Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Episode 57


__ADS_3

Diana membuka matanya perlahan, ketika Ia sadar bahwa dirinya terbangun di dalam mobil matanya langsung terbuka lebar. Diana melirik ke arah luar, ternyata Ia sudah sampai di mansion dan tengah berada di halaman mansion. Diana menoleh ke kursi kemudi, ternyata Alex sudah tidak ada di sana. Diana membuka pintu mobil dan beranjak turun, seluruh badanya terasa sakit karena posisi tidur yang salah, begitupula matanya yang masih terasa sangat mengantuk.


Ketika Ia ingin masuk ke dalam mansion, Diana di kejutkan dengan pemandangan Alex dengan seorang wanita cantik, mereka tengah berpelukan satu sama lain, di lihat dari gelagatnya, sepertinya mereka sudah saling mengenal. Diana berdiam di ambang pintu, jika Ia masuk sekarang, Ia takut akan menganggu Alex.


“Pulanglah, ini sudah malam. ” ujar Alex sembari melepaskan pelukannya,


“Apakah ini yang kau katakan setelah tidak lama bertemu? ” tanya wanita cantik itu dengan nada manja


Diana menatap dan memperhatikannya, dalam pikirannya di penuhi oleh pertanyaan-pertanyaan mengenau wanita tersebut. Siapa dia? Darimana dia datang? Mengapa Ia terlihat begitu akrab dengan Alex? Diana bingung. Tiba-tiba Ia teringat dengan perkataan Alex di tempat bermain siang tadi, ketika Alex berkata bahwa kesenangan yang Alex berikan tidaklah gratis, Diana harus membayarnya. Diana berkerut kening, apakah ini yang Alex maksud?


“Mudah sekali mempermainkan hati seseorang! ” Diana membatin


Diana bergegas masuk ke dalam mansion tanpa memperdulikan keberadaan Alex dengan wanita tersebut. Namun tiba-tiba, Alex menarik lengannya dan meminta Diana untuk mendekat dan bergabung dengannya. Diana enggan, namun Alex menarik lengannya agar tetap diam dan tidak pergi.


“Siapa dia, Kak? ” tanya wanita tersebut,


“Mesya, dia adalah Diana, istriku. ” ujar Alex tegas, Mesya terlihat tidak perduli. “Lebih baik kau segera pulang, ” Alex menarik lengan Diana, menganjaknya untuk segera ke kamar dan beristirat.


Tiba-tiba Mesya manarik lengan Alex, menahanya agar tidak pergi. “Kak Alex, ijinkan aku menginap di sini beberapa malam. Aku tidak mau jika harus menginap di hotel. ” ujar Mesya memelas

__ADS_1


Alex menggertakan giginya, “Kau bisa menginap di rumahku yang lain, tapi tidak disini. Supir akan mengantarkanmu, ” ujar Alex tegas, kemudian menarik lengan Diana untuk mengajaknya masuk. Namun lagi-lagi Mesya menahannya.


“Tapi ini sudah malam, Kak Alex aku mohon ... ” Mesya terus memelas dengan nada manja, sementara Diana harus menyaksikan perdebatan di antara mereka berdua.


“Tidak, tidak! Kau pulanglah! ” Alex menggeram membuat Mesya menciut, Diana tertegun.


“Tapikan ... ”


Alex tidak memperdulikan perkataan Mesya, walaupun Mesya terus memohon dan berteriak kepada Alex agar mengijinkannya menginap di mansionnya, namun Alex bersih keras menolak. Alex menuntun Diana masuk ke dalam kamar, lalu menutup pintunya. Sementara Alex, Ia pergi ke ruangan lain, tidak ikut masuk ke dalam kamar.


Diana merebahkan badanya di atas peraduannya, Ia menggeliatkan tubuhnya di atas ranjang. Badanya terasa sangat lelah sekaligus lengket, Diana berencana akan mandi sebelum Ia kembali tertidur.


***


Diana memaku di ambang pintu kamar mandi selama beberapa menit. Kemudian, tak lama Alex beranjak mendekati Diana yang sedari tadi berdiri mematung. Alex menarik lengannya, Diana tersentak, secepat kilat Diana mendekapkan kedua tangannya di depan dada.


