
Diana berkeliling melihat-lihat semua wahana yang ada, sedangkan Alex, Diana sendiri tidak tahu dimana keberadaanya, Ia hanya bahwa tadi Alex mengatakan akan menunggunya. Diana tersenyum lebar melihat banyaknya wahana di taman bermain tersebut, dari wahana yang biasa yang di khususkan untuk anak di bawah umur, hingga wahana yang begitu extrime seperti rollrr coaster, rumah hantu dan yang lainnya.
Diana terhenti di sebuah wahana, wahana extrim yang begitu menantang bagi para peminatnya, discovery, Diana sangat ingin menaikinya. Begitu pula rumah hantu, Diana ingin masuk ke dalam sana untung menguji nyali. Namun mengingat keadaan dirinya, Ia tidak bisa menikmati wahana yang sangat Ia impikan itu, Diana juga tidak bisa membahayakan kandungannya.
Diana melewatinya begitu saja, Ia tidak kecewa karena tidak bisa menaikinya, karena Ia tahu bahwa dirinya dan janinnya lah hal yang paling penting. Diana terus berjalan, lalu langkahnya kembali terhenti di wahana bianglala. Terlihat sangat menyenangkan, walaupun bianglala biasanya sangat asik jika di naiki malam hari. Namun, Diana tidak ingin kehilangan kesempatan ini begitu saja, Ia langsung mendekat ke arah antrian agar bisa menaiki wahana tersebut.
Tiba-tiba seseorang menarik lengannya, Diana tersentak dan langsung menoleh ke arahnya. Ternyata itu adalah Alex, Alex menahan Diana agar tidak bisa pergi ke sana. Diana berpikir, apakah Alex tidak mengijinkannya menaiki wahana itu, dan mengapa Ia bisa berada di sini tiba-tiba, bukankah Ia berkata Ia akan menunnggu Diana.
“Apa kau akan mendekati kerumunan itu dan berdesak-desakan? ” tanya Alex, dengan dagu kokohnya Ia menujuk ke arah antrian wahana bianglala
“Aku ingin menaikinya, tentu aku harus mengantri ... ” jawab Diana polos
“Lalu, untuk apa kartu yang aku berikan kepadamu? ”
“Hah? ” Diana mengangkat kedua halis
Alex berdecak, kemudian Ia menarik lengan Diana dan mendekat ke arah pintu masuk wahana bianglala tanpa mengantri terlebih dahulu. Mulut Diana membulat ketika Alex membawanya melewati antrian, orang lain bahkan sudah menunggu lama, tapi Alex malah menerobos begitu saja.
Sesampainya di pintu masuk bianglala, Alex menyambar kartu yang tengah di genggam oleh Diana dan langsung memperlihatkannya kepada petugas penjaga wahana. Dengan sigap, para penjaga itu membuka pintu wahana dan segera mempersilahkan Alex dan Diana untuk naik. Alex menarik lengan Diana dan masuk ke dalam wahana tersebut. Sementara Diana, Ia masih merasa bingung dengan semuanya.
“Apa kau tidak tahu? Akulah pemilim saham terbesar di taman bermain ini. ” ujar Alex enteng, membuyarkam kebingungan Diana.
__ADS_1
“Pantas saja, ” Diana membatin
Bianglala mulai bergerak ke atas dan semakin tinggi, dari atas sini, Diana bisa melihat keadaan seluruh kota dan terlihat sangat indah, apalagi jika di lihat pada malam hari. Diana tersenyum lebar menikmatinya, Ia sampai melupakan keberadaan Alex di sana, yang sedari tadi tengah memperhatikannya.
“Memang di umurmu saat ini, seharusnya kau bermain dan bersenang-senang bersama teman seusiamu. Tapi aku malah menarikmu ke dalam jurang yang dalam, ” batin Alex sembari terus menatap wajah Diana yang terkihat sangat senang.
“Sangat indah, ” gunam Diana, senyumannya tak pernah lenyap ketika Ia memandangi pemandangan seluruh kota.
