Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Episode 98


__ADS_3

Sudah tiga jam semenjak kepulangan mertuanya, Diana hanya


bergeming di atas sofa yang berada di dalam kamarnya. Wanita hamil itu tengah


melihat-lihat beberapa foto di dalam album. Foto masa kecil Alex, dari pria itu


masih menjadi baby kecil merah hingga sebesar sekarang. Tampan dan lucu. Tapi


meskipun matanya tertuju pada beberapa album di dalam foto itu, pikirannya


tetap tertuju pada hal yang terjadi beberapa jam yang lalu. Leona? Siapap itu


Leona?


Diana benar-benar merasa penasaran dengan hal itu, ia selalu


memikirkannya. Siapa dia? Apakah wanita yang bernama Leona itu keluarga Alex?


Diana pernah mendengar nama itu, namun dimana? Ah … Ia lupa.  Bagaimana caranya Ia bisa mencari tahu siapa


wanita yang bernama Leona itu. Haruskah Ia menanyakannya kepada Alex? Tidak mungkin.


Karena sepertinya Alex tidak menyukai jika ada yang menyebutkan nama Alona.


“Kau melamun?”


Tiba-tiba sesuatu yang dingin menyentuh pipinya. Wanita hamil


yang tengah melamun sembari menatap keluar jendela itu seketika berjengit kaget


dan refleks langsung menoleh kea rah samping. Alex. Pria itu tengah berdiri


sembari menempelkan satu gelas berisikan jus buah pada pipi Diana.


“Kakak.” Serunya dengan nada memprotes sebal.


Sementara Alex hanya tersenyum kemudian duduk di samping


istrinya. Satu gelas berisikan jus buah itu Ia letakan di atas meja serta


sepiring irisan buah segar. Banyak pelayan di rumah mewah ini, tapi entah


kenapa Alex lebih suka melakukan semuanya sendiri. Pria tampan itu tidak


mempercayakan semua kebutuhan Diana kepada siapapun.


“Sedang memikirkan apa?” tanya Alex kepada istri cantiknya.


“Tidak kak.” Jawab Diana seraya menggeleng pelan.


 Wanita cantik itu


sedikit mencondongkan tubuhnya untuk mengambil sepiring irisan buah yang Alex


bawakan. Sebenarnya Diana sangat ingin menanyakan perihal ini kepada Alex. Namun


Ia memikirkan waktu yang tepat. Karena semenjak kepulangan kedua orang tuanya


tadi, raut wajah Alex tampak kesal meskipun pria tampan bertubuh tegap itu


berusaha untuk menutupinya.


“Apakah kau memikirkan perihal siapa Leona?” ujar Alex yang


menghentikan kunyahan pada mulut Diana. Perlahan Diana mengangguk mengiyakan. Sudah


di tanya seperti ini kenapa menolak? Diana akan menyesal nantinya dan gila


karena rasa penasaran.


 Seketika wajah cantik


dan mungil itu  menoleh kea rah Alex,

__ADS_1


tatapannya menelisik bagaimana raut wajah pria di hadapannya. Datar. Diana


toidak tahu entah apa yang tengah di rasakan oleh pria itu. Entah marah, sedih,


atau biasa saja ketika Ia tahu Diana memikirkan tentang sesuatu yang jelas


Diana tahu jika Alex tidak suka ketika membahasnya.


“Leona adalah adikku.” Ujar Alex, membuat Diana langsung


menatap ke arahnya dengan raut tidak percaya. Adik? Bukankah Alex adalah putra


tunggal dari keluarga pradipta?


“Tapi kak, semua orang bahkan tahu jika keluarga Pradipta


hanya memiliki seorang putra. Dan Leona ….” Dari mananya saja sudah pasti itu


adalah nama seorang gadis. Sambung Diana yang hanya bisa Ia ucapkan di dalam


hati. Wanita hamil itu takut menyinggung Alex lebih jauh. Apalagi mendengar


jika seseorang yang bernama Leona itu adalah adiknya, ini pasti masalah serius


keluarga mereka. Keluarga Pradipta.


“Benar. Tidak banyak yang tahu jika aku memiliki seorang


adik perempuan.” Jawab Alex, dan kini dengan rahang yang mengeras. Why? Pria tampan


itu kelihatan sangat marah.


“Tapi dia adalah adikku.” Sambungnya.


