Pengorbanan Cinta Diana

Pengorbanan Cinta Diana
Episode 96


__ADS_3

Wanita cantik itu duduk di atas sofa yang masih berada di dalam kamarnya. Tatapannya kosong, melamun, dan bergeming dengan jemari yang sibuk memilin cincin di jari manisnya.


“Diana, menikahlah denganku.”


Kalimat sakral yang di katakan lelaki itu sukses membuatnya bingung. Sedih, senang, terharu semuanya berkecamuk di dalam hatinya. Mereka sudah menikah lalu untuk apa menikah lagi.


“Aku ingin menikah denganmu, memberimu pernikahan yang sesungguhnya. Mengucapkan kepada dunia kau adalah wanitaku.”


Diana menatap nanar ke depan, air matanya sudah mengambang memenuhi pelupuk mata. Lelaki itu. Tatapan, sikap, dan perkataannya telah berubah tiga ratus enam puluh derajat dari lelaki yang Diana kenal dulu. Keras, kasar, acuh tak acuh. Alex ... akankah dia bersungguh-sungguh?


“Tapi aku sedang hamil, Kak. Tidak mungkin aku menggunakan gaun pernikahan dalam kondisi seperti ini.” balas Diana polos yang malah mengukir senyum tipis di wajah tampan Alex.


“Setelah kau melahirkan. Kita akan menjadi keluarga yang lengkap.”


Benarkah ... Satu tetes cairan bening jatuh membasahi pipi meronanya. Diana tidak dapat menahan rasa harunya ketika mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.


Alex memintanya memilih sebuah perhiasan sekaligus satu buah cincin yang di sematkan langsung di jari manisnya. Kalimat sakral, perlakuan manis, romantis sukses membuat hati Diana tersentuh.


“Tentu, Kak. Aku mau.”


Kalimat yang Diana lontarkan sebagai jawaban membuatnya berhambur ke dalam pelukan Alex.


“Terimakasih.”


---


“Kau melamun?”


Diana terhenyak, tiba-tiba lengan kekar melingkar pada perut buncitnya. Wanita cantik itu lantas menoleh, dan pipi yang langsung menyentuh bibir Alex.


“Kak,” seru Diana sembari menyenderkan sedikit tubuhnya pada tubuh tegap Alex. Nyaman.

__ADS_1


“Kak, aku mau mendekorasi kamar bayi kita.” pinta Diana.


“Tidak. Kau bisa jatuh dan kelelahan, ingat kata dokter.”


“Biar orang-orang ku saja yang melakukannya.”


“Tapi Kak--”


Diana menarik tubuhnya dari menyender di badan Alex. Wanita cantik itu berbalik untuk menatap lelaki yang di cintainya.


“Aku mau melakukan itu,” rengeknya manja seperti bocah.


“Tidak, sayang ....” Alex menjumput rambut Diana ke belakang rambut. “Lebih baik kita bermain di sini.” imbuhnya.


“Bermain apa?”


“Ayo kita menengok Leah kita.” ujarnya enteng yang sukses membuat Diana mengkerut.


Alex terkekeh, menyentuh pipi merona itu lembut. “Aku baru menyadari jika kau ini sangat manja.” ungkapnya


“Aku tidak manja, Kak!” protesnya kesal.


“Baiklah, kau tidak manja, tapi sedikit manja.” lugas Alex.


“Kakak ....” rengek Diana imut yang sukses membuat Alex terkekeh geli.


Alex menakupkan kedua telapak tangannya di kedua sisi wajah Diana. Seketika wanita cantik itu bergeming sembari menatapnya lekat.


“Aku mencintaimu, Diana.” ungkapnya.


Diana mengerjap beberapa kali, hatinya berdenyut, dengan degup jantung yang tidak beraturan. Bahagia. Terimakasih Tuhan.

__ADS_1


“Aku juga, Kak.” jawabnya mengulas senyuman tipis.


Mereka saling menatap kemudian terkekeh bersama.


Seketika Alex memiringkan wajahnya untuk menggapai bibir mungil istrinya. Menciuum, melumaat, dengan lidah yang saling membelit. Mereka larut dalam ciuman yang menggairahkan.


***


“Kak, pelan ugh ....” lenguh Diana merasakan Alex yang tengah bermain dengan dua gundukan sintalnya.


Nyatanya lelaki itu sukses membuat Diana terbang melayang walaupun wanita cantik itu sempat menolaknya.


Alex menarik tubuhnya sedikit agar mendapat jarak pandangan dengan istrinya. Mata yang terpejam, wajah yang memerah, sembari menggigit pelan bibir bawahnya. Wanita cantik berusia delapan belas tahun itu terlihat begitu indah di bawah kuasanya. Alex masih bermain di dalam sana, memainkannya dengan ritme sedang.


Pria tampan itu meraih bibir mungil itu **********, hingga mengigitnya kecil saat di rasa permainanya di bawah sana mencapai puncaknya. Erangan Alex tertahan karena bibirnya yang sibuk ******* bibir mungil dan manis milik istrinya.


Alex beranjak lalu melepaskan penyatuan mereka dan ambruk di samping tubuh Diana. Lantas Diana langsung membenarkan posisi tidurnya berbaring miring dan menghadap ke arah Alex lalu memeluknya.


“Kak,” Diana menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya. Wanita hamil itu masih merasa malu walaupun sudah berhubungan dengan Alex beberapa kali.


Wanita cantik serta polos itu.


“Ya,"


“I love you.”


___


Waw Next Chap yaa... Baaaay. Udah tauukan baby Diana sama Alex cewe atau cowo hehe. Adegan bawah buat pemanis aja wkwkwk.


Imut2 banget ya Diana, polos2 uhuk hahah

__ADS_1


__ADS_2