Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Semua orang tahu


__ADS_3

Diana melangkah menjauhkan dirinya dari Alex, Ia tahu kenapa Alex bertingkah seperti itu padanya, itu karena Alex mendengarkan perkataannya tadi. Diana tidak perlu merasa di kasihani, Ia tidak mau. Diana tidak ingin di cintai oleh seseorang, karena merasa kasihan padanya.


Alex melangkah mendekatinya kemudian menarik lenganya, Diana terkesiap Ia yang tidak siap itu langsung jatuh ke dalam pelukan Alex. Alex memeluknya erat, Diana meronta. Namun, tubuh Alex begitu kuat jika Diana terus meronta itu hanya akan menyakiti tubuhnya saja. Hening sejenak, Diana larut dalam pelukan Alex begitu pula Alex.


Alex meringankan pelukannya dan menatap Diana, mereka saling bertatapan.


“Sudah aku bilang, tidak perlu merasa kasihan terhadap diriku. ” Diana mengalihkan pandangannya dan Alex melepaskan genggaman tanganya pada tangan Diana.


“Maaf jika kau beranggapan seperti itu, ” Ucapnya dingin, Diana menatapnya dengan kerutan tipis di dahinya.


Maaf, sejak kapan kalimat itu bisa terucap dari bibirnya.


Diana tidak ingin menambah suasana hatinya semakin buruk dengan berbicara kepada Alex. Diana mengabaikannya, Ia bercermin kembali dan tetap mencoba menghapus riasan pada wajahnya. Namun, lagi-lagi Alex mencegahnya. Kemudian, Alex menarik lengan Diana dan membawanya ke luar kamar. Diana meronta, berusaha melepaskan genggaman tangan Alex padanya, namun sia-sia.


Sesampainya di lantai bawah, ruangan itu terlihat begitu ramai di penuhi para tamu, dari kalangan selebritis sampai tamu petinggi lainya, ada beberapa reporter juga di sana. Mengingat keluarga Pradipta bukanlah keluarga biasa, tentu hal itu adalah hal yang sangat wajar di lakukan. Reporter itu meliput keseluruhan acara pesta keluarga Pradipta, mewawancarai selebritis atau petinggi lainya yang turut hadir di dalam pesta tersebut.


Alex masih tetap menggandeng lengan Diana membuatnya merasa tidak nyaman. Diana sadar, semua mata kini tengah tertuju padanya. Diana tertunduk lemas, memejamkan kedua matanya dan menarik nafas panjang.


“Angkat kepalamu, tidak usah seperti itu. ” Bisik Alex kepada Diana.

__ADS_1


Diana mengalihkan pandangnya, berpura-pura tidak mendengar ucapan Alex tadi. Tiba-tiba terlihat dua orang pria datang menghampiri mereka, Alex melepaskan genggaman tanganya pada Diana dan berbisik lagi. Meminta agar Diana tidak pergi terlalu jauh dah sisinya, Diana hanya terdiam. Terlihat Alex mendekati kedua pria tersebut dan berbincang dengan mereka. Kini, jarak antara Alex berdiri dan Diana lumayan jauh sehingga Diana tidak bisa mendengar apapun yang mereka bicarakan.


Diana menatap seisi ruangan yang di penuhi oleh para tamu, mereka tampak saling berbincang dan terlihat mengenal satu sama lain, hanya dirinya yang terlihat asing sendiri di sana. Tentu saja, Diana belum pernah menghadiri pesta kelas atas sebelumnya. Jangankan pesta besar seperti ini, dahulu jika ada perayaan sekolah pun Diana selalu di larang ikut oleh ibu tirinya.


Diana mendengar samar pada sekumpulan wanita cantik di sana, Diana meliriknya. Mereka tampak tersenyum dan berbincang, pandangan mereka tertuju pada satu pria, yaitu Alex. Diana merasa heran, apa yang sedang mereka bicarakan mengenai Alex. Diana pun berjalan mendekat ke arah mereka, mencoba mendengarkan perbincangan mereka lebih jelas lagi.


