Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Why?


__ADS_3

Alex memaku melihat Diana yang berjalan melewatinya tanpa ekspresi, Ia mengusap usap kasar dagu kokohnya sembari tertawa geli tak percaya akan tingkah konyolnya. Ekspresi Diana sungguh di luar dugaan, yang mana di dalam internet di jelaskan jika seorang pria memberi kado boneka kepada seorang wanita maka wanita tersebut akan langsung menyambutnya dengan senyuman dan pelukan hangat. Tapi berbeda dengan Diana, Alex sungguh mengharapkanya walaupun hanya sebuah senyuman tipis yang Diana berikan. Tapi setelah melihat isi kotak itu wajah Diana malah tampak tidak berekspesi dan membuat Alex tercengang dan menelan ludah di buatnya.


Alex mengambil boneka sapi tersebut, Ia menatapnya dalam. Di balik ke kanan dan ke kiri melihatnya dengan teliti,


"Kenapa? Apa dia tidak menyukai bonekanya? " Alex melempar boneka sapi itu dengan wajah frustasi.


Ia adalah seorang pengusaha besar, bukan perayu wanita. Ia menarik nafas panjang, Ia akan terus mencobanya sampai Diana bersedia memaafkanya dan bersedia memulai hubungan baru denganya. Tapi, Alex akan benar benar lega jika Diana hidup dengan bahagia, walaupun Ia meminta berpisah dengan Alex sekalipun, Alex akan bersedia untuk melepaskanya. Kini, prioritasnya hanya satu yaitu membuat gadis cantik itu senang. Ia akan menebus kesalahanya di masa lalu bagaimana pun caranya.


Alex duduk di atas sofa yang berada di dalam kamar dengan macbook di pangkuanya, mengisi waktu luang sembari menunggu Diana keluar dari kamar mandi. Rencana untuk menyenangkan hati Diana yang pertama tidak berhasil, Ia mencoba mencari cara yang kedua melalui internet kembali. Ini adalah yang pertama kalinya Ia rela bersikap kekanakan hanya untuk menyenangkan hati seorang wanita.


Tentu tidak serumit ini jika melakukanya dengan Nameera, karena Nameera akan merasa senang jika Alex memberinya barang barang mewah. Ia kemudian teringat dengan hal yang pernah Ia lakukan bersama Nameera dan itu membuat Nameera tampak sangat senang. Yaitu berbelanja, Ya kini Ia siap akan mengajak Diana berbelanja. Alex tersenyum penuh kepuasan, hal ini tentunya akan membuat Diana merasa bahagia.

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka, Alex tertegun melihat tubuh Diana yang hanya di balut handuk tipis dengan rambutnya yang basah. Itu membuat Diana semakin terlihat sexi.


"Bersiaplah, aku akan mengajakmu berbelanja. " Ajak Alex


Diana tidak menjawab, Ia tampak acuh dengan perkataan Alex. Alex mengeryitkan dahinya,


"Apa kau mendengarkanku? " tanyanya sekali lagi dengan raut wajah yang sinis menatap ke arah Diana


Tiba tiba Ia beranjak dari sofa dan menghampiri Diana, Ia memegang era lengan Diana lalu menariknya dan menyudutkan tubuh Diana pada tembok.


Lembut dan hangat ketika bibirnya menyentuh bibir Diana, Alex tahu bahwa Diana akan berontak jika di perlakukan seperti ini. Alex mengharapkan itu, Ia mengharapkan Diana merespon dirinya. Shit! Diluar dugaan, Diana hanya memejamkan matanya tanpa meronta atau memohon padanya seperti biasanya. Ia menatap tajam Diana dengan kening yang berkerut dan bibirnya masih menempel pada bibir Diana.

__ADS_1


'Ada apa denganya? semenjak pulang dari honeymoon sikapnya sungguh berbeda? ' Batin Alex


Alex melepaskan ciumannya, mundur satu langkah dari tempat Diana berdiri. Ia menatapnya dan Diana menatap balik Alex dengan tatapan datarnya.


"Apa kau mendengarkan perkataanku barusan? " tanya Alex sembari terus menatap tajam ke arah Diana


"Aku akan segera bersiap. " Jawaban dingin Diana sungguh membuat Alex tertegun Diana menjadi seorang gadis yang berbeda.


Gadis yang lemah dan rapuh jika di tindas itu, kini berubah menjadi gadis yang dingin dan datar.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2