“Sudah selesai? Menyingkirlah, aku akan mandi. ” Diana menoleh ke arah Alex, “Apa kau ingin menemaniku? ” tanya Alex, Diana langsung mundur beberapa langkah menjauh dari Alex. Sementara Alex, masuk ke dalam kamar mandi sembari tersenyum tipis.


***

__ADS_1


Diana duduk di pinggiran ranjang dengan wajahnya yang terlihat sangat gelisah, beberapa menit berlalu tapi Alex belum juga keluar dari kamar mandi. Padalah, Diana sudah sangat mengantuk dan ingin segera tidur. Jika Alex masih berada di dalam kamarnya, bagaimana Ia bisa tertidur.


Tak lama, pintu kamar mandi terbuka. Menampilkan sosok Alex yang hanya mengenakan handuk tipis untuk membalut tubuh bagian bawahnya, sementara dada sispaxnya di biarkan terbuka begitu saja. Diana tertegun melihatnya, dada bidang nan sispax Alex semakin terlihat sexi dengan tubuhnya yang basah karena sehabis mandi.


Alex pergi ke ruangan khusus tempat dimana semua pakaian dan barang-barangnya di simpan. Sementara Diana masih duduk di pinggiran ranjang dengan hati yang gelisah. Sebenarnya, Diana ingin keluar dari kamar ini. Namun, ketika Diana mencoba membuka pintu, ternyata pintunya terkunci dan Diana tidak tahu dimana keberadaan kuncinya. Diana sudah mencarinya di meja, bahkan semua laci Ia geledah, namun tetap saja Ia tidak menemukannya. Terpaksa Diana terdiam diri di dalam kamar Alex.


Alex sudah siap dengan setelan tidurnya, kemudian Ia dengan santai merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Diana mengangkat kedua halisnya, sementara Alex dengan tenang memejamkan matanya dan tertidur.


“Sebelum kau tidur, bisakah kau membuka pintunya untukku? ” ujar Diana dengan nada rendah, namun Alex tidak bergeming sedikitpun


“Apakah kau sudah tidur? ” tanya Diana kembali, dan Alex lagi-lagi tidak menjawabnya. “Semudah itukah? ” gunam Diana dalam hati.


Diana menghela nafas berat, matanya sudah tidak tahan ingin terpejam. Tapi satu kamar dengan Alex membuatnya tidak nyaman. Diana melamun, memikirkan bagaimana caranya agar Ia bisa menemukan kunci kamar dan secepatnya keluar dari kamar ini.


Diana mengendap-ngendap mencari dimana Alex menyimpan kunci itu, semua tempat Diana telusuri, namun Ia tetap saja tidak menemukannya, Ia bahkan sampai mencari di baju kotor milik Alex, namun hasilnya sia-sia. Diana menatap Alex yang tengah memejamkan matanya, Diana menatapnya sesaat, Ia ragu bahwa Alex benar-benar sudah tertidur. Diana mencoba mendekatinya, Ia menggoyangkan telapak tangannya tepat di atas wajah Alex dan Alex masih tetap memejamkan matanya dan tenang. Diana lega, sepertinya Alex benar-benar tertidur.


Pandangan Diana menelusuri bagian tubuh Alex, Ia mengamati, siapa tahu Alex menyimpan kunci pintu itu di dalam saku bajunya. Namun tiba-tiba, Alex menarik lengan Diana, Diana yang kaget pun tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan terjatuh di atas ranjang tepat di samping Alex dengan posisi membelakanginya sehingga Alex menahan Diana dengan memeluknya dari belakang. Diana terkejut dan mencoba beranjak pergi, namun Alex menggenggam lengannya kuat, menahan Diana agar tidak pergi.


“Kau ingat, kau harus membayarnya. ” bisik Alex tepat di dekat telinga Diana, menghembuskan nafasnya hangat.

__ADS_1


Diana tertegun dengan maksud perkataan Alex, Diana memejamkan matanya erat, semoga ini semua adalah mimpi. Namun pada kenyataanya, itu adalah kenyataan.


“Berbaliklah, ” ujar Alex


__ADS_2