Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Episode 84


__ADS_3

Hai guys. Bacanya pelan-pelan yaaa.... Isi chapter ini adalah inti permasalahannya. Di sarankan baca pelaan-pelan biar kalian paham okeee. Yaaa selamat membaca.😁


❤❤❤


“Jadi sampai kapan kau akan menutupinya?” tanya Elios yang sukses membuat Alex termenung.


Benar, mau sampai kapan Alex menutupi semuanya? Perusahaan Tuan Wijaya yang tengah di ambang kehancuran yang di akibatkan oleh ayahnya sendiri guna mengancam dirinya. Mustahil untuk perusahaan Wijaya bertahan walau dengan bantuan yang Alex berikan. Sebenarnya Ia tidak mau menutupi semua ini dari Diana, namun kondisi Diana lah yang membuatnya berpikir dua kali.


“Itulah alasan aku membawamu ke sini. Jadi bagaimana menurutmu?” Alex balik bertanya, kepalanya pusing seperti mau meledak memikirkan semua ini.


“Seharusnya dulu kau berpikir dua kali sebelum melawannya,” ujar Elios.


“Tsk!” ujar Alex menegak kembali redwine pada gelasnya.


Ya. Kini Alex begitu yakin dengan perkataannya. Ia yakin bahwa perasaanya sudah di miliki oleh gadis itu. Gadis yang awalnya tidak sengaja Ia bawa ke dalam kediamannya.


“Jika yang kau bawa itu Nameera, mungkin keadaanya akan jauh berbeda.”


Alex semakin membelalak mendengar perkataan kawannya itu. Tentu saja yang di katakan Elios semuanya benar. Mungkin dirinya tidak akan selemah ini jika Ia dulu tetap mempertahankan posisi Nameera. Alex kira semuanya akan berjalan lancar. Namun seperti boomerang yang menyerang dirinya sendiri, Ia malah jatuh cinta kepada gadis yang seharusnya Ia korbankan, dan malah membuat pertahanannya semakin melemah.


Nameera dengan karakter yang keras kepala, sombong bahkan terkesan sebagai wanita yang bebas membuat Alex memilihnya sebagai rekan hidupnya. Dengan menikahi Nameeralah Ia akan mengulang sejarah lama sekaligus membuka luka lamanya. Tapi tanpa di sangka, semua rencananya harus gagal ketika Ia terpaksa menikahi adik tiri Nameera. Menghancurkam segala usahanya.


***

__ADS_1


Beberapa tahun yang lalu.


PLAK!! Sebuah tamparan keras berhasil mendarat pada pipi gadis cantik itu, membuatnya jatuh tersungkur pada lantai. Pria paruh baya itu marah, murka akan kelakuan anak perempuannya.


“Cukup! Hentikan, dia putrimu!” isak tangis mengiringi ucapan permohonan wanita paruh baya yang tidak tega melihat perlakuan suaminya terhadap putri semata wayangnya.


“Leona! Kau tidak bisa terus bersamanya. Menurutlah dan jangan jadi seorang anak yang pembangkang!” hardik Tuan Pradipta, seolah terus menekan putrinya.


Tuan Pradipta begitu kecewa ketika mengetahui putri semata wayangnya mempunya kekasih yang tidak jelas asal usulnya. Siapa orangtuanya? Apa nama marganya? Dimana Ia tinggal? Bagaimana keluarganya? Latar belakang dan lain sebagainya. Harta, tahta dan derajat. Dengan tiba-tiba putrinya membawa pria tidak jelas itu masuk ke dalam kediamannya untuk mendapat restunya. Restu untuk sebuah pernikahan beralasan cinta. Terdengar konyol bagi Tuan Pradipta.


Leona Pradipta di lahirkan di tengah-tengah lingkungan yang berada. Mempunyai kehidupan yang layaknya putri raja tanpa harus memikirkan segala kesulitan yang akan hinggap di hidupnya. Dia adalah gadis cantik dan berprestasi. Mempunyai keluarga yang mendukungnya dan kakak yang selalu menyayanginya.


Tidak di sangka suatu hari kesialan merenggut semuanya. Tidak! Apakah jatuh cinta adalah sebuah kesialan? Mungkin hal indah bagi sebagian orang, tapi tidak bagi Leona.


“Tapi aku mencintainya Ayah ... ” lirih Leona.


“Cinta? Apa cinta bisa membuatmu bahagia?!” napasnya menderu, “Kau adalah putri semata wayang kami. Kau di lahirkan dan di besarkan di lingkungan yang berada. Setiap kebutuhanmu kami penuhi. Tapi setelah besar kau malah menjadi pembangkang seperti ini!” ujarnya lalu menghempaskan cengkramannya pada bahu Leona.


“Ayah ... tidak bisakah kau menerimanya?” gadis itu masih bersikeras pada pilihannya.


“Aku dengar, dia hanyalah seorang mahasiswa biasa. Hidup di lingkungan biasa dan kau bahkan bisa mencintai seorang pria seperti itu?” tegasnya menatap remeh Leona. “Rendahan!”


Leona mendongakan wajahnya, menatih tubuhnya untuk berdiri sempurna. “Tidak ayah, dia adalah pria yang baik.”

__ADS_1


“Kurung dia! Jangan sampai ada seorangpun yang berani membuka pintu kamarnya.”


“Jangan! Ayah!” jerit Leona begitu menyesakan namun tak sedikit melelehkan gunung es pada hati ayahnya. Tuan Pradipta tetap tegas pada pendiriannya.


***


Alex mengepalkan jemarinya kuat ketika ingatan masalalunya kembali menghampiri pikirannya. Apa yang Ia rasakan hanyalah sakit hati dan kecewa. Kecewa dan marah kepada dirinya sendiri. Keegoisan ayahnyalah yang membuat semua kekacauan ini terjadi.


Kekacauannya di masalalu membuat Alex tidak bisa hidup dengan tenang. Kepergian adik tercintanya membuat keluarga mereka hancur terpecah belah. Kebencian, amarah semua itu menahannya dan terus mengikatnya di dalam masalalunya.


“Lakukan saja apa yang aku minta,” ujar Alex. Elios menghela napas lelah.


Beberapa dokument Elios simpan di atas meja.


“Kau memiliki orang-orang yang handal,” Alex menyimpulkan senyumannya. “Dengan ini semuanya akan segera berakhir.”


“Apa kau yakin akan memghancurkan keluargamu seperti ini?”


“Tidak ada pilihan lain.”


“Kau berperang melawan ayahmu, apa kau akan melibatkan seluruh keluargamu?”


“Ya! Jika hal ini mampu membuatnya sadar.”

__ADS_1


__ADS_2