Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Honeymoon 2


__ADS_3

"Kak Alex kau di sini? Dimana Ghani? Bukankah tadi yang mengetuk pintu kamarku itu Ghani? " tanya Diana heran, menengok ke kiri dan ke kanan.


Alex hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan dari Diana, Ia hanya terus menghisap sebatang rokok yang diapit kedua jarinya, Diana tersenyum canggung. Diana melihat ke sekitar arah, terlihat dari sisi lain Ghani sedang melambaikan tangan ke arahnya dan meminta Diana untuk segera mendekatinya. Diana tersenyum, Ia pun langsung mendekat ke arah Ghani, Alex mengikutinya dari belakang. Itu membuat Diana sedikit tidak nyaman.


Diana duduk di sebelah Ghani, Ia sedikit tertegun kenapa Alex dan Nameera juga satu meja denganya, mereka bisa memesan meja lainya kenapa harus satu meja dengan dirinya.


Steak dan red wine menjadi sajian untuk makan malam kali ini, mereka berempat duduk dalam meja yang sama. Ghani sengaja memotong steak miliknya lalu Ia tukar dengan milik Diana, Diana tersenyum sedangkan Nameera menatap sebal ke arah mereka.


"Kekanakan. " umpatnya memutarkan bola matanya dengan malas.


"Kak, bukankah kau tidak makan daging merah? " tanya Diana


Nameera memutarkan bola matanya dan menatap kesal Diana yang so ikut campur,


"Ya aku tidak memakanya. Aku akan meminta pelayan untuk segera menggantinya."


Setelah selesai, Nameera dan Alex pergi ke kamar mereka. Sedangkan, Diana mengajak Ghani untuk menyusuri pinggiran pantai. Diana enggan untuk pergi ke kamarnya malam ini, Ia takut jika Alex akan berada di dalam kamarnya lagi .


"Sudah malam, sebaiknya kau pergi tidur. " Ucap Ghani meminta Diana untuk segera pergi ke kamarnya.


"Tidak!" jawab Diana dengan cepat, Diana tidak mau jika kembali ke kamarnya Ia akan mendapati Alex di sana.


"Apa kau takut tidur sendiri? " ledek Ghani, menyenggol tubuh Diana dengan sikutnya.


Diana diam tidak menanggapi, biasanya jika di ledek seperti itu Diana langsung balas meledek Ghani. Tapi sekarang Diana tampak tidak bersemangat, Ghani memperhatikan raut wajahnya yang tampak gelisah.


"Haissh... " Tarikan nafas panjang Ghani yang tidak mengerti akan sikap Diana

__ADS_1


"Jika kau tidak nyaman berada disini, besok kita akan pulang. Bagaimana? " Ghani seakan mengerti dengan kondisi Diana, karena Ghani perhatikan, semenjak datang kesini Diana tampak murung dan gelisah. Tidak seperti Diana yang biasanya.


"Ya, Ya antar aku pulang. " Diana menatap Ghani dengan tatapan penuh harap, Ia sungguh tidak ingin berada di sini Diana ingin pulang.


Tiba tiba Diana menundukan wajahnya dan memasang raut wajah sedih, Ia berpikir kemana Ia akan pulang. Di sini atau tidak Ia akan tetap bertemu dengan Alex. Hidupnya kini akan selalu terikat dengan Alex.


"Aku akan kembali ke kamarku. " Ucap Diana sembari berlalu pergi, Ghani hanya menatap kepergiannya dengan wajah iba.


Diana berjalan menuju kamarnya dengan langkahnya yang sedikit lamban, sepanjang perjalanan menuju kamarnya Diana tampak gelisah. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang dan jemarinya kini terasa basah oleh keringat, padahal malam ini angin terasa begitu dingin.


Diana membuka pintu dengan perlahan Ia melihat sekeliling kamarnya untuk memastikan Alex tidak disana. Kamarnya terlihat kosong, tidak ada Alex disana. Diana segera mengunci pintu kamarnya dan langsung menghempaskan diri ke atas kasur. Ia memejamkan matanya dan langsung tertidur lelap.


____________________________________________


Hatchu... Hatchuu...


