Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Waktu bersama


__ADS_3

Diana hanya terdiam menanggapi permintaan Alex, kenapa Ia begitu terang-terangan meminta hal seperti itu padanya. Diana tidak ingin melakukanya, Ia belum siap. Tidak bisakah Alex menunggu? Tapi, Diana berpikir kembali.


“Apakah setelah aku memberikanmu penerus,kau akan melepaskanku? ” tanya Diana dengan mata yang menatap ke arah lain dan tidak berani menatap Alex. Alex menghentikan sejenak aktivitasnya, pandanganya Ia alihkan. Kini Ia menatap tajam gadis di hadapanya, membuat Diana semakin canggung.


“Kau begitu ingin cepat pergi dariku? Kenapa? Tidak ada ruginya untuk terus besamaku. ”


“Bukan seperti itu, hanya saja ... ” Alex menatapnya sesaat lalu melanjutkan kembali aktivitasnya membuat Diana tertegun.


Tidak usah di bahas, lagipula pria sepertinya tidak akan mengerti.

__ADS_1


Diana menghela nafas lega, Alex tidak terlalu menghiraukan kata-katanya tadi. Hening di antara mereka, tidak ada peecakapan sesikitpun. Diana melirik jam, waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, sudah larut pantas Diana sudah merasa mengantuk. Diana beranjak dari duduknya dan melangkah keluar ruangan, namun di cegah oleh Alex,


“Mau kemana kau? Temani aku sampai pekerjaanku selesai. ” Ucapnya dengan mata tetap menatap focus ke layar macbooknya, Diana tersentak, Alex tidak bercandakan? Ini sudah larut malam.


“Duduklah, ” Dengan dagu kokohnya Ia menunjuk pada kursi di depan mejanya kini.


Hening dan membosankan, itulah yang Diana rasakan saat ini. Ini pertama kalinya Alex meminta Diana untuk menemaninya di ruang baca, sedangkan Alex sendiri sibuk dengan pekerjaanya sementara Diana di biarkan sendiri dan merasa bosan sedari tadi.


Beberapa menit berlalu, Alex menghela nafas panjang, akhirnya Ia telah selesai dengan pekerjaanya, Ia melirik jam yang sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Alex melihat Diana, yang tampak sudah tak bersuara sejak tadi. Diana tampak menundukan wajahnya di atas meja, Alex memanggil namanya berulang kali namun tidak ada respon dari Diana.

__ADS_1


Alex beranjak dari kursinya, Ia menghampiri Diana yang sedang tertunduk di hadapanya. Ia menyibakan rambut Diana yang menutupi wajahnya, tertidur, Diana telah tertidur. Alex memegangi pipinya dengan ujung telunjuknya, Diana tetap tidak merespon, Ia tertidur pulas.


Alex mengangkat tubuhnya, membopongnya dengan sangat hati-hati. Alex membawa Diana ke kamarnya lalu membaringkan Diana dengan lembut di atas ranjang.


“Sangat ringan, ” Gunam Alex kemudian merebahkan diri di samping Diana.


Beberapa detik Alex menatap wajah Diana yang sedang tertidur pulas itu, tampak tenang dan terlihat cantik. Gadis polos yang seharusnya masih bersenang-senang bersama kawan sebayanya itu, malah terjebak yang kehidupan yang mengerikan ini.


Alex memejamkan matanya, mencoba untuk terlelap setelah lelah bekerja seharian.

__ADS_1


Diana terbangun dari tidurnya, namun Ia enggan untuk membuka matanya. Diana mencoba membalikan tubuhnya ke arah lain, Ia sedikit terkejut ketika merasakan hidungnya seperti menyentuh sesuatu yang terasa hangat. Seketika Diana membuka matanya, Ia tersentak melihat wajah Alex yang masih terpejam berada tepat di hadapanya. Dengan cepat Diana memundurkan kembali wajahnya dan mencoba berpaling dari Alex. Diana hendak bangun dari tempat tidur, namun tiba-tiba Alex mencegahnya. Alex memeluknya dari belakang, membuat Diana tersentak dan terdiam sesaat.


Bersambung...


__ADS_2