
"Beri aku kesempatan kedua, " Ujar Alex sembari terus menatap wajah Diana
Diana masih terus menatap Alex tanpa berkata apapun, apakah Alex serius? Atau hanya ingin mempermainkanya lagi? Pertanyaan berputar putar di dalam otaknya.
Tidak mudah mempercayai dan memberikan kesempatan kedua pada orang yang sudah menyakitinya, apalagi perilaku kasar Alex pada Diana. Diana sungguh bingung,
Tertekan dengan tatapan mata Alex dan posisinya kini, sembari terus menatap wajah Alex tiba tiba Diana mengangguk tanpa Ia sadari. Alex tersenyum simpul melihatnya, kemudian Ia menjauh perlahan dari menghimpit tubuh Diana.
"Pakailah gaun itu, malam ini aku akan mengajakmu untuk acara makan malam bersama orang tuaku. " Ucap Alex dan berlalu pergi dengan senyumnya meninggalkan Diana yang masih berdiri memaku.
Diana terus menatap Alex yang berlalu pergi sampai bayang bayangnya hilang di balik pintu.
'Apa ... Apa aku mengiyakan perkataanya tadi?' Batin Diana
Tiba tiba matanya tertuju pada kotak yang Alex berikan, Diana membukanya. Melihat isinya, benar itu adalah gaun. Diana memegangnya dan mengangkat dengan kedua tanganya agar terlihat lebih jelas. Gaun yang sangat cantik dan elegan, kemudian Diana menaruhnya di dalam lemari bajunya.Diana meraih handphone nya yang Ia simpan di atas meja di samping ranjang Ia ingin menghubungi seseorang.
TOK... TOK... TOK...
__ADS_1
Belum sempat Ia melakukanya pintu sudah di ketuk dari luar, Diana mendesis pelan untuk ketiga kalinya seseorang mengganggu ketenanganya, Diana beranjak kemudian membukakan pintu kamarnya. Tiba tiba Ia tersentak, di luar kamarnya sudah ada banyak orang yang berjejer menunggu di bukakan pintu.
"Permisi, Nona. Kami pelayan baru mansion ini. " Ucap salah satu dari mereka sembari tersenyum sopan pada Diana, mereka langsung menyerobot masuk ke dalam kamarnya dan membuat Diana semakin bingung di melihatnya.
"Hei, apa yang kalian lakukan? " tanya Diana dengan sedikit berteriak.
Mereka memporak porandakan seluruh kamarnya, mengeluarkan seluruh baju di lemari kemudian membawanya ke lantai atas. Mereka terlihat seperti semut yang sedang bergotong royong.
Alex melihatnya dari lantai dua, melihat wajah Diana yang tampak kebingunan itu sungguh membuatnya sangat puas. Ia kemudian duduk kembali di kamarnya, menunggu dengan pasti. Ya, kali ini Diana pasti akan mendatanginya dan tidak akan mengabaikanya seperti terakhir kali.
'Kamar ... kak Alex, untuk apa mereka memindahkan seluruh barangku ke dalam kamarnya? '
Diana menatapnya dengan heran, dalam sekejap barangnya sudah di pindahkah ke dalam kamar Alex. Mereka tersenyum kemudian berlalu pergi ke lantai bawah, pandangan Diana masih di arahkan pada mereka sampai bayangan mereka hilang.
"Apa yang mereka lakukan? " gunamnya dengan heran,
Diana berjalan pelan ke arah kamar Alex, Ia melihat ke sekeliling apakah Alex ada di dalam kamarnya atau tidak. Ternyata Alex tidak ada, Diana bisa bernafas lega.
__ADS_1
Ia mencoba mengambil kembali barang barangnya, saat tanganya hendak membukakan pintu lemari tiba tiba terdengar suara pintu terbuka dari samping. Diana terkesiap pandanganya langsung Ia arahkan kesana matanya terbelalak melihat Alex yang sedang menyenderkan tubuhnya ke pinggir pintu kamar mandi dan menyilangkan kedua tanganya di dada sambil menatap ke arah Diana.
"Apa kau yang menyuruh pelayan pelayan itu memindahkan barang barangku kesini? " tanya Diana mencoba mengatur nafasnya karena terkejut,
"Ya, " Jawab Alex enteng.
"Kenapa? Untuk apa? "
"Kau sudah mengiyakan ucapanku tadi di kamarmu. "
"Apa ... Ucapan apa, tadi aku hanya memberikan kesempatan untuk memaafkanmu, dan setelah itu aku berencana untuk ... " Belum selesai Ia berkata, Alex sudah memotong perkataanya.
"Bukan, tapi kesempatan untuk menjadi istriku yang baik. "
'Apa ... Apa maksudnya?! ' Batin Diana.
Bersambung...
__ADS_1