Cahaya matahari menyeruak masuk menembus kaca kamarnya, terasa hangat. Sudah tengah hari, matahari mungkin sudah berada di puncaknya. Tidak ada seorangpun yang mengetuk pintu kamarnya. Biasanya Ghani yang selalu membangunkan lalu mengajak Diana jalan jalan keluar Resort, tapi tidak hari ini. Tidak menghiraukannya, Diana malah semakin tenggelam di dalam selimutnya.


Tiba-tiba seseorang menarik selimut dari tubuh Diana, Ia terkesiap lalu terbangun dari tidurnya. Diana melihat Alex sudah berada di dalam kamarnya dan menatap tajam Diana.Alex membawa sekotak obat lalu di lemparnya ke arah Diana, Diana tidak memperhatikanya pikiranya terus memikirkan hal lain.


Pintu kamar sudah aku kunci, bagaimana bisa...


BRAK!!! Pintu di tutup dengan sangat keras, seketika Diana terkejut dan menyadari bahwa Alex sudah tidak ada di dalam kamarnya. Ia lalu melihat kotak obat di atas tempat tidurnya. Diana meraih dan membukanya, Ia menatap kotak obat itu dengan heran.


Apakah kak Alex yang membawanya? Hmm Sudahlah, aku akan pergi mandi sekarang.


Setelah selesai membersihkan diri di kamar mandi, Diana keluar kamarnya dan berjalan menyusuri Resort Ia lalu berencana pergi ke kamar Ghani untuk mengajaknya makan siang. Ia mengetuk pintu kamar Ghani beberapa kali, tapi tidak ada jawaban dari dalam. Terlihat sepi, tetapi Diana terus mengetuk pintu kamarnya dan berteriak memanggil nama Ghani. Diana berkerut kening, Ia sempat kesal karena Ghani mengabaikannya.

__ADS_1


"Dia sudah pulang. " Seseorang mengejutkanya dan Diana langsung berbalik melihat ke arah orang itu,


"Kak Alex, apa maksudmu? Siapa yang sudah pulang? " tanyanya heran, tubuhnya menyentak pintu karena terkejut melihat Alex tengah berada di belakangnya.


"Aku meminta temanmu dan Nameera untuk segera pulang." Jawab Alex datar


"Apa? Kak Nameera juga pulang? " Diana tertegun, Alex bahkan menyuruh Nameera untuk pulang juga.


Beberapa jam yang lalu..


Nameera terus menempel pada Alex kemana pun Alex pergi, seakan Ia tidak mau jauh-jauh dari Alex.


"Kau harus pulang hari ini. " Ucapnya dingin, Nameera langsung melepaskan rangkulan lengannya pada lengan Alex.


"Kenapa? kenapa aku harus pulang? " tanya Nameera dengan kerutan kecil di keningnya dan menatap wajah Alex, Alex menatapnya tajam.


"Kenapa! Karena jal*ng itu aku yang harus terus mengalah! Aku bahkan merelakan orang yang sangat aku cintai menikah denganya! Tidak, aku tidak mau. " Protesnya dan berteriak keras kepada Alex


“Cukup! Kau pulang! Jangan mengelak dan jangan menolak. Turuti ucapanku! Jika kau masih ingin terus menjadi wanitaku! ” tegasnya menatap tajam Nameera.


"Kau sudah tidak sabar untuk mencicipi tubuh jal*ng itu? Iyakan? " tanyanya, mengangkat wajah menentang Alex.


Alex menggelengkan kepalanya, Ia tahu Nameera seorang wanita yang keras kepala dan tidak pengertian. Tidak ingin memperkeruh keadaan yang nantinya malah merusak suasana hatinya, Ia lalu mengajak Nameera untuk pergi sarapan dan terpaksa memasukan obat kedalam makanan Nameera, itu adalah obat tidur, Nameera akan bangun mungkin setelah Ia sudah kembali ke Jakarta.


Alex menelpon asistenya Zeno untuk segera mengatur kepulangan Nameera, Alex sudah mengurus Ghani sebelumnya Ia mengirimi Ghani pesan menggunakan nomor orang tuanya dan beralasan bahwa orang tuanya sedang sakit dan di rawat di rumah sakit. Ghani percaya dan langsung pulang saat itu juga.


"Pindahkan barangmu ke kamarku. Segera! " perintah Alex sambil berlalu pergi meninggalkan Diana yang sedang berdiri memaku.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2