Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Kepercayaan


__ADS_3

"Aaaaaah, " Diana menjerit dan meringis kesakitan, Ia langsung terbangun dari tidurnya dan langsung terduduk di atas ranjangnya.


Darahnya mengalir dan berceceran dimana mana, Diana mengerutkan dahinya dan menatap Nameera dengan sinis dan Nameera menatapnya balik dengan tatapan menantang.


Perih dan ngilu Ia rasakan pada punggung telapak tanganya, Ia mengibas ngibaskan telapak tanganya dan langsung turun dari ranjang dan beranjak pergi ke luar ruangan. Nameera yang melihat langsung terbangun duduk sambil melambaikan lenganya kearah Diana dengan senyum penuh kepuasan.


Nameera membaringkan kembali tubuhnya dan hendak melanjutkan tidurnya. Ia terkejut ketika menyadari bahwa ada seseorang di dalam ruanganya selain Ia dan Diana yang tadi sudah keluar entah kemana. Nameera terperanjak bangun dan melihat ke arah orang tersebut, matanya terbelalak melihat Alex yang tengah berdiri sembari menatap dingin ke arahnya.


"A ... Alex, se sejak kapan kau berada di sini? " tanyanya tergagap dengan nafas yang tidak teratur. Nameera sangat gugup,


Alex menatap dingin Nameera lalu Ia pergi keluar ruangan tanpa memperdulikannya. Ia mencari keberadaan Diana, lorong rumah sakit yang sepi hanya ada beberapa perawat yang lalu lalang disana. Alex mencoba bertanya kepada perawat disana dengan memperlihatkan foto Diana yang ada di dalam ponselnya. Perawat itu mengatakan bahwa Diana berjalan ke arah tangga darurat. Alex langsung berlari dan mengejarnya.


Sesampainya di atap, yang berada di lantai lima rumah sakit, Alex melihat Diana yang tengah berdiri menatap sendu pada pemandangan yang di bawahnya.


Tanpa Diana sadari Alex mendekatinya kemudian menarik lenganya hingga Diana terjatuh ke dalam pelukan Alex. Diana meronta dan berusaha melepaskan pelukan Alex, namun Alex memeluknya dengan erat. Beberapa detik Diana tenang dalam pelukan Alex, Alex melonggarkan pelukanya dan menatap dalam Diana yang sedang tertunduk di hadapanya.


Alex menatap dalam pada gadis yang ada di hadapanya, ada rasa sesal yang menyelimuti hatinya. Pikiranya berkecamuk antara iba dan rasa bersalah, gadis yang sedang menunduk di hadapanya memang tidak mempunyai masalah apapun denganya. Ia hanya gadis polos dan lugu yang masih berumur 18 tahun.


Alex berpikir, sungguh Ialah yang bersalah, keluarganya lah yang bersalah. Tanpa alasan, Ia menarik gadis lugu itu kedalam jurang yang dalam. Alex telah mengorbankan kehidupan Diana demi kepentingan pribadinya, Alex merasa Ia adalah pria yang egois, yang hanya memikirkan nafsu belaka. Alex telah menggunakan kehidupan seorang gadis polos itu untuk kepentingan pribadinya. Sayang semuanya tidak berhasil, hasilnya hanya kehancuran gadis yang tidak bersalah itu.


Diana masih menundukan wajahnya, berdiri diam tanpa berkata apapun. Alex memegang dagu Diana kemudian mengangkatnya, mereka saling bertatapan. Tiba-tiba Diana mengalihkan pandangannya menghindari tatapan Alex. Kemudian, Alex memegang lengan Diana yang masih meneteskan darah, menghapusnya dengan lembut.

__ADS_1


"Apa ini sakit? " tanya Alex, Diana menggeleng pelan.


Alex memegang lenganya, Ia mengajak Diana untuk kembali ke dalam ruang rawatnya. Diana menolak, Ia menepis genggaman tangan Alex padanya. Namun, Alex memaksa Diana untuk kembali terlebih dahulu ke dalam ruang rawatnya, lukanya harus segera di obati. Diana termenung, Ia terdiam tanpa kata.


