Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
hari pertama


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap, Diana merebahkan badan nya di atas sofa yang berada di dalam kamar Alex. Suasananya sangat damai dan nyaman. Diana melihat taburan kelopak mawar merah membentuk hati menjadi hiasan di atas ranjang, itu hiasan untuk sepasang pengantin baru. Diana melihatnya dan tersenyum, Ia bukan wanita yang beruntung yang layak mendapatkan semua itu. Diana memilih merebahkan tubuhnya di atas sofa, Ia tidak tega untuk menyentuh ranjangnya apalagi berbaring disana.


Diana menatap langit-langit kamar, air matanya menetes tanpa Ia kehendaki. Diana sungguh tidak beruntung, Ia meratapi cerita hidupnya yang sungguh kelam.


Diana mengingat kembali sewaktu Ia masih kecil, yang mana semua pakaian atau mainanya adalah sumbangan dari kakak tirinya, Nameera. Diana tidak pernah mendapatkan hal baru, jika Ia pun ibu tirinya pasti akan langsung merebutnya dan memberikannya kepada Nameera dan ketika Nameera bosan baru itu akan di berikan kembali kepada Diana.


Diana melamun dengn air mata yang terus membanjiri wajah cantiknya. Kenapa, sampai besarpun hal itu masih mengikutinya, hal dimana Diana selalu menerima barang-barang bekas Nameera. Diana berpikir, hal ini tidak wajar dan sangat keterlaluan. Sampai saat ini, Diana masih harus menerima hal yang pernah Nameera miliki, termasuk Alex. Kekasih Nameera.


Sofa yang sangat nyaman dan empuk menjadi peraduan terakhirnya, setelah lelah seharian Diana pun memejamkan matanya, berniat untuk tidur sebentar guna menenangkan pikiranya. Baju dan riasan pengantin masih menghiasi tubuh dan wajah yang cantiknya. Entah sampai kapan Diana harus memakai pakaian pengantin ini, karena semua pakaiannya masih berada di kediaman sang ayah.


Diana melihat ke arah jendela, matahari sudah tidak menampakkan dirinya. Kini berganti bulan yang harus menjaga malam. Diana membuka matanya kembali, Ia mengurungkan niatnya untuk tidur. Walaupun lelah Ia tidak boleh tertidur di dalam kamar Alex. Diana membuka kenop pintu dan berjalan keluar Ia ingin menanyakan kepada salah satu pelayan di mana kamar tamu berada, Diana berniat beristrirahat disana.


Rumahnya tampak sepi, Diana berkeliling ke seisi rumah itu namun Ia tidak mendapati satu pelayan pun disana. Kemana perginya mereka semua, siang tadi mereka masih ramai berkumpul ketika menyambut kedatanganya.


BRUKK!!!


Sontak Diana terkejut ketika mendengar suara sesuatu terjatuh, Ia pun langsung berlari ke arah suara itu berasal. Sesampainya di sana, Diana melihat seseorang yang tak asing baginya tersungkur di atas lantai. Diana segera menghampirinya dengan tergesa.


"Kak Alex ... " Teriak Diana yang terkejut mendapati Alex tengah terbaring di depan pintu.


Bau Alkhohol yang sangat menyengat berasal dari tubuh Alex. Badanya terkulai lemas matanya merah sayu, Alex yang mabuk berat tidak mampu menopang berat badan nya sendiri hingga Ia terjatuh ke lantai. Diana membantunya untuk berdiri dan memapahnya masuk ke dalam kamar.


Oh tidak! kamar kak Alex berada di lantai dua.


Dengan susah payah Diana memapah Alex menuju kamarnya, lalu Ia membaringkan Alex di atas ranjang, Ia membuka sepatu dan dasi yang masih di kenakan oleh Alex, Diana membuat Alex tidur senyaman mungkin dengan keadaanya yang sedang mabuk berat.


Diana menatapnya sejenak, wajah yang tampan itu kini tengah tertidur pulas di hadapanya. Diana menundukan wajahnya, apa lelaki di hadapanya itu terlalu lelah memikirkan kehidupanya sehingga mabuk menjadi jalan satu-satunya untuk menenangkan diri.


