Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Bodoh dan ceroboh


__ADS_3

Diana di buat tercengang dengan perkataan Alex padanya, Alex memintanya untuk membalikan badan dan membuka bajunya. Diana menatap tajam Alex, jelas ada orang tuanya di bawah sedang menunggu tapi Alex masih bisa berpikiran mesum, Ia bahkan belum berpakaian rapi dan masih mengenakan handuk tipis yang hanya menutupi bagian bawah tubuhnya. Memperlihatkan otot dadanya yang kekar, sampai membuat Diana tertegun saat melihatnya.


Diana beranjak dengan cepat dari atas ranjang, mendekap dada dengan kedua tanganya sembari melangkah ke pojokan kamar dan matanya terus menatap tajam Alex.


"Hei, kau kenapa? " tanya Alex dengan heran, kemudian mengikuti langkah Diana


"Jangan, jangan mendekat, " Diana mengangkat sebelah tangan nya, mengisyaratkan agar Alex berhenti mendekatinya,


Bukan menjauhinya, tapi Alex malah semakin mendekatinya, Alex menarik lengat Diana kemudian menghempaskan tubuh Diana ke atas ranjang hingga posisinya kini tengkurap di atas ranjang, Diana meronta meminta untuk di lepaskan, tapi Alex malah menekan punggungnya dengan keras.

__ADS_1


Resleting baju Diana di buka perlahan hingga ke ujungnya, membuat Diana semakin terkejut dan terus meronta menolak perlakuan Alex padanya. Diana tidak menyangka Alex akan memaksanya untuk yang kedua kalinya.


Diana melirik wajah Alex yang tampak serius dari samping, dengan tubuh dan tangan yang masih terus meronta namun tangan Alex sangat kuat menekan punggungnya hingga setiap kali Diana melakukan gerakan itu akan membuatnya semakin merasa kesakitan.


Diana melihat tangan Alex sedang mencoba mengoleskan obat pada luka memar yang berada di sekitar bawah punggungnya. Seketika Diana terdiam Ia tak lagi meronta, Ia bingung sekaligus malu. Wajahnya langsung berwarna merah padam. Ternyata pikiranya salah, Alex hanya ingin mengobati luka memar yang ada di bagian bawah punggungnya karena Ia terjatuh tadi. Diana memang merasakan sakit pada bagian itu, namun Ia tidak terlalu menghiraukanya Tapi justru Alex yang begitu teliti akan keadaanya.


"Kenapa kau berhenti meronta? " tanyanya dengan wajah menyeringai ke arah Diana, Ia melepaskan tangannya yang sedari tadi menekan punggung Diana dan mencoba menutup kembali resleting baju Diana.


'Dia tertawa? Ini pertama kalinya aku melihatnya tertawa, dia bisa tertawa juga. Hmm ... Apakah dia menertawakanku? Hey, apakah dia menertawakan tingkah konyolku tadi? Apa aku terlihat sekonyol itu? '

__ADS_1


Diana tampak semakin geram sekaligus malu, Ia mencoba mengontrol dan menenangkan pikiranya untuk tidak terus memikirkan hal yang di luar nalarnya. Alex melihat tingkahnya itu dari balik cermin, Ia semakin tidak bisa menahan tawanya saat melihat ekspresi Diana. Seorang gadis dengan tingkahnya yang terlalu polos, entah polos atau bodoh Ia bahkan bisa mencairkan gunung es di dalam hatinya dan mengukir tawa di wajah bekunya.


'Gadis bodoh dan ceroboh, ' Gunamnya dalam hati


"Tuan, Nona. Makan malam sudah siap, Tuan besar dan Nyonya meminta anda untuk segera turun. " Ucap seorang pelayan dari luar meminta agar Diana dan Alex segera turun untuk makan malam


"Baiklah, " Jawab Alex


Baru saja Alex selesai memilih pakaian apa yang akan Ia kenakan, tapi pelayan sudah memanggilnya untuk segera turun. Kamudian, Ia menyimpan pakaian yang akan Ia kenakan ke atas ranjang. Seperti sebelumnya, dengan seenak hati Alex melempar handuk yang sedang menutupi bagian bawah tubuhnya ke arah Diana.

__ADS_1


Sontak Diana kembali terkejut melihat keadaan Alex yang telanjang bulat, terongok begitu saja.


Bersambung...


__ADS_2