Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Honeymoon 4


__ADS_3

Alex mendekatkan wajahnya untuk menggapai bibir Diana. Perlahan Ia mencium habis bibir Diana, lembut manis sensasi yang sangat berbeda untuknya. Sekarang, tidak ada perlawanan lagi dari Diana, gadis itu dengan pasrah memejamkan matanya saat bibir Alex mulai menyentuh bibirnya.


Alex mencium setiap sudut bibir Diana, memainkanya dengan ritme sedang, Diana masih memejamkan matanya dan menikmati permainan dari bibir Alex.


Jantungnya berdegup kencang, hatinya terasa membara. Hasrat yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya, perlahan tangan Diana menyentuh dada Alex. Menikmati setiap detik ciuman itu. Ciuman yang sangat lembut. Alex memegang tengkuk Diana, sesekali Ia menjambak pelan rambutnya.


Mereka berdua larut dalam suasana, ciuman yang lembut itu lama-lama menjadi ciuman penuh gairah dari Alex. Terasa nafasnya yang semakin menggebu, Alex melepaskan ciuman itu perlahan dan menatap wajah Diana. Diana membuka matanya perlahan, mereka saling bertatapan dengan mata yang sayu.


'Apa aku benar benar jatuh cinta kepada kak Alex? '


Tangan Alex meraih lembut pinggul Diana, mendekatkan dan merapatkannya dengan tubuhnya. Posisi mereka saat ini sangat dekat, begitu intim. Diana tertegun, Alex meraih tengkuk Diana kemudian mendekatkan wajahnya dan menggapai bibirnya. Sangat lembut, begitu intim Diana dan Alex menikmati setiap detik waktunya.


Tiba-tiba Diana tersentak, saat lengan Alex meraih dada tepat di bagian sensitifnya. Seluruh tubuhnya seakan bergetar, penolakan hebat dari tubuhnya. Tubuhnya masih benar-benar bersih, tidak ada yang pernah menyentuhnya sama sekali, bahkan Alex lah ciuman pertama Diana.


Diana membuka matanya dengan perlahan, Ia menatap wajah Alex yang tepat berada di depan wajahnya bahkan hidung mereka saling bersentuhan, terlihat Alex yang sedang memejamkan matanya menikmati lembut permainanya.


'Tidak, ini tidak benar!' gunam Diana dalam hati


Diana mendorong pelan dada Alex dan melepaskan ciuman mereka, meskipun di tolak oleh Alex namun Diana terus berusaha melepaskan ciumannya. Ciuman itu terlepas, bibir mereka kini tidak lagi saing terpaut. Alex menatapnya kerutan halus tampak di dahinya. Alex mencoba meraih kembali bibir Diana, Diana menolak dan Ia mengalihkan pandanganya dari Alex. Ia melepaskan rangkulan tangan Alex pada pinggulnya, dan mundur menjauh. Memberikan jarak di antara mereka.


"Kau menolakku? " tegasnya menatap dingin Diana, Diana menggeleng lemah dan menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa kau menolakku? Kau adalah istriku! Kau tidak berhak akan hal itu! "


“Tidak, aku hanya ... ” Belum sempat Diana melanjutkan perkataannya,


“Pertama kau menikmatinya, lalu kau menolak begitu saja. Kau ini seorang gadis yang begitu plinplan! ” ujar Alex dengan nada tinggi, kemudian berlalu pergi meninggalkan Diana sendiri di tepi pantai.


Diana menatap kepergian Alex, sampai bayang-bayangnya samar terhalang jarak. Diana mengalihkan pandangnya, menatap sendu ke arah laut. Angin pantai yang sejuk menyapu setiap inci bagian wajahnya.


Jemarinya menyentuh lembut bibir, di dalam pikirannya terbayang kejadian tadi. Alex menyentuh dan menciumnya, Diana memejamkan matanya. Lengannya mendekap erat di dada.


_ _ _


Setelah puas melihat pemandangan sunset dan hari juga sudah mulai gelap Diana memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya, Ia memegang kenop pintu namun ragu. Diana tidak bisa berhadapan dengan Alex setelah apa yang sudah terjadi pada mereka tadi. Tapi, bagaimanapun Ia menghindarinya, tetap saja Diana akan bertemu dengannya. Diana melawan rasa ragu di dalam hatinya, Ia lalu membuka pintu itu dengan perlahan. Diana tersentak saat melihat Alex yang sudah terkapar tak sadarkan diri di lantai dengan beberapa botol minuman di sampingnya.