Apa kak Alex, begitu mencintai kak Nameera?


Setelah puas menatap wajah Alex Diana beranjak menuju sofa dan merebahkan tubuhnya di sana. Terlalu lelah, Diana tidak bisa menahan godaan untuk tidak menutup matanya, Diana menutup matanya dan dalam waktu sekejap Ia langsung tertidur pulas.

__ADS_1


____________________________________________


Cahaya mentari pagi menyeruak masuk menembus jendela kaca, memberikan sambutan hangat untuk pagi ini. Alex terbangun dari tidurnya, pengar Ia rasakan ketika tubuhnya hendak beranjak turun dari peraduanya. Ia ingat kemarin tengah mabuk berat di dalam sebuah bar, tapi kenapa saat ini dirinya sudah berada di dalam kamarnya.Mungkin dirinya terlalu mabuk untuk mengingat itu semua.


Alex beranjak turun dari ranjangnya, lalu berjalan menuju kamar mandi. Kepalanya masih terasa begitu pengar dan langkahnya begitu berat karena terlalu banyak minum semalam, belum sampai ke depan pintu kamar mandi Ia melihat gadis yang kemarin baru saja di nikahinya kini tengah tertidur pulas di atas sofa.


Alex menghampirinya dengan langkah yang masih sempoyongan, Ia mencoba membangunkan Diana dengan menggoyangkan tubuh gadis itu. Namun, Diana yang terlalu lelah sepertinya engan untuk bangun dari tidurnya. Alex mendecak kesal, lalu Ia pergi ke kamar mandi dan mengambil satu ember air.


BYUR!!!


Diana yang sedang terlelap itu bangun dengan terkejut Ia kelagapan setelah di siram satu ember air oleh Alex. Seluruh badanya basah karena di guyur satu ember air, Alex dengan tatapan malasnya terus menatap ke arah Diana.


"Siapa yang mengijinkanmu masuk ke dalam kamarku? " ucapnya yang tampak kesal.


"Huh, Huh. Kak maaf ... Aku.. Aku ..." Alex menyelah, sebelum Diana menyelesaikan perkataanya.


"Cukup! Kau tidak usah berceloteh yang tidak penting disini! Jangan karena kau wanita yang di pilihkan oleh ayahku, aku akan memanjakanmu! Tidak akan! Tidak akan pernah! " teriaknya dengan penuh amarah kepada Diana.


Kini, selain ibu dan kakak tirinya bertambah satu orang lagi yang membentak dan memarahi Diana.


" Jangan menangis di hadapanku! Aku benci wanita lemah! Dan kau ingat! Mulai sekarang, tidak akan ada seorang pelayan pun di dalam rumah ini! Kau yang akan mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini sekarang, kau paham? Itu akibatnya kau telah berani menganggu kehidupanku! " gertaknya


"Pa ... paham kak Alex. " Jawab Diana sembari menghapus air matanya dengan kasar.


"Aku akan pergi mandi, cepat buatkan sarapan untukku." perintahnya sambil beranjak pergi ke kamar mandi.


Diana menatap dirinya yang sudah basah kuyup karena seember air yang Alex siram kepada dirinya. Baju pengantinya kini basah dan Diana sudah bisa menebak riasan di wajahnya pasti terlihat seperti hantu karena terkena air. Diana bingung, dimana Ia bisa mendapatkan baju untuk mengganti baju pengantinya. Tidak mungkin Ia mengenakan baju Alex, Alex pasti tidak akan mengijinkannya dan pasti akan memarahinya.


Diana pergi ke arah dapur, pantas kemarin malam Ia tidak melihat satupun pelayan di sana, karena ternyata Alex sudah memecat mereka semua. Padahal, Diana berharap Ia bisa meminjam baju dari salah satu pelayan wanita.


