
Dadanya terasa sesak, air matanya tidak berhenti mengalir. Lenganya sudah tidak memberontak lagi, Diana memejamkan matanya, mencoba melupakan posisi Alex terkini yang tengah berada di posisi paling intim bersama dirinya.
"Aaaaargh ... " Erangan keras dari Alex yang menandakan dirinya sudah mencapai klimaks. Ia menyemburkan benihnya ke dalam rahim Diana. Membuat tubuh Diana semakin bergetar setelah mendengar erangannya yang begitu kuat.
Alex mencabut adik kecilnya, nafasnya terengah. Diana menggenggam erat sprey dan masih memejamkan matanya. Alex lalu menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, Ia terkulai lemas di samping Diana yang masih memejamkan matanya. Alex tidak memperdulikan itu, Ia terlalu lelah dan langsung tertidur pulas.
'Bodoh jika aku berpikir aku jatuh cinta padanya, dia bahkan bukan seorang manusia. Dia sedikit pun tidak menghargai wanita. ' Batin Diana.
Diana membuka matanya perlahan, air matanya terus terjatuh membanjiri wajahnya yang cantik Ia menatap Alex yang tengah tertidur di sampingnya. "Aku bukan seorang wanita yang seperti kau bicarakan tadi. " Lirihnya
Diana beranjak turun dari ranjang, Ia mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya dan melangkah cepat menuju kamar mandi. Satu langkahnya tercekat, saat Ia merasakan Perih pedih pada area selangkanganya, itu mungkin karena Alex mempermainkanya dengan sangat kasar.
Diana berjalan pelan menuju kamar mandi, sesampainya di sana Ia langsung menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Diana menatap cermin yang berada di dalam kamar mandi dan melepas balutan selimut pada tubuhnya, seluruh tubuh gadis itu terlihat jelas. Semua bagian tubuhnya di penuhi memar dan bercak darah karena gigitan Alex dan perlakuan kasar Alex.
Penampilanya sudah tidak karuan, kulit putihnya kini di penuhi memar biru keunguan yang di buat Alex pada tubuhnya. Diana menatap cermin sendu, pandanganya buram karena air mata memenuhi pelupuk matanya. Satu tetes cairan bening itu jatuh karena tidak bisa terbendung lagi, Dua tetes tiga tetes dan kini air matanya sudah membanjiri pipi gadis cantik itu.
__ADS_1
Kakinya terlalu lemah untuk menopang berat tubuhnya, Ia merosot dan terduduk membelakangi pintu kamar mandi sambil memeluk lututnya dan terus menangis, "Aku bahkan malu menatap wajahku di cermin, aku malu ... " Rintihnya sambil terus menangis. Hatinya terasa sakit dan nafasnya juga terasa sesak, air mata terus mengalir deras membasahi pipi gadis cantik itu.
Kenapa semua ini terjadi padanya, apa alasan Alex melakukan semua itu. Bahkan jika di perlukan, tidak perlu melakukannya dengan sekasar itu, itu menyakitkan. Tidak hanya fisiknya yang di siksa tapi mental dan hatinya juga. Sebagai seorang wanita, di perlakukan kasar dan di lecehkan seperti itu adalah suatu penghinaan besar. Walaupun oleh suami sahnya sendiri.
Diana masih terus menangis, seluruh tubuhnya bergetar hebat. Waktu seakan terhenti untuknya, dalam kehidupannya ada rasa sakit saja. Pikirannya kacau balau, hatinya menjadi gelap. Diana hanya menginginkan jalan pintas, mengakhiri semua rasa sakit ini.
Tiba-tiba Diana bangkit dari duduknya, Ia menghapus air mata yang mengalir deras membasahi pipinya dengan kasar dan mengambil handuk lalu membalut kembali tubuhnya.
