Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Episode 67


__ADS_3

Alex menghentikan aktivitasnya membuka kancing baju Diana, Ia men-dongakan wajahnya dan menatap wajah istrinya dengan intens. Alex hanya terdiam sembari terus menatap wajah Diana, tapi tak lama Ia mengalihkan kembali pandangannya dari Diana dan melanjutkan membuka kancing baju.


Diana menghela napas dalam, “Aku harus tahu, ”


“Untuk apa menanyakan pertanyaan yang jelas-jelas kau sudah tahu dengan jawabanya, ”


“Aku harus tahu dari mulutmu! Karena aku akan memulai kehidupanku bersamamu! ” ujar Diana tegas. Sementara Alex tidak menjawab apapun, Ia mengulurkan tangannya dan siap menuntun Diana menuju bath tub yang sudah berisikan air hangat. Mencoba mengalihkan focus Diana yang sedari tadi terlihat tengah menyudutkannya.


“Kau menghindari pertanyaanku, jelas-jelas kau masih mencintainya! ” “Tidak mungkin! ” Alex langsung menampik tuduhan yang Diana ucapkan akan dirinya.


“Apa kau pernah mencintainya? ” Alex kembali terdiam, Ia tersenyum simpul. Gadis ini tidak sepolos kelihatannya.


Gadis itu memancingnya, mencoba menyulut emosi dalam diri Alex dengan cara menyudutkannya. Seseorang akan mengatakan apapun ketika dirinya sedang marah dalam kondisi tidak terkendali. Menampik semua tuduhan yang tidak benar dan mulai berkata jujur. Namun Alex, tak di sangka pertahanan dirinya begitu kuat. Diana gagal.


Alex terdiam, Diana tahu dalam diamnya itu Alex bukan takut karena telah tertangkap Basah. Melainkan, Ia tengah mencerna beberapa pertanyaan Diana dari awal. Jelas, jika Alex tidak pintar, Ia tidak akan sukses menjalani bisnisnya, dan tidak akan bisa meraih penghargaan sebagai pengusaha muda sukses dan kaya raya. Sedangkan Diana, Ia sadar telah menggunakan taktik receh untuk memancing orang seperti Alex agar berkata jujur dan menjawab segala rasa penasarannya.


Ada apa sebenarnya, Diana tidak bisa menahan diri untuk tidak tahu. Ia ingin tahu semuanya, namun mencari jawaban setiap pertanyaannya dari mulut Alex? Mustahil di lakukan! Diana mencoba mengontrol diri agar tidak salah bertindak. Namun apa daya, perkataan ayah mertuanya alias Tuan Pradipta, di tambah perkataan dari Nameera sungguh membuatnya bingung. Diana menyimpulkan, bahwa semuanya saling bersangkutan.


“Jangan terlalu banyak berpikir hal yang tidak penting. Pikirkan saja kondisimu, dan mengenaiku ... aku sudah berjanji, maka aku tidak akan mengingkarinya. ”


Diana mendengkus, “Aku bisa mandi sendiri! ”

__ADS_1


“Diamlah, ”


Bukannya membantu Diana mandi, tapi tangan Alex malah semakin liar menjamah tubuh Diana. “Jangan sentuh! ” Tubuh Diana seketika kaku setelah Alex menyentuh bagian sensitif dirinya.


“Ini adalah hukuman jika kau selalu membantah perkataanku, ” bisik Alex pada telinga Diana dengan napas yang berat, membuat tubuh Diana semakin bergetar mendapat perlakuannya.


“Ah, tidak! ”


***


Hari ini adalah jadwalnya untuk chek up kandungannya, Diana pergi sendiri ke rumah sakit karena Alex sibuk dengan pekerjaannya dan tidak bisa mengantar-kan Diana. Sebelumnya, Alex meminta Diana untuk berdiam diri di rumah, dan Alex akan meminta dokternya untuk datang menemui Diana di dalam mansion. Namun Diana menolak, Ia merasa jenuh dan bosan jika harus berdiam diri di dalam rumah. Dan satu-satunya alasan untuknya adalah ya ... chek up kandungannya.


