
Diana memundurkan setengah badannya, menghindari jarak antara wajahnya dengan wajah Alex. Diana hendak turun dan duduk di kursinya sendiri, namun Alex selalu menahannya. Diana bertanya kenapa Alex tidak membiarkannya pergi, namun Alex tidak menggubrisnya dan malah focus dengan layar ponselnya.
Tidak lama kemudian, seorang pelayan datang dengan membawa beberapa kantung belanjaan di tanganya. Pelayan itu menghampiri, Diana sungguh malu dengan posisi duduknya kini. Kemudian, pelayan itu memberikan kantung belanjaan tersebut kepada Alex. Diana meliriknya, ternyata kantung belanjaan itu berisi beberapa jenis buah-buahan.
Alex meminta pelayan itu untuk mengupas dan memotong buah-buahan tersebut, pelayan itu hanya menuruti kemudian melakukan perintah Alex. Setelah menyelesaikan perintah Alex, pelayan itu bertanya apakah ada yang Alex butuhkan lagi, Alex menatap Diana, memberi isyarat apakah Diana masih memerlukan sesuatu, Diana menggeleng pelan. Setelah mendapatkan jawaban dari Diana, Alex meminta pelayan itu untuk segera pergi.
“Biarkan aku duduk di kursiku sendiri, ini sangat tidak nyaman. ” Pinta Diana
“Buka mulutmu, ” Diana tertegun, bukannya membiarkannya duduk di kursinya sendiri, Alex malah ingin menyuapinya.Diana membuka mulutnya kemudian memakan buah-buahannya dengan di suapi oleh Alex.
“Sudah, aku sudah kenyang. ” Ucap Diana pada potongan kedua buah yang tengah di makannya, “Cepat turunkan aku, ”
“Kau baru saja memakannya satu potong dan kau sudah merasa kenyang? ”
“Turunkan saja aku, ”
Alex melepaskannya dan tidak menahannya lagi, Diana beranjak turun dan hendak pergi ke dalam kamarnya. Sesekali Diana berbalik melihat Alex yang masih terduduk di kursi meja makan, Alex hanya berdiam diri di sana. Diana tidak ingin memikirkan semua itu, kemudian Ia melanjutkan langkahnya menuju kamar.
__ADS_1
Sesampainya di dalam kamar, Diana dudum di pinggiran ranjang dan mencari ponselnya. Diana membuka kembali internet untuk melihat artikel mengenai Alex dan perempuan misterius tadi. Setelah membuka internet dan mencarinya, tiba-tiba Diana berkerut kening dan merasa heran. Semua artikel mengenai Alex hilang, tak ada satupun yang tersisa. Diana scrol seluruh halaman, Ia terus mencarinya dengan beberapa judul namun tetap tidak memukannya. Diana bingung, kenapa bisa hilang begitu saja? Artikel tentang pesta hari itupun sudah tidak ada satupun yang tersisa.
Tak lama pintu kamar terbuka, Alex masuk ke dalam kamar kemudian membaringkan diri di atas ranjang di sebelah Diana. Diana tidak memperdulikannya, Ia focus kepada layar ponselnya dan terus mencari artikel mengenai Alex. Aneh, artikel itu hilang tanpa jejak. Diana hampir putus asa mencarinya, Diana melirik Alex sesaat. Terlihat Alex yang memejamkan matanya, mungkin sudah tertidur pulas. Diana menatapnya, wajahnya begitu tenang saat tertidur. Andai saja selalu seperti itu.
Diana teringat akan kondisi perutnya, sebenarnya Ia masih merasa sangat lapar. Diana hanya tidak mau berlama-lama berdekatan dengan Alex, itu membuatnya merasa tidak nyaman. Karena itu, Diana memutuskan untuk menyudahi acara makannya dan berkata kepada Alex bahwa Ia sudah kenyang.