Diana mendekati Alex perlahan dengan langkahnya yang ragu, lantai ruangan basah karena minuman yang berceceran dimana-mana. Bau alkhohol juga sangat menyengat, Diana menepuk pelan pipi Alex agar terbangun dan segera pindah tidur ke atas ranjang. Namun, Alex hanya membuka setengah matanya yang sayu dan menatap ke arah Diana. Terpaksa Diana memapahnya untuk bangun lalu membaringkan Alex di atas ranjang.


Diana hendak pergi ke kamarnya sendiri, berencana beristrirahat di sana agar dirinya tak menganggu Alex. Namun tiba-tiba tanganya di tahan oleh Alex. Alex menarik lengan Diana dengan kasar lalu tiba-tiba menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.


"Aaaah ... " Diana meringis kesakitan


Alex menindih tubuh Diana, Ia mencengkram kedua lengan Diana dan melipatnya ke atas menahannya dengan sebelah tangannya kuat, membuat Diana meringis kesakitan karena cengramannya. Diana terus berontak, meski tubuh dan kedua tangannya di kunci oleh Alex, namun Ia tetap berusaha melepaskan dirinya. Diana mencoba menendangkan kakinya, berharap kakinya menendang bagian tubuh Alex dan membuat pertahannya goyah, namun sia-sia semua usahannya, bahkan kini kedua kakinya terhimpir rapat di antara kaki Alex.

__ADS_1


Diana hanyalah seorang gadis, sementara Alex lelaki dengan tubuhnya sempurna dan memiliki tenaga yang kekar dan kuat yang kini tengah menindih tubuh Diana, meskipun terus berusaha, Diana tetap tidak bisa menggeser satu incipun bagian tubuh Alex.


“Lepaskan aku, Kak! ” rintih Diana, terus memohon agar Alex bersedia melepaskannya.


“Nikmatilah, Diana! ” Alex menyeringai,


Diana terus berontak, sementara air matanya tak berhenti mengalir. Bibirnya terus memohon agar Alex bersedia melepaskanya. Diana berpikir, apa kesalahannya sehingga Ia di perlakukan secara tidak adil seperti ini? Mengapa dirinya terus-menerus mendapat luka dan penghinaaan dari orang lain. Bahkan disini dirinyalah yanh telah menjadi korban, korban keegoisan orang-orang kaya itu.


Dengan sebelah tangannya, Alex mampu mengkoyak seluruh baju yang tengah di kenakan Diana, sementara Diana terus berontak dan menjerit di perlakukan seperti itu. Mengapa Alex, ada apa dengan dirinya. Diana bingung, mengapa Alex berubah dengan begitu cepat, mengapa sikap Alex berubah menjadi begitu brutal dan tidak terkendali?


"Kenapa? Bukankah kau tadi menikmati ciuman ku? Kenapa sekarang kau berontak Hah! Kau sama seperti j*lang-jal*ng di luar sana! Yang akan menggodaku hanya karena mereka menyukai ketampanan dan kekayaanku! " Ia terdiam sejenak, sembari wajahnya menyeringai ke arah Diana,


"Jangan kak Alex aku mohon, Tidaaak ... "


Diana terus berontak Ia menangis, memohon agar Alex melepaskannya.


Diana tersentak, ketika Alex menyatukan paksa tubuh mereka. Perih dan sakit di rasakan oleh Diana, air matanya tidak berhenti mengalir, tangisannya tidak berhenti meskipun bibirnya tak mengeluarkan suara apapun. Diana mencoba memejamkan kedua matanya, berharap semua ini dapat segera berakhir.


Alex menodai Diana dengan sangat kasar,Ia tidak peduli sekuat apapun Diana berontak.


Diana menangis dalam diamnya, mencoba sebisa mungkin menghindari keadaan yang kini tengah menimpanya. Diana memejamkan matanya dengan kuat, jemarinya mengepal bagian ranjang dengan sangat erat. Ia tak lagi meronta, tenaganya sudah terkuras habis. Tubuhnya bergetar hebat, air matanya tak berhenti mengalir.

__ADS_1


__ADS_2