Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Dasar ceroboh


__ADS_3

Matanya terbelalak dengan mulut menganga lebar Diana begitu terkejut mendapati Alex yang sudah berada di dalam kamar mandi dan sedang menatap dirinya yang tidak di tutupi sehelai benang pun. Dengan cepat Diana menutupi bagian tubuhnya dengan lengan dan berjalan menggapai handuknya,


BRUK!! "Aaaah.. " Ia meringis kesakitan, lantainya begitu licin hingga Diana terpeleset dan jatuh, lututnya terbentur keras mengenai lantai hingga membuatnya memar.


Alex tertegun melihat tingkah konyol gadis di hadapanya, Ia menarik nafas panjang dengan menggelengkan kepalanya menatap heran Diana yang masih terduduk di atas lantai. Alex melangkah mendekati Diana, tampak Diana yang menutupi bagian sensitif tubuhnya dengan tangan dan tertunduk malu. Diana terperanjak saat sebuah handuk di lemparkan ke arahnya, dengan sigap Ia langsung menutupi tubuhnya dan mencoba berdiri.


Diana tampak sulit untuk meluruskan kakinya dan berdiri karena memar di lututnya Ia juga tampak memegangi punggung bagian belakangnya, tapi Alex hanya menatap tanpa membantunya.


'Gadisku tidak boleh terlihat lemah. ' Gunamnya dalam hati


"Kenapa kau begitu ceroboh? Aku bahkan sudah melihat setiap inci dari tubuhmu. " Ucap Alex menatap remeh Diana

__ADS_1


'Dia tidak membantuku dan malah mengolok olokku, ssst Diana apa kau berharap dia akan membantumu seperti insiden air panas itu? Hey sadarlah, dia bahkan hanya memanfaatkanmu saja. '


Acara mandinya berantakan, Ia bahkan baru membasahi tubuhnya dengan air dan belum membersihkannya dengan sabun. Tapi Alex sudah mengejutkanya, Ia sudah tidak selera untuk mandi. Biarkan seperti itu saja Diana benar-benar sudah malas.


Diana berjalan mendekati pintu dan mencoba membukanya, tapi tiba tiba Alex menahanya dan menggegam lenganya.


"Kau mau kemana? Apa kau sudah selesai dengan mandimu? Aku lihat bagian tubuhmu yang lain masih kering, " Ucapnya dengan mengangkat kedua halis


Diana semakin geram di buatnya, Alex sudah keterlaluan. Apa maksudnya tiba tiba Ia masuk dan meminta mandi bersama dengan mudahnya. Mungkin pria bisa melakukanya bahkan dengan wanita yang tidak mereka cintai, tapi berbeda dengan gadis seperti Diana.


'Karena rasa bersalahku di masa lalu, aku berjanji untuk menjagamu. Tapi, bukan berarti aku akan memanjakanmu. Itu tidak mungkin, kau akan semakin keras kepala jika kau tidak mau belajar. Jadilah gadisku, gadisku yang kuat dan tidak lemah! '

__ADS_1


Alex melanjutkan aktivitas mandinya, setelah beberapa menit Ia selesai, sebelum keluar dari Ia membuka laci yang ada di dalam kamar mandi, laci tersebut berisikan beberapa obat-obatan lalu Ia mengambil obat oles memar dan pereda nyeri untuk mengobati luka Diana. Kemudian Ia keluar dari kamar mandi. Ia melihat Diana yang sedang merapikan rambutnya di depan cermin, Alex menatapnya selama beberapa detik Diana terlihat tampak cantik dan anggun mengenakan gaun yang Alex belikan untuknya.


Alex mendekatinya kemudian menarik lengan Diana, Diana terkesiap. Alex mendudukanya pada pinggiran ranjang, kemudian Ia duduk di hadapan Diana sembari mencoba mengangkat kaki Diana, Diana menolak tapi Alex terus memaksanya. Alex tidak berkata apa apa sehingga membuat Diana takut akan sikapnya yang tiba tiba menariknya ke atas ranjang.


"Hey! Aku akan mengoleskan obat pada lukamu! " ucapnya tegas sembari menatap tajam Diana


'Ahhh, aku berpikir berlebihan. '


Kemudian Diana mengangkat sebelah kakinya yang terdapat memar, Alex mengoleskan obat di sana. Diana tampak menurut, karena jika Ia berontak tentu saja Alex akan lebih keras kepala darinya.


"Berbaliklah dan buka bajumu. "

__ADS_1


Apaa...


Bersambung...


__ADS_2