
Suasana tampak hening, Alex hanya menatap Diana heran. Diana menatapnya dengan penuh tanda tanya. Alex tak kunjung menjawab pertanyaan Diana, Ia mengabaikannya. Alex menggapai makanan di atas meja, makanan yang di sediakan oleh rumah sakit khusus untuk pasein rawat inap.
Alex menyendokan makanan itu dan menyodorkannya ke arah Diana namun Diana hanya terdiam, Ia terus menatap wajah Alex dengan penuh heran. Alex mengangkat kedua halisnya, Diana mengalihkan pandang. Diana tahu, Ia tidak akan mendapatkan jawaban apapun dari Alex.
Alex menempelkan sendok kepada pinggiran bibir Diana, membuat Diana tersentak dan Ia pun langsung berbalik membuat makanan di sendok tumpah berantakan mengenai pakaiannya, bahkan separuh makanan itu ada yang masuk ke dalam bajunya, membuat tubuh Diana menjadi kotor.
Tiba-tiba Alex memencet bel yang berada di pinggir ranjang Diana, meminta perawat untuk segera datang ke dalam ruang rawat Diana. Hanya beberapa menit, dua orang perawat wanita datang memasuki ruanganganya. Mereka menanyakan apa keluhan terhadap pasein, Alex hanya meminta kepada perawat itu untuk membawakan baju pasein baru dan bersih untuk di kenakan oleh Diana, karena baju Diana kotor. Kedua perawat itu mengangguk dan segera pergi mengambil pakaiannya.
Setelah kedua perawat itu pergi, tanpa berpikir panjang Alex langsung membawa botol infus milik Diana dan menggendong tubuhnya, membuat Diana terkejut dan meminta untuk di turunkan. Namun, Alex tidak menggubris permintaan Diana Ia malah terus menggendong tubuh Diana dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Alex mendudukan Diana di atas sebuah kloset. Kemudian Ia berjongkok dan tangannya berniat melepas satu persatu kancing baju Diana. Diana menepis kuat lengan Alex, namun Alex dengan paksa terus membuka kancing bajunya dengan Diana yang terus menggenggam tangannya dan menolak. Sebagian kancing atas baju Diana kini telah terbuka, membuat dadanya sedikit terlihat. Tak hentinya Ia berontak, namun Alex masih terus membuka kancing bajunya satu persatu.
Keras kepala, itu yang mewakili sikap Diana sekarang. Beruntung Ia tengah mengandung, jika tidak Alex sudah tidak tahan dengan kelakuanya. Tiba-tiba tangan Diana meraih keran yang berada di pinggiran kloset, Ia pun mengarahkannya kepada wajah Alex. Semprotan air keluar dengan deras, membuat seluruh wajah Alex basah terkena air. Diana langsung menjatuhkan keran itu ke atas lantai, dan menatap tajam Alex. Diana yakin Alex akan marah kepadanya.
“Kau begitu keras kepala, ” Gunamnya sembari membuka seluruh pakaiannya, Diana terbelalak.
“Hei, apa yang kau lakukan? ” tanyanya dengan gusar, Alex tidak merespon. Kini dada sizpax nya terpampang sangat jelas. Kemudian, Ia merogoh kantung jasnya dan menelpon Zeno asistennya, Ia meminta kepada Zeno untuk membawakannya satu stel pakaian baru dalam waktu dua puluh menit dan tidak lupa Alex juga memberikan alamat rumah sakit dan nomor kamar dimana Diana tengah di rawat.
__ADS_1
Setelah selesai menelpon, Alex kembali mendekat ke arah Diana. Diana mengalihkan pandangannya, berpaling dari Alex. Diana tersentak, Alex kembali membuka kancing bajunya satu persatu.
“Tidak mau, aku bisa melakukannya sendiri. Kau keluarlah. ” Diana menunjuk ke arah pintu meminta Alex keluar dan meninggalkannya sendiri.
