kakinya mendekat, kini terlihat jelas rupa seorang pria yang tengah berbincang dengan suaminya. Alex mengalihakan pandangnya dan menatap Diana, lalu Ia memperkenalkan seorang pria yang tengah berbincang dengannya.


“Diana, perkenalkan dia adalah Elios, temanku. Dan Elios, dia adalah Diana istriku. ”


“Diana, ”

__ADS_1


“Elios, ” jawab Kevin sembari membalas uluran tangan Diana agar mereka dapat bersalaman.


Elios memperkenalkan dirinya kepada Diana, Ia memberitahukan kepada Diana tentang profesinya dan maksud kedatang-annya kemari. Diana sempat tercengang dengan pengakuannya, rupanya ini semua ulah Alex yang meminta teman dekatnya itu untuk pulang dari luar negeri hanya untuk memantau kondisi Diana yang kini tengah mengandung.


“Sebenarnya aku bukan spesialis kandungan, tapi entah mengapa suamimu ini memintaku agar memantau keadaanmu. ”


“Itu karena dia memercayaimu, ” jawab Diana singkat, di susul dengan senyum tipis yang terukir di wajahnya.


***


Rumah kembali dengan suasana seperti semula semenjak Elios meninggalkan tempat ini setelah lama berbincang dengan Diana dan Alex. Kalimat terakhir yang Ia dengar dari pria tampan baik hati itu hanyalah, “Telepon aku kapanpun jika kau membutuhkanku, jangan sungkan. ” ujarnya sembari menampilkan senyum di wajahnya.


“Mengapa kau sangat berlebihan, sampai meminta temanmu untuk pulang dari luar negri hanya untuk memantau kondisiku? ”


“Elios menerimanya, lagipula gajih yang aku berikan padanya lebih besar dari gajihnya ketika bekerja di luar negeri. ” jawabnya sembari melonggarkan dasi pada kerah bajunya, dengan posisi menghadap ke cermin.


“Gajih? ”


“Ya, kau kira dengan tangan kosong aku membawanya kemari? ” jawabnya, tersenyum tipis ke arah Diana yang masih melongo atas jawaban Alex, tak lama kemudian Alex masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Beberapa menit Alex sudah menyelesai-kan acara mandinya. Seperti biasa, Ia keluar hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Diana tidak menatap ke arahnya, pandangannya Ia focuskan pada foto bayi yang sebelumnya Ia lihat.


“Apa itu? ” tanya Alex, mengayunkan kakinya mendekat ke arah Diana. Sementara lengan kanannya sibuk menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk.


“Foto seseorang, ” jawab Diana tanpa mengalihkan pandangannya dari menatap foto tersebut.


Alex penasaran dengan foto siapa yang tengah Diana pegang, lalu Ia mendekatkan wajahnya pada Diana, agar bisa melihat foto itu dengan jelas.


“Dari mana kau dapatkan foto itu? ” tanya Alex, menarik kembali tubuhnya menjauh dari Diana, “Mamah, ”


Alex hanya menjawab dengan satu kali anggukan.


“Apakah kau tidak pernah merasakan sesuatu? Hal aneh yang muncul dari tubuhmu dengan rasa yang berbeda? ” tanya Alex yang posisinya kini tengah duduk di hadapannya. Diana berkerut kening dan menggeleng pelan.


Sebenarnya, tadi siang Elios sempat mengatakan sesuatu kepadanya. Tentang beberapa hal yang akan ibu hamil rasakan selama masa kehamilannya. Elios juga sempat bertanya kepada Alex, apakah Diana pernah mengidam sesuatu hal yang aneh, atau sensitif terhadap sesuatu hal. Semua perkataan Elios membuat Alex berkerut kening, pasalnya Ia tidak terlalu memerhatikan tingkah istrinya. Sebab itulah, Elios mengklaim bahwa dirinya adalah suami yang tidak pengertian.


Alex mengambil alih paksa selembar foto yang tengah Diana genggam, wajahnya Ia dekatkan pada wajah Diana lalu menggapai bibirnya. Diana tidak menolak, Alex menciumnya dalam, sangat dalam. Diana membalas ciuman Alex, menikmatinya dengan napas yang saling beradu satu sama lain. Sebelum melanjutkan ke langkah selanjutnya, Alex menatap wajah Diana terlebih dahulu, meminta ijin pada Diana untuk menyetuhnya. Diana hanya mengangguk pelan walau ada sedikit rasa ragu di dalam hatinya.


Alex mencium bibir, leher hingga telinga Diana, membuat Diana mau tak mau mengeluarkan erangan-erangan kecil. Di sela aktifitasnya mencumbu istrinya, tangan Alex juga aktif melepaskan satu persatu pakaian yang tengah Diana pakai.

__ADS_1


Diana memekik berkali-kali ketika Alex mencoba memasukinya, bukan hanya memekik, Diana bahkan memegang pundak Alex sangat keras dan memberi tatapan sendu. Ini adalah kali kedua mereka berhubungan, itupun setelah 4 bulan lamanya.


__ADS_2