Diana kembali ke atas kamar, Alex masih belum keluar dari kamar mandi. Meskipun ragu dan takut, tapi bagaimana lagi. Diana tidak bisa terus memakai baju pengantin seperti ini. Diana mencoba mengetuk pintu kamar mandi, dan berbicara kepada Alex, bisakah Alex meminjamkan pakaianya untuk Diana pakai sementara. Diana terus mengetuk, mungkin itu membuat Alex merasa kesal.

__ADS_1


Alex membuka pintu kamar mandi dengan kasar, Diana terbelalak melihat Alex yang telanjang tanpa satu helai benangpun menutupi dirinya.


“Cari di dalam lemari, dan ingat. Setelah kau memakainnya, langsung buang itu ke tempat sampah. ” BRAK!!! Pintu kamar mandi tertutup kembali.


Diana segera mencari pakaian yang akan Ia kenakan, namun di dalam lemari Alex semuanya adalah pakaian lelaki. Diana bingung, sejenak Ia terdiam dan berpikir. Dengan ragu, Ia mengambil sebuat kemeja berwarna putih polos untuk Ia kenakan. Dari pada tidak ada, sudah untuk Alex mengijinkanya.


Diana cepat keluar dari kamar Alex, Ia mencari kamar lain untuk mengganti pakaianya. Di lantai bawah, Diana menemukan kamar yang masih tertata rapih, mungkin itu sebuah kamar tamu. Diana membersihkan diri dan mengganti pakaianya di dalam sana. Beberapa menit Ia selesai, kini Ia sudah mengganti baju pengantinnya dengan kemeja yang Ia pinjam dari Alex.


Kemejanya tampak kebesaran, sehingga hampir mencapai atas lutut Diana. Dan rambutnya yang basah, Ia balut dengan handuk kecil. Diana terlihat sangat sexy.


Setelah selesai, Diana langsung menuju ke arah dapur untuk membuat sarapan untuk Alex. Tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk membuat sarapan, di rumahnya dulu Diana sering melakukanya.


Kini, meja makan di penuhi dengan sarapan yang di buat Diana sangat harum dan terlihat sangat lezat. Tinggal menunggu kedatangan Alex untuk memakannya.


Sudah satu jam, apakah selama itu waktu yang kak Alex habiskan untuk mandi?


Diana hampir bosan menunggu. Tapi, tak lama Alex datang dan berjalan menghampirinya. Alex tertegun melihat penampilan Diana, Diana terlihat sangat sexy dengan memakai kemeja putihnya. Rambutnya yang basah, membuat pemandangan indah tersendiri bagi Alex. Namun, tak ingin berlama-lama memandanginya. Alex segera duduk dan memakan sarapanya.


Alex memakan sarapan yang di buatkan oleh Diana, Diana yang terdiam sesekali melihat dan memperhatikan Alex yang sedang memakan sarapanya itu. Ekspresi Alex terlihat dingin dan datar, Ia sama sekali tidak menandakan apakah makananya enak atau tidak. Tak lama, Alex memberikan sebuah catatan kecil pada Diana.


"Aku akan pergi bekerja, lakukan pekerjaan rumah dengan baik. Semuanya sudah tertulis di dalam catatan itu. " Ucapnya lalu beranjak pergi meninggalkan Diana, Diana menatapnya sampai bayangan Alex hilang di balik pintu besar mansion.


Diana hanya mengangguk mengiyakan perintah dari Alex. Diana membuka cacatan kecil itu, yang isinya adalah tulisan tangan Alex. Beberapa daftar, yang harus Diana lakukan setelah menjadi istrinya.


Tiba tiba bel rumah bebunyi, Diana mengalihkan pandangnya. Ia menyimpan catatan kecil itu di sakuh kemeja yang sedang Ia kenakan. Diana merasa heran, siapa yang datang sepagi ini.


Kak Alex baru saja pergi, apa ada yang tertinggal sehingga Ia kembali. Tidak mungkin kak Alex, jika ingin masuk tentunya Ia tidak perlu menekan bel. Karena, kak Alex yang memegang kunci mansion ini.


Diana berlari kecil menuju pintu, Ia langsung membuka pintunya dan melihat siapa yang datang bertamu sepagi ini, Diana terkejut melihat yang datang adalah seseorang yang tak asing lagi baginya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2