Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Keputusan


__ADS_3

Di meja makan, Diana berdiri mematung sambil menatap Alex yang sedang


memakan sarapanya. Alex yang tampak


tenang dan santai, tiba tiba Diana


menyadari sesuatu yang berbeda dari


Alex hari ini. Ia melihat Alex tidak mengenakan setelan kerjanya. Padahal sekarang adalah hari senin, seharusnya Alex pergi bekerja.


Diana tidak memikirkanya lebih lanjut, Ia berjalan pergi menuju kamarnya meninggalkan Alex di meja makan. Sesampainya di kamar, Ia melihat sebuah kotak berukuran sedang berwarna pink dengan diikat pita warna merah tersimpan di atas ranjangnya.


Diana mengabaikanya, Ia pikir mungkin itu hadiah yang Alex siapkan untuk seseorang dan entah siapa itu, yang jelas bukan untuk dirinya.

__ADS_1


"Bukalah, itu aku persiapkan untukmu."


Diana terkesiap lalu menoleh ke asal suara, itu Alex yang sedang menyender di pintu sembari menatap ke arah Diana.


Diana mengabaikanya, Ia malas berurusan dengan Alex. Ia berjalan menuju kamar mandi, baru tanganya akan menggapai kenop pintu tiba tiba Alex menari lenganya lalu mendekap tubuh Diana, wajah mereka saling bertatapan. Diana menatapnya dengan tatapan dingin tanpa ekspresi dan Alex menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kau mengabaikanku? Aku sedang berbicara padamu. Bukalah kotak itu, " Ucap Alex sembari terus mendekap tubuh Diana


Diana menggeliat di dalam dekapan Alex,


Diana menutup kembali kotak itu dengan sedikit melempar tutupnya sehingga tidak tertutup dengan sempurna, Ia berjalan melewati Alex dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Rasa bersalah itu muncul, penyesalan hadir di dalam hatinya. Alex adalah pria yang dingin dan tidak berperasaan bahkan kepada seorang wanita Ia takan segan untuk bertindak kasar. Namun, berbeda dengan Diana. Ia sungguh menyesali perbuatanya. Merusak gadis cantik itu merupakan hal yang paling di sesalinya.

__ADS_1


Diana adalah gadis yang baik, ketika sakit pun Ia masih bersedia untuk mendonorkan darahnya untuk Nameera. Alex berniat meminta maaf kepada Diana, Ia mencari tahu di internet menggunakan macbooknya cara meminta maaf yang baik kepada seorang gadis. Beberapa menunjukan hal yang menurut Alex terlalu rumit, ya hanya untuk sekedar meminta maaf saja. Hingga Ia menemukan cara yang menurutnya tepat untuk meminta maaf kepada Diana, Ia menelpon lalu memerintahkan Zeno asistenya untuk membelikan sebuah boneka dan membuat cacatan kecil untuk di simpan di dalam sebuah kotak bersama boneka tersebut. Alex tersenyum lega.


Alex sudah berjanji, ini adalah yang terakhir kalinya Ia menyakiti gadis cantik itu, dan setelahnya Ia akan memberikanya kebebasan. Alex tahu, hidup Diana akan lebih bahagia jika Alex bersedia melepaskanya. Alex sudah tidak memperdulikan alasan mengapa Ia bersedia menikahi Diana yang Ia harapkan saat ini adalah melihat Diana hidup aman dan bahagia.


Tapi, keputusanya untuk melepaskan Diana berubah pada saat malam itu juga. Ketika Alex melihat perlakuan kasar Nameera pada Diana. Alex tak habis pikir ternyata orang yang Ia cinta selama ini adalah seorang wanita yang kasar dan tidak berperasaan. Pasalnya jika di depan Alex, Nameera selalu bersikap manja dan lembut. Walaupun terkadang amarahnya tidak bisa terkontrol.


Alex memutuskan hubunganya dengan Nameera, dan mengajak Diana pulang dari rumah sakit pada malam itu juga.


Di dalam mobil, Alex menatap dalam Diana yang sedang memegangi tanganya yang terluka. Alex merasa iba, Ia berpikir bahwa kehidupan Diana sebelumnya juga tidak terlalu baik. Apalagi saat ini, gadis cantik itu sudah ternodai olehnya, jika Alex melepaskanya apakah di masa depan akan ada yang bersedia menjadi suaminya? Dan orang orang pasti akan menilai buruk kepadanya.


Alex berpikir sepanjang malam, hingga tekadnya bulat dan memutuskan untuk tidak melepaskan Diana dan berjanji untuk selalu menjaga dan membahagiakanya.


Bersambung...

__ADS_1


TAPP JEMPOL KALIAN DAN TINGGALKAN JEJAK UNTUK MENYEMANGATI AUTHOR YA. 😍😍


__ADS_2