“Ibu Diana, ” panggil seorang perawat, kini gilirannya yang masuk untuk di periksa.


Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Diana duduk untuk mendengarkan penjelasan dokter. Sebenarnya, ada hal yang membuatnya sedikit terkejut. Dokter mengatakan, bahwa kehamilannya mengalami placenta previa.


Plasenta previa adalah kondisi ketika plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan rahim. Selain menutupi jalan lahir, plasenta previa dapat menyebabkan pendarahan hebat baik sebelum maupun saat persalinan. Itulah sebab mengapa Diana sering mengalami pendarahan.


Dokter meminta agar Diana menjaga baik-baik kehamilannya dan lebih sering chek up ke dokter untuk mengetahui kondisinya lebih lanjut. Dokter juga meminta Diana untuk tidak panik agar tidak menimbulkan stres, dokter juga menyarankan agar Diana banyak berbaring, menghindari olahraga dan menghindari hubungan intim. Dan jika sampai mengalami pendarahan hebat, di sarankan agar cepat di bawa ke rumah sakit.


Diana terdiam ketika mendengarkan dokter menjelaskan tentang kondisinya, andai Alex berada di dekatnya dan mendengarkannya apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan oleh Diana untuk menjaga kehamilannya. Setelah itu, dokter menuliskan beberapa resep untuk Diana tebus di apotek rumah sakit.

__ADS_1


***


Diana terdiam diri di dalam kamarnya, Ia terlihat tengah mengutak-atikan laptopnya mencari informasi mengenai gejala kehamilan yang tengah Ia alami. Ketika Ia sedang asik mencari informasi, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan seketika Diana langsung menutup layar laptopnya. Alex masuk ke dalam kamar lalu sibuk menanggalkan jas dan arloji di pergelangan tangannya. Tidak lama Ia pun masuk ke dalam kamar mandi. Diana menghela napas lega. Diana tidak tahu, apakah ini waktu yang tepat untuk memberitahukan perihal masalah kehamilannya kepada Alex atau tidak.


Beberapa menit menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi, akhirnya Alex keluar dengan tampilannya yang masih basah. Kini posisi Diana sudah berbaring di atas ranjang dengan posisi membelakangi Alex.


“Dokter mengatakan sesuatu padamu? ” tanya Alex yang sedari tadi menyadari ekspresi Diana yang tidak biasa. Diana beranjak duduk dari tidurnya, lalu mengangguk pelan. “Ya, ”


“Katakan padaku, ” Alex mendekati Diana dan naik ke atas ranjang, di tatapnya Diana dengan intens dan telingannya siap mendengarkan semua penjelasan yang akan Diana katakan.


“Dokter meminta ... ” sekilas Diana melirik ke arah Alex, lalu matanya Ia turunkan kembali, berpaling dari pandangan suaminya. “Dokter meminta agar kau ... jangan menyentuhku! ” Diana langsung berbaring dan menutupi dirinya dengan selimut. Matanya terpejam sementara pikirannya terus menantikan reaksi Alex akan hal yang baru saja Ia katakan.


“Hei, jelaskan dulu padaku. ” Alex menarik selimut yang tengah menutupi tubuh istrinya, menarik lengan Diana pelan agar Ia bangun dan memberinya penjelasan yang lebih detail.


“Tidak! Jelas-jelas kau sudah tahu. Maka jangan lakukan itu, okey? ” wajahnya merona menahan malu, Ia teringat kembali kejadian di kamar mandi ketika Alex membantunya mandi.


Alex mengeryitkan dahinya, Ia meraih ponselnya yang Ia simpan di atas nakas samping tempat tidurnya. Alex mencari kontak bertuliskan 'Elios' lau menekan tombol telepon. Tidak lama setelah Alex melakukan panggilan, Elios langsung menerima panggilannya.


“Hallo, Elios. Ke rumahku, sekarang! ” Diana tertegun, Ia langsung beranjak duduk dan menatap tajam ke arah Alex yang sudah menyimpan kembali ponselnya di atas nakas.


“Elios? ”

__ADS_1


__ADS_2