“Kau lihat, pewaris Alexis Grup. Sangat tampan dan berwibawa. Oh andaikan Ia belum menikah. ” Ucap salah seorang wanita itu, sembari wajahnya tersenyum riang dan menatap ke arah Alex. Diana mengeryitkan dahinya setelah mendengar itu semua. Alex memang tampan, tapi apakah Diana seberuntung itu telah menjadi istri dari lelaki yang di idam-idamkan oleh semua wanita.


“Aku dengar istrinya adalah seorang wanita yang tidak berkelas. Mungkin Ia bisa menikah dengan Alex karena menaiki ranjangnya diam-diam. ” Mereka terkekeh. Diana tertegun dan terbelalak, ternyata seperti itu cara mereka memandang seseorang.


Diana mengambil gelas yang berisikan minuman berwarna merah pekat, Ia tidak meminumnya hanya memegangnya saja mengikuti gaya wanita lainya. Tapi tiba-tiba langkahnya menjadi tidak stabil dan menyenggol kerumunan wanita yang tengah berbincang tadi. Minuman yang Ia pegang itu tumpah dan mengenai baju salah satu wanita tersebut. Kemudian, terjadi keributan di sana.


“Kau! Kau berani sekali menumpahkan wine pada pakaianku! Kau ... siapa kau! Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya. Apakah kau tamu tak di undang dan mengendap masuk. Hah! ” teriaknya lantang dengan amarahnya yang menggebu, menunjuk Diana dengan tatapan heran. Diana berkerut kening.


“Ada apa? ” tanya Alex kepada Diana, Diana hanya menggeleng pelan menatap Alex.


“Alex, lihatlah. Gaunku ini edisi terbatas dan wanita ini yang entah dari mana asalnya telah menumpahkan segelas wine pada gaunku. ” Rengeknya, berharap Alex akan mengusir wanita yang telah menumpahkan segelas wine pada pakaiannya.


“Apakah itu benar? ” Alex menatap Diana tajam, wanita itu terkekeh.

__ADS_1


“Maaf, aku tidak sengaja menumpahkan minuman dan mengenai gaunmu. ” Ucap Diana, menatap ke arah wanita tersebut.


Bukannya memaafkan perbuatan ceroboh Diana, wanita itu malah membalasnya dengan menumpahkan wine kepada Diana di hadapan Alex. Membuat rambut dan wajahnya menjadi basah. Membuat penampilan Diana menjadi tak karuan dan wanita itu tersenyum puas.


Alex terbelalak, berani sekali wanita itu melakukanya terhadap Diana. Melihat penampilan Diana yang sudah tak karuan dan bau alkhohol melekat pada seluruh tubuhnya. Diana hanya tertunduk lemas dan terdiam,bau alkohol yang pekat itu membuat dirinya merasa tidak enak badan dan pusing.


“Kau! Berani sekali kau!” mata Alex tertuju pada wanita itu.


“Dia hanya tidak sengaja menumpahkan sedikit minuman padamu dan kau malah balas menyiramnya seperti itu, bukankah dia sudah meminta maaf padamu. ” Tambahnya


“Aku hanya membalas apa yang Ia perbuat padaku. ”Jawabnya dengan nada santai,


Alex geram setelah mendengarnya, kemudian Ia meraih segelas minuman dan menyiramkannya kepada wanita tersebut. Yang mana tadi hanya gaunya saja yang sedikit basah, namun kini Alex menyiramnya pada area wajahnya yang membuat wanita itu terbelalak akan perlakuan Alex padanya. Alih-alih membelanya, Alex malah balas menyiramnya dengan segelas minuman lagi.


Semua orang yang berada di situpun ikut terkejut melihat perlakuan Alex, semua orang mengerumuninya termasuk para reporter yang turut hadir dalam pesta tersebut. Tuan dan Nyonya Pradipta yang heran ada keributan apa di dalam pestanya, segera menghampiri kekacauan itu.


“Itulah balasanya karena kau berani mempermalukan wanitaku! ” Tegas Alex, kemudian membawa Diana pergi dari sana.


“Wanitaku? ” wanita itu heran dengan perkataan Alex, begitu pula semua orang.

__ADS_1


Pesta tampak kacau, para wartawan berbondong-bondong menghampiri tuan rumah dan menanyakan apa maksud dari perkataan Alex tadi.


Bersambung....


__ADS_2