“Kau sangat keras kepala, diamlah. ” Tegasnya sembari tanganya terus membuka kancing baju Diana, tidak mau Diana terus berontak menolak keras Alex.
Namun tiba-tiba, Alex mendekatkan wajahnya kemudian mencium bibirnya, tangannya memeluk erat tubuh Diana mendekatkannya pada tubuhnya, hingga tubuh Diana terhimpit oleh tubuhnya. Membuat Diana tertegun terbelalak. Diana terdiam, sementara Alex memainkan setiap inci bibirnya dengan liar. Beberapa detik saja permainan itu berakhir, Alex langsung melepaskan pelukan dan ciumannya pada Diana. Diana terdiam.
“Jika kau berontak lagi, itu artinya kau menginginkan lebih dariku. ” Ucapnya, Diana terperanjak dan terdiam. Alex selalu membuatnya patuh menggunakan hal-hal seperti itu, menyentuh menciumnya membuat Diana tidak bisa berkutik.
Alex kembali membuka satu persatu kancing baju Diana kemudian melepaskannya, kini tubuh Diana terlihat polos tanpa sehelai kain pun. Diana tertunduk lemah, bagian badanya kini bisa terlihat jelas oleh Alex. Antara malu dan sedikit kesal.
Alex menatap kedua orang perawat itu, mereka saling berhadapan kemudian berlalu pergi dengan wajahnya yang masing-masing tersipu malu setelah melihat pemandangan di hadapannya. Diana berkerut kening dan menaikan sebelah bibirnya. Tak lama, seorang pria berpakaian jas rapih datang memasuki ruangan, dengan membawa sebuah tas belanja di tangannya.
“Tuan muda. ” Ucap pria tersebut sembari memberikan kantung belanja itu kepada Alex. Pria itupun tersenyum tipis ke arah Diana,
Alex langsung masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakainanya yang basah, sedangkan Diana masih terduduk di atas ranjanganya. Zeno mendekat dan duduk di kursi yang berada di sebelah ranjang Diana.
__ADS_1
“Lama tidak bertemu, Nona.” Sapanya tersenyum kepada Diana, Diana tersenyum tipis.
“Sudah lama tidak melihatmu, aku kira kau sudah berhenti bekerja padanya. ” Mereka terkekeh,
“Tidak mungkin seperti itu, nyatanya adalah pekerjaan Tuan Alex semakin banyak, sehingga saya pun ikut terlibat. ” Ujarnya.
“Benarkah? Tapi aku lihat jam kerjanya tidak sepadat itu, ” Diana menatap heran Zeno, Zeno menghela nafas panjang.
“Tentu saja, karna sayalah yang harus mengurus semua sisa pekerjaanya. Tuan Alex hanya menangani beberapa dokumen penting saja. ” Diana mengangguk, Ia tertawa kecil. Ternyata tidak hanya dirinya yang merasa tertekan oleh Alex, asisten setianya juga merasa seperti itu.
Diana melihat dari sudut matanya, terlihat seseorang yang tengah berdiri kokoh dan menatap dirinya. Tawa kecil di wajahnya lenyap seiring seseorang itu berjalan mendekat. Alex sudah rapih kembali dengan pakaiannya, Ia sudah tidak bertelanjang dada seperti tadi lagi.
Setelah Alex keluar dari kamar mandi, Zeno langsung pamit pergi dan segera keluar ruangan meninggalkan Diana dengan Alex. Diana membaringkan tubuhnya di atas ranjang, Ia ingin segera terlelap dan tidak ingin berlama-lama bersama dengan Alex.
Saat hendak menutup matanya, Diana terkejut karena Alex tiba-tiba mendekatkan wajahnya pada wajah Diana. Membuat Diana terkejut setengah mati.
“Aku mau tidur, ” Ucap Diana, Alex menatapnya tajam. Kemudian Ia mendekatkan bibirnya dan menggapai bibir Diana, bibir mereka saling terpaut. Ini kedua kalinya Alex menciumnya hari ini.
__ADS_1
Bersambung...