Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Kesempatan kedua


__ADS_3

KRING!! Suara telepon berbunyi membuyarkan lamunan Alex tentang Diana. Telepon dari sekretarisnya yang berkata ada telepon untuknya.


"Sambungkan, " Ucap Alex


Ibunya yang menelpon, Ia menanyakan kabar Alex dan Diana, Alex hanya menjawab dengan jawaban seadanya. Orang tuanya tidak mengetahui perihal yang di lakukan Alex pada Diana, mereka hanya tahu bahwa hubungan Alex dan Diana baik baik saja dan harmonis. Mengetahui Alex dan Diana sudah pulang dari honeymoon, Nyonya Pradipta pun meminta Alex untuk mengajak Diana makan malam di rumahnya malam ini dan Alex mengiyakan permintaan ibunya.


Teleponnya terputus, kemudian Alex menyambungkan teleponya kembali dengan sekretarisnya, Alex meminta agar jadwalnya malam ini di undur. Alex tersenyum puas, ini adalah saat yang tepat untuk bisa mendekati Diana.


Alex menyelesaikan pekerjaanya dengan cepat agar bisa pulang tepat waktu, sekitar jam lima sore akhirnya pekerjaan yang melelahkan itu selesai.


Alex berjalan keluar dari ruanganya, seluruh karyawan menyapanya dan sedikit membungkukan badan tanda menghormati Alex. Alex menanggapinya dengan senyum tipis di wajahnya. Tidak sedikit dari mereka yang terheran dan menganga melihat tingkah dari CEO nya itu, karena pagi ini Ia terlihat begitu dingin, tapi sore hari justru mereka melihat CEOnya tersenyum. Hal yang janggal bagi mereka.


Mobilnya melesat membelah jalanan, Ia di antar pulang oleh seorang supir seperti biasanya. Sepanjang perjalanan Alex tersenyum senyum sendiri sampai sesekali supirnya melirik ke arah kaca spion, melirik Alex dengan heran.


"Perhatikan saja jalananya. " Ucap Alex yang langsung membuat supir itu salah tingkah dan langsung memfocuskan pandanganya pada jalanan.


Alex melirik kotak yang berada di sampingnya, kotak itu berisi gaun cantik dan mewah untuk Diana pakai malam ini. Alex sudah tidak sabar untuk sampai di rumah, Ia sudah tidak sabar melihat ekspresi Diana ketika Ia memberinya kotak untuk yang ke tiga kalinya. Diana telah menolak dua kali kotak yang telah Alex berikan, namun kali ini lihat apa yang akan Diana perbuat, karena ini adalah permintaan dari ibu Alex tentu Diana tidak akan bisa menolak. Alex tahu jelas Diana sangat lemah dengan rasa hormatnya. Alex membayangkanya, sehingga Ia terus senyum senyum sendiri di sepanjang perjalanan pulang.


Sesampainya di rumah, Alex berjalan dan menuju langsung ke kamar Diana. Mereka tidur terpisah, Diana tidur di kamar tamu yang berada di lantai satu mansion mewahnya.

__ADS_1


Seketika Alex menghentikan langkahnya, Alex berniat untuk tidak langsung memberikan kotak tersebut kepada Diana. Ia pun mencari pelayan di sekitar dalam mansion. Tidak mendapati satupun pelayan disana, tiba tiba Ia teringat memang tidak ada pelayan di dalam mansionnya karena Ia telah mengusir mereka semua pada saat hari pernikahan, dan semua tugas pelayan Ia serahkan kepada Diana.


Kemudian, Ia kembali ke luar mansion dan meminta supirnya untuk memberikan hadiah tersebut kepada Diana, supir itu pun mengiyakan perintah dari Alex. Kemudian, Alex bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


TOK... TOK... TOK...


Suara pintu di ketuk dari luar, Diana yang sedang focus dengan macbook miliknya karena sedang mengejar pelajaran kuliahnya yang tertinggal jauh.


Ia beranjak dan membukakan pintu kamarnya, Ia mengerutkan dahinya saat melihat supir yang biasa mengantar Alex berada di depan pintu kamarnya dengan membawa sebuah kotak.


"Nona, tuan Alex memintaku untuk memberikan hadiah ini untukmu. " Ucap supir itu dengan ramah dan Diana langsung menerima kotak itu sembari tersenyum tipis kemudian supir itu berjalan pergi.


Diana menutup pintu kamarnya kembali, menaruh kotak itu di atas meja dan kembali memfocuskan diri pada macbook dan tugas kuliahnya.


TOK... TOK... TOK...


Alex menyeringai saat mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi. Ia sudah menunggu Diana mendatangi kamarnya, untuk menanyakan kenapa Ia memberinya kotak lagi.


Krreeeet...

__ADS_1


Alex membuka pintu kamarnya, seringainya tadi Ia tutupi dengan wajah datarnya. Tiba tiba Ia terkejut melihat orang di depan pintu kamarnya bukan Diana, melainkan supirnya. Ia memberitahukan kepada Alex bahwa Diana sudah menerima kotak itu.


Alex mengibaskan tanganya menandakan Ia menyuruh supir itu pergi dan supir itupun mengerti dan segera meninggalkan kamar Alex.


Alex masih tertegun dan merasa sedikit agak kesal karena bayanganya tidak sesuai kenyataan. Dengan langkah yang cepat Ia menuruni tangga dan berjalan menuju kamar Diana.


Alex membuka pintu kamar Diana, Diana terkejut dan langsung terperanjak lalu melihat ke arah pintu. Alex menatap Diana dengan tatapan tajamnya, Diana mengeryitkan dahi heran melihat ekspresi wajah Alex.


Alex kesal karena Diana terus mengabaikanya, Ia berjalan mendekat ke arah Diana. Selangkah demi selangkah Diana mundur menghindari Alex yang terus saja melangkah mendekatinya. DUGH! Kini tubuhnya sudah tertahan tembok. Alex terus mendekatinya, wajahnya Ia dekatkan pada wajah Diana hingga Diana bisa merasakan nafas Alex. Diana menundukan wajahnya dengan pandangan tak menentu.


"Tatap mataku! " Suara Alex seakan membuat seluruh tubuh Diana bergetar,


Alex memegang dagu Diana dan mengangkat wajahnya agar bisa menatap wajahnya. Walaupun terlihat tidak peduli, tapi tetap saja di dalam hatinya, Diana takut jika Alex akan memperlakukanya seperti terakhir kali. Sikap dingin Diana selama ini, anggap saja seperti seekor landak yang melindungi dirinya dengan duri. Bagaimana pun Diana tetap merasa takut jika berhadapan dengan Alex.


"Bisakah kau memberikan satu kesempatan lagi untukku?"


DEG! Di luar dugaan. Diana merasa sangat terkejut mendengar Alex mengatakan kata kata itu. Kesempatan ... Lagi ...


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2