Diana berjalan mendekat menuju bathub, dengan tanganya yang gemetar hebat Ia mencoba menyalakan keran air dan mengisi penuh air di bak mandi. Dalam sekejap bathub itu penuh oleh air, Diana tidak mematikan kembali keranya, Ia membiarkannya terbuka dan air yang terus mengalir. Kemudian, Diana melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam bathub, Diana menutup matanya lalu membenamkan wajahnya ke dalam air.
Pandanganya menjadu gelap, kepalanya terasa sangat berat. Diana terpejam, nafasnya mulai terasa berat dan lemah. Hilang dan sunyi, kini Ia tak sadarkan diri.
Sesampainya di kamar mandi, Alex menatap heran pintu kamar mandi yang sudah basah oleh genangan air yang keluar dari dalam kamar mandi. Alex mencoba membuka pintu namun terkunci dari dalam, Ia mencoba mengetuk mungkin saja Diana sedang berada di dalam kamar mandi, namun tidak ada jawaban sama sekali. Alex menyangka bahwa kenop pintu kamar mandi sudah rusak, tapi mustahil untuk resort semewah ini.
Alex melangkah menuju ranjang, Ia berkerut kening melihat baju Diana yang berserakan di atas lantai dan kopernya juga masih berada di dalam kamarnya. Jika Diana keluar, tidak mungkin jika Ia tidak mengenakan pakaian.
__ADS_1
Kemudian, Alex berlari menuju kamar mandi kembali. Ia mencoba membuka pintunya dan terus mengetuk pintu dan meneriaki nama Diana. Namun tetap tidak ada respon, Alex mencoba mencari cara membuka pintu kamar mandi tersebut. Alex merusak kenop pintu hingga terlepas dari pintu kemudian mendobraknya dan pintunya terbuka. Matanya terbelalak dan terkejut melihat Diana yang sudah tidak sadarkan diri di dalam bak mandi.
Alex bergegas menghampiri Diana, kemudian Ia mematikan keran air guna menghentikan aliran air yang sedari tadi sudah membanjiri seluruh area kamar mandi dan sampai sudah berceceran di luar kamar mandi. Alex menepuk pipinya pelan untuk membangunkanya, namun Diana tidak merespon. Tubuhnya terasa sangat dingin dan kulitnya menjadi putih pucat, bibirnya menjadi biru dan nafasnya lemah, entah sejak kapan Ia berada di dalam air.
Alex membopongnya keluar dari kamar mandi lalu membaringkanya di atas ranjang, Ia menekan dada Diana dan memberinya nafas buatan, namun tetap tidak ada respon dari Diana. Alex meminta pelayan Resort untuk segera memanggil Ambulance, beberapa pelayan lainya memasuki kamar Alex untuk melihat keadaan disana.
Alex terus menekan dada Diana guna memberi pertolongan pertama, namun tetap tidak ada respon apapun dari Diana.
Tiba-tiba beberapa pelayan resort menghambur masuk ke dalam kamarnya, mereka terkejut melihat seorang gadis terkulai lemas di atas ranjang dengan tubuh yang basah di penuhi memar biru di semua bagian tubuhnya. Wajahnya tampak pucat, bibirnya membiru dan badanya terasa sangat dingin. Mereka menatap heran kepada Alex yang sedang duduk menunduk sembari mencengkram erat rambutnya dengan kedua tanganya.
"Cepat hubungi polisi untuk segera menangkap orang itu! " teriak seorang pelayan Resort sambil menunjuk ke arah Alex
Alex langsung menghampiri pelayan itu dengan tatapan marah lalu mencengkram kuat kerah baju pelayan tersebut,
"Apa kau bilang? Apa kau tidak tahu? Dia adalah istriku! Kami datang kesini untuk berbulan madu! " ucapnya bergetar karena sangat marah
__ADS_1
Bersambung....
TAPP JEMPOL KALIAN DAN TINGGALKAN JEJAK UNTUK MENYEMANGATI AUTHOR YA. 😘