Pandangan Diana jatuh, tidak bisa melihat raut wajah kekecewaan


yang sangat dalam pada wajah pria yang sangat di cintainya. Wajah datar, diam,


lantas kenapa seluruh dunia hanya tahu jika keluarga besar Pradipta hanya


memiliki seorang putra tunggal saja? Kenapa sosok Leona tidak pernah tampil di public?


Dimana dia?


“Dia hilang, bungkam, dan seperti tidak pernah ada di dunia


ini. Itu semua karena keegoisan seseorang.”


“Kakak ….” Diana langsung menegakkan kembali pandangannya


dan menatap Alex. Suara berat dan parau itu terdengar sangat tidak


menyenangkan. Marah. Satu kata yang Diana simpulkan untuknya. Alex marah. Marah?


Apakah pria itu marah kepadanya karena perkataan Diana yang lancang?


Alex langsung menolehkan wajahnya dan menatap istri kecilnya


yang tengah menatap nanar kea rah dirinya. Bibir mungil dan tipis itu bergetar.


Astaga … Alex melupakan jika istrinya itu sangat sensitive dan mudah


tersinggung. Amarah Alex bukan tertuju kepadanya. Kemudian dua telapak tangan


Alex menakup pada kedua sisi wajah Diana.


“Tidak apa-apa sayang.” Ujarnya menenangkan, dan berharap


jika Diana akan paham dengan sendirinya tanpa harus Alex jelaskan.


 Diana mengangguk


perlahan. Memang hatinya sangat sensitive. Bukan karena efek kehamilannya, tapi

__ADS_1


gadis berusia delapan belas tahun itu memang sangat mudah terluka hatinya. Wataknya


yang polos dan juga lembut. Bahkan Alex pernah berusaha untuk mengubahnya.


Kemudian Alex menurunkan lengannya dari menakup wajah Diana.


Kini kedua telapak tangannya beralih mengenggam erat kedua telapak tangan istri


kecilnya. “Apakah kau masih ingin tahu tentang Leona?” tanya Alex, dan Diana


langsung mengangguk mengiyakan.


“Leona adalah adikku, dia sudah meninggal.”


Sementara Diana hanya bergeming dan masih terus menjelaskan.


Ia sangat ingin bertanya, namun wanita cantik itu enggan untuk melakukannya. Diana


takut salah, Diana takut jika Alex akan marah. Astaga … Hatinya. Meskipun berulang


kali Alex menyakinkan Diana tentang hatinya yang sepenuhnya Ia berikan untuk


istri kecilnya itu, tapi entah mengapa Diana masih belum bisa beradaptasi


dengan semua itu.


“Kau tahu apa yang menyebabkannya meninggal?” tanya Alex


lagi, dan Diana langsung menggeleng lemah untuk itu.


Kenapa kak? Apakah dia sakit? Apakah meninggal ketika masih


bayi? Karena kehadirannya seperti sama sekali tidak pernah ada. Batin Diana


menerka-nerka..


Leona adalah gadis yang cantik, baik, dan juga lugu. Sama persis


seperti Diana. Namun suatu hari, entah ada angin apa yang sampai membawanya


pada keadaan yang tidak pernah Alex sangka sebelumnya. Gadis cantik itu


mengatakan jika Ia mencintai seorang pria. Apa yang salah dengan itu? Tentunya tidak


ada. Masalahnya terletak pada keegoisan seseorang. Yaitu Pradipta. Pria paruh


baya itu tidak menyetujui jika Leona memiliki hubungan dengan seorang pria yang


bahkan tidak jelas asal usulnya.


Pradipta tidak setuju. Ia terus memaksa Leona unntuk menjauh


dari pria itu, meskipun Pradipta tahu jika putri satu-satunya itu sangat


mencintai pria tersebut. Leona di kurung. Gadis cantik itu bahkan tidak di


perbolehkan keluar sampai akhirnya Ia memutuskan untuk melakukan hal bodoh


tersebut.


“Kakak ….” Lirih Diana. Genggaman tanganya semakin erat


mengenggam telapak tangan Alex. Pandangannya nanar. Kini Diana tahu kenapa Alex


tidak suka membahas perihal Leona. Karena semua itu secara tidak langsung


mengintakannya dengan luka di masa lalu.


Haii aku mau curhat ih. Ko tulisan aku jadi acak-acakan yah


huaah sedih bgt. Padahal aku nulis di web, malah kek ginih ih. Okok nnti aku


revisi beb see you. Makasih buat yang masih setia baca yah hehe.

__ADS_1


__ADS_2