“Pergilah! Untuk apa kau kemari. Kekasihmu sedang sakit. Perhatikan saja dia. ” Ucap Diana sembali membalikan tubuhnya membelakangi Alex, tak terasa air matanya mengalir membanjiri wajah cantiknya begitu saja. Bukan karena rasa sakit Ia menangis, melainkan karena Diana tahu, seburuk apapun keadaanya tidak akan pernah ada orang yang memperdulikannya.


“Balut terlebih dahulu lukamu, ” Ucap Alex sembari memegang lengan Diana. Kemudian, dengan cepat Diana menepis genggaman tangan Alex padanya.


“Aku bisa melakukannya sendiri, pergi saja! Aku tidak apa-apa, seperti sebelumnya aku akan baik-baik saja walaupun aku mencoba melakukan aksi bunuh diri sekalipun! ” tegasnya berusaha tegar dan menyembunyikan tangisannya.


Kemudian, Alex menarik lengan Diana. Otomatis Diana berbalik dan jatuh ke dalam pelukan Alex, Diana meronta namun Alex terus memeluknya dengan sangat erat. Diana tidak bisa menahan tangisannya, Ia menangis di pelukan Alex.


“Aku tidak butuh semua ini! Pergi saja! ” ucap Diana sembari tangannya terus meronta dan tangannya terus memukul dada Alex.


“Kau tidak usah memperdulikanku! Aku tidak butuh! ” Diana terus menjerit, menangis dan meronta. Bagaimana pun Alex memeluknya erat namun Diana tak kunjung tenang.


Alex memegang wajah Diana dengan kedua telapak tangannya, Ia langsung meraih bibir Diana kemudian menciumnya. Diana langsung terdiam, matanya terbelalak dengan air mata yang terus menetes. Diana tenang seketika.


Setelah Diana tenang, Alex melepaskan ciumannya dan Ia langsung menggenggam lenganya kembali. Alex menuntunya ke kamar rawat dan kini Diana hanya menurut mengikutinya, tidak lupa Ia meminta perban kepada perawat, Perawat itu ingin menolong dan membalut luka Diana, namun Alex tidak mengijinkanya.


Di dalam kamar rawat sudah ada Nameera yang menunggunya dengan cemas, saat melihat Alex Ia langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Sayang ... Aku aku..." Pikiranya kacau Ia tak tau apa Alex melihat tindakanya tadi atau tidak, pikiranya saat ini tidak bisa berpikir dengan jernih sehingga sulit untuk memikirkan kata kata dan Alex hanya menatapnya datar


Diana menatap Nameera, Ia sudah lelah dengan sandiwaranya. Perlahan Ia melepaskan genggaman tangan Alex padanya tapi Alex tidak melepaskanya dan malah memegangnya semakin erat.


"Hei, apa kau terluka? Biar aku yang membalut lukamu, " Ujar Nameera sembari merebut perban yang di pegang Alex dan melepaskan genggaman lengan Alex dan Diana


"Biar aku lakukan sendiri, " Ucap Diana dan kemudian Ia berjalan dan duduk di atas ranjangnya, tidak memperdulikan drama di antara Nameera dan Alex


Nameera langsung memegang lengan Alex dan memeluknya, "Aku sungguh sangat senang, kau kembali begitu cepat saat mengetahui aku sedang sakit. Terima kasih, Sayang. " Ucap Nameera dengan manja dan masih memeluk Alex


Diana mendengarnya dan mencoba untuk tidak memperdulikanya. Alex hanya berdiri mematung sembari matanya memperhatikan Diana.


Alex tersenyum simpul sambil mengalihkan pandanganya, Ia melepaskan pelukan tangan Nameera.


"Untuk apa berterima kasih padaku, ucapkan terima kasihlah pada adikmu yang sudah mau mendonorkan darahnya padamu walau jelas Ia sedang sakit," Ucapnya enteng, dengan dagu kokohnya Alex menunjuk ke arah Diana.


Nameera memalingkan wajahnya dan menatap Diana dengan kening yang berkerut, "Sakit? Aku melihatnya baik baik saja, " Jawab Nameea yang tidak percaya dengan perkataan Alex


"Jika kau tidak percaya, kau bisa melihat luka di balik syal yang menutupi lehernya, "


Diana terkejut Ia langsung menatap tajam ke arah Alex, apa maksud perkataan Alex berkata seperti itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2