Diana menyimpan ponselnya di atas meja yang berada di samping ranjang, Ia hendak pergi ke dapur, Diana sudah tidak sabar untuk memakan buah-buahan segar yang ada di dapur tadi. Saat Diana hendak beranjak dari ranjang, tiba-tiba lengannya di tahan oleh Alex. Diana terkejut, bukankah Alex sudah tertidur? Diana yang tidak siap itupun langsung terhuyung kemudian jatuh berbaring di samping Alex. Lagi dan lagi, Diana berada di dalam genggamannya.
“Kau mau kemana? Tidurlah sudah larut malam, ” Alex mendekap tubuh Diana dari belakang, membuat jantung Diana berdegup sangat kencang.
Diana terus mencoba memejamkan matanya agar cepat tertidur, lupakan masalah perutnya yang lapar, karena Diana tidak akan bisa pergi dari dekapan Alex.
“Bisakah kau tidak memelukku seperti ini? Ini membuatku merasa tidak nyaman. ” Sesaat setelah Diana mengatakan itu, Alex langsung melepaskan dekapan lengannya dari tubuh Diana kemudian Ia mencoba membalikkan tubuh Diana agar berbaring berhadapan dengannya. Alex menatapnya, tapi Diana malah memejamkan matanya mencoba menghindari tatapan Alex padanya.
“Jangan menatapku seperti itu, ” Ujar Diana dengan mata yang masih terpejam
“Kau sudah melihatnya? ” tanya Alex membuat Diana merasa kebingungan, “Buka matamu. ” Setelah mendengarkan perkataan Alex Diana menurut dan membuka matanya perlahan.
__ADS_1
“Kau sudah melihatnya? Artikel ketika aku makan siang bersama wanita lain? ” tanya Alex, membuath Diana tertegun. Diana mengangguk ragu.
“Bagaimana pendapatmu? ” tanya Alex lagi, semakin membuat Diana bingung. Diana terdiam tanpa kata, Ia tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan Alex, tidak juga sedikit tidak mengerti dengan maksud pertanyaanya.
“Kau tidak cemburu melihat suamimu bersama wanita lain? ” tanya Alex lagi semakin membuat Diana tercengang.
“Hubungan kita tidak sedekat itu, ” Diana menjawab singkat, kemudian membalikan badannya membelakangi Alex. Alex tertegun mendengar perkataanya,
Diana melamun, andai saja kisahnya tidak terjadi seperti ini, Diana jelas akan merasa cemburu jika Alex bersama wanita lain. Namun, kenyataanya tidak seperti itu. Takdir baik tidak berada di pihaknya, hubungannya dengan Alex akan menjadi angin lalu suatu hari nanti. Diana akan kehilangannya, kemudian Alex akan melupakannya. Tidak ada yang spesial di antara hubungan mereka, Diana juga tidak bisa berharap lebih. Diana tahu akan seperti apa akhirnya kisah ini nanti. Jika Diana mencintainya, itu hanya akan membuat luka di hatinya menjadi semakin dalam. Diana mencoba menutup matanya, menutup pula pintu hatinya.
“Kau sudah tertidur? ” tanya Alex dan Diana hanya terdiam, “Baiklah, besok bersiaplah. Aku akan membawamu ke suatu tempat. ”
Diana mencoba menutup matanya dan tertidur, Ia mencobanya namun tidak bisa. Malam ini entah kenapa matanya sangat sulit untuk terpejam, perlahan Diana membalikan tubuhnya. Diana melihat Alex yang sudah memejamkan matanya, Diana melihatnya dengan seksama. Apakah Alex benar-benar sudah tertidur atau hanya berpura-pura saja. Diana terus menatapnya, bahkan sesekali Ia meniup wajah Alex pelan. Alex terlihat sangat tampan dan tenang ketika Ia tertidur.
Diana mencoba beranjak turun dari ranjang perlahan, kali ini Alex tidak menahanya, Alex benar-benar sudah tertidur. Diana mengendap-endap keluar kamar, setelah Diana sudah tidak berada di dalam kamar, Alex diam-diam membuka matanya, Ia mencoba mengikuti kemana Diana pergi. Langkahnya tercekat, Ia terdiam sejenak ketika melihat Diana yang kini tengah terduduk di atas meja makan dan melamun sendirian di sana.
Bersambung...
__ADS_1