Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Makan malam


__ADS_3

Diana tertegun melihat tingkah laku Alex, sontak Ia membalikan badanya agar matanya tidak terus menatap ke arah Alex. Alex yang telajang di hadapanya, tapi rasanya Diana yang malu. Wajahnya bertambah merah merona karena malu dan sedikit geram karena tingkah Alex.


"Tuan muda, Nona. Harap segera turun untuk makan malam. " Untuk yang kedua kalinya pintu kamar di ketuk dari luar


"Berbaliklah, " Ucap Alex pada Diana dengan santai, Diana hanya menggelengkan kepalanya dengan cepat


“Kau ingin pergi makan malam atau tidak?! ” ucap Alex tegas, Diana terperanjak dan dengan ragu Ia membalikan tubuhnya perlahan dengan mata tertutup,


“Hei, buka matamu dasar gadis konyol, ”


Diana membuka matanya lebar setelah mendengar perkataan Alex yang menyebut dirinya konyol, Ia mengeryitkan dahinya seolah tidak terima Alex mengatai dirinya seperti itu. Diana mendesis pelan dengan menurunkan sebelah kelopak matanya menatap Alex. Sedangkan Alex tidak menghiraukanya.


Mereka berdua keluar kamar bersama, Alex sengaja melingkarkan tanganya pada pinggang ramping Diana, membuat Diana terkesiap seketika. Diana mencoba melepaskan tangan Alex yang melingkar di pinggangnya, Ia berusaha namun Alex tak kunjung melepaskanya.


“Bersikap baiklah di depan orang tuaku, ” Ucap Alex pada Diana, kini mereka berdua sudah berada di meja makan. Alex pun melepaskan pelukan tanganya pada pinggang Diana dan duduk di kursinya, begitu pula Diana.


Nyonya Pradipta tersenyum lebar melihat kedekatan Diana dan Alex, walaupun pernikahan yang di bangun bukan dengan cinta, tapi suatu saat mereka akan saling mencintai. Tak lebih seperti itu pemikirannya mengenai hubungan anaknya dengan Diana.


Meja makan di penuhi oleh berbagai macam makanan, dari makanan pembuka hingga makanan penutup semua lengkap tersedia. Perlahan mereka menyantap makananya dengan tenang dan sangat nikmat, terasa begitu formal. Beberapa menit mereka telah selesai memakan makan malam mereka, percakapan kecil di mulai di antara mereka.


Awalnya mereka hanya berbincang masalah pekerjaan Alex dan masalah perusahaan, Diana hanya menyimak mendengarkan dan diam saja. Tapi, semakin lama pertanyaan itu semakin menjurus kepada masalah rumah tangga Alex dan Diana.

__ADS_1


Di mulai dari pertanyaan bagaimana liburan honeymoon mereka, tentunya Tuan dan Nyonya Pradipta tidak mengetahui masalah pada saat honeymoon saat itu dan sebuah pertanyaan yang membuat Diana semakin tercengang setelah mendengarnya.


“Kapan kalian akan memberikan kita seorang cucu? ” tanya Nyonya Pradipta dengan antusias


Diana tersenyum kaku sekaligus gugup, sesekali Ia menatap wajah Alex. Alex tampak santai seolah pertanyaan ibunya hanya pertanyaan biasa saja. Tiba-tiba Diana teringat kata-kata Alex, jika Ia harus bersikap baik di hadapan orang tuanya. Ya mungkin saja Alex sedang berakting santai untuk menutupi hubungannya yang tidak jelas agar terlihat baik-baik saja di hadapan orang tuanya.


“Kami akan segera memberikan cucu untuk kalian, ” Jawab Alex enteng


Diana sedikit terkejut, Nyonya Pradipta menatapnya dengan penuh harap. Diana mengangkat kedua halisnya dan tersenyum kikuk, menatap mereka secara bergantian.


“Ah, Iya tentu saja. Mah. ” Ucapnya gugup


Diana menelan ludahnya susah payah, 'Bukankah itu terlalu berlebihan? ' batin Diana


Mereka tenggelam di dalam percakapan hingga tak terasa jika malam sudah semakin larut, Nyonya Pradipta bergegas mengajak suaminya pulang dengan alasan tidak ingin mengganggu Alex dan Diana terlalu lama. Mereka pun pulang dan di antar oleh supir.


Mansion tampak kembali sepi, tinggal Diana Alex dan beberapa pelayan yang terlihat sedang membereskan meja makan sisa makan malam tadi.


Diana berjalan menuju kamarnya, di dalam hatinya seperti ada sesuatu yang mengganjal. Yaitu, membuka hadiah yang ibu mertuanya berikan. Ia sangat penasaran dengan isi hadiah yang di katakan bahwa itu untuk menyenangkan suaminya.


Di dalam kamar tampak Alex yang sudah siap dengan pyama tidurnya dengan dada yang terlihat sedikit terbuka, Ia duduk di sofa dengan menatap focus pada layar macbooknya, terlihat sangat sexy. Oh God!

__ADS_1


Diana langsung meraih kotak hadiah itu kemudian Ia membukanya. Ia melihat sebuat kain bewarna merah muda, Diana memegangnya dan mengangkatnya ke atas dengan kedua tanganya. Ia menatap heran dengan isi hadiah yang ibu mertuanya berikan, kotak hadiah itu berisi sebuah baju tidur tipis dan sangat sexy.


'Baju tidur yang sangat sexy, sampai dalamanya pun ikut terlihat. uuuh,' Gunamnya dalam hati, Ia mengeryitkan dahinya dan mengangkat sebelah bibirnya. Meringis aneh menatap isi hadiah tersebut.


Dengan cepat Diana langsung menyimpanya kembali ke dalam kotak, Ia tak habis pikir ibu mertuanya sampai memberikan hadiah seperti itu.


“Kau terlihat sangat penasaran dengan isi hadiah yang ibuku berikan, apa kau sudah melihatnya? Apa kau menyukainya? ”


Diana terkesiap, tiba-tiba saja Alex berada di sampingnya menatap penasaran ke arah kotak hadiah itu dan terus menanyainya. Ia akan malu jika Alex mengetahui isi hadiah yang ibunya berikan padanya.


“Biar aku lihat, ” Ucapnya dengan tangan menggapai kotak hadiah tersebut


“Tidak, tidak. Ini hanya hadiah biasa. ” Ucap Diama gugup


Alex merebut paksa hadiah yang sedari tadi di pengang oleh Diana, Ia membuka dan kemudian melihat isinya.


"Pakailah malam ini, " Ucapnya enteng


'What?! '


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2