“Ya, sangat indah ... ”
Setelah selesai menaiki bianglala, Alex dan Diana masih terus menelusuri arena tempat bermain itu. Diana terlihat sangat senang, Ia berjalan di samping Alex dengan satu buah permen kapas di genggamannya. Pandangan Alex tidak pernah lepas dari memandangi wajah Diana, ini adalah pertama kalinya Ia melihat gadis itu terlihat begitu bahagia ketika bersamanya. Diama sangat bahagia, Ia bahkan melupakan kegugupannya ketika bersama Alex.
***
Alex memesan satu porsi steak dengan minuman jus ringan untuk Diana, sementara Alex memesan steak dengan wine sebagai pelangkapnya. Tidak lama seorang pelayan datang mengantarkan makanan yang di pesan oleh Alex tadi. Jujur saja, Diana merasa sangat lapar, Ia langsung menyambar piring berisikan steak dan memakannya. Tapi, belum sempat Diana memotong bagian daging steak itu, Alex langsung menggantikan piring Diana dengan piring miliknya. Daging steak itu telah di potong oleh Alex terlebih dahulu sebelum Ia memberikannya kepada Diana, sehingga Diana bisa langsung memakannya.
Diana menatap piring itu dan melamun, “Mengapa kau begitu baik? Tidak ... jangan lagi ... ”
***
Hari ini, Diana merasa sangat senang. Dalam hidupnya, Ia tidak pernah merasakan kesenangan seperti ini. Diana juga merasa sangat lelah, di tambah Ia baru saja selesai makan, membuat perutnya terisi dan merasa sangat kenyang. Sepanjang perjalanan pulang, Diana menatap ke arah luar jendela pintu mobil sembari terus tersenyum tipis. Diana tidak pernah membayangkan bahwa dirinya bisa merasakan kebahagian seperti ini ketika bersama Alex. Walaupun hatinya merasa tersentuh dengan semua ini, namun tetap saja Diana harus mengendalikan perasaanya.
__ADS_1
Karena terlalu lelah, tidak sadar Diana tertidur di mobil selama perjalanan pulang. Sesekali Alex melihat ke arahnya, wajah polos Diana semakin terlihat cantik ketika Ia sedang tertidur. Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sengaja agar tidak menganggu Diana.
Setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di mansion mewahnya. Namun, Diana masih terlelap sangat pulas, Alex tidak tega jika harus membangunkannya.
Beberapa menit Ia menunggu Diana bangun, tapi sepertinya, semakin lama Ia tertidur dan semakin pulas. Alex berpikir bahwa Ia akan menggendongnya masuk, Alex mencoba meraih sabuk pengaman yang tengah di gunakan Diana kemudian melepasnya. Tiba-tiba pintu mobil terketuk dari luar, Alex menoleh, seorang pelayan tengah menunggu di luar. Kemudian, Alex membuka pintunya dan beranjak keluar.
“Maaf, Tuan. Ada seseorang yang tengah menunggu anda. ” ujar pelayan tersebut, berbicara sembari menundukan wajahnya.
“Siapa? ” tanya Alex
“Nona muda, Tuan. ”
Alex berkerut kening mendengarnya, lalu Ia mengibaskan tangannya memerintahkan agar pelayan itu pergi. Alex melihat ke arah dalam mobil, ternyata Diana masih tertidur dengan lelap. Alex menghembuskan nafas berat, lalu berjalan masuk ke dalam mansion.
Seorang wanita berparas cantik, dengan fashion masa kini, di iringi beberapa aksesoris ringan yang semakin menambah kesan cantik terhadap penampilannya, seketika menoleh ke arah pintu ketika mengetahui ada seseorang yang datang. Ia tersenyum lalu beranjak dari sofa dan mendekat ke arah Alex.
“Kak, Alex ... ” sapanya dengan memeluk ringan Alex,
Alex melepaskan pelukannya, “Ada apa kau datang kemari? Ini sudah malam, pulanglah ” ujar Alex dingin
Wanita itu mengerucutkan bibirnya ketika mendengar perkataan Alex, “Beberapa tahun aku baru kembali, dan ini yang kau ucapkan kepadaku setelah lama tidak berjumpa? ”
__ADS_1
“Siapa dia? ” tanya Diana dalam hati, Ia berdiri mematung di depan pintu mansion sembari menatap ke arah Alex yang tengah berbincang dengan seorang wanita cantik.